Andy D

18 Februari 2022 07:57

Iklan

Andy D

18 Februari 2022 07:57

Pertanyaan

Perhatikan kutipan novel berikut ini! Kutipan novel I: Beberapa bulan setelah ibumu meninggal dunia, sudah mamak suruh dia kawin saja dengan perempuan lain, baik orang Makassar atau orang lain negri. Dia hanya menggeleng saja, dia belum hendak kawin sebelum engkau besar, Udin. Pernah dia berkata: separo hatinya ikut ibunya ke kuburan, dia tinggal di dunia ini dengan hati yang separo lagi. Betapa dia takkan begitu, ia cinta kepada ibumu. Kutipan novel II: "Sekarang," katanya. "Saya sudah ada disisi ibu kembali. Aada saya bawa obat kali ibu. Kata orang Jakarta.. mujarab benar obat itu. Obat encok namanya." Ibu Mariawati tertawa. "Kini pun obat sudah memberi berkat, Astri. Kalau aku melihat wajahmu, aku sehat sudah. Biar terbang penyakit itu, dan aku sembuh sendiri kelak" "Moga-moga, tetapi seelok-eloknya kaki ibu itu diobati juga, supaya sembuh benar benar. Biar saya kenakan ..." "Tidak Astri, jangan tergesa-gesa! Obat minum, verban dan sekaliannya itu sudah kuderitakan sehari-harian." Astri tertawa. "Siapa yang meminumkan obat itu? Makcih Liah agaknya?" Tanyanya "Tidak, dia patuh. Tetapi Asnah, tak dapat dibantah kehendaknya." Perbedaan karakteristik kedua novel tersebut adalah....

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

10

:

25

:

37

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Nurrohmah

28 Februari 2022 22:02

Jawaban terverifikasi

Halo, Andy D. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru:) Perbedaan karakteristik kedua kutipan novel tersebut adalah novel I watak tokoh utamanya mencintai istrinya secara berlebihan yang digambarkan menggunakan teknik analitik, sementara watak tokoh utama novel II taat pada orang tuanya digambarkan menggunakan teknik dramatik. Cermati pembahasan berikut. Novel adalah karangan prosa yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seorang tokoh dengan tokoh di sekelilingnya dan menonjolkan watak setiap tokoh tersebut. Biasanya, cerita dalam novel dimulai dari peristiwa terpenting yang dialami oleh tokoh, yang kelak mengubah hidupnya. Oleh sebab itu, novel biasanya memiliki kisah yang lebih kompleks daripada cerpen. Salah satu unsur novel adalah penokohan atau perwatakan. Penokohan atau perwatakan merupakan pengenalan watak/karakter dari tiap-tiap pelaku yang akan memudahkan pembaca dalam memahami isi cerita. Pada unsur penokohan, penulis dapat menggunakan dua teknik untuk menggambarkan tokoh cerita, yakni (1) teknik analitik dengan cara langsung mengungkapkan karakter tokoh dan (2) teknik dramatik dengan cara tidak langsung atau melalui penggambaran fisik tokoh, penggambaran kehidupan tokoh, dialog antartokoh, pengungkapan jalan pikiran tokoh, dan dari pemikiran tokoh lain. Tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita fiksi sehingga peristiwa itu mampu menjalin suatu cerita. Tokoh dalam suatu cerita memiliki watak. Watak adalah sifat batin manusia yang mempengaruhi pikiran, budi pekerti dan tingkah laku/tabiat manusia tersebut. Apabila dicermati dengan saksama, perbedaan kedua novel di atas, yaitu: 1. Watak tokoh utama pada kutipan novel I mencintai istrinya berlebihan yang dibuktikan dengan sikap tokoh utama yang belum ada keinginan untuk kawin. Adapun kutipan kalimat yang memperkuat hal tersebut, yaitu "Dia hanya menggeleng saja, dia belum hendak kawin sebelum engkau besar, Udin. Pernah dia berkata: separo hatinya ikut ibunya ke kuburan, dia tinggal di dunia ini dengan hati yang separo lagi. Betapa dia takkan begitu, ia cinta kepada ibumu." Penggambaran tokoh novel I menggunakan teknik analitik, yaitu dengan cara langsung mengungkapkan karakter tokoh oleh pengarang atau penulis. 2. Watak tokoh utama pada kutipan novel II taat pada orang tua yang dibuktikan dengan sikap tokoh utama yang menemani sang ibu disisinya yang sedang sakit. Adapun kutipan kalimat yang memperkuat hal tersebut, yaitu '"Saya sudah ada disisi ibu kembali. Aada saya bawa obat kali ibu. Kata orang Jakarta.. mujarab benar obat itu. Obat encok namanya.' Ibu Mariawati tertawa. 'Kini pun obat sudah memberi berkat, Astri. Kalau aku melihat wajahmu, aku sehat sudah. Biar terbang penyakit itu, dan aku sembuh sendiri kelak"'. Penggambaran tokoh novel II menggunakan teknik dramatik, yaitu dengan cara tidak langsung melalui dialog antartokoh (tokoh utama dengan tokoh ibu). Dengan demikian, perbedaan karakteristik kedua kutipan novel tersebut adalah novel I watak tokoh utamanya mencintai istrinya secara berlebihan yang digambarkan menggunakan teknik analitik, sementara watak tokoh utama novel II taat pada orang tuanya digambarkan menggunakan teknik dramatik. Semoga membantu ya :)


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

65

0.0

Jawaban terverifikasi