Chloe M

14 Agustus 2023 13:48

Iklan

Chloe M

14 Agustus 2023 13:48

Pertanyaan

Sebutkan tantangan dalam penerapan Pancasila di era sosial media lalu mengaitkan praktik gotong royong sebagai solusinya.

Sebutkan tantangan dalam penerapan Pancasila di era sosial media lalu mengaitkan praktik gotong royong sebagai solusinya.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

12

:

00

:

33

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iska H

14 Agustus 2023 14:18

Jawaban terverifikasi

Tantangan dalam penerapan Pancasila di era media sosial adalah sebagai berikut: 1. Pencabutan nilai-nilai Pancasila: Media sosial sering kali menjadi tempat penyampaian pendapat dan informasi yang berkembang tanpa batas. Beberapa ideologi atau pandangan yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dapat muncul dan menyebar luas di media sosial, mengancam keutuhan dan kesatuan bangsa. 2. Penyebaran berita palsu (hoaks): Media sosial membuat penyebaran hoaks menjadi lebih mudah dan cepat. Hal ini dapat menyebabkan kebingungan publik, memicu konflik, dan menciptakan polarisasi di antara masyarakat. Penyebaran hoaks yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Pancasila dapat merusak harmoni dan persatuan bangsa. 3. Tren radikalisasi dan ekstremisme: Media sosial dapat digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan ideologi radikal dan ekstrem. Beberapa kelompok atau individu dapat memanfaatkan media sosial untuk merekrut anggota atau menyebarkan pemikiran yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Hal ini dapat mengancam tegaknya demokrasi dan keberagaman di Indonesia. Praktik gotong royong dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan ini. Dalam gotong royong, masyarakat saling bekerja sama dan membantu satu sama lain demi kebaikan bersama. Berikut adalah bagaimana praktik gotong royong dapat diimplementasikan dalam konteks media sosial: 1. Edukasi dan kesadaran: Memperkuat edukasi tentang nilai-nilai Pancasila melalui kampanye dan informasi yang cerdas dan akurat di media sosial. Masyarakat perlu didorong untuk memahami makna dan pentingnya Pancasila sebagai landasan bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 2. Kolaborasi dan berkomunikasi: Mendorong terbentuknya kolaborasi antarindividu dan komunitas di media sosial yang berlandaskan pada sikap saling mendengar, menghargai, dan menghormati perbedaan pendapat. Dialog yang konstruktif akan membantu menyelesaikan perbedaan pandangan dan membangun pemahaman bersama. 3. Penyebaran informasi yang berkualitas: Masyarakat dapat berperan dalam menyebarkan informasi yang akurat, faktual, dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Masyarakat perlu menjadi konsumen yang kritis dan bertanggung jawab terhadap informasi yang mereka sebarkan di media sosial. 4. Keterlibatan dalam kegiatan sosial: Media sosial dapat digunakan sebagai alat untuk membangun dan memperkuat kegiatan gotong royong di masyarakat. Masyarakat dapat menggunakan media sosial untuk mengajak partisipasi dalam kegiatan sosial, seperti sumbangan, penggalangan dana, atau aksi sukarela lainnya yang bertujuan untuk membantu sesama.


Iklan

Kevin L

Gold

15 Agustus 2023 08:08

Jawaban terverifikasi

Tantangan dalam penerapan Pancasila di era sosial media adalah sebagai berikut: 1. Penyebaran konten negatif dan provokatif: Sosial media menjadi sarana yang cepat dan mudah bagi individu untuk menyebarkan konten yang negatif, merusak, atau provokatif. Hal ini dapat menimbulkan permusuhan antarindividu, mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. 2. Penyebaran informasi palsu: Era sosial media juga menimbulkan tantangan dalam memastikan kebenaran informasi. Konten yang belum terverifikasi dengan baik dapat dengan cepat menyebar dan mempengaruhi opini publik. Hal ini dapat merusak kepercayaan dan memicu konflik di masyarakat. 3. Tersulitnya dialog dan diskusi yang sehat: Sosial media seringkali menjadi arena yang penuh dengan hujatan, cacian, dan penghinaan. Diskusi yang sehat dan berlandaskan Pancasila sulit terjadi karena kurangnya penghargaan terhadap keragaman pendapat dan sikap saling menghormati. Dalam menghadapi tantangan ini, praktik gotong royong dapat menjadi solusi yang tepat. Gotong royong adalah semangat saling membantu dan bekerja bersama untuk kepentingan bersama. Berikut adalah beberapa cara praktik gotong royong dapat diterapkan di era sosial media: 1. Mengedukasi dan menginformasikan: Menggunakan sosial media sebagai sarana edukasi dan informasi yang bertanggung jawab. Menyebarkan informasi yang akurat, berbasis fakta, dan mengedukasi publik mengenai nilai-nilai Pancasila serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. 2. Membangun dialog yang sehat: Mendorong dialog yang sehat dan saling menghormati di media sosial. Menghindari penghinaan, hujatan, atau cacian dalam berdiskusi. Lebih mengedepankan argumen yang kuat dan argumentatif daripada serangan pribadi. 3. Bertindak sebagai agen perubahan positif: Menjadi agen perubahan positif dengan membantu menyebarkan konten yang membangun, mendorong kebaikan, dan mempromosikan kerjasama. Memperlihatkan sikap saling menghormati, mendukung inisiatif sosial yang positif, dan menjadi contoh bagi yang lain. 4. Melibatkan diri dalam kegiatan sosial: Menggunakan sosial media sebagai sarana untuk menggalang dukungan, menyebarkan informasi mengenai kegiatan gotong royong di kehidupan nyata, seperti kegiatan sosial, kebersihan lingkungan, atau membantu mereka yang membutuhkan. Dengan menerapkan semangat gotong royong di era sosial media, kita dapat menciptakan lingkungan di sosial media yang lebih positif, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta mempromosikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan digital kita.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

60

0.0

Jawaban terverifikasi