Atiqah S

11 Oktober 2024 06:25

Iklan

Atiqah S

11 Oktober 2024 06:25

Pertanyaan

sepeda Dita Sudah usang. Iya ingin membeli sepeda baru dengan uangnya sendiri. untuk mewujudkan keinginannya, Dita harus rajin menabung. sepulang sekolah ia ikut membantu menjaga toko milik pamannya. jadi pekerjaan ini, ia mendapatkan uang setiap bulannya. di toko ia tidak ingin membuang waktunya dengan sia-sia. pada saat tidak ada pembeli, kita membaca buku pelajaran dengan tekun. peribahasa yang tepat untuk ilustrasi di atas adalah..

sepeda Dita Sudah usang. Iya ingin membeli sepeda baru dengan uangnya sendiri. untuk mewujudkan keinginannya, Dita harus rajin menabung. sepulang sekolah ia ikut membantu menjaga toko milik pamannya. jadi pekerjaan ini, ia mendapatkan uang setiap bulannya. di toko ia tidak ingin membuang waktunya dengan sia-sia. pada saat tidak ada pembeli, kita membaca buku pelajaran dengan tekun. peribahasa yang tepat untuk ilustrasi di atas adalah..

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

19

:

03

:

24

Klaim

1

2


Iklan

Naura R

12 Oktober 2024 09:55

<p>Halo saya bantu jawab</p><p>Rajin pangkal kaya&nbsp;</p><p>Malas pangkal bodoh</p><p>Jika salah saya minta maaf</p>

Halo saya bantu jawab

Rajin pangkal kaya 

Malas pangkal bodoh

Jika salah saya minta maaf


Iklan

Sharkan H

15 Oktober 2024 12:20

<p>Usaha tidak akan mengkhianati hasil</p>

Usaha tidak akan mengkhianati hasil


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

perhatikan dongeng berikut ini! Pada zaman dahulu, ada seorang raja dengan wujud raksasa yang bernama Prabu Baka. Prabu Baka adalah seorang raja yang terkenal dengan sifatnya yang rakus dan senang memeras rakyatnya. Prabu Raka hanya senang memikirkan dirinya sendiri tanpa melihat apakah rakyatnya makmur atau tidak. Prabu Baka juga memiliki seorang patih yang sangat setia pada dirinya, patih ini selalu mengikutinya dan menuruti keinginannya. Nama patihnya adalah Patih Gupala. Lalu, pada suatu hari, Prabu Baka memimpin penyerbuan ke kerajaan lain, Kerajaan Pengging. Prabu Baka ingin menguasai kerajaan yang terkenal sangat kaya dan subur itu. Ia belum juga merasa puas dengan kekayaan yang ia miliki sekarang. Prabu Baka dengan pasukannya serta Patih Gupala pun menyerang Kerajaan Pengging secara tiba-tiba. Putra Kerajaan Pengging yang bernama Bandung Bondowoso marah besar saat tahu kerajaannya diserang. Bandung Bondowoso juga menyiapkan pasukan yang kuat dan siap memimpin. Saat sedang bertempur, Bandung Bondowoso bertemu dengan Prabu Baka. Mereka berdua pun berduel dengan sangat ganas. Akhirnya, Bandung Bondowoso berhasil membunuh Prabu Baka. Pasukan Prabu Baka pun langsung meninggalkan medan perang saat mereka tahu bahwa rajanya sudah wafat. Patih Gupala pun juga memerintahkan mereka kembali pulang ke kerajaan mereka, sementara Bandung Bondowoso masih belum puas dengan hasil perang. Bandung Bondowoso memerintahkan pasukannya untuk tetap mengejar pasukan Prabu Baka hingga ke kerajaan mereka. Akhirnya, seluruh pasukan Prabu Baka berhasil dikalahkan oleh Bandung Bondowoso. Saat Bandung Bondowoso berhasil masuk ke dalam istana Prabu Baka, ia merasa terkejut karena ia melihat seorang gadis yang sangat cantik. Ternyata, gadis itu adalah Roro Jonggrang, putri dari Prabu Baka. Bandung Bondowoso sangat tidak menyangka jika Prabu Baka yang berwujud raksasa itu memiliki putri yang sangat cantik. Tanpa memakan waktu yang lama, Bandung Bondowoso sudah jatuh cinta dengan Roro Jonggrang. Bandung Bondowoso tidak bisa berhenti memikirkan kecantikan Roro Jonggrang. Bahkan, ia sampai tidak bisa tidur karena ia sangat ingin meminang Roro Jonggrang. Keesokan harinya, Bandung Bondowoso pun memberanikan diri bertanya pada Roro Jonggrang untuk memperistrinya. Roro Jonggrang sangat terkejut saat diajak menikah Bandung Bondowoso. Sebenarnya, ia merasa sangat takut pada Bandung Bondowoso karena pria ini sudah membunuh ayahnya. Roro Jonggrang pun terpikirkan sebuah ide agar Bandung Bondowoso tidak bisa menikahinya. Aku akan menikahimu jika kamu bisa memenuhi dua syarat dariku,” ucap Roro Jonggrang. Tentu saja Bandung Bondowoso sangat senang mendengarnya. Ia akan menuruti syarat apa pun yang akan diberikan Roro Jonggrang. “Aku ingin kamu membuatkanku sumur dan 1.000 candi dalam satu malam,” Bandung Bondowoso pun langsung menyanggupi keinginan Roro Jonggrang. Tanpa membuang waktu, Bandung Bondowoso langsung menggali tanah untuk membuat sumur. Dalam waktu yang singkat, sebuah sumur dengan aliran air yang deras sudah jadi. Melihat itu, Roro Jonggrang mulai gelisah, ia pun harus memikirkan cara bagaimana Bandung Bondowoso gagal dalam misi ini. Bandung Bondowoso pun langsung melakukan syarat yang kedua, membangun 1.000 candi. Bandung Bondowoso tahu ia tidak akan bisa menyelesaikan hal ini hanya dalam waktu satu malam. Akhirnya, ia meminta bantuan dari para makhluk halus untuk membantunya membuat candi. Ribuan makhluk halus pun datang atas permintaannya dan mulai membuat candi. Roro Jonggrang sangat gelisah, ia melihat 999 candi sudah berdiri tegak. Akhirnya, ia membangunkan seluruh perempuan di negerinya agar membantunya menumbuk lesung, sehingga membuat kesan fajar telah tiba. Lalu, suara ayam pun mulai berkokok juga. Para makhluk halus itu langsung pergi karena mengira hari sudah pagi. Bandung Bondowoso sangat marah dan kesal karena sudah ditipu oleh Roro Jonggrang. Bandung Bondowoso pun tidak bisa menahan amarahnya. Dengan emosi yang sudah tidak bisa dibendung lagi, Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi sebua batu dan memasukkannya ke dalam candi. Akhirnya, sudah genap candi yang diminta Roro Jonggrang menjadi 1.000. Setelah Roro Jonggrang menjadi batu dan berada di dalam candi, Bandung Bondowoso pun menyesali perbuatannya. Namun, apa boleh buat, hal ini sudah terjadi. Sifat tokoh Roro Jonggrang pada cerita di atas adalah......

2

5.0

Jawaban terverifikasi

Identitas Buku Judul : Sang Pemimpi Penulis : Andrea Hirata Penerbit : PT Bentang Pustaka Halaman : x + 292 Halaman Cetakan : ke-14, Januari 2008 Jenis Sampul : Soft Cover Dimensi(L x P) : 130x205mm Kategori : Petualangan Harga : Rp 40.000 Text : Bahasa Indonesia ISBN : 979-3062-92-4 Keterangan novel: Andrea Hirata, lahir di Belitong. Meskipun kuliah utamanya Ekonomi, ia amat menggemari pelajaran IPA seperti Fisika , Biologi, Kimia, Astronomi, dan tentu saja Sastra. Andrea lebih mengidentikkan dirinya sebagai seorang akademisi dan backpacker. Sekarang ia tengah mengejar mimpinya untuk tinggal di Kye Gompa, desa tertinggi di dunia, di Himalaya. Andrea berpendidikan Ekonomi di Universitas Indonesia.Ia mendapat beasiswa Uni Eropa untuk studi Master of Science di Universite de Paris , Sorbonne, Prancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. Tesis Andrea di bidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari kedua universitas tersebut dan lulus cumlaude. Tesis itu telah di adaptasi ke dalam bahasaindonesia dan merupakan buku Teori Ekonimi Telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Saat ini Andrea tinggal di Bandung dan masih bekerja di kantor pusat PT Telkom Indonesia. Novel ini bercerita tentang tiga orang pemimpi, Ikal, Arai dan Jimbron. Setelah tamat SMP mereka melanjutkan ke SMA Bukan Main, di sinilah perjuangan me-reka dimulai. Ikal adalah salah satu dari anggota Laskar Pelangi.Sementara Arai yang merupakan saudara sepupu Ikal yang sudah yatim piatu sejak SD tinggal di rumah Ikal, sudah dianggap seperti anak sendiri oleh Ayah dan Ibu Ikal. Kemudian Jimbron, anak angkat seorang pendeta karena yatim piatu juga sejak kecil. Namun, pendeta yang sangat baik dan tidak memaksakan keyakinan jimbron, malah mengantarkan Jimbron menjadi muslim yang taat. Arai dan Ikal begitu pintar di sekolahnya, sedangkan Jimbron, si penggemar kuda ini biasa-biasa saja. Malah menduduki rangking 78 dari 160 siswa. Sedangkan lkal dan Arai selalu menjadi lima dan tiga besar. Mimpi mereka sangat tinggi, karena bagi Arai, orang susah seperti mereka tidak akan berguna tanpa mimpi-mimpi. Mereka berdua mempunyai mimpi yang tinggi yaitu melanjutkan belajar ke Sorbonne Perancis . Mereka terpukau dengan cerita Pak Balia, kepala sekolahnya, yang selalu meyebutnyebut indahnya kota itu. Kerja keras menjadi kuli ngambat mulai pukul dua pagi sampai jam tujuh dan dilanjutkan dengan sekolah, itulah perjuangan ketiga pemuda itu. Mati-matian menabung demi mewujudkan impiannya. Meskipun kalau di logika, tabungan mereka tidak akan cukup untuk sampi ke sana. Tapi jiwa optimisme Arai tak terbantahkan. Selesai SMA, Arai dan Ikal merantau ke Jawa, Bogor tepatnya. Sedangkan jimbron lebih memilih untuk menjadi pekerja ternak kuda di Belitong. Jimbron menghadiahkan kedua celengan kudanya yang berisi tabungannya selama ini kepada Ikal dan Arai. Dia yakin kalau Arai dan lkal sampai di Ferancis, maka jiwa jimbron pun akan selalu bersama mereka . Berbula-bulan terkatung-katung di Bogor, mencari pekerjaan untuk bertahan hidup susahnya minta ampun. Akhirnya setelah banyak pekerjaan tidak bersahabat ditempuh, lkal diterima menjadi tukang sortir (tukang Fos) , dan Arai memutuskan untuk merantau ke Kalimantan. Tahun berikutnya, Ikal memutuskan untuk kuliah di Ekonomi Ul. Dan setelah lulus, ada lowongan untuk mendapatkan biasiswa 52 ke Eropa . Beribu-ribu pesaing berhasil ia singkirkan dan akhrinya sampai lah pada pertandingan untuk memperebutkan 15 besar. Saat wawancara tiba, tidak disangka, profesor pengujinya begitu terpukau dengan proposal riset yang diajukan lkal, meskipun hanya berlatar belakang sarjana Ekonomi yang masih bekerja sebagai tukang sortir, tulisannya begitu hebat. Akhirnya setelah wawancara selesai, siapa yang menyangka, kejutan yang luar biasa. Arai pun ikut dalam wiwancara itu. Bertahun-tahun tanpa kabar berita, akhirnya mereka berdua dipertemukan dalam suatu forum yang begitu indah dan terhormat. Begitulah Arai, selalu penuh dengan kejutan. Semua ini sudah direncanaknnya bertahun-tahun. Ternyata dia kuliah di Universitas Mulawarman dan mengambil jurusan Biologi. Tidak kalah dengan lkal, proposal risetnya juga begitu luar biasa dan berbakat untuk menghasilkan teori baru. Akhirnya sampai juga mereka pulang kampung ke Belitong. Ketika ada surat datang, mereka berdebar-debar membuka isinya. Fengumuman penerima Beasiswa ke Eropa . Arai begitu sedih karena dia sangat merindukan kedua orang tuanya . Arai sangat ingin membuka kabar itu bersama orang yang sangat dia rindukan. Kegelisahan dimulai. Baik Arai maupun lkal, keduanya tidak kuasa mengetahui isi dari surat itu. Setelah dibuka , hasilnya adalah Ikal diterima di Universitas Sorbone , Francis . Setelah perlahan mencocokkan dengan surat Arai, inilah jawaban dari mimpi-mimpi mereka. Keduanya sama-sama lulus beasiswa kuliah di Francis. Dalam novel ini terdapat cukup banyak majas. Salah satunya adalah majas paradox yang terdapat pada halaman 30, "aku ingin tertawa sekeras-kerasnya , tapi aku juga ingin menangis sekeras-kerasnya". Dalam novel ini pula, penulis tidak sekedar merangkai cerita tapi juga berusaha menyuntikan inspirasi kepada kembaca lewat kisah-kisah menyentuh. juga motivasi untuk bangkit. Simak kutipan berikut, "Arai melangkah menuju depan bak truk. la berdiri tegak di sana serupa orang yang berdiri di hidung haluan kapal. Felan-pelan ia melapangkan kedua lengannya dan membiarkan angin menerpa wajahnya. la tersenyum penuh semangat. Agaknya ia juga bertekad memerdekakan dirinya dari duka mengharu biru yang membelenggunya seumur hidup. la telah berdamai dengan kepedihan dan siap menantang nasibnya." Selain itu dalam novel ini kita diajak bersemangat menjalani hidup. Dibuktikan dengan kutipan berikut, "Seperti ucapannya padaku : Tanpa mimpi dan semangat orang seperti kita akan mati." Atau kutipan berikut, "Pak Belia mengakhiri sessionsore dengan menyentak semangat kami. 'Bangkitkah, wahai Para Pelopor!! Fekikkan padaku kata-kata yang menerangi gelap gulita rongga dadamu! Kata-kata yang memberimu inspirasi!!" Pada sisi lainya juga pembaca disuguhkan pemahaman pentingnya kerja keras," setiap pukul dua pagi, berbekal sebatang bamboo, kami sempoyongan memikul berbagai jenis makhluk laut yang sudah harus tersaji di meja pualam stanplat pada pukul lima, sehingga pukul enam sudah bisa diserbu ibu-ibu." Banyak kelebihan-kelebihan yang didapatkan dalam novel ini. Mulai dari segi kekayaan bahasa hingga kekuatan alur yang mengajak pembaca masuk dalam cerita hingga merasakan tiap latar yang dideskripsikan secara sempurna. Hal ini tak lepas dari kecerdasan penulis memainkan imajinasi berfikir yang dituangkan dengan bahasa-bahasa intelektual yang berkelas. Penulis juga menjelaskan tiap detail latar yang memlatarbelakangi pada setiap adegan demi adegan, sehingga pembaca selalu menantikan dan menerka-nerka setiap hal yang akan terjadi. Selain itu, kelebihan lain dari pada novel ini yaitu kepandaian Andrea dalam mengeksplorasi karakter-karakter sehingga kesuksesan pembawaan yang melekat dalam karakter tersebut begitu kuat. Selain itu banyak nilai-nilai kehidupan yang terdapat dalam novel ini. Pada dasarnya novel ini hampir tiada kelemahan. Hanya penggunaan bahasa kiasan yang cukup banyak, sehingga bagi pembaca awam cukup kesulitan memahaminya. (Sumber: http://pri towindiarto.blogspot.co.id/2013108/hritih-novel-sang-pemimipil6.html dan http:..dolwmen.t ips!download/l in h!resensi-novel-sang-pemimpi dengan pengubahan) c. Sebutkan kelebihan novel tersebut!

24

4.0

Jawaban terverifikasi