Khansa R

06 Agustus 2024 14:20

Iklan

Khansa R

06 Agustus 2024 14:20

Pertanyaan

sebutkan nilai instrumental dan nilai fraksis yang terdapat di dalam sila ke lima

sebutkan nilai instrumental dan nilai fraksis yang terdapat di dalam sila ke lima

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

22

:

54

:

43

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

08 Agustus 2024 12:19

Jawaban terverifikasi

Pancasila adalah dasar filosofis negara Indonesia yang terdiri dari lima prinsip yang menjadi pedoman bagi kehidupan bermasyarakat. Sila ke Lima dalam Pancasila adalah “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Prinsip ini memiliki nilai instrumental dan nilai fraksis yang penting dalam membangun masyarakat yang adil dan sejahtera. Nilai Instrumental: Keadilan sosial merupakan nilai instrumental yang menekankan pentingnya pemerataan hak dan kewajiban bagi seluruh rakyat Indonesia. Prinsip ini mendorong adanya perlakuan yang adil dan merata bagi semua warga negara, tanpa diskriminasi berdasarkan suku, agama, ras, atau status sosial. Keadilan sosial juga berperan dalam menciptakan keseimbangan antara hak individu dan kepentingan bersama. Dengan adanya keadilan sosial, diharapkan semua warga negara dapat merasakan manfaat dari pembangunan dan kemajuan negara tanpa ada yang tertinggal. Prinsip ini juga menekankan pentingnya redistribusi sumber daya dan kesempatan agar semua lapisan masyarakat memiliki akses yang sama terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan keadilan hukum. Nilai Fraksis: Keadilan sosial sebagai nilai fraksis mengajarkan pentingnya sikap empati, solidaritas, dan ke toleranan dalam berinteraksi dengan sesama. Nilai fraksis ini mendorong individu untuk peduli terhadap kepentingan dan kesejahteraan bersama, serta bersikap adil dan bijaksana dalam memutuskan tindakan yang dapat memengaruhi orang lain. Keadilan sosial juga mengajarkan pentingnya partisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat. Dengan memahami nilai-nilai keadilan sosial, individu diharapkan dapat berperan serta dalam menciptakan lingkungan yang adil dan merata bagi semua warga negara. Prinsip ini juga mengajarkan pentingnya kesetaraan dan keadilan dalam hubungan sosial, ekonomi, dan politik. Dengan memegang teguh nilai keadilan sosial, masyarakat diharapkan dapat hidup berdampingan secara harmonis tanpa adanya kesenjangan sosial yang merugikan pihak-pihak tertentu. Secara keseluruhan, nilai instrumental dan nilai fraksis dari sila ke Lima Pancasila, yaitu “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk masyarakat yang adil, sejahtera, dan berkeadilan. Dengan memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai tersebut, diharapkan Indonesia dapat terus berkembang sebagai negara yang berlandaskan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya.


Iklan

Rendi R

Community

26 September 2024 23:15

Jawaban terverifikasi

<p>&nbsp;</p><p><strong>Sila Kelima Pancasila: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia</strong> mengandung nilai-nilai <strong>instrumental</strong> dan <strong>nilai praksis</strong> yang berperan dalam mewujudkan keadilan sosial. Berikut adalah penjelasan mengenai kedua nilai tersebut:</p><p>1. <strong>Nilai Instrumental dalam Sila Kelima</strong></p><p><strong>Nilai instrumental</strong> adalah penjabaran atau perwujudan dari nilai dasar Pancasila, yang kemudian diimplementasikan dalam berbagai bentuk kebijakan, peraturan, dan norma sosial untuk mencapai tujuan keadilan sosial. Nilai-nilai instrumental yang terkandung dalam sila kelima meliputi:</p><ul><li><strong>Pemerataan Ekonomi</strong>: Sistem ekonomi yang berpihak pada pemerataan kesejahteraan seluruh rakyat, seperti kebijakan redistribusi kekayaan, subsidi untuk rakyat miskin, dan pemberdayaan ekonomi bagi kelompok kurang mampu.</li><li><strong>Akses yang Setara Terhadap Pendidikan dan Kesehatan</strong>: Kebijakan pendidikan dan kesehatan yang memberikan akses setara bagi semua lapisan masyarakat, tanpa diskriminasi berdasarkan status sosial atau ekonomi.</li><li><strong>Perlindungan Hukum yang Adil</strong>: Sistem hukum yang memastikan bahwa semua warga negara memiliki hak yang sama di hadapan hukum, sehingga tidak ada diskriminasi dalam penegakan hukum.</li><li><strong>Pengentasan Kemiskinan</strong>: Kebijakan sosial yang fokus pada pengurangan kemiskinan melalui program-program seperti bantuan langsung tunai, pembangunan infrastruktur di daerah terpencil, dan pengembangan lapangan kerja.</li><li><strong>Keadilan dalam Distribusi Sumber Daya Alam</strong>: Pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana dan adil, sehingga manfaat dari kekayaan alam dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.</li></ul><p><strong>Contoh Nilai Instrumental</strong>:</p><ul><li><strong>Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33</strong>: Menyebutkan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan, dan bumi, air, serta kekayaan alam dikuasai oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.</li><li><strong>Program Kartu Indonesia Sehat (KIS)</strong> dan <strong>Kartu Indonesia Pintar (KIP)</strong>: Program pemerintah yang berusaha menjamin akses kesehatan dan pendidikan yang setara bagi masyarakat kurang mampu.</li></ul><p>2. <strong>Nilai Praksis dalam Sila Kelima</strong></p><p><strong>Nilai praksis</strong> adalah bentuk nyata dari pelaksanaan atau penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks sila kelima, nilai praksis adalah tindakan-tindakan konkret yang dilakukan masyarakat dan pemerintah untuk mewujudkan keadilan sosial. Nilai-nilai praksis ini mencakup:</p><ul><li><strong>Perilaku Saling Membantu dan Gotong Royong</strong>: Wujud solidaritas sosial di mana masyarakat bekerja sama membantu sesama yang membutuhkan, seperti membantu tetangga yang kesulitan, melakukan kerja bakti, atau memberikan sumbangan kepada yang membutuhkan.</li><li><strong>Menghormati Hak Orang Lain</strong>: Menghargai hak-hak sosial dan ekonomi orang lain, termasuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang untuk mendapatkan pendidikan, pekerjaan, dan akses terhadap pelayanan publik.</li><li><strong>Tidak Berperilaku Diskriminatif</strong>: Bertindak adil dalam perlakuan terhadap orang lain, tanpa memandang latar belakang ekonomi, suku, agama, atau ras. Misalnya, tidak membedakan orang berdasarkan status sosial dalam pemberian bantuan atau pelayanan publik.</li><li><strong>Berpartisipasi dalam Kegiatan Sosial</strong>: Ikut serta dalam kegiatan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti bergabung dalam program-program pemberdayaan masyarakat atau proyek-proyek pembangunan desa.</li><li><strong>Bela Rasa terhadap Orang yang Kurang Mampu</strong>: Secara pribadi atau sebagai bagian dari masyarakat, menunjukkan rasa empati dan melakukan tindakan nyata untuk membantu mereka yang membutuhkan, seperti memberikan bantuan kepada fakir miskin atau korban bencana alam.</li></ul><p><strong>Contoh Nilai Praksis</strong>:</p><ul><li><strong>Gotong Royong</strong>: Bekerja sama dalam masyarakat untuk membantu membangun infrastruktur di desa, seperti memperbaiki jalan, rumah ibadah, atau fasilitas umum lainnya.</li><li><strong>Pemberian Bantuan Sosial</strong>: Masyarakat aktif dalam berbagai kegiatan sosial seperti menggalang dana untuk korban bencana alam atau memberikan bantuan kepada anak-anak yatim piatu.</li><li><strong>Memperlakukan Semua Orang dengan Setara</strong>: Dalam kehidupan sehari-hari, tidak membedakan orang berdasarkan status ekonomi dalam pergaulan, pelayanan, atau pekerjaan.</li></ul><p>Kesimpulan:</p><p>Dalam <strong>Sila Kelima Pancasila</strong>, <strong>nilai instrumental</strong> berfokus pada perwujudan keadilan sosial melalui kebijakan, peraturan, dan undang-undang yang mendukung pemerataan kesejahteraan dan kesempatan bagi semua orang. Sedangkan <strong>nilai praksis</strong> lebih kepada tindakan sehari-hari masyarakat dalam menerapkan prinsip keadilan sosial, seperti perilaku gotong royong, empati terhadap sesama, dan tidak mendiskriminasi orang lain. Kedua nilai ini saling melengkapi untuk mencapai tujuan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.</p>

 

Sila Kelima Pancasila: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia mengandung nilai-nilai instrumental dan nilai praksis yang berperan dalam mewujudkan keadilan sosial. Berikut adalah penjelasan mengenai kedua nilai tersebut:

1. Nilai Instrumental dalam Sila Kelima

Nilai instrumental adalah penjabaran atau perwujudan dari nilai dasar Pancasila, yang kemudian diimplementasikan dalam berbagai bentuk kebijakan, peraturan, dan norma sosial untuk mencapai tujuan keadilan sosial. Nilai-nilai instrumental yang terkandung dalam sila kelima meliputi:

  • Pemerataan Ekonomi: Sistem ekonomi yang berpihak pada pemerataan kesejahteraan seluruh rakyat, seperti kebijakan redistribusi kekayaan, subsidi untuk rakyat miskin, dan pemberdayaan ekonomi bagi kelompok kurang mampu.
  • Akses yang Setara Terhadap Pendidikan dan Kesehatan: Kebijakan pendidikan dan kesehatan yang memberikan akses setara bagi semua lapisan masyarakat, tanpa diskriminasi berdasarkan status sosial atau ekonomi.
  • Perlindungan Hukum yang Adil: Sistem hukum yang memastikan bahwa semua warga negara memiliki hak yang sama di hadapan hukum, sehingga tidak ada diskriminasi dalam penegakan hukum.
  • Pengentasan Kemiskinan: Kebijakan sosial yang fokus pada pengurangan kemiskinan melalui program-program seperti bantuan langsung tunai, pembangunan infrastruktur di daerah terpencil, dan pengembangan lapangan kerja.
  • Keadilan dalam Distribusi Sumber Daya Alam: Pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana dan adil, sehingga manfaat dari kekayaan alam dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.

Contoh Nilai Instrumental:

  • Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33: Menyebutkan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan, dan bumi, air, serta kekayaan alam dikuasai oleh negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
  • Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP): Program pemerintah yang berusaha menjamin akses kesehatan dan pendidikan yang setara bagi masyarakat kurang mampu.

2. Nilai Praksis dalam Sila Kelima

Nilai praksis adalah bentuk nyata dari pelaksanaan atau penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks sila kelima, nilai praksis adalah tindakan-tindakan konkret yang dilakukan masyarakat dan pemerintah untuk mewujudkan keadilan sosial. Nilai-nilai praksis ini mencakup:

  • Perilaku Saling Membantu dan Gotong Royong: Wujud solidaritas sosial di mana masyarakat bekerja sama membantu sesama yang membutuhkan, seperti membantu tetangga yang kesulitan, melakukan kerja bakti, atau memberikan sumbangan kepada yang membutuhkan.
  • Menghormati Hak Orang Lain: Menghargai hak-hak sosial dan ekonomi orang lain, termasuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang untuk mendapatkan pendidikan, pekerjaan, dan akses terhadap pelayanan publik.
  • Tidak Berperilaku Diskriminatif: Bertindak adil dalam perlakuan terhadap orang lain, tanpa memandang latar belakang ekonomi, suku, agama, atau ras. Misalnya, tidak membedakan orang berdasarkan status sosial dalam pemberian bantuan atau pelayanan publik.
  • Berpartisipasi dalam Kegiatan Sosial: Ikut serta dalam kegiatan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti bergabung dalam program-program pemberdayaan masyarakat atau proyek-proyek pembangunan desa.
  • Bela Rasa terhadap Orang yang Kurang Mampu: Secara pribadi atau sebagai bagian dari masyarakat, menunjukkan rasa empati dan melakukan tindakan nyata untuk membantu mereka yang membutuhkan, seperti memberikan bantuan kepada fakir miskin atau korban bencana alam.

Contoh Nilai Praksis:

  • Gotong Royong: Bekerja sama dalam masyarakat untuk membantu membangun infrastruktur di desa, seperti memperbaiki jalan, rumah ibadah, atau fasilitas umum lainnya.
  • Pemberian Bantuan Sosial: Masyarakat aktif dalam berbagai kegiatan sosial seperti menggalang dana untuk korban bencana alam atau memberikan bantuan kepada anak-anak yatim piatu.
  • Memperlakukan Semua Orang dengan Setara: Dalam kehidupan sehari-hari, tidak membedakan orang berdasarkan status ekonomi dalam pergaulan, pelayanan, atau pekerjaan.

Kesimpulan:

Dalam Sila Kelima Pancasila, nilai instrumental berfokus pada perwujudan keadilan sosial melalui kebijakan, peraturan, dan undang-undang yang mendukung pemerataan kesejahteraan dan kesempatan bagi semua orang. Sedangkan nilai praksis lebih kepada tindakan sehari-hari masyarakat dalam menerapkan prinsip keadilan sosial, seperti perilaku gotong royong, empati terhadap sesama, dan tidak mendiskriminasi orang lain. Kedua nilai ini saling melengkapi untuk mencapai tujuan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

ada tiga cara penyelesaian konflik secara sederhana (pendekatan kultur atau budaya, diaspora, fan hubungan bilateral), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya dari 5 penyelesaian konflik secara internasional (negosiasi, mediasi dan jasa-jasa baik, konsiliasi, penyelidikan, dan penyelesaian di bawah naungan organisasi PBB), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya

17

0.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

12

5.0

Jawaban terverifikasi