Bani N

26 September 2022 10:57

Iklan

Bani N

26 September 2022 10:57

Pertanyaan

Sekilas tentang Sejarah Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia lahir pada tanggal 28 Oktober 1928. Pada saat itu , para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara be rkumpul dalam rapat pemuda. Mereka berikrar bahwa (1) bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia, (2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan (3) menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda. Pada tahun 1928 itulah, bahasa Indonesia dikukuhkan kedudukannya sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945. Pada saat itu, Undang-Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa Bahasa negara ialah bahasa Indonesia (Bab XV, Pasal 36). Keputusan Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1954 di Medan, antara lain , menyatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Indonesia tumbuh dan berkemban g dari bahasa Melayu yang sejak zaman dulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan (linguafranca). Hal ini bukan hanya digunakan di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara. Bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7. Hal terse but terbukti dalam prasasti Kedukan Bukit berangka tahun 683 M (Palembang), Talang Tuwo berangka tahun 684 (Palembang), Kota Kapur berangka tahun 686 M (Bangka Barat), dan Karang Brahi berangka tahun 688 M (Jambi). Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan, baik sebagai bahasa antarsuku di Nusantara maupun sebagai bahasa yang digunakan terhadap para pedagang yang datang dari luar Nusantara. Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak makin jelas dari peninggalan kerajaan Islam, baik yang berupa batu bertulis, seperti tulisan pada batu nisan di Minye Tujoh, Aceh, berangka tahun 1380 M, maupun hasil susastra (abad ke-16 dan ke-17), seperti Syair Harnzah Fansuri, Hikayat Raja-Raja Pasai, Sejarah Melayu, Tajussalatin, dan Bustanussalatin. Bahasa Melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur. Bahasa Melayu banyak dipakai di wilayah Nusantara serta makin berkembang dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah . Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek. Perkembangan bahasa Melayu di wilayah Nusantara memengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Komunikasi antarperkumpulan yang bangkit pada masa itu menggunakan bahasa Melayu. Para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928). Kebangkitan nasional telah mendorong perkembangan bahasa Indone sia dengan pesat. Peranan kegiatan politik, perdagangan, persuratkabaran, dan majalah sangat besar dalam memodernkan bahasa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sumber: badanbahasa.kemdikbud.go.id Apa yang menjadi karakteristik dari jenis teks sejarah tersebut?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

19

:

23

:

40

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Novitasari

Mahasiswa/Alumni Universitas Pakuan

08 November 2022 17:30

Jawaban terverifikasi

<p>Hal yang menjadi karakteristik teks sejarah di atas adalah bersifat faktual, disampaikan secara kronologis, dan menggunakan konjungsi temporal.</p><p>&nbsp;</p><p>Berikut penjelasannya.</p><p>&nbsp;</p><p>Teks cerita sejarah adalah teks yang di dalamnya menceritakan atau menjelaskan mengenai fakta atau kejadian masa lalu, yang menjadi asal mula sesuatu yang memiliki nilai sejarah.</p><p>&nbsp;</p><p>Karakteristik teks cerita sejarah, yaitu:</p><p>1. Bersifat faktual (disusun berdasarkan fakta).</p><p>2. Disampaikan secara kronologis (urut).</p><p>3. Menggunakan konjungsi temporal (penanda urutan waktu).</p><p>&nbsp;</p><p>Berdasarkan penjelasan tersebut, hal yang menjadi karakteristik teks sejarah di atas, yaitu:</p><p>1. Bersifat faktual (disusun berdasarkan fakta), seperti yang terlihat pada kutipan "Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa."</p><p>2. Disampaikan secara kronologis (urut), seperti yang terlihat pada kutipan "Hal tersebut terbukti dalam prasasti Kedukan Bukit berangka tahun 683 M (Palembang), Talang Tuwo berangka tahun 684 (Palembang), Kota Kapur berangka tahun 686 M (Bangka Barat), dan Karang Brahi berangka tahun 688 M (Jambi)."</p><p>3. Menggunakan konjungsi temporal (penanda urutan waktu), seperti yang terlihat pada kutipan "Pada saat itu , para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam rapat pemuda."</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, yang menjadi karakteristik teks sejarah di atas adalah bersifat faktual, disampaikan secara kronologis, dan menggunakan konjungsi temporal.</p>

Hal yang menjadi karakteristik teks sejarah di atas adalah bersifat faktual, disampaikan secara kronologis, dan menggunakan konjungsi temporal.

 

Berikut penjelasannya.

 

Teks cerita sejarah adalah teks yang di dalamnya menceritakan atau menjelaskan mengenai fakta atau kejadian masa lalu, yang menjadi asal mula sesuatu yang memiliki nilai sejarah.

 

Karakteristik teks cerita sejarah, yaitu:

1. Bersifat faktual (disusun berdasarkan fakta).

2. Disampaikan secara kronologis (urut).

3. Menggunakan konjungsi temporal (penanda urutan waktu).

 

Berdasarkan penjelasan tersebut, hal yang menjadi karakteristik teks sejarah di atas, yaitu:

1. Bersifat faktual (disusun berdasarkan fakta), seperti yang terlihat pada kutipan "Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa."

2. Disampaikan secara kronologis (urut), seperti yang terlihat pada kutipan "Hal tersebut terbukti dalam prasasti Kedukan Bukit berangka tahun 683 M (Palembang), Talang Tuwo berangka tahun 684 (Palembang), Kota Kapur berangka tahun 686 M (Bangka Barat), dan Karang Brahi berangka tahun 688 M (Jambi)."

3. Menggunakan konjungsi temporal (penanda urutan waktu), seperti yang terlihat pada kutipan "Pada saat itu , para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam rapat pemuda."

 

Dengan demikian, yang menjadi karakteristik teks sejarah di atas adalah bersifat faktual, disampaikan secara kronologis, dan menggunakan konjungsi temporal.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

88

0.0

Jawaban terverifikasi