Nardi S

01 November 2022 16:18

Iklan

Nardi S

01 November 2022 16:18

Pertanyaan

Pastikan Keselamatan Siswa Uji coba pembelajaran tatap muka atau PTM secara terbatas menjadi ujian untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan aman pada masa pandemi. Izin PTM terbatas ada pada pemerintah daerah setelah sekolah memenuhi persyaratan yang diatur dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri,serta Menteri Kesehatan. Meski demikian, orang tua tetap menjadi penentu siswa mengikuti PTM terbatas. Tidak sedikit orang tua yang mengizinkan anaknya mengikuti PTM terbatas, tetapi banyak juga yang masih meragukan keamanan PTM terbatas. Di DKI Jakarta, misalnya, baru 20-30% siswa yang diizinkan mengikuti PTM terbatas (Kompas, 9/4/2021). Upaya pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan ujicoba PTM terbatas pada 7-29 April 2021 di 85 sekolah dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat patut diapresiasi. Pemprov juga memastikan semua guru dan tenaga kependidikan di sekolah itu telah divaksinasi dan tersedia 50 bus sekolah untuk mengantar siswa pulang hingga halte terdekat rumah. Namun, tantangan terbesar adalah dalam pelaksanaan protokol kesehatan,tidak hanya lingkungan sekolah, tetapi terutama di luar lingkungan sekolah. Sehari-hari, waktu siswa, guru, dan tenaga kependidikan lebih banyak dihabiskan di luar sekolah. Disiplin 5M (mencuci tangan pakai sabun, mengenakan masker dengan baik dan benar, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi) harus pula ditegakkan di luar sekolah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Apalagi, pandemi belum dapat dikendalikan. Dengan rasio positif Covid-19 masih berkisar 12%, jauh di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang minimal 5%, risiko penularan Covid-19 di masyarakat masih tinggi. Beberapa penelitian berdasar praktik pembukaan sekolah di sejumlah negara menunjukkan, meski dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat, pembukaan sekolah di tengah pandemi yang belum terkendali berisiko menimbulkan kluster sekolah. Di Indonesia juga terjadi sejumlah kluster sekolah berasrama. Guru dan tenaga kependidikan bisa saja telah divaksinasi, tetapi tidak menjamin tidak tertular dan menularkan Covid-19. Demikian juga siswa berisiko tertular dan menularkan Covid-19 sebagaimana orang dewasa, bahkan berisiko menularkan Covid-19 bisa lebih tinggi. Screening, termometer juga tidak menjamin sekolah aman dari Covid-19 karena orang dengan Covid-19 bisa tidak bergejala, apalagi pada anak-anak. Sementara, tes usap PCR tidak dilakukan karena alasan biaya, apalagi jika harus rutin dilakukan. Keraguan orang tua harus dijawab dengan upaya yang lebih keras untuk mengendalikan pandemi ini. Penerapan praktik 3T (tracing, testing, treatment) yang konsisten juga sama pentingnya dengan penerapan perilaku 5M. Penurunan kasus Covid-19 tidak bisa menjadi acuan ketika praktik 3T masih lemah. Ini menjadi tanggung jawab bersama: Pemerintah dan masyarakat, jika ingin memastikan keselamatan siswa ketika mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Sumber:Kompas, 10 April 2021 Jawaban pertanyaan berikut : 1. Tentukan isu aktual, kontroversi, fakta, dan pendapat dalam teks editorial tersebut! 2. Sampaikan kembali saran dalam teks editorial tersebut dengan kalimat Anda sendiri! 3. Tentukan struktur teks editorial tersebut! 4. Tentukan kaidah kebahasaan teks editorial berupa konjungsi kausal dan kata ganti penunjuk dalam teks editorial tersebut!

Pastikan Keselamatan Siswa Uji coba pembelajaran tatap muka atau PTM secara terbatas menjadi ujian untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan aman pada masa pandemi. Izin PTM terbatas ada pada pemerintah daerah setelah sekolah memenuhi persyaratan yang diatur dalam Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri,serta Menteri Kesehatan. Meski demikian, orang tua tetap menjadi penentu siswa mengikuti PTM terbatas. Tidak sedikit orang tua yang mengizinkan anaknya mengikuti PTM terbatas, tetapi banyak juga yang masih meragukan keamanan PTM terbatas. Di DKI Jakarta, misalnya, baru 20-30% siswa yang diizinkan mengikuti PTM terbatas (Kompas, 9/4/2021). Upaya pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan ujicoba PTM terbatas pada 7-29 April 2021 di 85 sekolah dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat patut diapresiasi. Pemprov juga memastikan semua guru dan tenaga kependidikan di sekolah itu telah divaksinasi dan tersedia 50 bus sekolah untuk mengantar siswa pulang hingga halte terdekat rumah. Namun, tantangan terbesar adalah dalam pelaksanaan protokol kesehatan,tidak hanya lingkungan sekolah, tetapi terutama di luar lingkungan sekolah. Sehari-hari, waktu siswa, guru, dan tenaga kependidikan lebih banyak dihabiskan di luar sekolah. Disiplin 5M (mencuci tangan pakai sabun, mengenakan masker dengan baik dan benar, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi) harus pula ditegakkan di luar sekolah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Apalagi, pandemi belum dapat dikendalikan. Dengan rasio positif Covid-19 masih berkisar 12%, jauh di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang minimal 5%, risiko penularan Covid-19 di masyarakat masih tinggi. Beberapa penelitian berdasar praktik pembukaan sekolah di sejumlah negara menunjukkan, meski dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat, pembukaan sekolah di tengah pandemi yang belum terkendali berisiko menimbulkan kluster sekolah. Di Indonesia juga terjadi sejumlah kluster sekolah berasrama. Guru dan tenaga kependidikan bisa saja telah divaksinasi, tetapi tidak menjamin tidak tertular dan menularkan Covid-19. Demikian juga siswa berisiko tertular dan menularkan Covid-19 sebagaimana orang dewasa, bahkan berisiko menularkan Covid-19 bisa lebih tinggi. Screening, termometer juga tidak menjamin sekolah aman dari Covid-19 karena orang dengan Covid-19 bisa tidak bergejala, apalagi pada anak-anak. Sementara, tes usap PCR tidak dilakukan karena alasan biaya, apalagi jika harus rutin dilakukan. Keraguan orang tua harus dijawab dengan upaya yang lebih keras untuk mengendalikan pandemi ini. Penerapan praktik 3T (tracing, testing, treatment) yang konsisten juga sama pentingnya dengan penerapan perilaku 5M. Penurunan kasus Covid-19 tidak bisa menjadi acuan ketika praktik 3T masih lemah. Ini menjadi tanggung jawab bersama: Pemerintah dan masyarakat, jika ingin memastikan keselamatan siswa ketika mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Sumber:Kompas, 10 April 2021 Jawaban pertanyaan berikut : 1. Tentukan isu aktual, kontroversi, fakta, dan pendapat dalam teks editorial tersebut! 2. Sampaikan kembali saran dalam teks editorial tersebut dengan kalimat Anda sendiri! 3. Tentukan struktur teks editorial tersebut! 4. Tentukan kaidah kebahasaan teks editorial berupa konjungsi kausal dan kata ganti penunjuk dalam teks editorial tersebut!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

07

:

23

:

25

Klaim

6

0


Empty Comment

Belum ada jawaban 🤔

Ayo, jadi yang pertama menjawab pertanyaan ini!

Mau jawaban yang cepat dan pasti benar?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Temukan jawabannya dari Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

72

0.0

Jawaban terverifikasi

Salah satu ciri negosiasi bila dilihat dari segi isinya adalah ...

32

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan