YesiaMargrethSinaga Y

21 Februari 2024 06:44

Iklan

Iklan

YesiaMargrethSinaga Y

21 Februari 2024 06:44

Pertanyaan

Salah satu contoh fungsi media massa dalam sosialisasi sekunder adalah .... A. Menanamkan nilai-nilai yang sifatnya fundamentil B. Membuat masyarakat menjadi konsumtif C. Menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat D. Menanamkan rasa tentram dan damai melalui berita yang disajikan E. Membudayakan masyarakat selalu bertindak secara formal


6

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Erwin A

Community

22 Februari 2024 09:21

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang tepat adalah <strong>A. Menanamkan nilai-nilai yang sifatnya fundamental</strong>.</p><p><strong>Penjelasan:</strong></p><ul><li>Sosialisasi sekunder adalah proses belajar norma, nilai, dan pengetahuan dari agen sosialisasi seperti media massa, sekolah, dan tempat kerja.</li><li>Media massa, seperti televisi, radio, surat kabar, dan internet, memiliki jangkauan luas dan dapat menyebarkan informasi kepada khalayak ramai.</li><li>Media massa dapat menanamkan nilai-nilai fundamental seperti nasionalisme, demokrasi, dan toleransi melalui berita, program edukasi, dan iklan layanan masyarakat.</li></ul><p><strong>Pilihan jawaban lainnya tidak tepat karena:</strong></p><ul><li><strong>B. Membuat masyarakat menjadi konsumtif:</strong> Media massa memang dapat mendorong konsumsi melalui iklan, tetapi ini bukan fungsi utamanya dalam sosialisasi sekunder.</li><li><strong>C. Menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat:</strong> Fungsi ini lebih terkait dengan peran aparat penegak hukum.</li><li><strong>D. Menanamkan rasa tentram dan damai melalui berita yang disajikan:</strong> Media massa dapat menyajikan berita yang memicu rasa tidak nyaman, seperti berita tentang kriminalitas atau bencana alam.</li><li><strong>E. Membudayakan masyarakat selalu bertindak secara formal:</strong> Media massa dapat menampilkan berbagai budaya dan cara hidup, tetapi tidak secara langsung membudayakan masyarakat untuk selalu bertindak secara formal.</li></ul><p><strong>Contoh:</strong></p><ul><li>Sebuah iklan layanan masyarakat di televisi tentang pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama.</li><li>Sebuah program edukasi di radio tentang sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.</li><li>Sebuah artikel di surat kabar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.</li></ul><p><strong>Kesimpulan:</strong></p><p>Fungsi utama media massa dalam sosialisasi sekunder adalah menanamkan nilai-nilai fundamental kepada masyarakat.</p>

Jawaban yang tepat adalah A. Menanamkan nilai-nilai yang sifatnya fundamental.

Penjelasan:

  • Sosialisasi sekunder adalah proses belajar norma, nilai, dan pengetahuan dari agen sosialisasi seperti media massa, sekolah, dan tempat kerja.
  • Media massa, seperti televisi, radio, surat kabar, dan internet, memiliki jangkauan luas dan dapat menyebarkan informasi kepada khalayak ramai.
  • Media massa dapat menanamkan nilai-nilai fundamental seperti nasionalisme, demokrasi, dan toleransi melalui berita, program edukasi, dan iklan layanan masyarakat.

Pilihan jawaban lainnya tidak tepat karena:

  • B. Membuat masyarakat menjadi konsumtif: Media massa memang dapat mendorong konsumsi melalui iklan, tetapi ini bukan fungsi utamanya dalam sosialisasi sekunder.
  • C. Menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat: Fungsi ini lebih terkait dengan peran aparat penegak hukum.
  • D. Menanamkan rasa tentram dan damai melalui berita yang disajikan: Media massa dapat menyajikan berita yang memicu rasa tidak nyaman, seperti berita tentang kriminalitas atau bencana alam.
  • E. Membudayakan masyarakat selalu bertindak secara formal: Media massa dapat menampilkan berbagai budaya dan cara hidup, tetapi tidak secara langsung membudayakan masyarakat untuk selalu bertindak secara formal.

Contoh:

  • Sebuah iklan layanan masyarakat di televisi tentang pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama.
  • Sebuah program edukasi di radio tentang sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.
  • Sebuah artikel di surat kabar tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Kesimpulan:

Fungsi utama media massa dalam sosialisasi sekunder adalah menanamkan nilai-nilai fundamental kepada masyarakat.


YesiaMargrethSinaga Y

22 Februari 2024 09:23

Makasii kak🫶🏻

Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

07 Maret 2024 07:47

<p>jawabannya adalah B.</p><p>&nbsp;</p><p>Media massa berperan dalam sosialisasi sekunder dengan cara membentuk dan memperkuat norma-norma sosial yang ada di masyarakat. Dalam konteks ini, pilihan B "Membuat masyarakat menjadi konsumtif" menggambarkan bagaimana media massa dapat memengaruhi perilaku dan nilai-nilai yang bersifat konsumtif.</p><p>Penjelasan:</p><p><strong>Promosi Konsumsi:</strong></p><ul><li>Media massa seringkali menjadi sarana untuk mengiklankan produk-produk dan gaya hidup konsumtif. Melalui iklan, media dapat menciptakan keinginan konsumen untuk membeli barang dan jasa tertentu.</li></ul><p><strong>Pengaruh Gaya Hidup:</strong></p><ul><li>Berbagai program televisi, majalah, dan platform media lainnya menampilkan gaya hidup tertentu yang terkait dengan konsumsi barang-barang mewah, teknologi terkini, atau tren mode. Hal ini dapat membentuk pandangan masyarakat terhadap nilai-nilai materialistik.</li></ul><p><strong>Pendorong Perilaku Konsumtif:</strong></p><ul><li>Berita dan program hiburan seringkali menonjolkan kehidupan yang dianggap sukses dan menarik perhatian melalui kekayaan dan kepemilikan materi. Ini dapat memberikan dorongan kepada masyarakat untuk mengadopsi perilaku konsumtif.</li></ul>

jawabannya adalah B.

 

Media massa berperan dalam sosialisasi sekunder dengan cara membentuk dan memperkuat norma-norma sosial yang ada di masyarakat. Dalam konteks ini, pilihan B "Membuat masyarakat menjadi konsumtif" menggambarkan bagaimana media massa dapat memengaruhi perilaku dan nilai-nilai yang bersifat konsumtif.

Penjelasan:

Promosi Konsumsi:

  • Media massa seringkali menjadi sarana untuk mengiklankan produk-produk dan gaya hidup konsumtif. Melalui iklan, media dapat menciptakan keinginan konsumen untuk membeli barang dan jasa tertentu.

Pengaruh Gaya Hidup:

  • Berbagai program televisi, majalah, dan platform media lainnya menampilkan gaya hidup tertentu yang terkait dengan konsumsi barang-barang mewah, teknologi terkini, atau tren mode. Hal ini dapat membentuk pandangan masyarakat terhadap nilai-nilai materialistik.

Pendorong Perilaku Konsumtif:

  • Berita dan program hiburan seringkali menonjolkan kehidupan yang dianggap sukses dan menarik perhatian melalui kekayaan dan kepemilikan materi. Ini dapat memberikan dorongan kepada masyarakat untuk mengadopsi perilaku konsumtif.

YesiaMargrethSinaga Y

07 Maret 2024 08:25

Thanks kak

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

20. Lemahnya penegakan hukum salah satunya disebabkan oleh kinerja aparat penegak hukum seperti hakim, kepolisian, jaksa atau advokat dan penyidik pegawai negeri sipil yang belum menunjukkan sikap profesional dan integritas moral yang tinggi, membuat kepercayaan masyarakat terhadap hukum yang ada menjadi kritis salah satu kasus di Indonesia yang menjadi pusat perhatian di masyarakat adalah kasus yang tidak ditangani oleh penegak hukum namun saat media massa bergerak kemudian kasus langsung ditangani, fenomena ini banyak disalati masyarakat menilai bahwa ini adalah penegak hukum yang dipicu oleh media massa ramai media menaikkan tag "no viral no justice" bagaimana upaya lembaga penegak hukum agar anggapan masyarakat tersebut hilang? A. Harus pemerintah harus mengevaluasi para lembaga penegak hukum kembali. B. Kepolisian harus lebih adil dalam menanggapi laporan kasus yang terjadi di masyarakat. C. Lembaga hukum harus lebih profesional dalam menjalankan tugasnya. D. Pemerintah memberi sanksi yang serius terhadap aparat yang melakukan tindakan mengacuhkan kasus atau menyepelekan kasus. E. Semua jawaban benar. 21. Adanya iptek di indonesia tentunya memberikan dampak positif dan negatif. Berbagai macam dampak positif memberikan pengaruh baik bagi kemajuan negara ini. Sedangkan, dampak negatif yang diberikan iptek ternyata memberikan ancaman yang bisa membahayakan rakyat indonesia. Lalu, bagaimana pemerintah menghindari ancaman tersebut? A. Pemerintah menyiptakan strategi dalam upaya menghindari ancaman iptek. B. Membuat peraturan dalam penggunaan iptek. C. Memblokir adanya iptek agar tidak ada ancaman apapun. D. Memaksa masyarakat agar tidak menggunakan iptek. E. Tidak melakukan apa-apa. 22. Dampak negatif yang timbul dari kemajuan iptek dalam aspek ini antara lain akan menimbulkan tindakan anarkis dari masyarakat yang dapat menggangu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, peran masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kedaulatan negara semakin berkurang. Hal-hal negatif hukum, pertahanan dan keamanan melalui media internet adalah? A. Pelaku teroris dapat meretas radio melalui handphone B. Pelaku teroris dapat berkomunikasi dengan sesama teroris. C. Tidak terjadinya perang informasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. D. Teroris bisa mengajak masyarakat secara langsung. E. Pelaku teroris dapat mendapatkan informasi melalui internet.

13

0.0

Jawaban terverifikasi

hadap peritaku anak bangsa untuk ke depannya dan akan membuat anak bangsa yang menjadi penerus Indonesia nantinya hancur dan setalu mernbuat masalah untuk negaranya sendiri. Tapi bagaimanakah cara mengatasinya? Walaupun sudah ada undang-undang yang menjelaskan tentang tayangan *kekerasan, tapi undang-undang itu masih sulit diterapkan di Indonesia. Lalu bagaimanakah cara mengatasinya? Mari kita pecahkan bersama dengan debat berikut ini. Andien : Banyak *kekerasan yang ditayangkan di televisi dan jika terus dibiarkan, itu akan sangat merusak karakter bangsa untuk ke depannya. Satya : Merusak karakter? Saya pikir tidak. Dion : Iya betul. Tayangan *kekerasan justru akan membawa seseorang yang menontonnya terbawa ke dalam kehidupan nyata. Itu malah lebih bagus. Bayu : Justru itu yang tidak boleh dibiarkan. Jika sudah terbawa dalam kehidupan nyata, cara menanggulanginya pun akan lebih sulit. Cika : Hal itu akan menimbulkan dampak besar bagi bangsa kita. Tri : Dampak besar seperti apa maksudnya? Andien : Sekarang banyak sekali tindakan *kriminal yang dilakukan di masyarakat, dan saya rasa itu karena mereka sering menonton- tayangan-tayangan seperti itu. Dion : Saya pikir itu bukan karena tayangan *kekerasan, karena walaupun orang tersebut tidak menonton tayangan tersebut kalau orang yang sudah memiliki jiwa keras pasti dia akan tetap melakukannya. Satya : Setiap orang pasti memiliki karakter yang buruk, tapi karakter itu tidak akan selalu datang ketika orang tersebut tidak memiliki tekanan. Bayu : Dan tayangan itulah yang menimbulkan *tekanan sehingga karakter buruk dari seseorang itu muncul. Tri : Saya rasa itu tidak menimbulkan *tekanan, justru tayangan yang dia tonton itu yang memang dia sukai. Jadi dia akan mersa lebih senang melihat itu, bukan tertekan. Cika : Tapi, sekarang sudah banyak pelaku-pelaku *kejahatan yang menggunakan media tayangan televisi untuk mengetahui suatu teknik dalam melaksanakan *kejahatan. Satya : Kalau itu namanya bukan merusak karakter, tapi dia memang karakternya sudah rusak dari dulu. Dion : Orang yang melakukan tindak *kriminal itu memang dari dulunya sudah memiliki dorongan untuk melakukan tindak *kriminalnya itu. Tri : Saya belum pernah mendengar ada seorang pelaku *kriminal melakukan kejahatan dengan alasan karena sering menonton tayangan *kekerasan. Andien : Ingat, karakter yang rusak itu bukanlah hanya orang melakukan tindakan *kriminal atau semacamnya. Tapi orang yang bolos sekolah, tidak mengedakan PR itu juga termasuk orang yang berkarakter buruk. Bayu : Itu lebih disebabkan karena orang tersebut sering menonton tayangan di TV dan mempraktikkannya dalam dunia nyata. Cika : Sehingga kali ini di buku-buku LKS juga disebutkan pendidikan karakter, dan itu bertujuan untuk mengurangi masalah yang disebabkan karena alasan tadi. Satya : Tapi sekarang TV sudah ada di mana-mana di setiap rumah. Dion : Dan setiap siswa pasti akan menontonnya. Bahkan, tayangan *kekerasan sudah biasa, karena jaman sekarang acara TV itu kebanyakan yang seperti itu. Tri : Tapi tidak semua siswa yang ada di kelas ini memilik karakter yang buruk, kan? Andien : Karena orang tidak akan berubah sifatnya dengan seketika, setelah orang itu nonton, sifatnya langsung berubah. Tidak mungkin seperti itu. Satya : Berarti perusakan watak sesorang bukanlah karena tayangan TV, kan? Bayu : Orang tidak akan merubah karakternya dengan seketika. Dion : Lalu, bagaimana dengan orang yang memilik watak yang buruk di sekolahnya? Cika : Itu karena orang tersebut memang dari dulunya seperti itu, dan tayangan TV semakin memperparahnya. Tri : Berarti intinya karakter buruk itu bukan karena tayangan *kekerasan di TV, tapi karena dorongan dari dirinya. Satya : Kalau memang tayangan *kekerasan itu merusak karakter bangsa, mengapa masih belum ada penegasan dari pemerintah, misalnya undang-undang atau semacamnya. Tri : Itu karena memang tayangan *kekerasan di TV itu masih belum sepenuhnya bisa merusak karakter bangsa. Satya : Walaupun memang sekarang banyak sekali karakter bangsa yang rusak tapi itu bukanlah sepenuhnya akibat tayangan di TV tapi waktulah yang merubah semua itu, karena tayangan di TV itu sepenuhnya hanyalah untuk hiburan semata. Tapi musibah yang datang kepada semua orang itu menyebabkan *tekanan yang *berat sehingga orang tersebut karakternya menjadi rusak. Andien : Waktu itu sementara, tapi pengalaman untuk selamanya. Memang orang yang melihat tayangan *kekerasan di TV itu tidak akan langsung rusak karakternya. Bayu : Tapi ingatan/imajinasi tayangan tersebut akan langsung melekat di dalam pikiran orang tersebut sampai kapanpun. Cika : Ketika orang itu mangalami *tekanan, maka imajinasi itu akan muncul dan langsung merubah pikirannya. Perlahan tapi pasti karakter *jelek akan muncul dari dalam dirinya. Dion : Jadi intinya bukan tayangan *kekerasan di televisi yang merusak karakter, tapi *tekanan *beratlah yang bisa menimbulkan orang tersebut melakukan apapun yang dia sukai. Tri : Sehingga watak b*uruk akan muncul dari dalam dirinya. Satya : Walaupun di sekolah sudah diadakan pendidikan karakter tapi itu tidak akan merubah semuanya, karena imajinasi *kekerasan yang ditonton ketika kecil akan selalu ada dalam pikiran setiap manusia, di manapun dan sampai kapanpun. Andien : Jadi semuanya setuju dengan pernyataan bahwa tayangan* kekerasan di televisi itulah yang merusak karakter bangsa, kan? Moderator : Jadi kesimpulannya adalah tayangan *kekerasan di televisi memang akan *merusak dan *meracuni otak kalian untuk ke depannya dan ketika kita mengalami *tekanan yang berat maka imajinasi *kekerasan akan muncul di dalam pikiran kita, karena tidak mungkin Ketika kita mengalami masalah yang ada di dalam pikiran kita itu adalah Spongebob, Marsha and The Bear, dan lainnya. Tapi yang akan muncul adalah imajinasi yang memang bisa menuntaskan masalah tersebut yang salah satunya adalah tayangan *kekerasan tadi. Waktu itu sementara, tapi pengalaman adalah untuk selamanya, tayangan itu tidak akan langsung merusak, tapi akan selalu ada dalam pikiran kita selamanya. Pendidikan karakter hanyalah sebagian kecil dari pembelajaran yang tidak akan bisa menuntaskan masalah tersebut, karena imajinasi itu lebih cerdas dari hanya sekadar pendidikan. Sumber: http:/jgamesojter-arena. blogspot. co. id/2014/ 05/contoh-teks-debat. html dengan pengubahan 2d. Siapakah yang menjadi tim penengah? Buktikanlah!

2

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan