Nadin A

23 Mei 2024 11:14

Iklan

Iklan

Nadin A

23 Mei 2024 11:14

Pertanyaan

Perhatikan teks berikut. Hand Sanitizer dari Kemangi dan Lidah Buaya Daun kemangi serta lidah buaya juga bisa dijadikan hand sanitizer alami. Pasalnya, sama seperti daun sirih, daun kemangi juga memiliki sifat antiseptik, serta lidah buaya mempunyai sifat antioksidan. Berikut adalah cara membuat hand sanitizer alami dari daun kemangi dan lidah buaya. Pertama, kupaslah terlebih dulu lidah buaya-nya. Kemudian dihaluskan berbarengan dengan daun kemangi. Alat yang digunakan untuk menghaluskan bisa memakai blender atau sejenisnya. Setelah itu, disaring untuk memperoleh ekstraknya. Untuk menambah wangi, larutkan bubuk daun jeruk dengan menggunakan air secukupnya. Setelah itu, campur bubuk daun jeruk plus air dengan ekstrak dua bahan tersebut. Terakhir, masukkan ke dalam botol semprot dan siap digunakan untuk membersihkan tangan Anda. Itulah cara membuat hand sanitizer alami. Ini bisa kalian jadikan alternatif apabila memiliki alergi terhadap alkohol. Namun, mencuci tangan dengan sabun lebih baik. Silakan mencoba. (Sumber: Kompas.com) Buatlah ringkasan dari teks tersebut.


4

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

18 Juni 2024 11:20

Jawaban terverifikasi

Daun kemangi dan lidah buaya dapat digunakan untuk membuat hand sanitizer alami karena sifat antiseptik pada daun kemangi dan antioksidan pada lidah buaya. Cara membuatnya adalah dengan mengupas dan menghaluskan lidah buaya bersama daun kemangi, kemudian menyaringnya untuk mendapatkan ekstrak. Tambahkan larutan bubuk daun jeruk untuk wangi, campurkan, dan masukkan ke dalam botol semprot. Hand sanitizer alami ini cocok sebagai alternatif bagi yang alergi alkohol, meski mencuci tangan dengan sabun tetap lebih disarankan.


Iklan

Iklan

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Bacalah artikel berikut untuk menerapkan teknik SQ3R! Belajar Malu dari Putri Malu Oleh: Jaya Suprana KETIKA sedang mempelajari apa yang disebut malu demi menyusun buku Malumologi (Elex Media Komputindo 2019), perhatian saya sempat tertarik pada sejenis tanaman yang pada saat tersentuh spontan reaktif melayukan dedaunan dirinya sendiri. Masyarakat Indonesia menyebut tanaman sensitif itu sebagai Putri Malu, sementara para botanikawan memberi nama lebih beraroma “ilmiah” yaitu Mimosa pudica. Lain halnya dengan masyarakat Jerman menyemooh orang yang mudah merasa tersinggung sebagai mimosa. Para ilmuwan menganggap reaksi gerak dedaunan Putri Malu melayukan diri disebabkan oleh perubahan tekanan turgor pada tulang daun yang bisa ikut dirasakan oleh dedaunan Putri Malu. Tiupan angin dengan kederasan melebihi ambang batas sensitivitas Putri Malu juga bisa menyebabkan dedaunannya menutup diri. Secara saintifik, gerak dedaunan Putri Malu disebut kerennya sebagai seismonasti yang dipengaruhi tigmonasti. Putri Malu sensitif bukan hanya terhadap sentuhan atau tiupan angin namun juga menguncup pada saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit. Ada makna survival pada sifat penguncupan dedaunan Putri Malu demi melindungi diri dari hewan pemakan tanaman. Akibat tampak melayu maka para predator kehilangan selera untuk memakan tanaman yang pandai melayukan diri itu. Diyakini bahwa dedaunan Putri Malu mengandung khasiat anti inflamasi dan anti depresan. Kearifan kesehatan leluhur menyatakan air rebusan dedaunan Putri Malu dapat membantu mengencerkan dahak yang menyumbat saluran pernafasan manusia akibat virus Corona. Dengan risiko dipermalukan oleh para botanikawan yang atheis, saya pribadi tidak malu meyakini bahwa Putri Malu adalah anugerah mahakarya Yang Maha Kuasa. Putri Malu an sich merupakan bukti secara nyata-alami tanpa melalui uji klinis bahwa pada hakikatnya tanaman yang kerap dianggap sebagai jenis mahluk hidup kelas terendah akibat dianggap tidak memiliki perasaan ternyata memiliki perasaan. Akibat memiliki perasaan maka Putri Malu siap berkomunikasi dengan lingkungannya termasuk manusia. Bahkan ketika memetik kesimpulan dari observasi malumologis terhadap perilaku Putri Malu, terus terang perasaan malu menyelinap masuk ke lubuk sanubari. Memalukan bahwa ternyata tanaman bisa memiliki perasaan sementara manusia yang dianggap dan menganggap lebih beradab ketimbang tanaman malah terbukti bisa kehilangan rasa malu. Maka ada (tidak semua) manusia merasa tidak malu mewujudkan angkara murka menghujat, memfitnah, mem-bully, menggusur, menindas, menyengsarakan, menyelakakan, melukai bahkan membinasakan sesama manusia. sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/20/115041065/belajar-malu-dari-putri￾malu?page=all#page2 Setelah Saudara membaca artikel di atas, selesaikanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini! 1. Temukanlah informasi awal, identitas, dan topik artikel! (langkah survey) 2. Buatlah tiga pertanyaan yang relevan dengan isi teks! (langkah question) 3. Temukanlah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang sudah dibuat pada nomor 2! (langkah read) 4. Catatlah dengan bahasa sendiri jawaban-jawaban yang sudah ditemukan pada nomor 3! (langkah recite) 5. Catatlah informasi utama dari artikel di atas! (langkah review)

11

5.0

Jawaban terverifikasi

Perhatikan kutipan teks berikut! Jangan remehkan daun dari sebuah tanaman. Buktinya, daun kumis kucing memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Daun kumis kucing dari dulu kala sudah digunakan untuk ramuan tradisional. Tanaman ini tumbuh di Asia Tenggara yakni Indonesia dan Malaysia. Biasanya kita mengenali daun kumis kucing dari bunganya yang berwarna putih atau ungu dengan benang sari panjang dan mirip kumis kucing. Karena itu tanaman ini dinamai tanaman kumis kucing. Kembali lagi ke daunnya, daun kumis kucing dimanfaatkan sebagai minuman herbal seperti teh. Cara penyeduhannya pun seperti menyeduh teh. Daun kumis kucing yang telah dikeringkan direndam dalam air mendidih panas selama sekitar tiga menit. Kamu juga bisa menambahkan madu pada larutan tersebut. Berikut manfaat daun kumis kucing untuk kesehatan. Pertama, cegah Darah Tinggi. Daun kumis kucing dipercaya dapat mencegah darah tinggi. Sebab daun itu memiliki kandungan Methylripariochromene A (MRC) yang berfungsi membantu merelaksasi otot dan memperbesar pembuluh darah. Methylripariochromene A diyakini bermanfaat dalam pengobatan tekanan darah tinggi. Kumis kucing juga mengandung kalium yang tinggi. Kalium membantu mengurangi efek sodium. Kedua, obat Ginjal. Manfaat kumis kucing berikutnya yakni menyembuhkan penyakit ginjal. Ramuan daun kumis kucing dapat mengobati berbagai infeksi seperti infeksi ginjal akut dan kronis, infeksi kandung kemih, infeksi saluran kemih, sering buang air kecil, dan batu kandung kemih. Ketiga, obati rematik. Salah satu ciri penyakit rematik yakni peradangan. Rematik memengaruhi struktur pendukung tubuh bahkan organ. Kalau kamu mengalami rematik, minumlah ekstrak daun kumis kucing. Daun kumis kucing dapat mengurangi rasa nyeri, menghilangkan peradangan, serta memelihara fungsi persendian. 1. Pernyataan umum dalam teks tersebut terdapat pada paragraph…. A. Pertama B. Kedua C. Ketiga D. Keempat E. Kelima 2. Kalimat yang memuat opini dalam teks tersebut terdapat pada paragraph…. A. Pertama B. Kedua C. Ketiga D. Keempat E. Kelima

1

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Kampung Rawajati di kampung hijau Kramat jati selain peduli untuk membuat lingkungan hijau oleh tanaman terlihat juga kesadaran warga yang cukup tinggi untuk andil terhadap pengelolaan sampah dan bijak sebuah sentra pengumpulan sampah disediakan di area kampung menampung aneka sampah rumah tangga para ibu turut andil dengan memisahkan sampah dapur seperti kulit bawang batang sayuran kulit buah dan kulit telur kemudian dikumpulkan di sentra bersama dengan sampah kebun campuran sampah dapur dan sampah kebun dari warga kemudian diolah menjadi kompos setiap warga diperbolehkan mengambil kompos untuk menyuburkan apa yang dilakukan warga kampung rawa jadi terhadap sampah konsumsi sampah konsumsi ada yang berupa sampah organik sampah organik adalah sampahyang berasal dari sisa makhluk hidup yang terdapat di alam seperti tumbuhan dan hewan serta berbagai hasil olahannya sehingga dapat terurai secara alami sampah organik termasuk sampah yang ramah lingkungan di kampung rawa jadi dilakukan gunungan sampah sisa makanan yang menimbulkan aromati rakyat mengapa demikian beberapa warga memiliki lubang biopori atau lubang resapan di halaman rumah sampah bisa makanan tiap hari dituang ke dalam lubang biopori dan diberikan membusuk di sana ketika membusuk sampah-sampah tersebut akan menjadi penyebab tanah di sekitarnya ada juga sampah konsumsi berupa sampah anorganik yaitu sampah yang tidak akan dapat terurai oleh bakteri secara alami beberapa contoh sampah anorganik adalah sampah-sampah plastik yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti botol kemasan plastik botol kaca besi serta peralatan pakai lainnya memiliki ruang sampah sebagai tempat menyetorkan sampah-rempah dari sini setiap minggu sampah yang berkumpul di sentra diambil oleh beberapa pengepul untuk dibawa ke tempat pengolahan air pengelolaan sampah mengeluarkan daftar harga beli untuk tiap kg sampah yang disebarkan warga semakin banyak warga menyetorkan sampah tentu semakin bertambah pula saldo tabungan sampahnya selain mengurangi tumbuhan sampah warga pun senang karena memperoleh manfaat penggunaan berupa ruang dari sampah yang dihasilkannya bahkan beberapa anak memiliki tabungan sama sendirinya mereka berlomba mengumpulkan botol dan kemasan plastik untuk menambah saldo tabungan sebagian dari sampah anorganik juga dikumpulkan warga untuk diolah menjadi aneka kerajinan yang bernilai jual vas bunga alas gelas dompet serta tas dirangkai cantik dari aneka botol plastik dan kemasan bekas kegiatan ini dilakukan oleh beberapa ibu di waktu luang mereka mengisi waktu mengurangi tumpukan sampah dan menambah uang belanja tentunya menjadi hal positif yang bermanfaat bagi warga dan lingkungan Pertanyaannya Apa kata kunci pada judul bacaan di atas? Informasi apa yang diperoleh dari bacaan berdasarkan kata kunci? Bagaimana cara warga kampung Rawajati terhadap pengelolaan sampah konsumsi? Apa kata kunci pada judul bacaan di atas? Informasi apa yang diperoleh

4

4.0

Jawaban terverifikasi

Kisah Kakek Tua Penanam Pohon Kelapa Pada zaman dahulu ada seorang Kakek Tua yang hidup sederhana. Kakek tua itu mempunyai pohon kelapa yang ia rawat setiap hari. Hingga pohon kelapa itu mampu tumbuh subur dan besar. Suatu hari Kakek Tua itu tidak mempunyai uang untuk membeli makanan, ia pun berkeluh kesah di bawah pohon kelapa itu. Tiba-tiba pohon kelapa itu bisa berbicara, “Wahai Kakek Tua, jika engkau lapar ambilah buahku. Rasanya segar dan bisa mengobati rasa laparmu. Kau pun bisa menjualnya di pasar.” Kakek Tua itu pun segera mengambil buah kelapa itu, setiap hari ia memetiknya untuk mengobati rasa laparnya. Pohon kelapa itu pun tidak marah, karena selama ini juga telah dirawat dengan baik oleh Kakek. Suatu hari buah dari pohon kelapa itu sudah habis, Kakek Tua itu pun merasa lapar dan sedih. Uang hasil menjual buah kelapa itu pun sudah habis. Pohon kelapa itu pun berkata lagi, “Wahai Kakek Tua, janganlah bersedih. Sekarang potonglah dahan dan daunku. Kau bisa menjual daunnya dan juga bisa membuat sapu dari lidi-lidiku." Kakek Tua itu pun menuruti saran dari pohon kelapa. Daun kelapa itu laris di pasar, serta ia juga bisa menjual sapu lidi untuk biaya makan sehari-hari. Pohon kelapa pun merasa senang karena ia bisa membalas budi dari kebaikan Kakek Tua selama ini. Pada hari-hari selanjutnya Kakek Tua itu pun setia merawat pohon kelapanya. Hingga pohon kelapa itu tetap bisa tumbuh selalu berbuah dan daunnya semakin lebat. Kakek Tua pun berterima kasih kepada pohon kelapa, pohon kelapa pun juga sama-sama berterima kasih kepada Kakek Tua yang selalu merawatnya. Bagaimana sifat yang dimiliki Kakek Tua? A. Membenci tumbuhan B. Menipu tumbuhan C. Menyayangi tumbuhan D. Menjauhi tumbuhan

11

0.0

Jawaban terverifikasi