Siti S

07 September 2023 12:36

Iklan

Siti S

07 September 2023 12:36

Pertanyaan

Selain sebagai negara maritim, Indonesia juga dikenal sebagai negara agraris. Indonesia kaya akan sumber daya alam, baik yang berada di daratan maup perairan. Terkait pertanian, pada akhir tahun 80-an hingga tahun 90- Indonesia mampu melakukan swasembada pangan dalam hal ini ketenedia beras cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Berkat capaian tersebu Indonesia mendapatkan penghargaan swasembada pangan dari PBB. Pa saat itu Indonesia mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakatny tanpa harus melakukan impor. Namun, apa yang terjadi saat ini? Pada w ini, Indonesia harus melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan selun masyarakatnya yang semakin banyak. Selain itu, di Pulau Jawa yang dikenal sebagai lumbung padi, banyak terjadi alih fungsi lahan pertanian menjad tempat industri atau permukiman. Berdasarkan bacaan di atas, apa saja yang menyebabkan kelangkaan? Bagaimana penawaran dan harga beras ketika negara kita mengalami surplus beras? Bagaimana juga penawaran beras ketika negara kita harus mendatangkan dari negara lain? Bagaimana perminta beras baik ketika terjadi surplus beras maupun defisit dan harus mengimpor dari negara lain? Buatlah perencanaan untuk membantu mengatasi masalah yang disebutkan di atas!

Selain sebagai negara maritim, Indonesia juga dikenal sebagai negara agraris. Indonesia kaya akan sumber daya alam, baik yang berada di daratan maup perairan. Terkait pertanian, pada akhir tahun 80-an hingga tahun 90- Indonesia mampu melakukan swasembada pangan dalam hal ini ketenedia beras cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Berkat capaian tersebu Indonesia mendapatkan penghargaan swasembada pangan dari PBB. Pa saat itu Indonesia mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakatny tanpa harus melakukan impor. Namun, apa yang terjadi saat ini? Pada w ini, Indonesia harus melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan selun masyarakatnya yang semakin banyak. Selain itu, di Pulau Jawa yang dikenal sebagai lumbung padi, banyak terjadi alih fungsi lahan pertanian menjad tempat industri atau permukiman. Berdasarkan bacaan di atas, apa saja yang menyebabkan kelangkaan? Bagaimana penawaran dan harga beras ketika negara kita mengalami surplus beras? Bagaimana juga penawaran beras ketika negara kita harus mendatangkan dari negara lain? Bagaimana perminta beras baik ketika terjadi surplus beras maupun defisit dan harus mengimpor dari negara lain? Buatlah perencanaan untuk membantu mengatasi masalah yang disebutkan di atas!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

06

:

55

:

29

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Rendi R

Community

05 September 2024 23:06

Jawaban terverifikasi

<p>&nbsp;</p><p><strong>Analisis Penyebab Kelangkaan Berdasarkan Bacaan:</strong></p><p><strong>Alih Fungsi Lahan Pertanian:</strong><br>Di Pulau Jawa, yang dikenal sebagai lumbung padi, terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi area industri dan permukiman. Hal ini menyebabkan berkurangnya lahan yang produktif untuk menghasilkan beras.</p><p><strong>Kebutuhan yang Meningkat:</strong><br>Kebutuhan beras di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, yang menyebabkan pasokan beras dari produksi lokal tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional.</p><p><strong>Penawaran dan Harga Beras saat Negara Mengalami Surplus Beras:</strong></p><ul><li>Ketika negara mengalami surplus beras (produksi lebih banyak daripada kebutuhan), penawaran beras di pasar meningkat.</li><li>Peningkatan penawaran biasanya menyebabkan harga beras turun, karena pasokan lebih banyak daripada permintaan.</li><li>Pada kondisi ini, pemerintah dapat menjual surplus ke luar negeri (ekspor) atau menstabilkan harga beras dengan kebijakan tertentu, seperti cadangan pangan atau subsidi.</li></ul><p><strong>Penawaran dan Harga Beras saat Harus Mengimpor dari Negara Lain:</strong></p><ul><li>Ketika negara harus mengimpor beras, berarti produksi dalam negeri tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan. Hal ini menyebabkan penawaran beras dari dalam negeri menurun.</li><li>Penurunan penawaran dalam negeri biasanya menyebabkan harga beras naik, terutama jika impor tidak bisa segera menutupi kekurangan.</li><li>Saat impor dilakukan, pemerintah dapat mencoba mengatur harga agar tetap stabil, tetapi tetap saja harga cenderung meningkat karena tergantung pada harga di pasar internasional dan biaya impor.</li></ul><p><strong>Permintaan Beras saat Surplus dan Defisit:</strong></p><p><strong>Saat Surplus Beras</strong>:<br>Permintaan beras tidak berubah secara signifikan, tetapi karena penawaran yang berlimpah, harga cenderung turun. Hal ini dapat menguntungkan konsumen, tetapi bisa menjadi tantangan bagi petani karena pendapatan mereka menurun.</p><p><strong>Saat Defisit dan Harus Impor</strong>:<br>Permintaan beras tetap tinggi karena beras adalah kebutuhan pokok masyarakat. Namun, karena produksi lokal tidak mencukupi, harga akan naik. Masyarakat terpaksa membeli beras dengan harga lebih tinggi, yang bisa membebani ekonomi rumah tangga, terutama di kalangan menengah ke bawah.</p><p><strong>Perencanaan untuk Mengatasi Masalah:</strong></p><p><strong>Mengendalikan Alih Fungsi Lahan Pertanian:</strong></p><ul><li>Pemerintah harus menetapkan regulasi yang lebih ketat untuk menjaga agar lahan pertanian, terutama di daerah lumbung padi seperti Jawa, tidak dialihfungsikan untuk industri atau permukiman.</li><li>Pemberian insentif kepada petani untuk tetap mempertahankan lahan mereka sebagai lahan pertanian produktif.</li></ul><p><strong>Meningkatkan Produktivitas Pertanian:</strong></p><ul><li>Melakukan modernisasi pertanian dengan memanfaatkan teknologi terbaru, seperti penggunaan varietas padi unggul, irigasi cerdas, dan pemupukan yang tepat guna meningkatkan hasil produksi beras.</li><li>Memberikan pelatihan kepada petani mengenai teknik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.</li></ul><p><strong>Diversifikasi Pangan:</strong></p><ul><li>Mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras dengan mendorong konsumsi pangan alternatif, seperti jagung, singkong, dan sagu, yang juga kaya akan nutrisi.</li><li>Pemerintah dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diversifikasi pangan dan menyediakan infrastruktur yang mendukung produksi pangan alternatif tersebut.</li></ul><p><strong>Pengelolaan Cadangan Pangan yang Baik:</strong></p><ul><li>Pemerintah perlu memastikan adanya cadangan pangan yang cukup melalui lembaga seperti Bulog, untuk menjaga stabilitas harga ketika terjadi kekurangan produksi.</li><li>Cadangan pangan juga bisa digunakan untuk mencegah spekulasi pasar yang dapat menyebabkan lonjakan harga saat pasokan berkurang.</li></ul><p><strong>Pengembangan Infrastruktur dan Distribusi Pangan:</strong></p><ul><li>Meningkatkan infrastruktur distribusi pangan agar hasil pertanian dari daerah-daerah produksi bisa dengan mudah didistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan, mengurangi ketergantungan pada impor.</li><li>Memperbaiki jaringan logistik agar beras bisa sampai ke daerah-daerah terpencil dengan harga yang terjangkau.</li></ul><p><strong>Mengurangi Ketergantungan pada Impor:</strong></p><ul><li>Pemerintah perlu mengurangi impor beras secara bertahap dengan meningkatkan produksi lokal melalui investasi dalam sektor pertanian.</li><li>Mendukung petani dengan memberikan subsidi benih, pupuk, dan peralatan pertanian sehingga mereka bisa menghasilkan lebih banyak beras dengan biaya yang lebih rendah.</li></ul><p>Dengan perencanaan tersebut, Indonesia dapat mengatasi masalah ketersediaan beras dan menurunkan ketergantungan pada impor, serta mewujudkan swasembada pangan kembali di masa depan.</p>

 

Analisis Penyebab Kelangkaan Berdasarkan Bacaan:

Alih Fungsi Lahan Pertanian:
Di Pulau Jawa, yang dikenal sebagai lumbung padi, terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi area industri dan permukiman. Hal ini menyebabkan berkurangnya lahan yang produktif untuk menghasilkan beras.

Kebutuhan yang Meningkat:
Kebutuhan beras di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, yang menyebabkan pasokan beras dari produksi lokal tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Penawaran dan Harga Beras saat Negara Mengalami Surplus Beras:

  • Ketika negara mengalami surplus beras (produksi lebih banyak daripada kebutuhan), penawaran beras di pasar meningkat.
  • Peningkatan penawaran biasanya menyebabkan harga beras turun, karena pasokan lebih banyak daripada permintaan.
  • Pada kondisi ini, pemerintah dapat menjual surplus ke luar negeri (ekspor) atau menstabilkan harga beras dengan kebijakan tertentu, seperti cadangan pangan atau subsidi.

Penawaran dan Harga Beras saat Harus Mengimpor dari Negara Lain:

  • Ketika negara harus mengimpor beras, berarti produksi dalam negeri tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan. Hal ini menyebabkan penawaran beras dari dalam negeri menurun.
  • Penurunan penawaran dalam negeri biasanya menyebabkan harga beras naik, terutama jika impor tidak bisa segera menutupi kekurangan.
  • Saat impor dilakukan, pemerintah dapat mencoba mengatur harga agar tetap stabil, tetapi tetap saja harga cenderung meningkat karena tergantung pada harga di pasar internasional dan biaya impor.

Permintaan Beras saat Surplus dan Defisit:

Saat Surplus Beras:
Permintaan beras tidak berubah secara signifikan, tetapi karena penawaran yang berlimpah, harga cenderung turun. Hal ini dapat menguntungkan konsumen, tetapi bisa menjadi tantangan bagi petani karena pendapatan mereka menurun.

Saat Defisit dan Harus Impor:
Permintaan beras tetap tinggi karena beras adalah kebutuhan pokok masyarakat. Namun, karena produksi lokal tidak mencukupi, harga akan naik. Masyarakat terpaksa membeli beras dengan harga lebih tinggi, yang bisa membebani ekonomi rumah tangga, terutama di kalangan menengah ke bawah.

Perencanaan untuk Mengatasi Masalah:

Mengendalikan Alih Fungsi Lahan Pertanian:

  • Pemerintah harus menetapkan regulasi yang lebih ketat untuk menjaga agar lahan pertanian, terutama di daerah lumbung padi seperti Jawa, tidak dialihfungsikan untuk industri atau permukiman.
  • Pemberian insentif kepada petani untuk tetap mempertahankan lahan mereka sebagai lahan pertanian produktif.

Meningkatkan Produktivitas Pertanian:

  • Melakukan modernisasi pertanian dengan memanfaatkan teknologi terbaru, seperti penggunaan varietas padi unggul, irigasi cerdas, dan pemupukan yang tepat guna meningkatkan hasil produksi beras.
  • Memberikan pelatihan kepada petani mengenai teknik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Diversifikasi Pangan:

  • Mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras dengan mendorong konsumsi pangan alternatif, seperti jagung, singkong, dan sagu, yang juga kaya akan nutrisi.
  • Pemerintah dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diversifikasi pangan dan menyediakan infrastruktur yang mendukung produksi pangan alternatif tersebut.

Pengelolaan Cadangan Pangan yang Baik:

  • Pemerintah perlu memastikan adanya cadangan pangan yang cukup melalui lembaga seperti Bulog, untuk menjaga stabilitas harga ketika terjadi kekurangan produksi.
  • Cadangan pangan juga bisa digunakan untuk mencegah spekulasi pasar yang dapat menyebabkan lonjakan harga saat pasokan berkurang.

Pengembangan Infrastruktur dan Distribusi Pangan:

  • Meningkatkan infrastruktur distribusi pangan agar hasil pertanian dari daerah-daerah produksi bisa dengan mudah didistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan, mengurangi ketergantungan pada impor.
  • Memperbaiki jaringan logistik agar beras bisa sampai ke daerah-daerah terpencil dengan harga yang terjangkau.

Mengurangi Ketergantungan pada Impor:

  • Pemerintah perlu mengurangi impor beras secara bertahap dengan meningkatkan produksi lokal melalui investasi dalam sektor pertanian.
  • Mendukung petani dengan memberikan subsidi benih, pupuk, dan peralatan pertanian sehingga mereka bisa menghasilkan lebih banyak beras dengan biaya yang lebih rendah.

Dengan perencanaan tersebut, Indonesia dapat mengatasi masalah ketersediaan beras dan menurunkan ketergantungan pada impor, serta mewujudkan swasembada pangan kembali di masa depan.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

89

0.0

Jawaban terverifikasi