FADILLAH E

29 Mei 2024 15:06

Iklan

Iklan

FADILLAH E

29 Mei 2024 15:06

Pertanyaan

sebutkan kebijakan devaluasi pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi pada masa orde Baru

sebutkan kebijakan devaluasi pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi pada masa orde Baru


9

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Navniaaa N

30 Mei 2024 07:24

Jawaban terverifikasi

<p>Devaluasi Tahun 1971</p><p>Pada tanggal 23 Agustus 1971, pemerintah melakukan devaluasi pertama kali dan menaikkan harga Dolar As dari Rp. 378 menjadi Rp. 415. Pada masa itu, harga mata uang Dolar AS, bertahan paling lama di pemerintahan orde baru. Hal ini terjadi sampai pada tanggal 15 November 1978.</p><p><br>&nbsp;</p><p>Adapun beberapa kebijakan ekonomi Orde Baru adalah.</p><p>1. Kerja Sama Indonesia dengan IMF. Salah satu kebijakan ekonomi Orde Baru adalah kerja sama antara Indonesia dengan IMF.</p><p>2. Repelita.</p><p>3. Pemulihan Ekonomi Nasional.</p><p>4. Undang-Undang Penanaman Modal Asing</p><p>6. Kondisi Ekonomi pada 1974.</p><p><br>&nbsp;</p>

Devaluasi Tahun 1971

Pada tanggal 23 Agustus 1971, pemerintah melakukan devaluasi pertama kali dan menaikkan harga Dolar As dari Rp. 378 menjadi Rp. 415. Pada masa itu, harga mata uang Dolar AS, bertahan paling lama di pemerintahan orde baru. Hal ini terjadi sampai pada tanggal 15 November 1978.


 

Adapun beberapa kebijakan ekonomi Orde Baru adalah.

1. Kerja Sama Indonesia dengan IMF. Salah satu kebijakan ekonomi Orde Baru adalah kerja sama antara Indonesia dengan IMF.

2. Repelita.

3. Pemulihan Ekonomi Nasional.

4. Undang-Undang Penanaman Modal Asing

6. Kondisi Ekonomi pada 1974.


 


Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

30 Mei 2024 10:44

Jawaban terverifikasi

<p>Pada masa Orde Baru, pemerintah Indonesia melakukan beberapa kebijakan devaluasi untuk memperbaiki kondisi ekonomi negara. Devaluasi adalah tindakan pemerintah menurunkan nilai mata uang domestik terhadap mata uang asing. Berikut beberapa kebijakan devaluasi yang dilakukan pada masa Orde Baru:</p><p>1. **Devaluasi Tahun 1971**:<br>&nbsp; - Pada 15 Agustus 1971, pemerintah Orde Baru di bawah Presiden Soeharto melakukan devaluasi rupiah. Nilai tukar rupiah yang sebelumnya Rp378 per USD berubah menjadi Rp415 per USD. Kebijakan ini diambil untuk meningkatkan daya saing ekspor Indonesia dengan membuat harga barang-barang Indonesia menjadi lebih murah di pasar internasional.</p><p>2. **Devaluasi Tahun 1978**:<br>&nbsp; - Pada 15 November 1978, pemerintah kembali melakukan devaluasi rupiah. Nilai tukar rupiah yang sebelumnya Rp415 per USD diubah menjadi Rp625 per USD. Devaluasi ini bertujuan untuk menyesuaikan nilai tukar rupiah dengan kondisi ekonomi global serta meningkatkan ekspor dan mengurangi defisit neraca pembayaran.</p><p>3. **Devaluasi Tahun 1983**:<br>&nbsp; - Pada 30 Maret 1983, pemerintah melakukan devaluasi dengan mengubah nilai tukar rupiah dari Rp625 per USD menjadi Rp970 per USD. Devaluasi ini dilakukan untuk mengatasi ketidakseimbangan ekonomi dan untuk memperbaiki posisi neraca pembayaran serta merangsang kegiatan ekonomi domestik.</p><p>4. **Devaluasi Tahun 1986**:<br>&nbsp; - Pada 12 September 1986, pemerintah melakukan devaluasi dengan mengubah nilai tukar rupiah dari Rp1,134 per USD menjadi Rp1,644 per USD. Kebijakan ini diambil dalam rangka menghadapi tekanan eksternal dan melemahnya harga minyak dunia yang berdampak pada pendapatan ekspor Indonesia.</p><p>Devaluasi-devaluasi ini adalah bagian dari upaya pemerintah Orde Baru untuk memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia, meningkatkan daya saing ekspor, serta menstabilkan ekonomi dalam menghadapi tantangan global dan domestik. Kebijakan devaluasi seringkali disertai dengan reformasi struktural dan langkah-langkah kebijakan ekonomi lainnya untuk memastikan keberhasilan tujuan-tujuan yang diinginkan.</p>

Pada masa Orde Baru, pemerintah Indonesia melakukan beberapa kebijakan devaluasi untuk memperbaiki kondisi ekonomi negara. Devaluasi adalah tindakan pemerintah menurunkan nilai mata uang domestik terhadap mata uang asing. Berikut beberapa kebijakan devaluasi yang dilakukan pada masa Orde Baru:

1. **Devaluasi Tahun 1971**:
  - Pada 15 Agustus 1971, pemerintah Orde Baru di bawah Presiden Soeharto melakukan devaluasi rupiah. Nilai tukar rupiah yang sebelumnya Rp378 per USD berubah menjadi Rp415 per USD. Kebijakan ini diambil untuk meningkatkan daya saing ekspor Indonesia dengan membuat harga barang-barang Indonesia menjadi lebih murah di pasar internasional.

2. **Devaluasi Tahun 1978**:
  - Pada 15 November 1978, pemerintah kembali melakukan devaluasi rupiah. Nilai tukar rupiah yang sebelumnya Rp415 per USD diubah menjadi Rp625 per USD. Devaluasi ini bertujuan untuk menyesuaikan nilai tukar rupiah dengan kondisi ekonomi global serta meningkatkan ekspor dan mengurangi defisit neraca pembayaran.

3. **Devaluasi Tahun 1983**:
  - Pada 30 Maret 1983, pemerintah melakukan devaluasi dengan mengubah nilai tukar rupiah dari Rp625 per USD menjadi Rp970 per USD. Devaluasi ini dilakukan untuk mengatasi ketidakseimbangan ekonomi dan untuk memperbaiki posisi neraca pembayaran serta merangsang kegiatan ekonomi domestik.

4. **Devaluasi Tahun 1986**:
  - Pada 12 September 1986, pemerintah melakukan devaluasi dengan mengubah nilai tukar rupiah dari Rp1,134 per USD menjadi Rp1,644 per USD. Kebijakan ini diambil dalam rangka menghadapi tekanan eksternal dan melemahnya harga minyak dunia yang berdampak pada pendapatan ekspor Indonesia.

Devaluasi-devaluasi ini adalah bagian dari upaya pemerintah Orde Baru untuk memperbaiki kondisi ekonomi Indonesia, meningkatkan daya saing ekspor, serta menstabilkan ekonomi dalam menghadapi tantangan global dan domestik. Kebijakan devaluasi seringkali disertai dengan reformasi struktural dan langkah-langkah kebijakan ekonomi lainnya untuk memastikan keberhasilan tujuan-tujuan yang diinginkan.


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Dio adalah siswa baru yang berasal dari Riau yang bersekolah di Bandung. Saat istirahat, Lala melihat Dio duduk sendiri di kelas tanpa ada yang menemani. Sikap yang sebaiknya dilakukan Lala adalah …. A. Membiarkan Dio istirahat sendiri di kelas B. Mengejek Dio yang sedang istirahat sendiri C. Mengajak Dio untuk istirahat bersama di luar kelas D. Menyuruh teman kelas lain untuk menemani Dio

6

0.0

Jawaban terverifikasi