Binta N

05 Maret 2024 03:06

Iklan

Iklan

Binta N

05 Maret 2024 03:06

Pertanyaan

Peraturan yang ada di lingkup RT/RW dibuat demi ketertiban dan kenyamanan semua warga. Dalam penyusunan tata tertib atau aturan tersebut, anggota masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya melalui ....


8

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

05 Maret 2024 06:33

Jawaban terverifikasi

<p>Anggota masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya melalui:</p><p><strong>Musyawarah RT/RW:</strong></p><ul><li>Anggota masyarakat dapat menghadiri musyawarah yang diadakan di tingkat RT/RW untuk menyampaikan pendapat, usulan, atau aspirasi terkait penyusunan tata tertib atau aturan.</li></ul><p><strong>Rapat Warga:</strong></p><ul><li>Partisipasi dalam rapat warga dapat menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi terkait tata tertib di lingkungan RT/RW.</li></ul><p><strong>Surat Pernyataan Pendapat:</strong></p><ul><li>Menyampaikan aspirasi melalui surat pernyataan pendapat kepada ketua RT/RW untuk memberikan pandangan atau saran terkait penyusunan aturan.</li></ul><p><strong>Diskusi Kelompok:</strong></p><ul><li>Anggota masyarakat dapat mengadakan diskusi kelompok dengan tetangga atau sesama warga untuk membahas aspirasi dan mencari solusi bersama terkait tata tertib yang diinginkan.</li></ul><p><strong>Media Sosial:</strong></p><ul><li>Penggunaan media sosial juga dapat menjadi sarana untuk menyampaikan aspirasi, terutama jika RT/RW menggunakan platform online untuk berkomunikasi dengan warganya.</li></ul><p><strong>Surat Pengaduan:</strong></p><ul><li>Menyampaikan aspirasi melalui surat pengaduan ke pihak yang berwenang, seperti ketua RT/RW atau lembaga pemerintahan setempat.</li></ul><p>Dengan berpartisipasi aktif dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, anggota masyarakat dapat ikut serta dalam penyusunan aturan yang mencerminkan kebutuhan dan kepentingan bersama.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Anggota masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya melalui:

Musyawarah RT/RW:

  • Anggota masyarakat dapat menghadiri musyawarah yang diadakan di tingkat RT/RW untuk menyampaikan pendapat, usulan, atau aspirasi terkait penyusunan tata tertib atau aturan.

Rapat Warga:

  • Partisipasi dalam rapat warga dapat menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi terkait tata tertib di lingkungan RT/RW.

Surat Pernyataan Pendapat:

  • Menyampaikan aspirasi melalui surat pernyataan pendapat kepada ketua RT/RW untuk memberikan pandangan atau saran terkait penyusunan aturan.

Diskusi Kelompok:

  • Anggota masyarakat dapat mengadakan diskusi kelompok dengan tetangga atau sesama warga untuk membahas aspirasi dan mencari solusi bersama terkait tata tertib yang diinginkan.

Media Sosial:

  • Penggunaan media sosial juga dapat menjadi sarana untuk menyampaikan aspirasi, terutama jika RT/RW menggunakan platform online untuk berkomunikasi dengan warganya.

Surat Pengaduan:

  • Menyampaikan aspirasi melalui surat pengaduan ke pihak yang berwenang, seperti ketua RT/RW atau lembaga pemerintahan setempat.

Dengan berpartisipasi aktif dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, anggota masyarakat dapat ikut serta dalam penyusunan aturan yang mencerminkan kebutuhan dan kepentingan bersama.

 

 

 


Iklan

Iklan

Salsabila M

Community

06 Maret 2024 11:08

Jawaban terverifikasi

<p>Cara menyampaikan aspirasi:</p><ol><li>Mengajukan persetujuan: Anggota masyarakat dapat mengajukan persetujuan terhadap tata tertib atau aturan yang akan dibuat.</li><li>Menyampaikan kritik dan saran: Anggota masyarakat dapat menyampaikan kritik dan saran terhadap tata tertib atau aturan yang akan dibuat.</li><li>Menjadi bagian dari komite: Anggota masyarakat dapat menjadi bagian dari komite yang bertanggung jawab atas penyusunan tata tertib atau aturan tersebut.</li></ol>

Cara menyampaikan aspirasi:

  1. Mengajukan persetujuan: Anggota masyarakat dapat mengajukan persetujuan terhadap tata tertib atau aturan yang akan dibuat.
  2. Menyampaikan kritik dan saran: Anggota masyarakat dapat menyampaikan kritik dan saran terhadap tata tertib atau aturan yang akan dibuat.
  3. Menjadi bagian dari komite: Anggota masyarakat dapat menjadi bagian dari komite yang bertanggung jawab atas penyusunan tata tertib atau aturan tersebut.

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Bacalah artikel berikut untuk menerapkan teknik SQ3R! Belajar Malu dari Putri Malu Oleh: Jaya Suprana KETIKA sedang mempelajari apa yang disebut malu demi menyusun buku Malumologi (Elex Media Komputindo 2019), perhatian saya sempat tertarik pada sejenis tanaman yang pada saat tersentuh spontan reaktif melayukan dedaunan dirinya sendiri. Masyarakat Indonesia menyebut tanaman sensitif itu sebagai Putri Malu, sementara para botanikawan memberi nama lebih beraroma “ilmiah” yaitu Mimosa pudica. Lain halnya dengan masyarakat Jerman menyemooh orang yang mudah merasa tersinggung sebagai mimosa. Para ilmuwan menganggap reaksi gerak dedaunan Putri Malu melayukan diri disebabkan oleh perubahan tekanan turgor pada tulang daun yang bisa ikut dirasakan oleh dedaunan Putri Malu. Tiupan angin dengan kederasan melebihi ambang batas sensitivitas Putri Malu juga bisa menyebabkan dedaunannya menutup diri. Secara saintifik, gerak dedaunan Putri Malu disebut kerennya sebagai seismonasti yang dipengaruhi tigmonasti. Putri Malu sensitif bukan hanya terhadap sentuhan atau tiupan angin namun juga menguncup pada saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit. Ada makna survival pada sifat penguncupan dedaunan Putri Malu demi melindungi diri dari hewan pemakan tanaman. Akibat tampak melayu maka para predator kehilangan selera untuk memakan tanaman yang pandai melayukan diri itu. Diyakini bahwa dedaunan Putri Malu mengandung khasiat anti inflamasi dan anti depresan. Kearifan kesehatan leluhur menyatakan air rebusan dedaunan Putri Malu dapat membantu mengencerkan dahak yang menyumbat saluran pernafasan manusia akibat virus Corona. Dengan risiko dipermalukan oleh para botanikawan yang atheis, saya pribadi tidak malu meyakini bahwa Putri Malu adalah anugerah mahakarya Yang Maha Kuasa. Putri Malu an sich merupakan bukti secara nyata-alami tanpa melalui uji klinis bahwa pada hakikatnya tanaman yang kerap dianggap sebagai jenis mahluk hidup kelas terendah akibat dianggap tidak memiliki perasaan ternyata memiliki perasaan. Akibat memiliki perasaan maka Putri Malu siap berkomunikasi dengan lingkungannya termasuk manusia. Bahkan ketika memetik kesimpulan dari observasi malumologis terhadap perilaku Putri Malu, terus terang perasaan malu menyelinap masuk ke lubuk sanubari. Memalukan bahwa ternyata tanaman bisa memiliki perasaan sementara manusia yang dianggap dan menganggap lebih beradab ketimbang tanaman malah terbukti bisa kehilangan rasa malu. Maka ada (tidak semua) manusia merasa tidak malu mewujudkan angkara murka menghujat, memfitnah, mem-bully, menggusur, menindas, menyengsarakan, menyelakakan, melukai bahkan membinasakan sesama manusia. sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2020/11/20/115041065/belajar-malu-dari-putri￾malu?page=all#page2 Setelah Saudara membaca artikel di atas, selesaikanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini! 1. Temukanlah informasi awal, identitas, dan topik artikel! (langkah survey) 2. Buatlah tiga pertanyaan yang relevan dengan isi teks! (langkah question) 3. Temukanlah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang sudah dibuat pada nomor 2! (langkah read) 4. Catatlah dengan bahasa sendiri jawaban-jawaban yang sudah ditemukan pada nomor 3! (langkah recite) 5. Catatlah informasi utama dari artikel di atas! (langkah review)

194

5.0

Jawaban terverifikasi

Sedia Apar Sebelum Berkobar Banyak jalan menuju Roma. Pepatah selalu ada banyak cara untuk meraih sesuatu ternyata tak berlaku untuk memadamkan api kebakaran di ibu kota RI. Hasil olah data dan analisis jaringan jalan (network analysis) yang dilakukan Redaksi Kompas atas data kejadian kebakaran selama 2020-2021, sebaran pos pemadam kebakaran (damkar), lokasi hidran, peta persil bangunan, peta administratif rukun wilayah (RW), jaringan jalan di Jakarta, sungai, selokan, dan pantai, serta distribusi dan cakupan layanan pos damkar, menunjukkan ada banyak rintangan untuk menjangkau lokasi kebakaran. Minimnya rasio jumlah petugas damkar dibandingkan jumlah warga yang dilayani adalah persoalan mendasarnya. Contoh, rasio di Jakarta 1:2.357, sementara Kuala Lumpur 1:1.594, sedangkan Bangkok 1:1.029 atau dua kali lebih besar. Kecilnya rasio petugas damkar kian diperparah dengan belum meratanya distribusi pos damkar sehingga menimbulkan banyak daerah blank spot. Hingga tahun 2021, dari 2.731 RW di Jakarta, sebanyak 268 RW berada di luar cakupan 2,5 kilometer perjalanan dari pos damkar terdekat. Sebagian besar, 84 RW, ada di Jakarta Timur. Selain itu, sebanyak 496 RW hanya bisa mengandalkan satu pos damkar, 563 RW (2 pos), dan 585 RW (3 pos). Padahal, rekam data kejadian kebakaran periode 2020-2021 menunjukkan, setiap kebakaran membutuhkan keterlibatan empat pos. Kesulitan kian bertambah dengan banyaknya jalan sempit dan permukiman padat, tak beraturan. Data OpenStreetMap menunjukkan, 18,6 persen jalan di setiap kelurahan di Jakarta tergolong sempit dan tidak bisa dilewati truk damkar. Minimnya ketersediaan air juga menambah kompleksitas. Dari 1.213 hidran kota, hanya 34 persen yang berfungsi sempurna. Akhirnya, sungai dan selokan jadi andalan. Persoalan lain yang terlihat sederhana, tetapi berdampak besar, ialah warga lambat melaporkan kasus kebakaran ke pos damkar. Telepon layanan pengaduan kebakaran belum tertanam di benak warga. Implikasinya, kecepatan damkar mencapai lokasi kebakaran menjadi semakin terlambat. Nyawa petugas damkar menjadi taruhannya karena tiba di lokasi dengan api yang sudah berkobar. Dampak kerugian material, bahkan nyawa warga, pun lebih tinggi. Dengan segala kompleksitasnya, sungguh tak mudah memadamkan kebakaran di Ibu Kota. Sejatinya, upaya pencegahan perlu terus didorong, seperti penggantian instalasi listrik rutin. Penyediaan alat pemadam api ringan (apar) di lingkungan, hingga memperbesar barisan sukarelawan pemadam kebakaran terlatih di tingkat RT/RW, mendesak dilakukan. Apa yang terjadi di Jakarta bisa menjadi pembelajaran kota yang sedang tumbuh untuk lebih menata dan mempersiapkan kota dari ancaman kebakaran. Pepatah sedia payung sebelum hujan pun menjadi sangat relevan. Sediakan apar sebelum api berkobar. Jangan sampai nasi telanjur menjadi bubur. Dilalap api, hasil kerja keras hancur lebur. 1. apakah teks tersebut termasuk teks editorial ataukah opini? jelaskan dengan disertai alasan! 2. apakah tujuan ditulisnya teks tersebut? apakah sekedar ingin menjelaskan pandangannya mengenai persoalan yang diangkatnya, mempengaruhi pembaca agar menyetujui pendapatnya, atau hanya ingin menghibur pembaca? 3. pada bagian manakah yang mengandung isu yang dibahas dalam teks editorial tersebut? 4. tulislah fakta yang terdapat pada teks tersebut! 5. tulislah beberapa argumen yang anda temukan pada teks editorial tersebut! Kemukakan pendapat anda ( setuju/S atau tidak setuju/ TS ) mengenai argumen tersebut dengan alasan yang mendukung! 6. kepada siapakah kritik dan saran dalam teks editorial tersebut ditujukan?

3

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

20. Lemahnya penegakan hukum salah satunya disebabkan oleh kinerja aparat penegak hukum seperti hakim, kepolisian, jaksa atau advokat dan penyidik pegawai negeri sipil yang belum menunjukkan sikap profesional dan integritas moral yang tinggi, membuat kepercayaan masyarakat terhadap hukum yang ada menjadi kritis salah satu kasus di Indonesia yang menjadi pusat perhatian di masyarakat adalah kasus yang tidak ditangani oleh penegak hukum namun saat media massa bergerak kemudian kasus langsung ditangani, fenomena ini banyak disalati masyarakat menilai bahwa ini adalah penegak hukum yang dipicu oleh media massa ramai media menaikkan tag "no viral no justice" bagaimana upaya lembaga penegak hukum agar anggapan masyarakat tersebut hilang? A. Harus pemerintah harus mengevaluasi para lembaga penegak hukum kembali. B. Kepolisian harus lebih adil dalam menanggapi laporan kasus yang terjadi di masyarakat. C. Lembaga hukum harus lebih profesional dalam menjalankan tugasnya. D. Pemerintah memberi sanksi yang serius terhadap aparat yang melakukan tindakan mengacuhkan kasus atau menyepelekan kasus. E. Semua jawaban benar. 21. Adanya iptek di indonesia tentunya memberikan dampak positif dan negatif. Berbagai macam dampak positif memberikan pengaruh baik bagi kemajuan negara ini. Sedangkan, dampak negatif yang diberikan iptek ternyata memberikan ancaman yang bisa membahayakan rakyat indonesia. Lalu, bagaimana pemerintah menghindari ancaman tersebut? A. Pemerintah menyiptakan strategi dalam upaya menghindari ancaman iptek. B. Membuat peraturan dalam penggunaan iptek. C. Memblokir adanya iptek agar tidak ada ancaman apapun. D. Memaksa masyarakat agar tidak menggunakan iptek. E. Tidak melakukan apa-apa. 22. Dampak negatif yang timbul dari kemajuan iptek dalam aspek ini antara lain akan menimbulkan tindakan anarkis dari masyarakat yang dapat menggangu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa. Selain itu, peran masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban dan kedaulatan negara semakin berkurang. Hal-hal negatif hukum, pertahanan dan keamanan melalui media internet adalah? A. Pelaku teroris dapat meretas radio melalui handphone B. Pelaku teroris dapat berkomunikasi dengan sesama teroris. C. Tidak terjadinya perang informasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. D. Teroris bisa mengajak masyarakat secara langsung. E. Pelaku teroris dapat mendapatkan informasi melalui internet.

11

0.0

Jawaban terverifikasi

temukan konjungsi dalam teks hikayat ibnu hasan kemudian jeniskan! Ibnu Hasan Syahdan, zaman dahulu kala, ada seorang kaya hartawan, bernama Syekh Hasan. Banyak harta, banyak uang, terkenal ke setiap negeri, merupakan orang terkaya. Bertempat tinggal di negeri Bagdad yang terkenal ke mana-mana sebagai kota yang paling ramai saat itu. Syekh Hasan sangat bijaksana, mengasihi fakir miskin, menyayangi yang kekurangan, menasihati yang berpikiran sempit, mengajarkan ilmu yang baik, walaupun harus mengeluarkan biaya berupa pakaian atau uang. Oleh karena itu, banyak pengikutnya. Syekh Hasan memiliki seorang anak laki-laki yang sangat tampan, pendiam, dan baik budi, berusia sekitar tujuh tahun. Ibnu Hasan namanya. Ibnu Hasan sedang lucu-lucunya. Semua orang senang melihatnya, apalagi orang tuanya. Namun demikian, anak itu tidak sombong, perilakunya kalem, walaupun hidupnya dimanjakan, tidak kekurangan. Ayahnya berpikir, "Alangkah salannya aku, menyayangi di luar batas, tanpa pertimbangan. Bagaimana kalau akhirnya dimurkai Allah Yang Agung? Aku pasti durhaka, tak dapat mendidik anak, mengkaji ilmu yang bermanfaat." Dipanggilnya putranya. Anak itu segera mendatanginya, diusap-usapnya putranya sambil dinasihati, bahwa ia harus mengaji, katanya, "Sekarang saatnya, Anakku. Sebenarnya aku khawatir, tapi pergilah ke Mesir. Carilah jalan menuju keutamaan." Ibnu Hasan menjawab, "Ayah jangan ragu-ragu, semua kehendak orang tua akan hamba turuti, tidak akan kutolak, siang malam hanya perintah Ayah Ibu yang hamba nantikan." Kemudian, Ibnu Hasan berangkat ke pesantren, berpisah dengan kedua orang tuanya, hatinya sangat sedih. Ibunya tidak tahan menangis terisak-isak harus berpisah dengan putranya yang masih sangat kecil, belum cukup usia. "Kelak, apabila Ananda sudah sampai ke tempat merantau, pandai-pandailah menjaga diri karena jauh dari orang tua. Harus tahu ilmunya hidup, jangan keras kepala, angkuh, dan menyombongkan diri, merasa lebih dari yang lain, merasa diri orang kaya lalu menghina sesama. Kalau begitu perbuatanmu, hidupmu tidak akan senang karena dimusuhi semua orang, tidak akan ada yang mau menolong. Kalau celaka tidak akan diperhatikan. Berada di rantau orang kalau judes akan mendapatkan kesusahan. Hati-hatilah menjaga diri. Jangan menganggap enteng segala hal." Ibnu Hasan menjawab dengan takzim, "Apa yang Ibu katakan akan selalu kuingat dan kucatat dalam hati. Doakanlah aku agar selamat. Semoga jangan sampai menempuh jalan yang salah. Pesan Ibu akan kuperhatikan, siang dan malam." Singkat cerita Ibnu Hasan sudah berangkat dikawal dua pengasuhnya sejak kecil, Mairin dan Mairun. Mereka berangkat berjalan kaki. Mairun memikul semua perbekalan dan pakaian, sementara Mairin mengikuti dari belakang, sesekali menggantikan tugas Mairun. Perasaan sedih, prihatin, kehujanan, kepanasan selama perjalanan yang memakan waktu berhari-hari namun akhirnya sampai juga di pusat kota negara Mesir, dengan selamat berkat doa ayah dan ibunda. Selanjutnya, segeralah menemui seorang alim ulama, terus berguru padanya. Pada suatu hari, saat bakda zuhur, Ibnu Hasan sedang di jalan, bertemu seseorang bernama Saleh yang baru pulang dari sekolah. Ibnu Hasan menyapa, "Anda pulang dari mana?" Saleh menjawab dengan sopan, "Saya pulang sekolah." Ibnu Hasan bertanya lagi, "Sekolah itu apa? Coba jelaskan padaku!" Yang ditanya menjawab, "Apakah Anda belum tahu?Sekolah itu tempat ilmu, tepatnya tempat belajar, berhitung, menulis, mengeja, belajar tata krama, sopan santun terhadap yang lebih tua dan yang lebih muda, dan terhadap sesama, harus sesuai dengan aturan." Begitu Ibnu Hasan mendengar penjelasan tersebut, betapa girang hatinya. Dia segera pulang menghadap kyai dan meminta izinnya untuk belajar di sekolah guna mencari ilmu. "Sekarang katakan padaku apa yang sebenarnya kamu harapkan," Kyai berkata demikian. Tujuan untuk menguji muridnya, apakah betul-betul ingin mencari ilmu atau hanya alasan supaya mendapat pujian. Ibnu Hasan menunduk, menjawab agak malu, "Hamba ingin menjelaskan mengapa hamba bersusah payah tanpa mengenal lelah mencari ilmu. Memang sangkaan orang begitu karena ayahku kaya raya, tidak kekurangan uang, ternaknya pun banyak. Hamba tidak usah bekerja karena tidak akan kekurangan. Namun, pendapat hamba tidak demikian, akan sangat memalukan seandainya ayah sudah tiada, sudah meninggal dunia, semua hartanya jatuh ke tangan hamba. Tapi, ternyata tidak terurus karena hamba tidak teliti akhimya harta itu habis, bukan bertambah. Di situlah terlihat temyata kalau hamba ini bodoh. Bukan bertambah masyhur, asalnya anak orang kaya, harus menjadi buruh. Begitulah pendapat hamba karena modal sudah ada, hamba hanya tinggal melanjutkan. Pangkat anakpun begitu pula, walaupun tidak melebihi orang tua, paling tidak harus sama dengan orang tua, dan tidak akan memalukan, apalagi kalau lebih miskin, ibaratnya anak seorang palih" Maka, yakinlah kyai itu akan baik muridnya.

3

0.0

Jawaban terverifikasi