Tamara P

13 Maret 2023 04:39

Iklan

Tamara P

13 Maret 2023 04:39

Pertanyaan

melalui media cetak dan elektronik masyarakat mengetahui berita terkait akuisisi budaya Indonesia oleh negara lain. Pada tahun 2007 Malaysia mengklaim reog Ponorogo sebagai budaya mereka. Pada tahun 2008 giliran lagu rasa Sayange yang dianggap sebagai lagu negeri Jiran. Berlanjut ke 2009 Malaysia mengklaim batik sebagai warisan budaya mereka. Akan tetapi Indonesia bergerak cepat pemerintah Indonesia segera mendaftarkan batik dalam jajaran daftar-daftar representatif budaya tak benda warisan manusia UNESCO masyarakat Indonesia dapat mengikuti perkembangan akuisisi budaya berkat kemajuan teknologi. Sebagai warga negara Indonesia, tuliskan budaya yang pantas diterima atau ditolak berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila!

melalui media cetak dan elektronik masyarakat mengetahui berita terkait akuisisi budaya Indonesia oleh negara lain. Pada tahun 2007 Malaysia mengklaim reog Ponorogo sebagai budaya mereka. Pada tahun 2008 giliran lagu rasa Sayange yang dianggap sebagai lagu negeri Jiran. Berlanjut ke 2009 Malaysia mengklaim batik sebagai warisan budaya mereka. Akan tetapi Indonesia bergerak cepat pemerintah Indonesia segera mendaftarkan batik dalam jajaran daftar-daftar representatif budaya tak benda warisan manusia UNESCO masyarakat Indonesia dapat mengikuti perkembangan akuisisi budaya berkat kemajuan teknologi. Sebagai warga negara Indonesia, tuliskan budaya yang pantas diterima atau ditolak berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

21

:

02

:

03

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Sulthan R

13 Maret 2023 04:42

Jawaban terverifikasi

<p>Sebagai warga negara Indonesia, kita seharusnya menerima dan menjaga semua budaya yang merupakan warisan nenek moyang kita, namun tetap berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila. Berikut adalah beberapa budaya yang pantas diterima atau ditolak berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila:</p><p>&nbsp;</p><p>1.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Budaya yang menghormati nilai-nilai kemanusiaan, seperti toleransi dan menghargai keberagaman, patut diterima. Contohnya, upacara adat yang dilakukan oleh suku-suku di Indonesia.</p><p>2.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Budaya yang merugikan orang lain atau merusak lingkungan harus ditolak. Contohnya, tradisi pemotongan hewan yang dilakukan secara brutal dan tidak manusiawi.</p><p>3.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Budaya yang tidak sejalan dengan prinsip kesetaraan dan keadilan harus ditolak, seperti tradisi memperlakukan wanita sebagai objek atau budaya yang meremehkan golongan tertentu.</p><p>4.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Budaya yang melanggar hukum atau mengancam keamanan dan persatuan bangsa harus ditolak. Misalnya, tarian atau lagu yang mengandung makna diskriminatif atau menyudutkan golongan tertentu.</p><p>&nbsp;</p><p>Sebagai warga negara Indonesia, kita harus tetap menghormati budaya dan menghindari perdebatan yang merugikan antara negara-negara tetangga. Kita juga harus menghargai dan menjaga hak kekayaan intelektual atas warisan budaya Indonesia dan melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah akuisisi budaya oleh negara lain.</p><p>&nbsp;</p>

Sebagai warga negara Indonesia, kita seharusnya menerima dan menjaga semua budaya yang merupakan warisan nenek moyang kita, namun tetap berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila. Berikut adalah beberapa budaya yang pantas diterima atau ditolak berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila:

 

1.     Budaya yang menghormati nilai-nilai kemanusiaan, seperti toleransi dan menghargai keberagaman, patut diterima. Contohnya, upacara adat yang dilakukan oleh suku-suku di Indonesia.

2.     Budaya yang merugikan orang lain atau merusak lingkungan harus ditolak. Contohnya, tradisi pemotongan hewan yang dilakukan secara brutal dan tidak manusiawi.

3.     Budaya yang tidak sejalan dengan prinsip kesetaraan dan keadilan harus ditolak, seperti tradisi memperlakukan wanita sebagai objek atau budaya yang meremehkan golongan tertentu.

4.     Budaya yang melanggar hukum atau mengancam keamanan dan persatuan bangsa harus ditolak. Misalnya, tarian atau lagu yang mengandung makna diskriminatif atau menyudutkan golongan tertentu.

 

Sebagai warga negara Indonesia, kita harus tetap menghormati budaya dan menghindari perdebatan yang merugikan antara negara-negara tetangga. Kita juga harus menghargai dan menjaga hak kekayaan intelektual atas warisan budaya Indonesia dan melakukan langkah-langkah preventif untuk mencegah akuisisi budaya oleh negara lain.

 


Iklan

DosenMuu D

09 Agustus 2023 17:22

Jawaban terverifikasi

<p>Sebagai warga negara Indonesia, penting bagi kita untuk mempertahankan dan melindungi kekayaan budaya Indonesia. Dalam menentukan budaya yang pantas diterima atau ditolak, kita dapat merujuk pada nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar negara. Berikut adalah beberapa pertimbangan berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila terkait penerimaan atau penolakan terhadap akuisisi budaya:</p><p>1. Keberagaman budaya:<br>Pancasila menekankan pentingnya keberagaman budaya. Oleh karena itu, budaya yang menghormati dan menerima keberagaman, serta tidak merugikan keberadaan budaya Indonesia, harus diterima. Budaya yang memperkaya dan memperluas pemahaman kita tentang keragaman adalah nilai yang sejalan dengan Pancasila.</p><p>2. Rasa keadilan:<br>Pancasila mendorong terciptanya keadilan bagi semua warga negara Indonesia tanpa pandang suku, agama, ras, atau golongan. Oleh karena itu, budaya yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan tidak merendahkan atau memiskinkan unsur budaya Indonesia harus diterima.</p><p>3. Pemajuan dan perlindungan budaya:<br>Pancasila menekankan pentingnya memajukan dan melindungi budaya Indonesia. Oleh karena itu, budaya yang memberi manfaat dan mempromosikan keunggulan budaya Indonesia harus diterima. Sebaliknya, budaya yang merusak, memanipulasi, atau merendahkan citra budaya Indonesia dapat ditolak.</p><p>4. Kemandirian budaya:<br>Pancasila mendorong terciptanya budaya yang mandiri dan berkembang secara berkelanjutan. Budaya Indonesia yang memiliki ciri khas dan menjadi identitas bangsa harus dijaga dan diperlakukan dengan hormat. Oleh karena itu, upaya akuisisi budaya yang merugikan kemandirian budaya Indonesia dapat ditolak.</p><p>Dalam menentukan budaya yang pantas diterima atau ditolak, penting untuk menjaga kesadaran akan kekayaan budaya kita dan mempertimbangkan dampaknya terhadap identitas dan keberlanjutan budaya Indonesia. Menyadari dan menghormati nilai-nilai Pancasila dapat membantu kita membuat keputusan yang tepat dalam menghadapi kasus akuisisi budaya.</p>

Sebagai warga negara Indonesia, penting bagi kita untuk mempertahankan dan melindungi kekayaan budaya Indonesia. Dalam menentukan budaya yang pantas diterima atau ditolak, kita dapat merujuk pada nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar negara. Berikut adalah beberapa pertimbangan berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila terkait penerimaan atau penolakan terhadap akuisisi budaya:

1. Keberagaman budaya:
Pancasila menekankan pentingnya keberagaman budaya. Oleh karena itu, budaya yang menghormati dan menerima keberagaman, serta tidak merugikan keberadaan budaya Indonesia, harus diterima. Budaya yang memperkaya dan memperluas pemahaman kita tentang keragaman adalah nilai yang sejalan dengan Pancasila.

2. Rasa keadilan:
Pancasila mendorong terciptanya keadilan bagi semua warga negara Indonesia tanpa pandang suku, agama, ras, atau golongan. Oleh karena itu, budaya yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan tidak merendahkan atau memiskinkan unsur budaya Indonesia harus diterima.

3. Pemajuan dan perlindungan budaya:
Pancasila menekankan pentingnya memajukan dan melindungi budaya Indonesia. Oleh karena itu, budaya yang memberi manfaat dan mempromosikan keunggulan budaya Indonesia harus diterima. Sebaliknya, budaya yang merusak, memanipulasi, atau merendahkan citra budaya Indonesia dapat ditolak.

4. Kemandirian budaya:
Pancasila mendorong terciptanya budaya yang mandiri dan berkembang secara berkelanjutan. Budaya Indonesia yang memiliki ciri khas dan menjadi identitas bangsa harus dijaga dan diperlakukan dengan hormat. Oleh karena itu, upaya akuisisi budaya yang merugikan kemandirian budaya Indonesia dapat ditolak.

Dalam menentukan budaya yang pantas diterima atau ditolak, penting untuk menjaga kesadaran akan kekayaan budaya kita dan mempertimbangkan dampaknya terhadap identitas dan keberlanjutan budaya Indonesia. Menyadari dan menghormati nilai-nilai Pancasila dapat membantu kita membuat keputusan yang tepat dalam menghadapi kasus akuisisi budaya.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Upaya yang dapat dilakukan pelajar dalam rangka mendukung upaya bela negara adalah…

15

3.7

Jawaban terverifikasi

1.Bagaimana hubungan antar Perundang - undangan sesuai dg herarkis tata urutan ? 2. Simaklah beberapa peraturan perundangan apakah peraturan tersebut SBG terjemahan atas peraturan perundangan atau tumpang tindih ? ( UU no 12 Tahun 2011, UU no 23Tahun 2014, UU No 25 Tahun 2004 ) 3 . Tuliskan peraturan perundangan yg di undangkan atas perintah TAP MPR NO I / MPR/ 2003 4.sebutkan produk UU atas perintah UUD NRI Tahun 1945 ( pasal18, pasal 22, pasal 23, Pasal 26 , Pasal 27,pasal ,pasal 28, pasal 29, pasal 30 ,pasal 31 dan pasal 33 )

11

2.2

Lihat jawaban (3)