Bila B

03 September 2024 10:59

Iklan

Bila B

03 September 2024 10:59

Pertanyaan

Helppp ini bagian b, c, d, dan e

Helppp ini bagian b, c, d, dan e

alt

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

15

:

53

:

01

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Tyrannosaurus T

03 September 2024 11:38

Jawaban terverifikasi

<p><strong>c. Hubungan Antara Jumlah Elektron, Gaya Dipol Sesaat, dan Titik Didih pada Halogen (F₂, Cl₂, Br₂)</strong></p><p><strong>Penjelasan:</strong></p><p><strong>Jumlah Elektron:</strong> Fluorin (F₂), klorin (Cl₂), dan bromin (Br₂) semuanya adalah molekul diatomik yang termasuk dalam golongan halogen di tabel periodik. Nomor atomnya menunjukkan jumlah total elektron di setiap atom (9 untuk F, 17 untuk Cl, dan 35 untuk Br), tetapi untuk molekul diatomik, kita menjumlahkan elektron dari dua atom:</p><ul><li><strong>F₂:</strong> Jumlah elektron = 2 x 9 = 18</li><li><strong>Cl₂:</strong> Jumlah elektron = 2 x 17 = 34</li><li><strong>Br₂:</strong> Jumlah elektron = 2 x 35 = 70</li></ul><p><strong>Gaya Dipol Sesaat (London Dispersion Forces):</strong> Gaya dispersi London adalah gaya tarik menarik lemah yang dihasilkan dari fluktuasi sementara dalam distribusi elektron yang menciptakan dipol sesaat dalam molekul nonpolar. Besarnya gaya ini bergantung pada jumlah elektron dalam molekul; semakin banyak elektron, semakin kuat gaya London.</p><p><strong>Titik Didih:</strong></p><ul><li><strong>F₂:</strong> -188°C</li><li><strong>Cl₂:</strong> -34°C</li><li><strong>Br₂:</strong> +58°C</li></ul><p><strong>Hubungan:</strong></p><ol><li><strong>Jumlah Elektron dan Gaya Dipol Sesaat:</strong><ul><li>Seiring bertambahnya jumlah elektron (dari F₂ ke Br₂), gaya dispersi London meningkat karena awan elektron menjadi lebih besar dan lebih mudah berubah bentuk, menciptakan dipol sesaat yang lebih kuat.</li></ul></li><li><strong>Gaya Dipol Sesaat dan Titik Didih:</strong><ul><li>Semakin kuat gaya dipol sesaat (dispersi London), semakin tinggi titik didihnya karena diperlukan lebih banyak energi untuk memutuskan interaksi antarmolekul ini.</li></ul></li><li><strong>Contoh:</strong><ul><li>F₂ memiliki jumlah elektron paling sedikit dan gaya dispersi London paling lemah, sehingga titik didihnya sangat rendah (-188°C).</li><li>Br₂ memiliki jumlah elektron paling banyak dan gaya dispersi London paling kuat, sehingga titik didihnya lebih tinggi (+58°C).</li></ul></li></ol><p>&nbsp;</p><p><strong>d. Hubungan Antara Massa Molekul Relatif (Mr), Gaya Dipol Sesaat, dan Titik Didih pada Alkan (CH₄, C₂H₆, C₃H₈, C₄H₁₀)</strong></p><p><strong>Penjelasan:</strong></p><p><strong>Massa Molekul Relatif (Mr):</strong> Ini mengacu pada massa total molekul berdasarkan massa atom relatif dari atom-atom penyusunnya. Dalam deret alkana (CH₄, C₂H₆, C₃H₈, C₄H₁₀), Mr bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah atom karbon dan hidrogen.</p><ul><li><strong>CH₄ (Metana):</strong> Mr ≈ 16, Titik Didih: -161°C</li><li><strong>C₂H₆ (Etana):</strong> Mr ≈ 30, Titik Didih: -89°C</li><li><strong>C₃H₈ (Propana):</strong> Mr ≈ 44, Titik Didih: -42°C</li><li><strong>C₄H₁₀ (Butana):</strong> Mr ≈ 58, Titik Didih: 0°C</li></ul><p><strong>Gaya Dipol Sesaat (London Dispersion Forces):</strong> Sama seperti halogen, alkana adalah molekul nonpolar sehingga gaya antarmolekul utama yang mempengaruhi titik didih adalah gaya dispersi London.</p><p><strong>Hubungan:</strong></p><p><strong>Massa Molekul Relatif (Mr) dan Gaya Dipol Sesaat:</strong></p><ul><li>Seiring bertambahnya massa molekul relatif (Mr), jumlah elektron juga bertambah, menyebabkan awan elektron menjadi lebih besar dan lebih mudah berubah bentuk.</li><li>Hal ini meningkatkan gaya dispersi London, sehingga gaya tarik menarik antar molekul menjadi lebih kuat.</li></ul><p><strong>Gaya Dipol Sesaat dan Titik Didih:</strong></p><ul><li>Semakin kuat gaya dispersi London, semakin banyak energi yang dibutuhkan untuk memisahkan molekul-molekul ini, yang meningkatkan titik didih.</li></ul><p><strong>Contoh:</strong></p><ul><li>CH₄ (metana) dengan Mr terendah memiliki gaya dispersi London yang lemah, sehingga titik didihnya sangat rendah (-161°C).</li><li>C₄H₁₀ (butana) dengan Mr tertinggi memiliki gaya dispersi London yang lebih kuat, sehingga titik didihnya lebih tinggi (0°C).</li></ul><p>&nbsp;</p><p><strong>e. Perbedaan Titik Didih Antara Etana (CH₃-CH₃) dan Metanol (CH₃-OH) Meski Jumlah Elektron Sama</strong></p><p><strong>Penjelasan:</strong></p><p><strong>Jumlah Elektron Sama:</strong></p><ul><li>Etana (CH₃-CH₃) dan metanol (CH₃-OH) keduanya memiliki jumlah total elektron yang sama (18 elektron).</li></ul><p><strong>Perbedaan Titik Didih:</strong></p><ul><li><strong>Etana (CH₃-CH₃):</strong> Titik didih -89°C</li><li><strong>Metanol (CH₃-OH):</strong> Titik didih +65°C</li></ul><p><strong>Penyebab Utama Perbedaan:</strong></p><p><strong>Interaksi Antarmolekul:</strong></p><ul><li><strong>Etana (CH₃-CH₃):</strong> Merupakan molekul nonpolar, sehingga hanya memiliki gaya dispersi London yang relatif lemah sebagai gaya antarmolekul utama.</li><li><strong>Metanol (CH₃-OH):</strong> Mengandung gugus hidroksil (-OH), yang dapat membentuk ikatan hidrogen. Ikatan hidrogen adalah gaya antarmolekul yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan gaya dispersi London.</li></ul><p><strong>Ikatan Hidrogen:</strong></p><ul><li>Ikatan hidrogen di metanol menciptakan gaya tarik menarik yang sangat kuat antar molekul, yang membutuhkan energi lebih besar untuk memutuskan dan mengubah fase cair ke gas.</li><li>Akibatnya, titik didih metanol jauh lebih tinggi (+65°C) dibandingkan dengan etana (-89°C), meskipun jumlah elektron keduanya sama.</li></ul><p><strong>Kesimpulan:</strong></p><p>Perbedaan dalam titik didih meskipun jumlah elektron yang sama disebabkan oleh perbedaan jenis dan kekuatan gaya antarmolekul. Molekul yang dapat membentuk ikatan hidrogen (seperti metanol) memiliki titik didih yang lebih tinggi dibandingkan dengan molekul nonpolar (seperti etana) karena ikatan hidrogen lebih kuat daripada gaya dispersi London.</p><p>&nbsp;</p>

c. Hubungan Antara Jumlah Elektron, Gaya Dipol Sesaat, dan Titik Didih pada Halogen (F₂, Cl₂, Br₂)

Penjelasan:

Jumlah Elektron: Fluorin (F₂), klorin (Cl₂), dan bromin (Br₂) semuanya adalah molekul diatomik yang termasuk dalam golongan halogen di tabel periodik. Nomor atomnya menunjukkan jumlah total elektron di setiap atom (9 untuk F, 17 untuk Cl, dan 35 untuk Br), tetapi untuk molekul diatomik, kita menjumlahkan elektron dari dua atom:

  • F₂: Jumlah elektron = 2 x 9 = 18
  • Cl₂: Jumlah elektron = 2 x 17 = 34
  • Br₂: Jumlah elektron = 2 x 35 = 70

Gaya Dipol Sesaat (London Dispersion Forces): Gaya dispersi London adalah gaya tarik menarik lemah yang dihasilkan dari fluktuasi sementara dalam distribusi elektron yang menciptakan dipol sesaat dalam molekul nonpolar. Besarnya gaya ini bergantung pada jumlah elektron dalam molekul; semakin banyak elektron, semakin kuat gaya London.

Titik Didih:

  • F₂: -188°C
  • Cl₂: -34°C
  • Br₂: +58°C

Hubungan:

  1. Jumlah Elektron dan Gaya Dipol Sesaat:
    • Seiring bertambahnya jumlah elektron (dari F₂ ke Br₂), gaya dispersi London meningkat karena awan elektron menjadi lebih besar dan lebih mudah berubah bentuk, menciptakan dipol sesaat yang lebih kuat.
  2. Gaya Dipol Sesaat dan Titik Didih:
    • Semakin kuat gaya dipol sesaat (dispersi London), semakin tinggi titik didihnya karena diperlukan lebih banyak energi untuk memutuskan interaksi antarmolekul ini.
  3. Contoh:
    • F₂ memiliki jumlah elektron paling sedikit dan gaya dispersi London paling lemah, sehingga titik didihnya sangat rendah (-188°C).
    • Br₂ memiliki jumlah elektron paling banyak dan gaya dispersi London paling kuat, sehingga titik didihnya lebih tinggi (+58°C).

 

d. Hubungan Antara Massa Molekul Relatif (Mr), Gaya Dipol Sesaat, dan Titik Didih pada Alkan (CH₄, C₂H₆, C₃H₈, C₄H₁₀)

Penjelasan:

Massa Molekul Relatif (Mr): Ini mengacu pada massa total molekul berdasarkan massa atom relatif dari atom-atom penyusunnya. Dalam deret alkana (CH₄, C₂H₆, C₃H₈, C₄H₁₀), Mr bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah atom karbon dan hidrogen.

  • CH₄ (Metana): Mr ≈ 16, Titik Didih: -161°C
  • C₂H₆ (Etana): Mr ≈ 30, Titik Didih: -89°C
  • C₃H₈ (Propana): Mr ≈ 44, Titik Didih: -42°C
  • C₄H₁₀ (Butana): Mr ≈ 58, Titik Didih: 0°C

Gaya Dipol Sesaat (London Dispersion Forces): Sama seperti halogen, alkana adalah molekul nonpolar sehingga gaya antarmolekul utama yang mempengaruhi titik didih adalah gaya dispersi London.

Hubungan:

Massa Molekul Relatif (Mr) dan Gaya Dipol Sesaat:

  • Seiring bertambahnya massa molekul relatif (Mr), jumlah elektron juga bertambah, menyebabkan awan elektron menjadi lebih besar dan lebih mudah berubah bentuk.
  • Hal ini meningkatkan gaya dispersi London, sehingga gaya tarik menarik antar molekul menjadi lebih kuat.

Gaya Dipol Sesaat dan Titik Didih:

  • Semakin kuat gaya dispersi London, semakin banyak energi yang dibutuhkan untuk memisahkan molekul-molekul ini, yang meningkatkan titik didih.

Contoh:

  • CH₄ (metana) dengan Mr terendah memiliki gaya dispersi London yang lemah, sehingga titik didihnya sangat rendah (-161°C).
  • C₄H₁₀ (butana) dengan Mr tertinggi memiliki gaya dispersi London yang lebih kuat, sehingga titik didihnya lebih tinggi (0°C).

 

e. Perbedaan Titik Didih Antara Etana (CH₃-CH₃) dan Metanol (CH₃-OH) Meski Jumlah Elektron Sama

Penjelasan:

Jumlah Elektron Sama:

  • Etana (CH₃-CH₃) dan metanol (CH₃-OH) keduanya memiliki jumlah total elektron yang sama (18 elektron).

Perbedaan Titik Didih:

  • Etana (CH₃-CH₃): Titik didih -89°C
  • Metanol (CH₃-OH): Titik didih +65°C

Penyebab Utama Perbedaan:

Interaksi Antarmolekul:

  • Etana (CH₃-CH₃): Merupakan molekul nonpolar, sehingga hanya memiliki gaya dispersi London yang relatif lemah sebagai gaya antarmolekul utama.
  • Metanol (CH₃-OH): Mengandung gugus hidroksil (-OH), yang dapat membentuk ikatan hidrogen. Ikatan hidrogen adalah gaya antarmolekul yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan gaya dispersi London.

Ikatan Hidrogen:

  • Ikatan hidrogen di metanol menciptakan gaya tarik menarik yang sangat kuat antar molekul, yang membutuhkan energi lebih besar untuk memutuskan dan mengubah fase cair ke gas.
  • Akibatnya, titik didih metanol jauh lebih tinggi (+65°C) dibandingkan dengan etana (-89°C), meskipun jumlah elektron keduanya sama.

Kesimpulan:

Perbedaan dalam titik didih meskipun jumlah elektron yang sama disebabkan oleh perbedaan jenis dan kekuatan gaya antarmolekul. Molekul yang dapat membentuk ikatan hidrogen (seperti metanol) memiliki titik didih yang lebih tinggi dibandingkan dengan molekul nonpolar (seperti etana) karena ikatan hidrogen lebih kuat daripada gaya dispersi London.

 


Iklan

J. Siregar

04 September 2024 09:45

Jawaban terverifikasi

Jawaban yang benar adalah memiliki jumlah elektron paling banyak dan gaya dispersi London paling kuat, sehingga titik didihnya lebih tinggi. Jumlah Elektron: Fluorin (F₂), klorin (Cl₂), dan bromin (Br₂) semuanya adalah molekul diatomik yang termasuk dalam golongan halogen di tabel periodik. Nomor atomnya menunjukkan jumlah total elektron di setiap atom (9 untuk F, 17 untuk Cl, dan 35 untuk Br), tetapi untuk molekul diatomik, kita menjumlahkan elektron dari dua atom: F₂: Jumlah elektron = 2 x 9 = 18 Cl₂: Jumlah elektron = 2 x 17 = 34 Br₂: Jumlah elektron = 2 x 35 = 70 Gaya Dipol Sesaat (London Dispersion Forces): Gaya dispersi London adalah gaya tarik menarik lemah yang dihasilkan dari fluktuasi sementara dalam distribusi elektron yang menciptakan dipol sesaat dalam molekul nonpolar. Besarnya gaya ini bergantung pada jumlah elektron dalam molekul; semakin banyak elektron, semakin kuat gaya London. Titik Didih: F₂: -188°C Cl₂: -34°C Br₂: 58°C Hubungan: Jumlah Elektron dan Gaya Dipol Sesaat: Seiring bertambahnya jumlah elektron (dari F₂ ke Br₂), gaya dispersi London meningkat karena awan elektron menjadi lebih besar dan lebih mudah berubah bentuk, menciptakan dipol sesaat yang lebih kuat. Gaya Dipol Sesaat dan Titik Didih: Semakin kuat gaya dipol sesaat (dispersi London), semakin tinggi titik didihnya karena diperlukan lebih banyak energi untuk memutuskan interaksi antarmolekul ini. Contoh: F₂ memiliki jumlah elektron paling sedikit dan gaya dispersi London paling lemah, sehingga titik didihnya sangat rendah (-188°C). Br₂ memiliki jumlah elektron paling banyak dan gaya dispersi London paling kuat, sehingga titik didihnya lebih tinggi (58°C). Jadi, jawaban yang benar adalah memiliki jumlah elektron paling banyak dan gaya dispersi London paling kuat, sehingga titik didihnya lebih tinggi.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Bu Vina mengirimkan beras kepada pedagang dalam kemasan 25 kg dan 50 kg menggunakan truk. Banyak karung beras keseluruhan adalah 200 karung dengan total berat beras adalah 8 ton, 8. Berdasarkan teks tersebut, pilihlah semua jawaban yang benar. Jawaban benar lebih dari satu. Banyak karung beras kemasan 25 kg adalah 50 buah. Banyak karung beras kemasan 50 kg adalah 150 buah. Total berat beras dalam kemasan 25 kg adalah 2 ton. Perbandingan berat beras kemasan 25 kg dan 50 kg dalam truk adalah 1: 3. 9. Berdasarkan teks tersebut, jika biaya setiap beras karung kecil adalah Rp7.500 dan karung besar Rp14.000, berapakah biaya angkut semua beras yang harus dibayar oleh Bu Vina? A. Rp2.540.000 C. Rp2.312.000 B. Rp2.475.000 D. Rp2.280.000

45

4.5

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

26

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan