Vincenzo V

08 September 2022 05:05

Iklan

Vincenzo V

08 September 2022 05:05

Pertanyaan

NYANYIAN GERIMIS Karya Soni Farid Maulana Telah kutulis jejak hujan Pada rambut dan kulitmu yang basah. Kuntum Demi kuntum kesepian yang mekar seluas kalbu Dipetik hangat percakapan juga gerak sukma Yang saling memahami gairah terpendam Dialirkan sungai ke muara Sesaat kita larut dalam keheningan Cinta membuat kita betah hidup di bumi Ekor cahaya berpantulan dalam matamu Seperti lengkung pelangi Sehabis hujan menyentuh telaga Inikah musim semi yang sarat nyanyian Juga tarian burung-burung itu? Kerinduan bagai kawah gunung berapi Sarat letupan. Lalu desah nafasmu Adalah puisi adalah gelombang lautan Yang menghapus jejak hujan Di pantai hatiku. Begitulah jejak hujan Pada kulit dan rambutmu Menghapus jarak dan bahasa Antara kita berdua (Sumber: Antologi Selepas Kata, 2004) 6.14. Jelaskan bagaimana pengaturan rima puisi di atas!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

11

:

34

:

24

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

R. Mulia

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

04 Desember 2022 07:53

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang benar adalah tidak beraturan.</p><p>&nbsp;</p><p>Berikut ini penjelasannya.</p><p>&nbsp;</p><p>Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi.</p><p>&nbsp;</p><p>Rima dalam puisi “<i>Nyanyian Gerimis” </i>tidak terlalu diatur karena lebih mementingkan isi, rima pada bait pertama yaitu <i>: a-u-u-a-a-a</i></p><p><i>Telah kutulis jejak hujan (a)</i></p><p><i>Pada rambut dan kulitmu yang basah. Kuntum (u)</i></p><p><i>Demi kuntum kesepian yang mekar seluas kalbu (u)</i></p><p><i>Dipetik hangat percakapan juga gerak sukma (a)</i></p><p><i>Yang saling memahami gairah terpendam (a)</i></p><p><i>Dialirkan sungai ke muara (a)</i></p><p>&nbsp;</p><p>Kemudian pada bait kedua rima juga tidak beraturan, yaitu:<i> a-i-u-i-a.</i></p><p><i>Sesaat kita larut dalam keheningan (a)</i></p><p><i>Cinta membuat kita betah hidup di bumi (i)</i></p><p><i>Ekor cahaya berpantulan dalam matamu (u)</i></p><p><i>Seperti lengkung pelangi (i)</i></p><p><i>Sehabis hujan menyentuh telaga (a)</i></p><p>&nbsp;</p><p>Pada bait terakhir rima juga tak beraturan dan baitpun tidak jelas jumlah barisnya, rima pada bait terakhir yaitu:<i> a- u-i-u-a-a-a-u-a-a</i></p><p><i>Inikah musim semi yang sarat nyanyian (a)</i></p><p><i>Juga tarian burung-burung itu?(u)</i></p><p><i>Kerinduan bagai awah gunung berapi(i)</i></p><p><i>Sarat letupan. Lalu desah nafasmu (u)</i></p><p><i>&nbsp;Adalah puisi adalah gelombang lautan (a)</i></p><p><i>Yang menghapus jejak hujan (a)</i></p><p><i>Di pantai hatiku. Begitulah jejak hujan(a)</i></p><p><i>Pada kulit dan rambutmu (u)</i></p><p><i>Menghapus jarak dan bahasa (a)</i></p><p><i>Antara kita berdua (a)</i></p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, pengaturan rima dalam puisi di atas adalah tidak beraturan.</p>

Jawaban yang benar adalah tidak beraturan.

 

Berikut ini penjelasannya.

 

Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi.

 

Rima dalam puisi “Nyanyian Gerimis” tidak terlalu diatur karena lebih mementingkan isi, rima pada bait pertama yaitu : a-u-u-a-a-a

Telah kutulis jejak hujan (a)

Pada rambut dan kulitmu yang basah. Kuntum (u)

Demi kuntum kesepian yang mekar seluas kalbu (u)

Dipetik hangat percakapan juga gerak sukma (a)

Yang saling memahami gairah terpendam (a)

Dialirkan sungai ke muara (a)

 

Kemudian pada bait kedua rima juga tidak beraturan, yaitu: a-i-u-i-a.

Sesaat kita larut dalam keheningan (a)

Cinta membuat kita betah hidup di bumi (i)

Ekor cahaya berpantulan dalam matamu (u)

Seperti lengkung pelangi (i)

Sehabis hujan menyentuh telaga (a)

 

Pada bait terakhir rima juga tak beraturan dan baitpun tidak jelas jumlah barisnya, rima pada bait terakhir yaitu: a- u-i-u-a-a-a-u-a-a

Inikah musim semi yang sarat nyanyian (a)

Juga tarian burung-burung itu?(u)

Kerinduan bagai awah gunung berapi(i)

Sarat letupan. Lalu desah nafasmu (u)

 Adalah puisi adalah gelombang lautan (a)

Yang menghapus jejak hujan (a)

Di pantai hatiku. Begitulah jejak hujan(a)

Pada kulit dan rambutmu (u)

Menghapus jarak dan bahasa (a)

Antara kita berdua (a)

 

Dengan demikian, pengaturan rima dalam puisi di atas adalah tidak beraturan.


Iklan

Nofrialdi N

29 Mei 2024 01:04

Nyanyian Gerimis Karya Soni Farid Maulana Telah kutulis jejak hujan Pada rambut dan kulitmu yang basah. Kuntum Demi kuntum kesepian yang mekar seluas kalbu Dipetik hangat percakapan juga gerak sukma Yang saling memahami gairah terpendam Dialirkan sungai ke muara Sesaat kita larut dalam keheningan Cinta membuat kita betah hidup di bumi Ekor cahaya berpantulan dalam matamu Seperti lengkung pelangi Sehabis hujan menyentuh telaga Inikah musim semi yang sarat nyanyian Juga tarian burung-burung itu? Kerinduan bagai kawah gunung berapi Sarat letupan. Lalu desah nafasmu Adalah puisi adalah gelombang lautan Yang menghapus jejak hujan Di pantai hatiku. Begitulah jejak hujan Pada kulit dan rambutmu Menghapus jarak dan bahasa Antara kita berdua Tentukanlah Aspek yang terkandung dalam Puisi diatas! No Tentukan Jawab Bukti Kutipan Puisi Tema Makna Suasana Majas Citraan Kata Konkret Kata Konotatif


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

54

0.0

Jawaban terverifikasi