Sumayyah M

12 Juni 2026 08:01

Iklan

Sumayyah M

12 Juni 2026 08:01

Pertanyaan

sebutkan dan jelaskan hewan hewan yg tinggal di lautan dalam (deep ocean) . jelaskan dgn rinci dan detail mulai dari habitat, makanan, ciri khas, hingga seberapa langka hewan tsb ditemukan.

sebutkan dan jelaskan hewan hewan yg tinggal di lautan dalam (deep ocean) . jelaskan dgn rinci dan detail mulai dari habitat, makanan, ciri khas, hingga seberapa langka hewan tsb ditemukan.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

15

:

25

:

10

Klaim

16

2


Iklan

Jaya A

19 Juni 2026 14:24

<p>Anglerfish<br>Hewan ini tinggal di zona batial, sekitar 1.000 sampai 4.000 meter di bawah permukaan laut. Ciri khasnya yang paling terkenal adalah antena di atas kepalanya yang bisa menyala di kegelapan berkat bantuan bakteri khusus. Antena menyala ini dipakai buat memancing ikan kecil atau udang mendekat, lalu langsung dilahap pakai mulutnya yang penuh gigi tajam. Anglerfish termasuk hewan yang cukup jarang dilihat langsung oleh manusia karena habitatnya yang sangat dalam, tapi mereka cukup sukses berkembang biak di sana.</p><p><br>Gulper Eel<br>Belut ini hidup di kedalaman 500 sampai 3.000 meter. Sesuai namanya, ciri khas hewan ini adalah mulutnya yang super besar dan bisa melar, mirip kantung burung pelikan. Karena di laut dalam susah cari makan, mulut besar ini berguna banget buat menelan mangsa apa saja yang lewat, bahkan yang ukurannya lebih besar dari tubuhnya sendiri. Makanan utamanya adalah ikan kecil, udang, dan sefalopoda. Hewan ini sangat langka ditemui dalam keadaan hidup karena mereka jarang naik ke permukaan.</p><p><br>Blobfish<br>Ikan ini hidup di dasar laut dekat benua Australia dan Selandia Baru, di kedalaman 600 sampai 1.200 meter. Ciri khasnya adalah tubuhnya yang tidak punya otot keras atau tulang kuat, melainkan berbentuk seperti gumpalan jeli dengan kepadatan sedikit di bawah air. Di habitat aslinya yang bertekanan tinggi, bentuk mereka sebenarnya kelihatan seperti ikan biasa. Tapi kalau diangkat ke permukaan, tubuhnya langsung menyusut dan kelihatan lemas seperti wajah manusia sedih. Mereka makan apa saja yang lewat di depannya, seperti kepiting atau moluska. Blobfish termasuk hewan yang terancam punah dan langka karena sering tidak sengaja ikut tersaring jaring nelayan laut dalam.</p><p><br>Dumbo Octopus<br>Gurita menggemaskan ini tinggal di tempat yang sangat dalam, mulai dari 3.000 sampai 7.000 meter di bawah permukaan. Ciri khasnya adalah sepasang sirip di atas kepalanya yang mirip telinga karakter gajah Dumbo, yang mereka gunakan buat berenang. Makanan mereka adalah cacing laut, kerang, dan kopepoda yang hidup di dasar samudera. Karena hidup di zona yang sangat dalam dan terpencil, manusia sangat jarang bertemu dengan gurita ini, menjadikannya salah satu makhluk laut dalam yang paling langka didokumentasikan.</p>

Anglerfish
Hewan ini tinggal di zona batial, sekitar 1.000 sampai 4.000 meter di bawah permukaan laut. Ciri khasnya yang paling terkenal adalah antena di atas kepalanya yang bisa menyala di kegelapan berkat bantuan bakteri khusus. Antena menyala ini dipakai buat memancing ikan kecil atau udang mendekat, lalu langsung dilahap pakai mulutnya yang penuh gigi tajam. Anglerfish termasuk hewan yang cukup jarang dilihat langsung oleh manusia karena habitatnya yang sangat dalam, tapi mereka cukup sukses berkembang biak di sana.


Gulper Eel
Belut ini hidup di kedalaman 500 sampai 3.000 meter. Sesuai namanya, ciri khas hewan ini adalah mulutnya yang super besar dan bisa melar, mirip kantung burung pelikan. Karena di laut dalam susah cari makan, mulut besar ini berguna banget buat menelan mangsa apa saja yang lewat, bahkan yang ukurannya lebih besar dari tubuhnya sendiri. Makanan utamanya adalah ikan kecil, udang, dan sefalopoda. Hewan ini sangat langka ditemui dalam keadaan hidup karena mereka jarang naik ke permukaan.


Blobfish
Ikan ini hidup di dasar laut dekat benua Australia dan Selandia Baru, di kedalaman 600 sampai 1.200 meter. Ciri khasnya adalah tubuhnya yang tidak punya otot keras atau tulang kuat, melainkan berbentuk seperti gumpalan jeli dengan kepadatan sedikit di bawah air. Di habitat aslinya yang bertekanan tinggi, bentuk mereka sebenarnya kelihatan seperti ikan biasa. Tapi kalau diangkat ke permukaan, tubuhnya langsung menyusut dan kelihatan lemas seperti wajah manusia sedih. Mereka makan apa saja yang lewat di depannya, seperti kepiting atau moluska. Blobfish termasuk hewan yang terancam punah dan langka karena sering tidak sengaja ikut tersaring jaring nelayan laut dalam.


Dumbo Octopus
Gurita menggemaskan ini tinggal di tempat yang sangat dalam, mulai dari 3.000 sampai 7.000 meter di bawah permukaan. Ciri khasnya adalah sepasang sirip di atas kepalanya yang mirip telinga karakter gajah Dumbo, yang mereka gunakan buat berenang. Makanan mereka adalah cacing laut, kerang, dan kopepoda yang hidup di dasar samudera. Karena hidup di zona yang sangat dalam dan terpencil, manusia sangat jarang bertemu dengan gurita ini, menjadikannya salah satu makhluk laut dalam yang paling langka didokumentasikan.


Iklan

Maylin V

20 Juni 2026 13:11

<p>1. Anglerfish (Ikan Sungut Ganda)</p><p>Ikan ini hidup di kegelapan di kedalaman sekitar 1.000-4.000 meter dan terkenal dengan "lampu senter" di kepalanya untuk memancing mangsa seperti ikan kecil atau udang. Karena habitatnya yang sangat dalam dan ekstrem, manusia jarang banget bisa melihat mereka dalam keadaan hidup, meskipun populasinya di alam liar sebenarnya masih aman.</p><p>2. Giant Isopod (Kutu Laut Raksasa)</p><p>Mirip kutu kayu darat tapi berukuran sebesar kucing, hewan ini hidup di dasar laut berlumpur setinggi 170-2.100 meter dengan cangkang keras untuk menahan tekanan air. Mereka bertahan hidup dengan memakan bangkai hewan yang jatuh dari permukaan, lumayan sering terekam kamera robot bawah laut, dan hebatnya bisa kuat tidak makan sampai bertahun-tahun.</p><p>3. Gulper Eel (Belut Pelikan)</p><p>Tinggal di kedalaman sekitar 500-3.000 meter, belut ini punya badan tipis kayak cambuk tapi mulutnya super melar kayak kantung pelikan untuk meraup mangsa yang bahkan lebih besar dari tubuhnya. Ujung ekornya bisa menyala di kegelapan, dan mereka termasuk hewan langka karena sifatnya yang sangat pasif dan cuma melayang di air dalam.</p><p>4. Dumbo Octopus (Gurita Dumbo)</p><p>Ini gurita paling tangguh yang hidup di kedalaman ekstrem sekitar 3.000-7.000 meter dan punya sirip di kepala mirip seperti telinga gajah Dumbo. Mereka memakan cacing serta kerang kecil di dasar laut, tidak punya kantung tinta karena tidak berguna di tempat gelap gulita, dan statusnya sangat langka karena cuma bisa dilihat lewat kapal selam khusus.</p>

1. Anglerfish (Ikan Sungut Ganda)

Ikan ini hidup di kegelapan di kedalaman sekitar 1.000-4.000 meter dan terkenal dengan "lampu senter" di kepalanya untuk memancing mangsa seperti ikan kecil atau udang. Karena habitatnya yang sangat dalam dan ekstrem, manusia jarang banget bisa melihat mereka dalam keadaan hidup, meskipun populasinya di alam liar sebenarnya masih aman.

2. Giant Isopod (Kutu Laut Raksasa)

Mirip kutu kayu darat tapi berukuran sebesar kucing, hewan ini hidup di dasar laut berlumpur setinggi 170-2.100 meter dengan cangkang keras untuk menahan tekanan air. Mereka bertahan hidup dengan memakan bangkai hewan yang jatuh dari permukaan, lumayan sering terekam kamera robot bawah laut, dan hebatnya bisa kuat tidak makan sampai bertahun-tahun.

3. Gulper Eel (Belut Pelikan)

Tinggal di kedalaman sekitar 500-3.000 meter, belut ini punya badan tipis kayak cambuk tapi mulutnya super melar kayak kantung pelikan untuk meraup mangsa yang bahkan lebih besar dari tubuhnya. Ujung ekornya bisa menyala di kegelapan, dan mereka termasuk hewan langka karena sifatnya yang sangat pasif dan cuma melayang di air dalam.

4. Dumbo Octopus (Gurita Dumbo)

Ini gurita paling tangguh yang hidup di kedalaman ekstrem sekitar 3.000-7.000 meter dan punya sirip di kepala mirip seperti telinga gajah Dumbo. Mereka memakan cacing serta kerang kecil di dasar laut, tidak punya kantung tinta karena tidak berguna di tempat gelap gulita, dan statusnya sangat langka karena cuma bisa dilihat lewat kapal selam khusus.


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Kisah Seorang Nelayan dan Kehidupan di Desa Desa kecil ini terletak di Semenanjung Minahasa Selatan. Desa ini menyimpan begitu banyak memori dalam benak orang-orang yang pernah berdiam di desa tersebut dalam kurun waktu yang relatif Iama, seperti saya. Begitu juga bagi mereka yang baru mengunjunginya meski hanya sebentar. Desa itu dinamai Lopana. Sore itu, saya tiba dari Amerika dengan satu keinginan kuat yang tak tertahankan lagi, yaitu untuk kembali mengunjungi desa tempat ibu saya dilahirkan, Lopana. Dari Kota Manado, saya memerlukan waktu 45 menit hingga 1 jam untuk sampai di Lopana. Itu tentu kalau jalanan tidak macet. Perjalanan menuju Lopana memang selalu mendebarkan. Kita harus melewati jalanan panjang nan berliku. Di beberapa Iokasi, terlihat jurang yang sangat dalam, bukit yang begitu tinggi, dan lereng yang amat terjal berkelok-kelok. Pohon kelapa (nyiur melambai) terlihat mendominasi tanaman di sepanjang jalan. Kalau ke Desa Sonder didominasi tanaman cengkih maka ke Lopana pohon kelapalah rajanya. Saya sangat menikmati perjalanan itu walaupun cuaca tak terlalu mendukung. Mendung dan gerimis. Ini menjadikan pemandangan mata saya terbatas dan kamera pun lebih banyak diistirahatkan saja. Tiga puluh menit perjalanan, kita sudah sampai di sekitar Desa Matani. Di desa ini. jalanan mulai lurus dan tak terlihat satu kelokan sekalipun. Di sebelah kanan jalan terlihat hamparan tanaman padi yang begitu luas. Konon, di tempat inilah letak Bandara Samratutangi akan dipindahkan. Desa Tumpaan adalah desa berkutnya setelah Matani. Setelah Tumpaan. baru sampailah kita di Desa Lopana. Tujuan saya berlibur kali ini adalah untuk menghilangkan kepenatan hidup dan sibuknya suasana perkotaan. Edy Sang Nelayan dl Lopana Mayoritas penduduk Lopana memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Hal ini dikarenakan desanya berada tepat di tepi pantai. Memasuki Desa Lopana, bila kita datang dari arah Manado. terlihat sangat jelas kekontrasannya. Di sebelah kiri jalan tampak jelas daerah perbukitan dan perkebunan. tempatnya bagi para petani. Sementara itu, di sebelah kanan jalan terlihat laut membiru yang begitu dekat. Indah tempatnya para nelayan bekerja demi sesuap nasi. Demi hidup keluarga serta pendidikan anak-anak. Ada seorang lelaki paruh baya. sebut saja namanya Edy, orang yang menemani saya selama didesa itu. Dari Edy saya mendapat banyak centa tentang kehidupan di Desa Lopana masa kini. la sendki adalah salah satu contoh warga desa yang senantiasa berharap suatu ketika nanti, hidup dan kehidupan mereka akan lebih baik lagi. Kesejahteraan hidup akan meningkat walau beberapa saja. Edy sekarang bekerja sebagai seorang nelayan. Tadinya ia adalah seorang petani. la menanam rica (rawit). Tetapi, pengolahan lahan tanaman rawitnya masih sangat sederhana. la menyiram rawit yang ia tanam dengan menimba ai di sumur dengan bermodalkan dua buah ember. Bayangkan saja, berapa puluh kali ia harus botak-balik menimba air tersebut untuk menyirami seluruh tanaman rawit miliknya di kala musim kemarau tiba. Bahkan. jarak antara sumur dan lahan rawitnya lumayan jauh. Nah, setelah cukup gagal dengan bercocok tanam rawit ia alih profesi menjadi 'kuli panjar. Ya, ia mencari nafkah dengan memanjat pohon kelapa milik para petani kelapa besar dan menerima upah harian. Namun sayangnya, usia Edy tidaklah muda terus. Kini ia bertambah tua, dengan sendirinya staminanya juga sudah mulai berk urang. Tenaganya tidak sekuat dahulu lagi. "Sekarang kita so tako ja nae pohong kalapa tinggi (sekarang saya sudah takut memanjat pohon kelapa yang tinggi); demikianlah ia bertutur ketika saya tanya kenapa tidak lagi themanjat pohon kelapa. la mengakui bahwa usianya tidak muda lagi dan itu membuatnya takut berada di ketinggian. Banyak hal yang membuatnya harus berpikir panjang merrpertahankan profesi 'kuli panjar-nya itu. Menyiasati kehilangan pekerjaan, Edy pun secara kreatif berpindah lokasi. Kini seluruh upaya penghidupan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, ia gantungkan dad profesi barunya. Menjadi nelayan. Bermodalkan sebuah perahu sema-sema dan sebuah perahu motor pinjaman, ia kini sudah beralih dari petani, kuli, kemudian menjadi nelayan. Setiap subuh ia sudah keluar rumah. Baru kembali setelah mentari sudah mulai memasuki peraduannya. Kadang kala, ia keluar rumah melaut pada sore menjelang malam dan baru kembali menjelang subuh. Tak menentu. Tergantung musim dan keadaan, juga tergantung kesehatan tubuhnya yang tentu saja semakin menua. Menurut Edy, sudah setahun lebih ia menjadi seorang nelayan. Sebuah pekenaan yang ia yakini amat mulia. Benar. Hasil ikan yang ia dapatkan setiap hari memberi hidup bagi keluarganya dan memen uhi kebutuhan pasar ikan di lopana. yang dengan sendirinya tentu saja memberi hidup bagi warga Lopana lainnya. Tak pelak lagi. ia menekuni peiterjaannya itu dengan motivasi tinggi dan penuh ucapan syukur. Sore itu, dengan tubuh yang hanya dibalut celana pendek dan kaos tanpa lengan, Edy mengajak saya menuju pantai. Tubuhnya tedihat masih kekar. dengan kulit yang semakin berwarna cokelat karena dibakar terik matahari terus-menerus. Hari itu ia sengaja mengambil 'cuti melaut' demi menemani saya mengeliingi kampung. Kami berjalan beriringan di tepian pantai. la menjelaskan panjang lebarbahwa banyak sekak warga kamputg yang terus berganti profesi seiring dengan tuntutan hidup yang semakin menggila. Harga-harga naik tak menentu. Saya juga melihat di beberapa lokasi pinggir pantai ada banyak gerobak sapi diparkir di sana. Bahkan. ada truk-truk berukuran besar. Melihat mata saya memandang penuh tanda Tanya, sebelum perta nyaan keluar dari mulut saya. Edy sudah terlebia dahulu menjelaskan. "Oh iyo, skarang dorang so ganti profesi menjadi penjual paser (Iya, sekarang mereka-mereka itu sudah ganti profesi menjadi penjual pasir)." Ternyata meletusnya Gunung Soputan beberapa tahun yang lalu memben rezekiterserwan bagi warga sekitar. Banyak sekati pasir gunung yang hanyut melalui sungai menuju pantai. Di sana, pasir-pasir itu menumpuk. Warga pun menjadikannya sebagai 'proyek sementara'. Setiap hari ada saja warga yang bolak-balik dengan gerobak maupun mobil untuk mengambi pasir-pasir tersebut danakan menjualnya lagi. Menunitnya, hasi darijualan pasir lebih banyak daripada beroocok tanam kecil-kecilan. Makanya jangan heran kalau ada banyak orang yang mengangkut pasir di tepian Pantai Lopana. KeNdupan Tolong-menolong di Kampung Ternyata. centa tentang betapa kuatnya ikatan tolong-menolong di Desa Lopana bukan isapan jempol semata. Hampir di setiap rumah yang saya singgahi kala itu. saya akan terus-menerus ditawari makanan. Entah itu makanan berat.seperti nasi dan lauk-pauknya, juga makanan ringan sejenis kue-kue khas Lopana. Tawaran mereka bukan sekadar basa-basi. Kalau menawarkan sesuatu, pasti sesuatunya itu ada, bukan hanya 6 mulut. Satu hal yang pasti, tanpa memandang itu keluarga cukup berada atau yang miskin sekalipun, mereka akan tetap menawari Anda makan bila singgah di rumah mereka. Apa pun itu. Di mata mereka, tamuadatah seseorang yang mesti ditayani sebak mungkin. "Torang nyanda mungkin mo kaseh biar... malu torang kalu nyanda kaseh apa-apa,” demikian seorang ibu tua bilang ke saya. Artinya. Kita tidak mungkin untuk tidak melayani tamu matu kita sebagai tuan rumah kalau tidak memberikan apa-apa. Ada lagi kebiasaan menoolok lainnya yang semakin membuka mata saya. Di desa seperti ini, tingkat kekeluargaan dan persaudaraan masih begitu diperhitungkan. Ambil contoh, dalam kehidupan mereka masih ada istilah 'pinjam api’ atau ‘minta bara'. Tetangga lain yang memilikinya pasti akan memberikan dengan senang hati. Artinya, mereka masih sangat suka menolong dan sangat senang memberi. Tetangga yang lidak punya api di dodika (tungku perapian). mereka dapat memintanya ke tetangga sebetah tanpa perlu takut akan diomeli dan dimarahi. Memberi kehidupan bagi mereka adalah seperti membagikan berkat. Berkat yang dibagkan pasti akan mendatangkan kebahagiaan melimpah. Hal itu karena kebahagiaan yang tidak dibagikan ke orang lain, ke tetangga sebelah. ke siapa pun d luar sana misalnya, ku bukanlah kebahagiaan yang sejati. Dari kehidupan di Desa Lopana, saya belajar banyak hal. Mulai dari semangat juang yang amat tinggi dalam mencari kehidupan. daya juang yang tidak main-main, misalnya dari kisah seorang Edy, sampai kepada keluasan hati untuk memberi dan menolong sesama dariwarga Lopana. Dua minggu di sana. seakan-akan saya mendapati kembali apa artinya hidup dan menghidupkan orang lain (sesama kita). Sepertinya saya menemukan kembali 'rasa' yang sulit atau mungkin tidak pernah lagi saya jumpai di kota besar. Namun, kemesraan itu temyata harus cepat berlalu. Dua minggu liburan sudah usai. Kaki ini harus kembali meninggalkan jalan sunyi pedesaan menuju jalan ramai perkotaan. Tetapi, semua kenangan indah itu pasti akan seialu membekas di hati ini. Semoga mata air kehidupan pedesaan itu dapat saya bawa ke kota besar tempat saya tinggal. Meskipun hari-hari ini semakin terlihat bahwa nilai tulus persaudaraan dan kemanusiaan, serta nilai-nilai kepedulian sudah mulai memudar, saya masih akan tetap untuk terus berharap serta percaya bahwa nitai-nilai itu tetap ada di hati orang-orang dekat saya. di lingkungan saya. bahkan di hati pemimpin-pemimpin negeri ini. Semoga. Sumber: Michael Sendow dalam https://www.kompasiana.com 5. Apa saja nilai-nilai yang telah memudar di perkotaan?

9

0.0

Jawaban terverifikasi

Bacalah kutipan resensi berikut! Buku Asal Muasal Pelukan berisi kumpulan puisi dari penyair Candra Malik. Terdapat 98 puisi yang terbagi dalam 8 bab. Ke semua puisi tersebut, menampilkan ciri khas sang penyair. Memadukan beberapa unsur, mulai dari spiritual hingga tatanan kehidupan sosial, religi, dan juga kerinduan. Rindu pada kehidupan, rindu pada sang pencipta, dan rindu sesungguhnya rindu. Membaca puisi Candra Malik, seperti menyelami lautan luas. Kadang haus melanda, namun kesejukan akan tepercik dari sebuah kata sederhana. Apa yang ingin disampaikan oleh penulis tidak hanya semata-mata menghadirkan barisan kalimat indah, tetapi puisi-puisi memberi penekanan makna pada setiap baitnya. Bait-bait yang tersusun itu, membentuk sebuah pemahaman yang akan membuka mata pembaca lebih Iebar. Kadang-kadang apa yang tertulis sedikit sulit untuk ditangkap. Namun, percayalah menerjemahkan puisi ini menjadi sebuah arti tak terlalu sulit. Bahasa yang digunakan baik, lugas, tegas. Bahasa yang digunakan juga menciptakan kerumitan tersendiri. Akan tetapi, justru bahasa seperti ini yang menjadikan puisi-puisi ini unik, antik, dan nyentrik. Bahasa kalbu yang menyentuh. Merasuk relung paling dalam merupakan cara berkomunikasi dengan kehidupan yang tak mungkin menjadi mungkin. Lewat kata indah nan memesona, kilauan makna itu menjerat Ieber pembaca. Tanpa ampun dan takkan pernah dilepaskan hingga menemukan jalan untuk mengenal, memahami, dan berpikir tentang arti sesungguhnya. Sumber: https://web.archive.org/web/20200730000304/http://dictodeto.com/2019/11/resensi-buku-kumpulan-puisi-asal-muasal.htm/, diakses 19 Agustus 2021 Tentukan kelemahan buku berdasarkan kutipan resensi tersebut!

1

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan