Hilya H

30 April 2024 13:06

Iklan

Iklan

Hilya H

30 April 2024 13:06

Pertanyaan

Cermatilah kutipan paragraf berikut ini! Ibu Supinah mulai menjadi penari Gandrung pada usia 14 tahun, yaitu sejak tahun 1979. (2) Ibu Supinah belajar pada sebuah kelompok Tari Gandrung yang dipimpin oleh Akidah, yaitu Gandrung Akidah. (3) Di sana Bu Supinah belajar dengan rajin sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama, ia diperkenankan menari di pentas. (4) Saat itu, Ibu Supinah sering tampil di pentas untuk acara-acara tertentu seperti undangan atau perkawinan yang biasa digelar di masyarakat Banyuwangi. 6. Gagasan pokok di dalam kutipan tersebut ditunjukkan oleh nomor …. A. 1 B. 2 C. 3 D. 4

Cermatilah kutipan paragraf berikut ini!
Ibu Supinah mulai menjadi penari Gandrung pada usia 14 tahun, yaitu sejak tahun 1979. (2) Ibu
Supinah belajar pada sebuah kelompok Tari Gandrung yang dipimpin oleh Akidah, yaitu
Gandrung Akidah. (3) Di sana Bu Supinah belajar dengan rajin sehingga dalam waktu yang tidak
terlalu lama, ia diperkenankan menari di pentas. (4) Saat itu, Ibu Supinah sering tampil di pentas
untuk acara-acara tertentu seperti undangan atau perkawinan yang biasa digelar di masyarakat
Banyuwangi.
6. Gagasan pokok di dalam kutipan tersebut ditunjukkan oleh nomor ….
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4


33

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Dela A

Community

30 April 2024 13:11

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban : A<br>Pembahasan :<br>Gagasan pokok diketahui dengan memerhatikan awal dan akhir paragraf sebab di<br>situlah gagasan pokok biasanya berada. Berdasarkan isi kutipan tersebut, gagasan<br>pokok ditunjukkan oleh nomor (1) sebab informasi di dalamnya mewakili keseluruhan<br>isi teks tentang pelajaran menari yang dijalani Ibu Supinah. Dengan demikian, jawaban paling tepat adalah A.</p>

Jawaban : A
Pembahasan :
Gagasan pokok diketahui dengan memerhatikan awal dan akhir paragraf sebab di
situlah gagasan pokok biasanya berada. Berdasarkan isi kutipan tersebut, gagasan
pokok ditunjukkan oleh nomor (1) sebab informasi di dalamnya mewakili keseluruhan
isi teks tentang pelajaran menari yang dijalani Ibu Supinah. Dengan demikian, jawaban paling tepat adalah A.


Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

30 April 2024 14:00

<p>B. 2</p><p>Karena nomor 2 memberikan informasi tentang Ibu Supinah belajar menari Gandrung pada kelompok Tari Gandrung yang dipimpin oleh Akidah, yang menjadi dasar bagi kegiatan dan perjalanan hidupnya sebagai penari Gandrung.</p>

B. 2

Karena nomor 2 memberikan informasi tentang Ibu Supinah belajar menari Gandrung pada kelompok Tari Gandrung yang dipimpin oleh Akidah, yang menjadi dasar bagi kegiatan dan perjalanan hidupnya sebagai penari Gandrung.


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Bacalah artikel berikut untuk menerapkan teknik SQ3R! Belajar Malu dari Putri Malu Oleh: Jaya Suprana KETIKA sedang mempelajari apa yang disebut malu demi menyusun buku Malumologi (Elex Media Komputindo 2019), perhatian saya sempat tertarik pada sejenis tanaman yang pada saat tersentuh spontan reaktif melayukan dedaunan dirinya sendiri. Masyarakat Indonesia menyebut tanaman sensitif itu sebagai Putri Malu, sementara para botanikawan memberi nama lebih beraroma “ilmiah” yaitu Mimosa pudica. Lain halnya dengan masyarakat Jerman menyemooh orang yang mudah merasa tersinggung sebagai mimosa. Para ilmuwan menganggap reaksi gerak dedaunan Putri Malu melayukan diri disebabkan oleh perubahan tekanan turgor pada tulang daun yang bisa ikut dirasakan oleh dedaunan Putri Malu. Tiupan angin dengan kederasan melebihi ambang batas sensitivitas Putri Malu juga bisa menyebabkan dedaunannya menutup diri. Secara saintifik, gerak dedaunan Putri Malu disebut kerennya sebagai seismonasti yang dipengaruhi tigmonasti. Putri Malu sensitif bukan hanya terhadap sentuhan atau tiupan angin namun juga menguncup pada saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit. Ada makna survival pada sifat penguncupan dedaunan Putri Malu demi melindungi diri dari hewan pemakan tanaman. Akibat tampak melayu maka para predator kehilangan selera untuk memakan tanaman yang pandai melayukan diri itu. Diyakini bahwa dedaunan Putri Malu mengandung khasiat anti inflamasi dan anti depresan. Kearifan kesehatan leluhur menyatakan air rebusan dedaunan Putri Malu dapat membantu mengencerkan dahak yang menyumbat saluran pernafasan manusia akibat virus Corona. Dengan risiko dipermalukan oleh para botanikawan yang atheis, saya pribadi tidak malu meyakini bahwa Putri Malu adalah anugerah mahakarya Yang Maha Kuasa. Putri Malu an sich merupakan bukti secara nyata-alami tanpa melalui uji klinis bahwa pada hakikatnya tanaman yang kerap dianggap sebagai jenis mahluk hidup kelas terendah akibat dianggap tidak memiliki perasaan ternyata memiliki perasaan. Akibat memiliki perasaan maka Putri Malu siap berkomunikasi dengan lingkungannya termasuk manusia. Bahkan ketika memetik kesimpulan dari observasi malumologis terhadap perilaku Putri Malu, terus terang perasaan malu menyelinap masuk ke lubuk sanubari. Memalukan bahwa ternyata tanaman bisa memiliki perasaan sementara manusia yang dianggap dan menganggap lebih beradab ketimbang tanaman malah terbukti bisa kehilangan rasa malu. Maka ada (tidak semua) manusia merasa tidak malu mewujudkan angkara murka menghujat, memfitnah, mem-bully, menggusur, menindas, menyengsarakan, menyelakakan, melukai bahkan membinasakan sesama manusia. sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/20/115041065/belajar-malu-dari-putri￾malu?page=all#page2 Setelah Saudara membaca artikel di atas, selesaikanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini! 1. Temukanlah informasi awal, identitas, dan topik artikel! (langkah survey) 2. Buatlah tiga pertanyaan yang relevan dengan isi teks! (langkah question) 3. Temukanlah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang sudah dibuat pada nomor 2! (langkah read) 4. Catatlah dengan bahasa sendiri jawaban-jawaban yang sudah ditemukan pada nomor 3! (langkah recite) 5. Catatlah informasi utama dari artikel di atas! (langkah review)

16

5.0

Jawaban terverifikasi

Teks novel cerita sejarah Roro Jonggrang Dahulu kala, di Desa Prambanan, ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Baka. la memiliki seorang putri yang sangat cantik bernama Roro Jonggrang. Suatu ketika, Prambanan dikalahkan oleh Kerajaan Pengging yang dipimpin oleh Bandung Bondowoso. Prabu Baka tewas di medan perang. Dia terbunuh oleh Bandung Bondowoso yang sangat sakti. Bandung Bondowoso kemudian menempati Istana Prambanan. Melihat putri dari Prabu Baka yang cantik jelita yaitu Roro Jonggrang, timbul keinginannya untuk memperistri Roro Jonggrang. Roro Jonggrang tahu bahwa Bandung Bondowoso adalah orang yang membunuh ayahnya. Karena itu, ia mencari akal untuk menolaknya. Lalu, ia mengajukan syarat dibuatkan 1.000 buah candi dan dua buah sumur yang dalam. Semuanya harus selesai dalam semalam. Bandung Bondowoso menyanggupi persyaratan Roro Jonggrang. Ia meminta pertolongan kepada ayahnya dan mengerahkan balatentara roh-roh halus untuk membantunya pada hari yang ditentukan. Pukul empat pagi, hanya tinggal lima buah candi yang belum selesai dan kedua sumur hampir selesai. Mengetahui 1.000 candi telah hampir selesai, Roro Jonggrang ketakutan. “Apa yang harus kulakukan untuk menghentikannya?” pikirnya cemas membayangkan ia harus menerima pinangan Bandung Bondowoso yang telah membunuh orangtuanya. Akhirnya, ia pergi membangunkan gadis-gadis di Desa Prambanan dan memerintahkan untuk menghidupkan obor-obor dan membakar jerami, memukulkan alu pada lesung, dan menaburkan bunga-bunga yang harum. Suasana saat itu menjadi terang dan riuh. Semburat merah memancar di langit dengan seketika. Ayam jantan pun berkokok bersahut-sahutan. Mendengar suara itu, para roh halus segera meninggalkan pekerjaan. Mereka menyangka hari telah pagi dan matahari akan segera terbit. Pada saat itu hanya tinggal satu sebuah candi yang belum dibuat. Bandung Bondowoso sangat terkejut dan marah menyadari usahanya telah gagal. Dalam amarahnya, Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi sebuah arca untuk melengkapi sebuah buah candi yang belum selesai. Batu arca Roro Jonggrang diletakkan di dalam ruang candi yang besar. Hingga kini, candi tersebut disebut dengan Candi Roro Jonggrang. Sementara itu, candi-candi di sekitarnya disebut dengan Candi Sewu (Candi Seribu) meskipun jumlahnya belum mencapai 1.000. carilah nilai nilai dalam Teks novel cerita sejarah Roro Jonggrang, beserta kutipan. 1. Nilai budaya : 2. Nilai moral : 3. Nilai Agama : 4. Nilai sosial : 5. Nilai estetis :

2

5.0

Jawaban terverifikasi