Nabil A

05 Agustus 2022 16:49

Iklan

Nabil A

05 Agustus 2022 16:49

Pertanyaan

Resensi 1 Judul : Usai Sebelum Dimulai Penulis : lsrakhansa Penerbit : Buku Republika Tahun terbit : 2019 Jumlah halaman : 163 halaman Dalam dunia tulis-menulis, Tasneem Khaliqa Israkhansa biasa memakai nama lsrakhansa. Temantemannya sering memanggilnya Khansa. Di usianya yang baru 17 tahun, gadis kelahiran Coventry, Inggris, itu telah mampu menorehkan banyak puisi. Sebagian besar puisi itu dikumpulkan dalam buku antologi yang berjudul Usai Sebelum Dimulai. Membaca puisi-puisi karya Khansa, kita dibuat terpesona. Bahkan sejenak terlupa bahwa sajak-sajak ini ditulis oleh seorang remaja yang masih duduk di bangku SMA. Sajak-sajaknya manis dan renyah. Puitis dan berisi. Menggelitik dan terkadang menyentak. Tidak segan melepas topeng dan menjadi dirinya sendiri sehingga ada aura kejujuran yang terpancar dalam bait-bait sajaknya. Buku Usai Sebelum Dimulai memuat lebih dari 70 sajak Khansa yang semuanya menggoda. Perhatian kita seperti ditarik untuk membacanya dan mengerti apa pesan yang ingin dia sampaikan melalui sajak-sajak pendeknya. Setidaknya ada tiga kekuatan antologi puisi ini. Pertama, ketelatenan sang penyair dalam memilih kata-kata yang tepat (diksi) untuk menggambarkan pesan sehingga setiap kata berjiwa. Kedua, kelembutannya menyusun kesamaan bunyi (rima) di ujung kalimat yang membuat sajak-sajak pendeknya terasa manis. Ketiga, kemampuan sang penyair menahan diri dalam meluapkan emosinya tentang cinta, rindu, harap, sepi, sesal, kecewa, marah, dan luka, seperti judul antologi ini, Usai Sebelum Dimulai. Israkhansa masih belia, musimnya masih sangat panjang. Dari tangannya akan terus lahir puisi-puisi yang manis, dalam, dan kian matang. Sudah sepantasnya buku kumpulan puisi ini dikoleksi dan dibaca. Sumber: https://web.archive.org/web/20200605042121/https://republika.co.id/berita/pyd3Wq282/menikmati-sajak-manis-dan-renyah-israkhansa, diakses 19 Agustus 2021 Resensi 2 Judul buku : Mantappu Jiwa Penulis : Jerome Polin Sijabat Penerbit :Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit : 2019 Jumlah halaman : 224 halaman Tidak ada impian yang sia-sia jika diupayakan sungguh-sungguh. Kerja keras, pantang menyerah, dan percaya atas kebesaran Tuhan menjadi kunci mewujudkan mimpi. Jerome Polin Sijabat, penulis Mantappu ]iwa, kelahiran Jakarta 21 tahun silam ini sukses memperoleh beasiswa penuh program Mitsui Bussan di Universitas Waseda, Jepang, jurusan Matematika Terapan. Buku ini dibuka dengan kisah masa-masa sekolah penulis ketika bersekolah di sekolah swasta di Surabaya. Ia terbiasa bergaul dengan teman-temannya yang berasal dari kalangan menengah atas yang membahas serunya liburan di luar negeri, cerita teman-temannya itu menginspirasinya untuk bermimpi bisa ke luar negeri bersama keluarga. Dia pun mantap bercita-cita kuliah di luar negeri gratis sekaligus jalan-jalan. Dia sadar hanya dengan cara itu ia bisa seperti teman-temannya karena ia bukan berasal dari keluarga kaya. Bagian heroik buku ini ketika penulis mengisahkan lika-liku perjuangan mengikuti berkali-kali Olimpiade matematika, farmasi, teknik industri, teknik elektro, dan mata pelajaran yang berhubungan dengan matematika. Keikutsertaan tersebut dilakukan untuk menyiapkan diri menghadapi tes beasiswa. Dia berkeyakinan bahwa latihan akan membuatnya paham dan terampil mengerjakan pelajaran-pelajaran sulit. Dia harus menelan kekecewaan karena tidak satu pun menjuarai Iomba. Perjuangan mendapat beasiswa masih berlanjut ketika mengikuti tes Mitsui Bussan. Kegagalan demi kegagalan tidak membuatnya menyerah. Buku ini bisa jadi panduan pembaca yang ingin mengikuti jejaknya. Ada pula kata-kata inspiratif dan ilustrasi lucu serta pengalaman memulai hidup di Jepang. Manusia akan terus menghadapi masalah. Kegagalan demi kegagalan bukan pertanda buruk. Sumber: https://web.archive.org/web/20200811164931/http://www.koranjakarta.com/jatuh-bangun-meraih-beasiswa-ke-luar-negeri/, diakses 19 Agustus 2021 5. Analisislah penggunaan konjungsi kedua resensi tersebut!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

02

:

37

:

20

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

P. Avivah

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Malang

13 Oktober 2022 02:17

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang benar adalah konjungsi intrakalimat.</p><p>&nbsp;</p><p>Konjungsi merupakan kata yang digunakan untuk menghubungkan antar kata, frasa, atau kalimat. Kedua teks di atas menggunakan konjungsi intrakalimat, yaitu konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan dua frasa dan kata dalam satu kalimat. Simak penjelasan berikut ini.</p><p><strong>Teks Resensi 1</strong></p><p>Konjungsi yang terdapat dalam teks di atas adalah konjungsi intrakalimat yang mengubungkan antarfrasa atau kata dalam sebuah kalimat. Jenis konjungsi yang digunakan yaitu :</p><p>1. Konjungsi koordinatif, kata "dan" dalam kalimat "Sajak-sajaknya manis <strong>dan </strong>renyah. Puitis <strong>dan </strong>berisi. Menggelitik <strong>dan </strong>terkadang menyenta. Sudah sepantasnya buku kumpulan puisi ini dikoleksi <strong>dan </strong>dibaca"</p><p>2. Konjungsi subordinatif, diantaranya yaitu kata "sehingga" dalam kalimat&nbsp;</p><p>a. Tidak segan melepas topeng dan menjadi dirinya sendiri <strong>sehingga </strong>ada aura kejujuran yang terpancar dalam bait-bait sajaknya.</p><p>b. Perhatian kita seperti ditarik untuk membacanya dan mengerti apa pesan yang ingin dia sampaikan melalui sajak-sajak pendeknya.</p><p>c. Pertama, ketelatenan sang penyair dalam memilih kata-kata yang tepat (diksi) <strong>untuk </strong>menggambarkan pesan sehingga setiap kata berjiwa.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Teks Resensi 2</strong></p><p>Konjungsi yang terdapat dalam teks di atas adalah konjungsi intrakalimat yang mengubungkan antarfrasa atau kata dalam sebuah kalimat. Jenis konjungsi yang digunakan yaitu :</p><p>1. Konjungsi koordinatif, berupa kata "dan" dalam kalimat "Kerja keras, pantang menyerah, <strong>dan </strong>percaya atas kebesaran Tuhan menjadi kunci mewujudkan mimpi".</p><p>2. Konjungsi subordinatif, berupa kata "jika, dengan, karena, untuk,&nbsp;</p><p>a. Tidak ada impian yang sia-sia <strong>jika </strong>diupayakan sungguh-sungguh. b. Buku ini dibuka <strong>dengan </strong>kisah masa-masa sekolah penulis ketika bersekolah di sekolah swasta di Surabaya.</p><p>c. Dia sadar hanya dengan cara itu ia bisa seperti teman-temannya <strong>karena </strong>ia bukan berasal dari keluarga kaya.</p><p>d. Keikutsertaan tersebut dilakukan <strong>untuk </strong>menyiapkan diri menghadapi tes beasiswa.</p><p>e. Perjuangan mendapat beasiswa masih berlanjut <strong>ketika </strong>mengikuti tes Mitsui Bussan.</p><p>&nbsp;</p><p>Maka, dapat disimpulkan bahwa penggunaan konjungsi dalam kedua teks resensi di atas yaitu konjungsi intrakalimat.</p>

Jawaban yang benar adalah konjungsi intrakalimat.

 

Konjungsi merupakan kata yang digunakan untuk menghubungkan antar kata, frasa, atau kalimat. Kedua teks di atas menggunakan konjungsi intrakalimat, yaitu konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan dua frasa dan kata dalam satu kalimat. Simak penjelasan berikut ini.

Teks Resensi 1

Konjungsi yang terdapat dalam teks di atas adalah konjungsi intrakalimat yang mengubungkan antarfrasa atau kata dalam sebuah kalimat. Jenis konjungsi yang digunakan yaitu :

1. Konjungsi koordinatif, kata "dan" dalam kalimat "Sajak-sajaknya manis dan renyah. Puitis dan berisi. Menggelitik dan terkadang menyenta. Sudah sepantasnya buku kumpulan puisi ini dikoleksi dan dibaca"

2. Konjungsi subordinatif, diantaranya yaitu kata "sehingga" dalam kalimat 

a. Tidak segan melepas topeng dan menjadi dirinya sendiri sehingga ada aura kejujuran yang terpancar dalam bait-bait sajaknya.

b. Perhatian kita seperti ditarik untuk membacanya dan mengerti apa pesan yang ingin dia sampaikan melalui sajak-sajak pendeknya.

c. Pertama, ketelatenan sang penyair dalam memilih kata-kata yang tepat (diksi) untuk menggambarkan pesan sehingga setiap kata berjiwa.

 

Teks Resensi 2

Konjungsi yang terdapat dalam teks di atas adalah konjungsi intrakalimat yang mengubungkan antarfrasa atau kata dalam sebuah kalimat. Jenis konjungsi yang digunakan yaitu :

1. Konjungsi koordinatif, berupa kata "dan" dalam kalimat "Kerja keras, pantang menyerah, dan percaya atas kebesaran Tuhan menjadi kunci mewujudkan mimpi".

2. Konjungsi subordinatif, berupa kata "jika, dengan, karena, untuk, 

a. Tidak ada impian yang sia-sia jika diupayakan sungguh-sungguh. b. Buku ini dibuka dengan kisah masa-masa sekolah penulis ketika bersekolah di sekolah swasta di Surabaya.

c. Dia sadar hanya dengan cara itu ia bisa seperti teman-temannya karena ia bukan berasal dari keluarga kaya.

d. Keikutsertaan tersebut dilakukan untuk menyiapkan diri menghadapi tes beasiswa.

e. Perjuangan mendapat beasiswa masih berlanjut ketika mengikuti tes Mitsui Bussan.

 

Maka, dapat disimpulkan bahwa penggunaan konjungsi dalam kedua teks resensi di atas yaitu konjungsi intrakalimat.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

60

0.0

Jawaban terverifikasi