Rini P

02 April 2022 22:27

Iklan

Rini P

02 April 2022 22:27

Pertanyaan

Perhatikan kutipan puisi berikut! .... Karena kau tidak ‘kan apa-apa Aku terpanggang tinggal rangka. ("Tak Sepadan", Chairil Anwar) Rima paling dominan pada kutipan puisi tersebut adalah .... A. bunyi –a B. bunyi -i C. bunyi -u D. bunyi -e

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

00

:

44

:

40

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

T. TA.Faizah

03 April 2022 07:14

Jawaban terverifikasi

Hai, Rini P. Terima kasih sudah bertanya ke Roboguru. Kakak bantu jawab ya 😊 Jawaban untuk soal tersebut adalah A. Mari kita simak pembahasan berikut ini ya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), puisi ialah karya sastra yang memiliki rima dan irama serta disusun berdasarkan larik dan bait. Selain itu, puisi dapat diartikan sebagai gubahan bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempu menggerakkan kesadaran pembaca tentang pengalaman hidup dan membangkitkan tanggapan khusus melalui makna puisi. Ciri-ciri puisi sebagai berikut. 1. Terdiri atas beberapa baris yang membentuk bait. 2. Mengandung makna kiasan. 3. Mengandung amanat yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca. 4. Mengandung rima dan irama. 5. Menggunakan kata-kata yang melibatkan pancaindra. Struktur puisi ada dua, yaitu struktur fisik dan struktur batin. Struktur fisik puisi sebagai berikut. 1. Kata konkret, yaitu kata yang mengonkretkan atau mengacu pada objek yang dikonretkan. 2. Diksi, yaitu pemilihan kata yang tepat dan selasar untuk menimbulkan efek keindahan puisi. 3. Imaji, yaitu pelibatan pancaindra dalam puisi. 4. Majas, yaitu cara melukiskan sesuatu dengan cara menyamakan dengan sesuatu yang lain. 5. Rima, yaitu pengulangan bunyi yang berselang, baik di dalam larik sajak maupun pada akhir larik sajak. 6. Tipografi, yaitu susunan larik-larik pada sajak puisi. Berdasarkan penjelasan di atas, rima yang doniman pada kutipan puisi tersebut adalah bunyi “-a”. Analisis rima pada kutipan puisi sebagai berikut. 1. Pada larik pertama, kata “karena” memiliki dua bunyi –a, kata “kau” memiliki 1 bunyi –a, kata “tidak” memiliki satu bunyi –a, kata “-kan” memiliki satu bunyi –a, dan kata “apa-apa” memiliki dua bunyi –a. Jadi, pada larik pertama terjadi pengulangan bunyi –a sebanyak tujuh kali. 2. Pada larik kedua, kata “aku” memiliki satu bunyi –a, kata “terpanggang” memiliki dua bunyi –a, kata “tinggal” memiliki satu bunyi –a, dan kara “rangka” memiliki dua bunyi –a. Jadi pada larik pertama terjadi pengulangan bunyi a sebanyak enam kali. Dengan demikian, jawaban untuk soal tersebut adalah A. Semoga membantu ☺️


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

57

0.0

Jawaban terverifikasi