Emilza M

16 Februari 2023 14:01

Iklan

Emilza M

16 Februari 2023 14:01

Pertanyaan

Siapkah Indonesia Beralih ke Kendaraan Listrik? Sebagai upaya untuk mengurangi tingkat polusi yang disebabkan oleh penggunaan kendaraan yang berbahan bakar minyak (BBM), masyarakat mulai terdorong dan beralih menggunakan kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan daripada kendaraan konvensional berbahan bakar minyak. Hasil penelitian memang menunjukkan bahwa kendaraan berbahan bakar minyak merupakan penyumbang utama polusi udara berupa karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), nitrogen oksida (NO), dan debu. Selain itu, cadangan BBM yang terus mengalami penurunan juga menjadi salah satu alasan mengapa banyak masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Pemerintah Indonesia mendukung peralihan kendaraan ber-BBM ke kendaraan listrik. Indonesia sudah membuat peta jalan (roadmap) pengembangan industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020. Peraturan tersebut disusun sebagai petunjuk bagi pihak-pihak terkait, seperti pelaku industri otomotif, produsen baterai, dan konsumen. Selain peraturan, dukungan pemerintah juga dibuktikan dengan telah disusunnya kebijakan yang memudahkan dan meringankan masyarakat dalam hal kepemilikan kendaraan listrik, seperti pengenaan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) sebesar 0%, pajak atas penyerahan hak milik kendaraan bermotor (BBN-KB) sebesar 0% untuk KBLBB di Pemprov DKI Jakarta, BBN-KB sebesar 10% mobil listrik dan 2,5% sepeda motor listrik di Pemprov Jawa Barat, uang muka minimum sebesar 0%, dan suku bunga rendah untuk kendaraan listrik. Dari sisi produsen, pemerintah memberikan kemudahan/keringanan berupa tax holiday atau mini tax holiday, tax allowance (PP 18/2015 Jo PP 9/2016, Permenperin 1/2018), pembebasan bea masuk (PMK 188/2015), bea masuk ditanggung pemerintah, serta super tax deduction untuk kegiatan R&D (PP 45/2019 dan PMK No.153/2020). 1. Berdasarkan isi teks tersebut, manakah hal yang paling mungkin terjadi jika masyarakat Indonesia beralih menggunakan electric vehicle (EV)? A. Tingkat polusi udara menurun B. Cadangan BBM berkurang C. Penerimaan negara meningkat D. Pendapatan masyarakat menurun E. Produsen kendaraan konvensional gulung tikar

Siapkah Indonesia Beralih ke Kendaraan Listrik?

Sebagai upaya untuk mengurangi tingkat polusi yang disebabkan oleh penggunaan kendaraan yang berbahan bakar minyak (BBM), masyarakat mulai terdorong dan beralih menggunakan kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan daripada kendaraan konvensional berbahan bakar minyak. Hasil penelitian memang menunjukkan bahwa kendaraan berbahan bakar minyak merupakan penyumbang utama polusi udara berupa karbon monoksida (CO), hidrokarbon (HC), nitrogen oksida (NO), dan debu. Selain itu, cadangan BBM yang terus mengalami penurunan juga menjadi salah satu alasan mengapa banyak masyarakat beralih ke kendaraan listrik.

Pemerintah Indonesia mendukung peralihan kendaraan ber-BBM ke kendaraan listrik. Indonesia sudah membuat peta jalan (roadmap) pengembangan industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020. Peraturan tersebut disusun sebagai petunjuk bagi pihak-pihak terkait, seperti pelaku industri otomotif, produsen baterai, dan konsumen. Selain peraturan, dukungan pemerintah juga dibuktikan dengan telah disusunnya kebijakan yang memudahkan dan meringankan masyarakat dalam hal kepemilikan kendaraan listrik, seperti pengenaan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) sebesar 0%, pajak atas penyerahan hak milik kendaraan bermotor (BBN-KB) sebesar 0% untuk KBLBB di Pemprov DKI Jakarta, BBN-KB sebesar 10% mobil listrik dan 2,5% sepeda motor listrik di Pemprov Jawa Barat, uang muka minimum sebesar 0%, dan suku bunga rendah untuk kendaraan listrik. Dari sisi produsen, pemerintah memberikan

kemudahan/keringanan berupa tax holiday atau mini tax holiday, tax allowance (PP 18/2015 Jo PP 9/2016, Permenperin 1/2018), pembebasan bea masuk (PMK 188/2015), bea masuk ditanggung pemerintah, serta super tax deduction untuk kegiatan R&D (PP 45/2019 dan PMK No.153/2020).

1. Berdasarkan isi teks tersebut, manakah hal yang paling mungkin terjadi jika masyarakat Indonesia beralih menggunakan electric vehicle (EV)?

A. Tingkat polusi udara menurun

B. Cadangan BBM berkurang

C. Penerimaan negara meningkat

D. Pendapatan masyarakat menurun

E. Produsen kendaraan konvensional gulung tikar

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

10

:

38

:

40

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

B. Lisa

Mahasiswa/Alumni Universitas Airlangga

17 Februari 2023 07:37

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang tepat adalah A.</p><p>&nbsp;</p><p>Simak pembahasan berikut.</p><p>&nbsp;</p><p>Informasi dalam teks merupakan pesan tersurat maupun tersirat yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Informasi tersurat adalah informasi yang disampaikan langsung oleh penulis, sedangkan informasi tersirat adalah pesan tersembunyi yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca.</p><p>&nbsp;</p><p>Berdasarkan isi teks tersebut, hal yang paling mungkin terjadi jika masyarakat Indonesia beralih menggunakan electric vehicle adalah tingkat polusi udara menurun. Hal tersebut secara tersurat tampak pada kalimat "Sebagai upaya untuk mengurangi tingkat polusi yang disebabkan oleh penggunaan kendaraan yang berbahan bakar minyak (BBM), masyarakat mulai terdorong dan beralih menggunakan kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan daripada kendaraan konvensional berbahan bakar minyak".</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</p>

Jawaban yang tepat adalah A.

 

Simak pembahasan berikut.

 

Informasi dalam teks merupakan pesan tersurat maupun tersirat yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. Informasi tersurat adalah informasi yang disampaikan langsung oleh penulis, sedangkan informasi tersirat adalah pesan tersembunyi yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca.

 

Berdasarkan isi teks tersebut, hal yang paling mungkin terjadi jika masyarakat Indonesia beralih menggunakan electric vehicle adalah tingkat polusi udara menurun. Hal tersebut secara tersurat tampak pada kalimat "Sebagai upaya untuk mengurangi tingkat polusi yang disebabkan oleh penggunaan kendaraan yang berbahan bakar minyak (BBM), masyarakat mulai terdorong dan beralih menggunakan kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan daripada kendaraan konvensional berbahan bakar minyak".

 

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

60

0.0

Jawaban terverifikasi