Aulia R

10 Mei 2025 13:17

Iklan

Aulia R

10 Mei 2025 13:17

Pertanyaan

Menjelaskan respon koorperatif (mendukung) dan non koorperatif (tidak mendukung)Indonesia terhadap masuknya jepang secara rinci

Menjelaskan respon koorperatif (mendukung) dan non koorperatif (tidak mendukung)Indonesia terhadap masuknya jepang secara rinci

alt

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

14

:

37

:

51

Klaim

3

2


Iklan

Aurel A

10 Juni 2025 04:58

<p>Respon kooperatif (mendukung) dan non-kooperatif (tidak mendukung) Indonesia terhadap pendudukan Jepang memiliki perbedaan mendasar.&nbsp;</p><p>Respon kooperatif, seperti yang dilakukan oleh beberapa tokoh, memanfaatkan peluang yang diberikan Jepang untuk menumbuhkan nasionalisme dan mempersiapkan kemerdekaan.</p><p>&nbsp;Sementara respon non-kooperatif, ditunjukkan oleh tokoh lain, menolak segala bentuk kerja sama dengan Jepang dan memilih jalur perlawanan, baik secara terbuka maupun bawah tanah.&nbsp;</p>

Respon kooperatif (mendukung) dan non-kooperatif (tidak mendukung) Indonesia terhadap pendudukan Jepang memiliki perbedaan mendasar. 

Respon kooperatif, seperti yang dilakukan oleh beberapa tokoh, memanfaatkan peluang yang diberikan Jepang untuk menumbuhkan nasionalisme dan mempersiapkan kemerdekaan.

 Sementara respon non-kooperatif, ditunjukkan oleh tokoh lain, menolak segala bentuk kerja sama dengan Jepang dan memilih jalur perlawanan, baik secara terbuka maupun bawah tanah. 


Iklan

Zulfia Z

03 Juli 2025 14:20

<p>Berikut penjelasan respon kooperatif dan non-kooperatif Indonesia terhadap pendudukan Jepang: 1. Respon Kooperatif (Mendukung): Respon kooperatif ditandai dengan upaya kerja sama dan dukungan terhadap kebijakan Jepang. Beberapa tokoh yang termasuk dalam kelompok ini antara lain Soekarno dan Hatta. Kerja sama ini mungkin berupa penerimaan kebijakan ekonomi Jepang atau partisipasi dalam pemerintahan bentukan Jepang. Tujuan kerja sama ini mungkin untuk menghindari konflik lebih besar atau untuk mendapatkan keuntungan tertentu.</p><p>Respon non-kooperatif ditunjukkan dengan perlawanan terhadap pendudukan Jepang. Perlawanan ini dapat berupa perlawanan fisik secara langsung, atau gerakan bawah tanah (grass root). Contoh gerakan bawah tanah antara lain yang dipimpin oleh Sutan Syahrir, Amir Syarifuddin, dan tokoh-tokoh lainnya. Perlawanan fisik mungkin berupa pemberontakan bersenjata atau sabotase. Tujuan perlawanan ini adalah untuk mengusir Jepang dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.</p><p>Catatan: Informasi dalam gambar kurang lengkap. Penjelasan di atas merupakan interpretasi berdasarkan informasi yang tersedia dan pengetahuan umum mengenai sejarah Indonesia pada masa pendudukan Jepang. Ada kemungkinan tokoh dan kelompok lain yang terlibat dalam respon kooperatif maupun non-kooperatif, namun tidak tercantum dalam gambar.</p><p>Respon non-kooperatif ditunjukkan dengan perlawanan terhadap pendudukan Jepang. Perlawanan ini dapat berupa perlawanan fisik secara langsung, atau gerakan bawah tanah (grass root). Contoh gerakan bawah tanah antara lain yang dipimpin oleh Sutan Syahrir, Amir Syarifuddin, dan tokoh-tokoh lainnya. Perlawanan fisik mungkin berupa pemberontakan bersenjata atau sabotase. Tujuan perlawanan ini adalah untuk mengusir Jepang dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.</p>

Berikut penjelasan respon kooperatif dan non-kooperatif Indonesia terhadap pendudukan Jepang: 1. Respon Kooperatif (Mendukung): Respon kooperatif ditandai dengan upaya kerja sama dan dukungan terhadap kebijakan Jepang. Beberapa tokoh yang termasuk dalam kelompok ini antara lain Soekarno dan Hatta. Kerja sama ini mungkin berupa penerimaan kebijakan ekonomi Jepang atau partisipasi dalam pemerintahan bentukan Jepang. Tujuan kerja sama ini mungkin untuk menghindari konflik lebih besar atau untuk mendapatkan keuntungan tertentu.

Respon non-kooperatif ditunjukkan dengan perlawanan terhadap pendudukan Jepang. Perlawanan ini dapat berupa perlawanan fisik secara langsung, atau gerakan bawah tanah (grass root). Contoh gerakan bawah tanah antara lain yang dipimpin oleh Sutan Syahrir, Amir Syarifuddin, dan tokoh-tokoh lainnya. Perlawanan fisik mungkin berupa pemberontakan bersenjata atau sabotase. Tujuan perlawanan ini adalah untuk mengusir Jepang dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Catatan: Informasi dalam gambar kurang lengkap. Penjelasan di atas merupakan interpretasi berdasarkan informasi yang tersedia dan pengetahuan umum mengenai sejarah Indonesia pada masa pendudukan Jepang. Ada kemungkinan tokoh dan kelompok lain yang terlibat dalam respon kooperatif maupun non-kooperatif, namun tidak tercantum dalam gambar.

Respon non-kooperatif ditunjukkan dengan perlawanan terhadap pendudukan Jepang. Perlawanan ini dapat berupa perlawanan fisik secara langsung, atau gerakan bawah tanah (grass root). Contoh gerakan bawah tanah antara lain yang dipimpin oleh Sutan Syahrir, Amir Syarifuddin, dan tokoh-tokoh lainnya. Perlawanan fisik mungkin berupa pemberontakan bersenjata atau sabotase. Tujuan perlawanan ini adalah untuk mengusir Jepang dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

13

5.0

Jawaban terverifikasi