Nathasya S

29 Februari 2024 06:18

Iklan

Iklan

Nathasya S

29 Februari 2024 06:18

Pertanyaan

Sejarah berdiri sampai runtuh kerajaan Kampar di Riau secara lengkap dan detail

Sejarah berdiri sampai runtuh kerajaan Kampar di Riau secara lengkap dan detail


25

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

KH. K

01 Maret 2024 06:22

Jawaban terverifikasi

Kerajaan Kampar adalah salah satu kerajaan yang pernah berdiri di wilayah Riau, Sumatera. Berikut adalah ringkasan lengkap dan detail sejarah berdiri hingga runtuhnya Kerajaan Kampar: 1. **Pembentukan dan Puncak Kekuasaan**: - Kerajaan Kampar diperkirakan berdiri pada abad ke-13 atau ke-14, meskipun tidak ada catatan tertulis yang pasti mengenai waktu pembentukannya. - Kerajaan ini terletak di daerah yang kaya akan sumber daya alam, terutama emas dan hasil hutan. - Pada puncak kekuasaannya, Kerajaan Kampar diperintah oleh seorang raja yang memiliki kekuasaan besar atas wilayahnya dan menjalin hubungan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan tetangga seperti Sriwijaya dan Majapahit. 2. **Konflik dan Penaklukan**: - Pada abad ke-16, kerajaan ini mulai menghadapi tekanan dari Kesultanan Aceh yang ingin menguasai wilayah tersebut untuk mengendalikan perdagangan rempah-rempah dan sumber daya alam. - Konflik antara Kerajaan Kampar dan Kesultanan Aceh berlanjut selama beberapa abad dengan serangkaian pertempuran dan penaklukan. - Pada akhirnya, pada abad ke-19, Kerajaan Kampar akhirnya tunduk dan menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Kesultanan Aceh. 3. **Perubahan Kekuasaan dan Kolonisasi Belanda**: - Pada pertengahan abad ke-19, Belanda mulai mengambil keuntungan dari konflik dan ketidakstabilan di wilayah tersebut untuk memperluas pengaruh kolonial mereka. - Melalui perjanjian dengan Kesultanan Aceh, Belanda menguasai sebagian besar wilayah Sumatera, termasuk bekas wilayah Kerajaan Kampar. - Proses kolonisasi Belanda berdampak besar terhadap struktur politik dan sosial di wilayah tersebut, termasuk akhir dari kekuasaan lokal seperti Kerajaan Kampar. 4. **Runtuhnya Kerajaan Kampar**: - Runtuhnya Kerajaan Kampar terjadi secara bertahap sebagai akibat dari konflik internal, tekanan eksternal dari Kesultanan Aceh, dan akhirnya pengaruh kolonisasi Belanda. - Meskipun tidak ada catatan pasti tentang bagaimana akhir dari Kerajaan Kampar, kemungkinan besar wilayahnya secara bertahap jatuh ke tangan Kesultanan Aceh dan kemudian menjadi bagian dari wilayah kolonial Belanda. Dengan demikian, Kerajaan Kampar mengalami berbagai peristiwa penting dalam sejarahnya, mulai dari masa kejayaan hingga akhirnya runtuhnya di bawah tekanan eksternal dan kolonisasi Belanda.


Iklan

Iklan

Caca C

29 Februari 2024 12:05

Jawaban terverifikasi

Kampar merupakan kerajaan yang berdiri sebab adanya pengaruh Islam yang sampai ke daerah-daerah dan juga akibat dari perkembangan Kerajaan Islam di Malaka. Kejayaan Kerajaan Kampar terjadi pada masa pemerintahan Maharaja Lela Utama. Kerajaan Kampar sekarang ini berada di Pelalawan (dahulu kawasan Pelalawan masih menjadi bagian dari Kampar), Provinsi Riau. Sejarah singkat : Marwati Djoened Poesponegoro dalam buku berjudul Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Pertumbuhan dan Perkembangan Kerajaan Islam di Indonesia menjelaskan bahwa Kerajaan Kampar sejak abad ke-15 berada di bawah Kerajaan Malaka. Pada masa pemerintahan Sultan Abdullah di Kampar, raja Kampar tidak mau menghadap kepada Sultan Mahmud Syah I di Bintan selaku pemegang kekuasaan Kemaharajaan Melayu. Hal ini mengakibatkan Sultan Mahmud Syah I mengirimkan pasukan ke Kampar. Sultan Abdullah pun meminta bantuan dari Portugis dan akhirnya berhasil mempertahankan Kampar. Portugis mengungsikan Sultan Abdullah ke Malaka. Sementara, Sultan Mahmud Syah I menyebarkan kabar angin ke Malaka seolah-olah Sultan Abdullah secara rahasia menjalankan pemberontakan terhadap Portugis. Mendengar kabar ini, orang Portugis curiga dan akhirnya termakan omongan tersebut sehingga Sultan Abdullah ditangkap dan dihukum gantung di Malaka. Kejadian ini sebagai bukti ketidaksetiaan Portugis dan merupakan tamsil untuk Gubernur Jenderal Belanda, Pieter Both. Kemudian, Sultan Mahmud dikejar-kejar juga oleh Portugis dari Bintan. Jadi, ia harus bertahan di Kampar (Pelalawan) hingga mangkatnya pada tahun 1528 M. Setelah itu, Kampar berada dibawah kekuasaan para pembesar kerajaan, salah satunya adalah Mangkubumi Tun Perkasa. Mangkubumi Tun Perkasa mengirimkan utusan ke Maharajaan Melayu di bawah pimpinan dari Sultan Abdul Jalil Syah I yang memohon supaya di Kampar ditempatkan raja. Hasil permohonan kemudian diterima dan dikirim seorang pembesar dari Kerajaan Melayu, yakni Raja Abdurahman, dengan gelar Maharaja Dinda I dan berkedudukan di Pekantua. Selanjutnya, hubungan antara Kerajaan Kampar di bawah pemerintahan Maharaja Lela Utama dengan Siak dan Kuantan adalah dalam bidang perdagangan. Namun, pada masa pemerintahan pengganti, Maharaja Dinda II memindahkan ibu kota kerajaan Kampar di tahun 1725 ke Pelalawan. Selanjutnya, kerajaan tersebut harus tunduk kepada Kerajaan Siak dan akhirnya pada 4 Februari 1879, dengan terjadinya perjanjian pengakuannya, Kerajaan Kampar berada di bawah pemerintahan dari Hindia-Belanda.


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Keberadaan dan kekuasaan lembaga tinggi negara di Indonesia diatur oleh UUD 1945. Hal ini menunjukkan bahwa UUD 1945 merupakan … . A. Konstitusi tertulis Indonesia C. Hukum Dasar di Indonesia B. Hukum tertinggi di Indonesia D. Dasar Negara Indonesia

14

5.0

Jawaban terverifikasi