Ghani D

27 Mei 2024 12:13

Iklan

Iklan

Ghani D

27 Mei 2024 12:13

Pertanyaan

mengapa perubahan biloks(reksi redoks) dapat menghasilkan koloid?

mengapa perubahan biloks(reksi redoks) dapat menghasilkan koloid?


10

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Kevin L

Bronze

27 Mei 2024 12:30

Jawaban terverifikasi

【Jawaban】: Perubahan bilangan oksidasi (reaksi redoks) dapat menghasilkan koloid karena proses tersebut melibatkan perpindahan elektron dari satu spesies kimia ke spesies kimia lainnya. Spesies yang menerima elektron menjadi ion positif (kation) dan spesies yang melepaskan elektron menjadi ion negatif (anion). Kedua ion ini dapat membentuk koloid ketika mereka berinteraksi dalam larutan. 【Penjelasan】: Reaksi redoks adalah reaksi kimia yang melibatkan perpindahan elektron dari satu spesies kimia ke spesies kimia lainnya. Dalam proses ini, spesies yang melepaskan elektron disebut reduktor, dan spesies yang menerima elektron disebut oksidator. Dalam konteks koloid, reaksi redoks dapat menghasilkan partikel koloid. Partikel koloid adalah partikel yang memiliki ukuran antara 1 dan 1000 nanometer dan dapat mengapung dalam cairan. Partikel ini dapat terbentuk ketika ion positif (kation) dan ion negatif (anion) berinteraksi dalam larutan. Misalnya, dalam reaksi redoks antara ion tembaga (Cu^2+) dan ion oksida (O^2-), ion tembaga dapat menerima elektron dari ion oksida, menghasilkan ion tembaga (Cu^1+) dan ion oksida (O^3-). Ion tembaga (Cu^1+) dan ion oksida (O^3-) ini dapat berinteraksi dalam larutan untuk membentuk partikel koloid. Dengan demikian, perubahan bilangan oksidasi dalam reaksi redoks dapat menghasilkan koloid karena proses tersebut melibatkan perpindahan elektron yang menghasilkan ion positif dan ion negatif, yang dapat berinteraksi dalam larutan untuk membentuk partikel koloid.


Ghani D

27 Mei 2024 13:01

kan kondensasi itu memperbesar partikel kecil ke besar , kalau ion itu tergolong larutan, koloid,atau suspensi ya?

Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

27 Mei 2024 12:48

Jawaban terverifikasi

<p>Perubahan biloks atau reaksi redoks dapat menghasilkan koloid karena reaksi tersebut dapat menghasilkan partikel-partikel yang sangat kecil, yang terdispersi dalam medium pelarut. Ini terjadi karena:</p><p><strong>Pembentukan Partikel</strong>: Dalam reaksi redoks, terjadi perubahan oksidasi dan reduksi yang dapat menghasilkan produk-produk yang memiliki kecenderungan untuk membentuk partikel-partikel kecil. Misalnya, dalam reaksi pembentukan emas koloid dari ion emas, ion emas Au^3+ direduksi menjadi partikel-partikel emas yang sangat kecil, yang terdispersi dalam pelarut.</p><p><strong>Stabilisasi Partikel</strong>: Dalam medium pelarut, partikel-partikel kecil yang terbentuk cenderung saling menarik atau menolak, tergantung pada sifat-sifat permukaan mereka. Dalam kondisi tertentu, partikel-partikel tersebut dapat saling menolak sehingga tidak menggumpal atau mengendap, yang menghasilkan koloid stabil.</p><p><strong>Interaksi Permukaan</strong>: Partikel-partikel kecil dalam koloid memiliki luas permukaan yang besar, yang memungkinkan mereka berinteraksi dengan molekul pelarut atau partikel-partikel lain dalam medium. Ini dapat menyebabkan partikel-partikel tersebut terdispersi secara homogen dalam medium pelarut, membentuk koloid.</p><p>&nbsp;</p>

Perubahan biloks atau reaksi redoks dapat menghasilkan koloid karena reaksi tersebut dapat menghasilkan partikel-partikel yang sangat kecil, yang terdispersi dalam medium pelarut. Ini terjadi karena:

Pembentukan Partikel: Dalam reaksi redoks, terjadi perubahan oksidasi dan reduksi yang dapat menghasilkan produk-produk yang memiliki kecenderungan untuk membentuk partikel-partikel kecil. Misalnya, dalam reaksi pembentukan emas koloid dari ion emas, ion emas Au^3+ direduksi menjadi partikel-partikel emas yang sangat kecil, yang terdispersi dalam pelarut.

Stabilisasi Partikel: Dalam medium pelarut, partikel-partikel kecil yang terbentuk cenderung saling menarik atau menolak, tergantung pada sifat-sifat permukaan mereka. Dalam kondisi tertentu, partikel-partikel tersebut dapat saling menolak sehingga tidak menggumpal atau mengendap, yang menghasilkan koloid stabil.

Interaksi Permukaan: Partikel-partikel kecil dalam koloid memiliki luas permukaan yang besar, yang memungkinkan mereka berinteraksi dengan molekul pelarut atau partikel-partikel lain dalam medium. Ini dapat menyebabkan partikel-partikel tersebut terdispersi secara homogen dalam medium pelarut, membentuk koloid.

 


Ghani D

27 Mei 2024 12:58

mau nanya ion ini tergolong larutan, koloid atau suspensi

lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

50 ml larutan CH3COOH 0,2 M (Ka 10 -5 ) dicampur dengan 50 ml larutan NaOH 0,2 M Berapakah pH larutan yang terjadi?

4

5.0

Jawaban terverifikasi