Vincenzo V
08 September 2022 05:05
Iklan
Vincenzo V
08 September 2022 05:05
Pertanyaan
1
2
Iklan
R. Mulia
Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta
04 Desember 2022 07:53
Jawaban yang benar adalah tidak beraturan.
Berikut ini penjelasannya.
Rima adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi.
Rima dalam puisi “Nyanyian Gerimis” tidak terlalu diatur karena lebih mementingkan isi, rima pada bait pertama yaitu : a-u-u-a-a-a
Telah kutulis jejak hujan (a)
Pada rambut dan kulitmu yang basah. Kuntum (u)
Demi kuntum kesepian yang mekar seluas kalbu (u)
Dipetik hangat percakapan juga gerak sukma (a)
Yang saling memahami gairah terpendam (a)
Dialirkan sungai ke muara (a)
Kemudian pada bait kedua rima juga tidak beraturan, yaitu: a-i-u-i-a.
Sesaat kita larut dalam keheningan (a)
Cinta membuat kita betah hidup di bumi (i)
Ekor cahaya berpantulan dalam matamu (u)
Seperti lengkung pelangi (i)
Sehabis hujan menyentuh telaga (a)
Pada bait terakhir rima juga tak beraturan dan baitpun tidak jelas jumlah barisnya, rima pada bait terakhir yaitu: a- u-i-u-a-a-a-u-a-a
Inikah musim semi yang sarat nyanyian (a)
Juga tarian burung-burung itu?(u)
Kerinduan bagai awah gunung berapi(i)
Sarat letupan. Lalu desah nafasmu (u)
Adalah puisi adalah gelombang lautan (a)
Yang menghapus jejak hujan (a)
Di pantai hatiku. Begitulah jejak hujan(a)
Pada kulit dan rambutmu (u)
Menghapus jarak dan bahasa (a)
Antara kita berdua (a)
Dengan demikian, pengaturan rima dalam puisi di atas adalah tidak beraturan.
· 5.0 (2)
Iklan
Nofrialdi N
29 Mei 2024 01:04
· 0.0 (0)
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!