Vannesha P

25 Februari 2024 13:58

Iklan

Iklan

Vannesha P

25 Februari 2024 13:58

Pertanyaan

Perhatikan beberapa gambar berikut A. Sebuah beruang memakan/menangkap ikan B. Sebuah kelinci memakan rumput C. Banyak burung yang berada di atas punggung kerbau D. Sebuah singa yang sedang melawan satu sama lain Identifikasilah jenis interaksi yang terjadi pada setiap gambar di atas


8

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Mohammad Z

27 Februari 2024 13:35

Jawaban terverifikasi

Jawab: A.Sebuah beruang memakan/menangkap ikan Hal ini merupakan jenis interaksi Predasi,yaitu hubungan antara pemangsa (beruang) dan mangsa (ikan). B.Sebuah kelinci memakan rumput Hal ini merupakan jenis interaksi Predasi,yaitu hubungan antara pemangsa (kelinci) dan mangsa (rumput). C.Banyak burung yang berada diatas punggung kerbau Hal ini merupakan jenis interaksi Mutualisme,yaitu hubungan antara Makhluk hidup dimana kedua pihak diuntungkan(burung diuntungkan karna memakan kutu di punggung kerbau sedangkan kerbau juga diuntungkan karna kutu dipunggungnya sudah dimakan burung) D.Sebuah singa yang sedang melawan satu sama lain Hal ini merupakan jenis interaksi Kompetisi,yaitu hubungan antara Makhluk hidup yang saling dirugikan karna memenuhi kebutuhan hidup masing masing.


Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

05 Maret 2024 03:26

Jawaban terverifikasi

<p>A. <strong>Sebuah beruang memakan/menangkap ikan:</strong> Interaksi ini dapat diidentifikasi sebagai predasi, di mana beruang bertindak sebagai predator yang memakan ikan sebagai mangsa.</p><p>B. <strong>Sebuah kelinci memakan rumput:</strong> Jenis interaksi ini disebut simbiosis mutualisme, karena kelinci mendapatkan nutrisi dari rumput, sementara rumput tidak dirugikan.</p><p>C. <strong>Banyak burung di punggung kerbau:</strong> Ini dapat diartikan sebagai hubungan mutualisme antara burung dan kerbau. Burung mendapatkan makanan (parasit atau serangga yang ada di kulit kerbau), sementara kerbau mungkin mendapat manfaat karena dibersihkan dari parasit.</p><p>D. <strong>Singa yang sedang berkelahi:</strong> Ini dapat diidentifikasi sebagai interaksi kompetisi atau pertarungan antar-spesies, di mana singa bersaing untuk sumber daya atau dominasi wilayah.</p>

A. Sebuah beruang memakan/menangkap ikan: Interaksi ini dapat diidentifikasi sebagai predasi, di mana beruang bertindak sebagai predator yang memakan ikan sebagai mangsa.

B. Sebuah kelinci memakan rumput: Jenis interaksi ini disebut simbiosis mutualisme, karena kelinci mendapatkan nutrisi dari rumput, sementara rumput tidak dirugikan.

C. Banyak burung di punggung kerbau: Ini dapat diartikan sebagai hubungan mutualisme antara burung dan kerbau. Burung mendapatkan makanan (parasit atau serangga yang ada di kulit kerbau), sementara kerbau mungkin mendapat manfaat karena dibersihkan dari parasit.

D. Singa yang sedang berkelahi: Ini dapat diidentifikasi sebagai interaksi kompetisi atau pertarungan antar-spesies, di mana singa bersaing untuk sumber daya atau dominasi wilayah.


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Sedia Apar Sebelum Berkobar Banyak jalan menuju Roma. Pepatah selalu ada banyak cara untuk meraih sesuatu ternyata tak berlaku untuk memadamkan api kebakaran di ibu kota RI. Hasil olah data dan analisis jaringan jalan (network analysis) yang dilakukan Redaksi Kompas atas data kejadian kebakaran selama 2020-2021, sebaran pos pemadam kebakaran (damkar), lokasi hidran, peta persil bangunan, peta administratif rukun wilayah (RW), jaringan jalan di Jakarta, sungai, selokan, dan pantai, serta distribusi dan cakupan layanan pos damkar, menunjukkan ada banyak rintangan untuk menjangkau lokasi kebakaran. Minimnya rasio jumlah petugas damkar dibandingkan jumlah warga yang dilayani adalah persoalan mendasarnya. Contoh, rasio di Jakarta 1:2.357, sementara Kuala Lumpur 1:1.594, sedangkan Bangkok 1:1.029 atau dua kali lebih besar. Kecilnya rasio petugas damkar kian diperparah dengan belum meratanya distribusi pos damkar sehingga menimbulkan banyak daerah blank spot. Hingga tahun 2021, dari 2.731 RW di Jakarta, sebanyak 268 RW berada di luar cakupan 2,5 kilometer perjalanan dari pos damkar terdekat. Sebagian besar, 84 RW, ada di Jakarta Timur. Selain itu, sebanyak 496 RW hanya bisa mengandalkan satu pos damkar, 563 RW (2 pos), dan 585 RW (3 pos). Padahal, rekam data kejadian kebakaran periode 2020-2021 menunjukkan, setiap kebakaran membutuhkan keterlibatan empat pos. Kesulitan kian bertambah dengan banyaknya jalan sempit dan permukiman padat, tak beraturan. Data OpenStreetMap menunjukkan, 18,6 persen jalan di setiap kelurahan di Jakarta tergolong sempit dan tidak bisa dilewati truk damkar. Minimnya ketersediaan air juga menambah kompleksitas. Dari 1.213 hidran kota, hanya 34 persen yang berfungsi sempurna. Akhirnya, sungai dan selokan jadi andalan. Persoalan lain yang terlihat sederhana, tetapi berdampak besar, ialah warga lambat melaporkan kasus kebakaran ke pos damkar. Telepon layanan pengaduan kebakaran belum tertanam di benak warga. Implikasinya, kecepatan damkar mencapai lokasi kebakaran menjadi semakin terlambat. Nyawa petugas damkar menjadi taruhannya karena tiba di lokasi dengan api yang sudah berkobar. Dampak kerugian material, bahkan nyawa warga, pun lebih tinggi. Dengan segala kompleksitasnya, sungguh tak mudah memadamkan kebakaran di Ibu Kota. Sejatinya, upaya pencegahan perlu terus didorong, seperti penggantian instalasi listrik rutin. Penyediaan alat pemadam api ringan (apar) di lingkungan, hingga memperbesar barisan sukarelawan pemadam kebakaran terlatih di tingkat RT/RW, mendesak dilakukan. Apa yang terjadi di Jakarta bisa menjadi pembelajaran kota yang sedang tumbuh untuk lebih menata dan mempersiapkan kota dari ancaman kebakaran. Pepatah sedia payung sebelum hujan pun menjadi sangat relevan. Sediakan apar sebelum api berkobar. Jangan sampai nasi telanjur menjadi bubur. Dilalap api, hasil kerja keras hancur lebur. 1. apakah teks tersebut termasuk teks editorial ataukah opini? jelaskan dengan disertai alasan! 2. apakah tujuan ditulisnya teks tersebut? apakah sekedar ingin menjelaskan pandangannya mengenai persoalan yang diangkatnya, mempengaruhi pembaca agar menyetujui pendapatnya, atau hanya ingin menghibur pembaca? 3. pada bagian manakah yang mengandung isu yang dibahas dalam teks editorial tersebut? 4. tulislah fakta yang terdapat pada teks tersebut! 5. tulislah beberapa argumen yang anda temukan pada teks editorial tersebut! Kemukakan pendapat anda ( setuju/S atau tidak setuju/ TS ) mengenai argumen tersebut dengan alasan yang mendukung! 6. kepada siapakah kritik dan saran dalam teks editorial tersebut ditujukan?

3

0.0

Jawaban terverifikasi