Jiny B

15 Januari 2023 02:54

Iklan

Jiny B

15 Januari 2023 02:54

Pertanyaan

Pemerintah seharusnya tidak menutup mata pada fakta bahwa UN telah memakan banyak korban*. Alasan yang tepat bahwa kalimat tersebut bukan ragam bahasa debat adalah ... A. karena menggunakan frasa bermakna konotatif yaitu frasa menutup mata. B. karena menggunakan fakta yang tidak benar. C. karena menggunakan singkatan yang tidak benar. D. karena menggunakan frasa bermakna konotatif yaitu frasa menutup mata dan memakan banyak korban. E. karena menggunakan fakta yang tidak benar yaitu memakan banyak korban

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

18

:

42

:

01

Klaim

3

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Azizah

Mahasiswa/Alumni Politeknik LP3I Jakarta

10 Februari 2023 07:03

Jawaban terverifikasi

<p>Jawabannya :D. karena menggunakan frasa bermakna konotatif yaitu frasa menutup mata dan memakan banyak korban.</p><p>&nbsp;</p><p>Berikut penjelasannya.</p><p>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), debat adalah pertukaran dan pembahasan pendapat terkait suatu hal dengan saling menyampaikan argumentasi atau alasan dengan tujuan mempertahankan pendapat bahkan memenangkan pendapat.</p><p>&nbsp;</p><p>Ragam bahasa dalam debat harus sesuai dengan kaidah bahasa baku, Ide yang diungkapkan harus benar sesuai dengan fakta dan dapat diterima akal sehat (logis), harus tepat, dan hanya memiliki satu makna, padat, langsung menuju sasaran, runtut dan sistematis dan tersaji sebagai kalimat efektif.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Kalimat tersebut "Pemerintah seharusnya tidak menutup mata pada fakta bahwa UN telah memakan banyak korban*." bukan merupakan ragam bahasa debat karena menggunakan frasa bermakna konotatif pada 'menutup mata' dan 'memakan korban'. frasa bermakna konotatif digunakan untuk memperindah suatu kalimat ungkapan pada sebuah kata. Kata bermakna konotatif biasanya banyak ditemukan pada karya sastra seperti pantun, puisi, cerpen, dan lain sebagainya.</p><p>&nbsp;</p><p>Jadi, alasan yang tepat bahwa kalimat tersebut bukan merupakan ragam bahasa debat adalah D. karena menggunakan frasa bermakna konotatif yaitu frasa menutup mata dan memakan banyak korban.</p>

Jawabannya :D. karena menggunakan frasa bermakna konotatif yaitu frasa menutup mata dan memakan banyak korban.

 

Berikut penjelasannya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), debat adalah pertukaran dan pembahasan pendapat terkait suatu hal dengan saling menyampaikan argumentasi atau alasan dengan tujuan mempertahankan pendapat bahkan memenangkan pendapat.

 

Ragam bahasa dalam debat harus sesuai dengan kaidah bahasa baku, Ide yang diungkapkan harus benar sesuai dengan fakta dan dapat diterima akal sehat (logis), harus tepat, dan hanya memiliki satu makna, padat, langsung menuju sasaran, runtut dan sistematis dan tersaji sebagai kalimat efektif. 

 

Kalimat tersebut "Pemerintah seharusnya tidak menutup mata pada fakta bahwa UN telah memakan banyak korban*." bukan merupakan ragam bahasa debat karena menggunakan frasa bermakna konotatif pada 'menutup mata' dan 'memakan korban'. frasa bermakna konotatif digunakan untuk memperindah suatu kalimat ungkapan pada sebuah kata. Kata bermakna konotatif biasanya banyak ditemukan pada karya sastra seperti pantun, puisi, cerpen, dan lain sebagainya.

 

Jadi, alasan yang tepat bahwa kalimat tersebut bukan merupakan ragam bahasa debat adalah D. karena menggunakan frasa bermakna konotatif yaitu frasa menutup mata dan memakan banyak korban.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

72

0.0

Jawaban terverifikasi