Arjuna A

14 September 2022 08:25

Iklan

Arjuna A

14 September 2022 08:25

Pertanyaan

Pada suatu hari ketika sedang menggali tanah, si Miskin mendapat tajau yang penuh berisi emas yang tidak akan habis sampai ke anak cucunya. Dengan takdir Allah, di tempat itu berdirilah sebuah kerajaan komplit dengan perlengkapannya. Kemudian Si Miskin mengganti namanya menjadi Maharaja lndera Angkasa dan isterinya bernama Tuan Puteri Ratna Dewi. Dan negerinya diberi nama Puspa Sari. Tidak lama kemudian, lahirlah anak kedua mereka bernama Nila Kesuma. 10. Bukti cuplikan itu bersumber dari suatu hikayat atau sastra klasik tampak pada .... a. temanya yang unik b. alurnya yang bersifat pralogis c. bahasa yang kurang populer d. tokohnya yang memiliki banyak kesaktian e. sudut pandang cerita menggunakan orang ketiga

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

07

:

18

:

34

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

W. Ega

08 November 2022 01:36

Jawaban terverifikasi

<p>Jawabannya adalah C</p><p>&nbsp;</p><p>Hikayat merupakan cerita klasik Melayu yang menonjolkan unsur penceritaan berciri kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya. Berikut adalah <strong>karakteristik dari hikayat:</strong></p><ol><li><strong>Kemustahilan</strong>:&nbsp; kemustahilan dalam teks, baik dari segi bahasa maupun dari segi cerita. Kemustahilan berarti hal yang tidak logis atau tidak diterima nalar.<br>Contoh:&nbsp; bayi lahir disertai pedang dan panah, seorang putri keluar dari gendang<br>&nbsp;</li><li><strong>Anonim</strong>:&nbsp; Anonim berarti tidak diketahui secara jelas nama pencerita atau pengarang. Hal tersebut disebabkan cerita disampaikan secara lisan.<br>&nbsp;</li><li><strong>Kesaktian</strong>: seringkali dapat kita temukan kesaktian para tokoh dalam hikayat.<br>Contoh: Syah Peri mengalahkan Garuda yang mampu merusak sebuah kerajaan, Raksasa memberi sarung kesaktian untuk mengubah wujud dan kuda hijau.<br>&nbsp;</li><li><strong>Istanasentris</strong>: Hikayat seringkali bertema dan berlatar kerajaan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan tokoh yang diceritakan adalah raja dan anak raja. Selain itu, latar tempat dalam cerita tersebut adalah negeri yang dipimpin oleh raja serta istana dalam suatu kerajaan.<br>&nbsp;</li><li><strong>Arkais</strong>: Bahasa yang digunakan sudah lampau. Jarang dipakai/tidak lazim digunakan dalam komunikasi masa kini.<br>Contoh: hatta, maka, titah, upeti, bejana</li></ol><p>&nbsp;</p><p>Bahasa yang digunakan kurang populer. Terbukti dengan kalimat "Pada suatu hari ketika sedang menggali tanah, si Miskin mendapat tajau yang penuh berisi emas yang tidak akan habis sampai ke anak cucunya." Kata 'tajau' jarang dipakai/tidak lazim digunakan dalam komunikasi masa kini.</p><p>&nbsp;</p><p>Jadi, jawabannya adalah C</p>

Jawabannya adalah C

 

Hikayat merupakan cerita klasik Melayu yang menonjolkan unsur penceritaan berciri kemustahilan dan kesaktian tokoh-tokohnya. Berikut adalah karakteristik dari hikayat:

  1. Kemustahilan:  kemustahilan dalam teks, baik dari segi bahasa maupun dari segi cerita. Kemustahilan berarti hal yang tidak logis atau tidak diterima nalar.
    Contoh:  bayi lahir disertai pedang dan panah, seorang putri keluar dari gendang
     
  2. Anonim:  Anonim berarti tidak diketahui secara jelas nama pencerita atau pengarang. Hal tersebut disebabkan cerita disampaikan secara lisan.
     
  3. Kesaktian: seringkali dapat kita temukan kesaktian para tokoh dalam hikayat.
    Contoh: Syah Peri mengalahkan Garuda yang mampu merusak sebuah kerajaan, Raksasa memberi sarung kesaktian untuk mengubah wujud dan kuda hijau.
     
  4. Istanasentris: Hikayat seringkali bertema dan berlatar kerajaan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan tokoh yang diceritakan adalah raja dan anak raja. Selain itu, latar tempat dalam cerita tersebut adalah negeri yang dipimpin oleh raja serta istana dalam suatu kerajaan.
     
  5. Arkais: Bahasa yang digunakan sudah lampau. Jarang dipakai/tidak lazim digunakan dalam komunikasi masa kini.
    Contoh: hatta, maka, titah, upeti, bejana

 

Bahasa yang digunakan kurang populer. Terbukti dengan kalimat "Pada suatu hari ketika sedang menggali tanah, si Miskin mendapat tajau yang penuh berisi emas yang tidak akan habis sampai ke anak cucunya." Kata 'tajau' jarang dipakai/tidak lazim digunakan dalam komunikasi masa kini.

 

Jadi, jawabannya adalah C


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

86

0.0

Jawaban terverifikasi