Suropati S

08 Agustus 2022 10:06

Iklan

Suropati S

08 Agustus 2022 10:06

Pertanyaan

Tanggapan Puisi "Aku" karya Chairil Anwar (Sebuah esai oleh Khairun Nisa) Aku Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorangkan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini hewan jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku akan tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi. Puisi "Aku" merupakan sebuah karya fenomenal dari sastrawan legendaris, Chairil Anwar. Sampai sekarangpun, puisi ini masih eksis di kalangan perpuisian Indonesia. Puisi ini terbit pada tahun 1943 tepat enam tahun sebelum kematiannya. Seolah akan tahu bahwa ia akan meninggal pada usia yang sangat muda, tidak hanya puisi aku yang menunjukkan gejala kematian di dalamnya melainkan juga beberapa karyanya yang lain. Dalam puisi ini tergambar kekecewaan pada diri pengarang terh adap apa yang telah ia terima dalam bentuk sebuah ancaman. Pernahkah kita mendengar saat orang tua kita marah, kecewa atau merajuk lalu mengatakan "kalau mati ibumu ini, jangan pernah kamu tangisi". Begitupun pengarang dalam hal ini, dalam larik pertama pengarang menyampaikan rasa kecewanya "Kalau sampai waktuku, 'Ku mau tak seorang kan merayu, tidak juga kau! ". Chairil Anwar tumbuh sebagai anak semata wayang yang membuat ia dimanjakan oleh kedua orang tuanya. Namun bak kata pepatah "buah jatuh, tak jauh dari pohonnya", meskipun dididik dengan lembut dan manja tetap saja sifat keras kepala dan pembangkang orang tuanya ada dalam dirinya. Berapa kali ia mencoba membangkang pada masa kolonial Belanda, nama Chairil Anwar tak hanya terkenal di dunia sastra tetapi juga sebagai pejuang pena kala itu. Sadar bahwa tulisannya bisa menjadi ancaman untuk hidupnya sendiri pengarang seolah menyiratkan pesan dalam puisinya yang berjudul Aku ini "jika terjadi apa-apa padaku, jangan kalian bermohon untuk menyelamatkanku, tidak perlu aku hanyalah orang yang dibuang dari negeriku sendiri, aku tidak peduli jika aku dibunuh, aku bisa hidup selama yang aku inginkan". Puisi ini menunjukkan perasaan kecewa, marah dan sedikit percaya diri dalam diri pengarang, mungkin diksi yang terbilang kasar adalah yang paling tepat untuk mengungkapkan perasaan pengarang agar lebih sampa ke pembaca. Pengarang seperti tidak bisa mengontrol emosi yang ada dalam dirinya melalui karya tersebut. Marah dan kecewa yang meluap-luap membuat pengarang terkesan tidak sopan dan tidak berpendidikan seperti preman jalanan. Namun karena ini puisi, siapapun bebas menggunakan diksi apapun . Sejauh ini bagi saya , pengarang dan karangannya baik-baik saja dan luar biasa. (Diadaptasi dari http://khainuha.blogspot.co.id) 2. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini berdasarkan esai di atas! b. Bagaimana pengetahuan tersebut mempengaruhi pandangan penulis esai terhadap puisi Aku? Jelaskan!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

20

:

37

:

44

Klaim

3

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Yuliati

Mahasiswa/Alumni STKIP PGRI PASURUAN

09 Oktober 2022 11:36

Jawaban terverifikasi

Pengetahuan penulis mempengaruhi pandangan penulis esai terhadap puisi aku berdasarkan logika penulis sehingga logis dan disertai dengan data-data yang dimiliki penulis. Esai adalah karangan yang berisi pandangan penulis terhadap suatu karya. Ciri-ciri esai adalah sebagai berikut. 1. Bersifat subjektif. 2. Penilaian berupa pengetahuan penulis. Berdasarkan uraian di atas, pengetahuan penulis mempengaruhi pandangan penulis esai terhadap puisi aku berdasarkan logika penulis sehingga logis dan disertai dengan data-data yang dimiliki penulis. Dibuktikan pada kutipan "....meskipun dididik dengan lembut dan manja tetap saja sifat keras kepala dan pembangkang orang tuanya ada dalam dirinya. Berapa kali ia mencoba membangkang pada masa kolonial Belanda, nama Chairil Anwar tak hanya terkenal di dunia sastra tetapi juga sebagai pejuang pena kala itu". Jadi, pengetahuan penulis mempengaruhi pandangan penulis esai terhadap puisi aku berdasarkan logika penulis sehingga logis dan disertai dengan data-data yang dimiliki penulis.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

63

0.0

Jawaban terverifikasi