Balon U

26 Desember 2025 13:07

Iklan

Balon U

26 Desember 2025 13:07

Pertanyaan

resume jurnal bagaimana formatnya apakah berbentuk tabel atau paragraf?

resume jurnal bagaimana formatnya apakah berbentuk tabel atau paragraf?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

17

:

46

:

12

Klaim

9

2


Iklan

Maryam K

Dijawab 21 jam yang lalu

<p>Izin jawab yaa</p><p>Resume jurnal bisa berbentuk <strong>paragraf</strong> atau <strong>tabel</strong>, tergantung preferensi atau instruksi dosen, tetapi format paragraf dengan poin-poin kunci (latar belakang, tujuan, metode, hasil, kesimpulan) adalah umum, sementara tabel lebih mudah dibaca cepat, seringkali menggunakan kolom seperti "Aspek" dan "Isi". Intinya, dia pakai gaya yang jelas dan ringkas, sampaikan informasi utama jurnal tanpa menyalin langsung dari abstrak, atau gunakan bahasa dari kamu sendiri, dan pastikan akurat.&nbsp;</p><p><strong>Pilihan Format</strong></p><ul><li><strong>Paragraf (Narasi):</strong> Cocok untuk penjelasan yang lebih mengalir. Biasanya disusun per bagian (Pendahuluan, Metode, Hasil, Kesimpulan) dalam beberapa paragraf.</li><li><strong>Tabel (Tabular):</strong> Sangat direkomendasikan jika tidak ada instruksi khusus karena lebih mudah dipindai pembaca. Contoh kolom:<ul><li>Judul Jurnal | Penulis | Tahun</li><li>Latar Belakang | [Isi...]</li><li>Tujuan | [Isi...]</li><li>Metode | [Isi...]</li><li>Hasil Utama | [Isi...]</li><li>Kesimpulan | [I</li></ul></li></ul>

Izin jawab yaa

Resume jurnal bisa berbentuk paragraf atau tabel, tergantung preferensi atau instruksi dosen, tetapi format paragraf dengan poin-poin kunci (latar belakang, tujuan, metode, hasil, kesimpulan) adalah umum, sementara tabel lebih mudah dibaca cepat, seringkali menggunakan kolom seperti "Aspek" dan "Isi". Intinya, dia pakai gaya yang jelas dan ringkas, sampaikan informasi utama jurnal tanpa menyalin langsung dari abstrak, atau gunakan bahasa dari kamu sendiri, dan pastikan akurat. 

Pilihan Format

  • Paragraf (Narasi): Cocok untuk penjelasan yang lebih mengalir. Biasanya disusun per bagian (Pendahuluan, Metode, Hasil, Kesimpulan) dalam beberapa paragraf.
  • Tabel (Tabular): Sangat direkomendasikan jika tidak ada instruksi khusus karena lebih mudah dipindai pembaca. Contoh kolom:
    • Judul Jurnal | Penulis | Tahun
    • Latar Belakang | [Isi...]
    • Tujuan | [Isi...]
    • Metode | [Isi...]
    • Hasil Utama | [Isi...]
    • Kesimpulan | [I

Iklan

Maghpuja B

29 Desember 2025 23:38

<p><strong>Format resume</strong> jurnal sebenarnya tergantung pada tujuan kamu. Tidak ada aturan baku yang mewajibkan harus <i><strong>tabel</strong></i> atau <i><strong>paragraf</strong></i>, tapi keduanya punya fungsi yang berbeda.<br>​Biar lebih jelas, yuk cek perbandingannya di bawah ini:</p><p><br><i><strong>​1. Format Paragraf (Naratif)</strong></i><br>​Format ini lebih enak dibaca seperti cerita. Cocok kalau kamu ingin menjelaskan hubungan antar bagian penelitian secara mendalam.<br>​Kapan dipakai? Biasanya untuk tugas kuliah, esai, atau ringkasan yang akan dikumpulkan sebagai karya tulis.<br>​Isinya: Dimulai dari pendahuluan, metode, hasil, sampai kesimpulan dalam bentuk teks mengalir.<br>​Kelebihan: Terlihat lebih profesional dan detail.</p><p><br><i><strong>​2. Format Tabel (Matriks)</strong></i><br>​Format ini jauh lebih ringkas dan <i>to-the-point</i>. Kamu membagi komponen jurnal ke dalam kolom-kolom.<br>​Kapan dipakai? Sangat membantu saat kamu sedang melakukan literatur review (membandingkan banyak jurnal sekaligus) atau ingin cepat melihat inti sari jurnal.<br>​Contoh kolomnya: Judul, Penulis/Tahun, Tujuan, Metode, Hasil, dan Kelebihan/Kekurangan.<br>​Kelebihan: Sangat mudah dibaca cepat (skimming) dan rapi.<br>​<i><strong>Jadi, Pilih yang Mana?</strong></i><br>​Saran saya: Kalau kamu baru mau belajar atau sedang mengumpulkan banyak referensi untuk skripsi/makalah, gunakan format tabel. Tapi, kalau tugasnya disuruh "membuat resume jurnal" secara resmi untuk dikumpul ke dosen, gunakan format paragraf.<br>​Tips Tambahan:<br>Apapun formatnya, pastikan kamu mencatat "<i>Kritik atau Saran" </i>pribadi kamu terhadap jurnal tersebut. Itu poin plus yang biasanya disukai dosen/guru!<br>​</p>

Format resume jurnal sebenarnya tergantung pada tujuan kamu. Tidak ada aturan baku yang mewajibkan harus tabel atau paragraf, tapi keduanya punya fungsi yang berbeda.
​Biar lebih jelas, yuk cek perbandingannya di bawah ini:


​1. Format Paragraf (Naratif)
​Format ini lebih enak dibaca seperti cerita. Cocok kalau kamu ingin menjelaskan hubungan antar bagian penelitian secara mendalam.
​Kapan dipakai? Biasanya untuk tugas kuliah, esai, atau ringkasan yang akan dikumpulkan sebagai karya tulis.
​Isinya: Dimulai dari pendahuluan, metode, hasil, sampai kesimpulan dalam bentuk teks mengalir.
​Kelebihan: Terlihat lebih profesional dan detail.


​2. Format Tabel (Matriks)
​Format ini jauh lebih ringkas dan to-the-point. Kamu membagi komponen jurnal ke dalam kolom-kolom.
​Kapan dipakai? Sangat membantu saat kamu sedang melakukan literatur review (membandingkan banyak jurnal sekaligus) atau ingin cepat melihat inti sari jurnal.
​Contoh kolomnya: Judul, Penulis/Tahun, Tujuan, Metode, Hasil, dan Kelebihan/Kekurangan.
​Kelebihan: Sangat mudah dibaca cepat (skimming) dan rapi.
Jadi, Pilih yang Mana?
​Saran saya: Kalau kamu baru mau belajar atau sedang mengumpulkan banyak referensi untuk skripsi/makalah, gunakan format tabel. Tapi, kalau tugasnya disuruh "membuat resume jurnal" secara resmi untuk dikumpul ke dosen, gunakan format paragraf.
​Tips Tambahan:
Apapun formatnya, pastikan kamu mencatat "Kritik atau Saran" pribadi kamu terhadap jurnal tersebut. Itu poin plus yang biasanya disukai dosen/guru!


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Cermatilah puisi " Aku " Karya CHAIRIL ANWAR benkut ini! Aku Kalau sampai waktuku Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak pertu sedu sedan itu Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Tema puisi di atas adalah.... A. ketekunan dan kemauan seseorang dalam memperjuangan hak dirinya B. kemauan untuk hidup tenang tanpa beban C. kegigihan sesorang dalam mendapatkan cinta sejati D. seseorang yang tidak mau diganggu oleh siapapun E. kepasrahan kepada keadaan yang sedang terjadi

6

5.0

Jawaban terverifikasi