Halo, Uchan U. Terima kasih sudah bertanya ke Roboguru.
Kakak bantu jawab ya ๐
Penulisan judul karya ilmiah harus memenuhi aturan 1) setiap awal kata ditulis dengaan huruf kapital, terutama huruf pada kata paling depan; 2) gunakan huruf nonkapital untuk preposisi, 3) gunakan huruf nonkapital untuk konjungsi; 4) gunakan huruf nonkapital untuk interjeksi; 5) kaidah penulisan huruf kapital pada kata ulang murni (dwilingga) dan kata ulang semu harus ditulis dengan huruf kapital di setiap awal katanya; dan 6) bentuk kata ulang sebagian, kata ulang berimbuhan, kata ulang dwipurwa, dan kata ulang perubahan semua yang sederhananya sudah mengalami perubahan bentuk hanya ditulis kapital pada huruf pertama kata ulang.
Untuk memahami alasannya, mari simak pembahasan berikut.
Judul adalah nama yang dipakai dalam sebuah artikel, buku, bab yang ada dalam buku, berita, dan lain-lain. Judul disebut juga dengan kepala tulisan.
Cara penulisan judul yang tepat berdasarkan Pedoman Umum Ejaaan Bahasa Indonesia (PUEBI) adalah sebagai berikut.
1. Menulis setiap awal kata dengan huruf kapital, terutama huruf pada kata paling depan. Aturan ini berlaku untuk hampir semua jenis kata termasuk nama, tempat, sifat, dan keterangan.
2. Gunakan huruf nonkapital untuk preposisi. Preposisi adalah kata depan yang diikuti oleh kata lainnya. Contoh kata preposisi, yaitu di, ke, pada, dalam, yaitu, kepada, daripada, untuk, bagi, ala, bak, tentang, mengenai, sebab, secara, terhadap, dan sebagainya.
3. Gunakan huruf nonkapital untuk konjungsi. Konjungsi adalah nama lain dari kata sambung. Contoh kata konjungsi, yaitu dan, atau, tetapi, yang, ketika, seandainya, supaya, pun, seperti, oleh, karena, sehingga, bahwa, kalau, untuk, kemudian.
4. Gunakan huruf nonkapital untuk interjeksi. Interjeksi adalah istilah lain untuk kata seru yang mengungkapkan isi hati dari si pembicara. Kata ini relatif jarang ditemui pada judul karya-karya tulis serius, tetapi banyak menjadi pilihan untuk narasi yang bersifat ekspresif. Contoh interjeksi adalah Alhamdulillah, duh, ih, cih, yuk, wah, wow, amboi, ah, lho, dan lain-lain.
5. Kaidah penulisan huruf kapital pada kata ulang murni (dwilingga) dan kata ulang semu harus ditulis dengan huruf kapital di setiap awal katanya karena sifatnya yang bisa dibilang tidak mengalami perubahan apapun.
6. Bentuk kata ulang sebagian, kata ulang berimbuhan, kata ulang dwipurwa, dan kata ulang perubahan semua yang sederhananya sudah mengalami perubahan bentuk hanya ditulis kapital pada huruf pertama kata ulang.
Dengan demikian, penulisan judul karya ilmiah harus memenuhi aturan 1) setiap awal kata ditulis dengaan huruf kapital, terutama huruf pada kata paling depan; 2) gunakan huruf nonkapital untuk preposisi, 3) gunakan huruf nonkapital untuk konjungsi; 4) gunakan huruf nonkapital untuk interjeksi; 5) kaidah penulisan huruf kapital pada kata ulang murni (dwilingga) dan kata ulang semu harus ditulis dengan huruf kapital di setiap awal katanya; dan 6) bentuk kata ulang sebagian, kata ulang berimbuhan, kata ulang dwipurwa, dan kata ulang perubahan semua yang sederhananya sudah mengalami perubahan bentuk hanya ditulis kapital pada huruf pertama kata ulang.
Semoga membantu ya ๐