Adinda A

06 Agustus 2024 06:46

Iklan

Adinda A

06 Agustus 2024 06:46

Pertanyaan

nilai instrumental sila 1-5, masing-masing sila ada dua poin atau jawaban

nilai instrumental sila 1-5, masing-masing sila ada dua poin atau jawaban

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

16

:

07

:

26

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

09 Agustus 2024 02:53

Jawaban terverifikasi

Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima sila yang menjadi pedoman bagi kehidupan bermasyarakat. Setiap sila memiliki nilai instrumental yang masing-masing memiliki dua poin atau jawaban yang menjelaskan nilai atau prinsip yang terkandung di dalamnya. Sila 1: Ketuhanan Yang Maha Esa Mengakui keberadaan Tuhan sebagai sumber segala kehidupan dan kekuatan. Menghormati keberagaman keyakinan dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Menghargai martabat dan hak asasi manusia. Mendorong sikap adil, berempati, dan beradab dalam berinteraksi dengan sesama. Sila 3: Persatuan Indonesia Mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Menghargai keberagaman budaya dan suku bangsa sebagai kekayaan bangsa. Sila 4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan Mendorong partisipasi aktif rakyat dalam proses demokrasi. Menjunjung tinggi nilai musyawarah dan konsensus dalam pengambilan keputusan. Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia Menjamin hak-hak sosial ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia. Mendorong distribusi kekayaan dan kesempatan secara adil untuk mencapai kesejahteraan bersama. Dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai instrumental dari setiap sila Pancasila, diharapkan masyarakat Indonesia dapat hidup berdampingan dalam harmoni, saling menghormati, dan bekerja sama untuk mencapai kemajuan bersama. Pancasila sebagai falsafah negara menjadi landasan yang kuat untuk membangun bangsa yang adil, demokratis, dan berkeadilan sosial.


Iklan

Rendi R

Community

27 September 2024 14:06

Jawaban terverifikasi

<p>Berikut adalah nilai instrumental dari setiap sila Pancasila, di mana nilai instrumental merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila dalam bentuk norma, peraturan, dan kebijakan.</p><p><strong>Sila 1: Ketuhanan Yang Maha Esa</strong></p><ol><li><strong>Kebebasan Beragama</strong>: Setiap warga negara memiliki hak untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya masing-masing dan menjalankan ibadahnya tanpa ada tekanan dari pihak mana pun. Ini termasuk kebebasan dalam mengekspresikan kepercayaan mereka di ruang publik.</li><li><strong>Toleransi Antar Umat Beragama</strong>: Setiap orang wajib menghormati perbedaan agama dan keyakinan orang lain. Tidak boleh ada diskriminasi berdasarkan agama, serta pemerintah wajib menjaga kerukunan antar umat beragama.</li></ol><p><strong>Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab</strong></p><ol><li><strong>Penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM)</strong>: Setiap individu memiliki hak yang sama di hadapan hukum, termasuk hak untuk hidup, mendapatkan pendidikan, pekerjaan, dan kesehatan yang layak.</li><li><strong>Anti Diskriminasi</strong>: Sila ini menekankan pentingnya memperlakukan semua orang dengan adil, tanpa memandang suku, ras, agama, dan latar belakang sosial. Semua warga negara harus dihargai secara manusiawi.</li></ol><p><strong>Sila 3: Persatuan Indonesia</strong></p><ol><li><strong>Cinta Tanah Air</strong>: Setiap warga negara harus memiliki rasa cinta tanah air dan berperan serta dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.</li><li><strong>Gotong Royong</strong>: Prinsip persatuan dalam Pancasila menekankan pentingnya gotong royong atau kerja sama dalam masyarakat. Masyarakat diharapkan untuk saling membantu demi kepentingan bersama.</li></ol><p><strong>Sila 4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan</strong></p><ol><li><strong>Musyawarah untuk Mufakat</strong>: Setiap pengambilan keputusan dalam lembaga negara maupun masyarakat harus dilakukan melalui musyawarah dengan semangat kebijaksanaan, di mana keputusan yang diambil haruslah hasil dari kesepakatan bersama.</li><li><strong>Kedaulatan Rakyat</strong>: Pemerintahan Indonesia didasarkan pada kedaulatan rakyat yang diwujudkan melalui sistem perwakilan (DPR, DPD, dan lembaga lainnya), di mana setiap kebijakan pemerintah harus mencerminkan aspirasi dan kepentingan rakyat.</li></ol><p><strong>Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia</strong></p><ol><li><strong>Pemerataan Ekonomi</strong>: Sila ini mengharuskan pemerintah untuk berusaha mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk melalui distribusi kekayaan negara yang adil dan pemerataan akses terhadap sumber daya.</li><li><strong>Kesejahteraan Sosial</strong>: Negara harus memastikan bahwa semua warga negara, terutama yang kurang mampu, mendapatkan kesempatan yang setara dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan sehingga terwujud keadilan sosial yang merata.</li></ol><p>Itulah nilai-nilai instrumental yang dapat ditemukan dalam setiap sila Pancasila, yang diharapkan mampu menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.</p>

Berikut adalah nilai instrumental dari setiap sila Pancasila, di mana nilai instrumental merupakan penjabaran lebih lanjut dari nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila dalam bentuk norma, peraturan, dan kebijakan.

Sila 1: Ketuhanan Yang Maha Esa

  1. Kebebasan Beragama: Setiap warga negara memiliki hak untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya masing-masing dan menjalankan ibadahnya tanpa ada tekanan dari pihak mana pun. Ini termasuk kebebasan dalam mengekspresikan kepercayaan mereka di ruang publik.
  2. Toleransi Antar Umat Beragama: Setiap orang wajib menghormati perbedaan agama dan keyakinan orang lain. Tidak boleh ada diskriminasi berdasarkan agama, serta pemerintah wajib menjaga kerukunan antar umat beragama.

Sila 2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

  1. Penghargaan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM): Setiap individu memiliki hak yang sama di hadapan hukum, termasuk hak untuk hidup, mendapatkan pendidikan, pekerjaan, dan kesehatan yang layak.
  2. Anti Diskriminasi: Sila ini menekankan pentingnya memperlakukan semua orang dengan adil, tanpa memandang suku, ras, agama, dan latar belakang sosial. Semua warga negara harus dihargai secara manusiawi.

Sila 3: Persatuan Indonesia

  1. Cinta Tanah Air: Setiap warga negara harus memiliki rasa cinta tanah air dan berperan serta dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.
  2. Gotong Royong: Prinsip persatuan dalam Pancasila menekankan pentingnya gotong royong atau kerja sama dalam masyarakat. Masyarakat diharapkan untuk saling membantu demi kepentingan bersama.

Sila 4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

  1. Musyawarah untuk Mufakat: Setiap pengambilan keputusan dalam lembaga negara maupun masyarakat harus dilakukan melalui musyawarah dengan semangat kebijaksanaan, di mana keputusan yang diambil haruslah hasil dari kesepakatan bersama.
  2. Kedaulatan Rakyat: Pemerintahan Indonesia didasarkan pada kedaulatan rakyat yang diwujudkan melalui sistem perwakilan (DPR, DPD, dan lembaga lainnya), di mana setiap kebijakan pemerintah harus mencerminkan aspirasi dan kepentingan rakyat.

Sila 5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

  1. Pemerataan Ekonomi: Sila ini mengharuskan pemerintah untuk berusaha mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk melalui distribusi kekayaan negara yang adil dan pemerataan akses terhadap sumber daya.
  2. Kesejahteraan Sosial: Negara harus memastikan bahwa semua warga negara, terutama yang kurang mampu, mendapatkan kesempatan yang setara dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan sehingga terwujud keadilan sosial yang merata.

Itulah nilai-nilai instrumental yang dapat ditemukan dalam setiap sila Pancasila, yang diharapkan mampu menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

ada tiga cara penyelesaian konflik secara sederhana (pendekatan kultur atau budaya, diaspora, fan hubungan bilateral), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya dari 5 penyelesaian konflik secara internasional (negosiasi, mediasi dan jasa-jasa baik, konsiliasi, penyelidikan, dan penyelesaian di bawah naungan organisasi PBB), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya

17

0.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi