Farhan C

04 November 2021 15:29

Iklan

Farhan C

04 November 2021 15:29

Pertanyaan

Menafsirkan Puisi Puisi merupakan karya sastra yang menarik untuk dibahas. Dengan membaca puisi, seseorang akan memperoleh pengalaman batin yang banyak. Sayangnya, banyak orang yang belum bisa menikmati puisi. Mereka merasa mengapresiasi atau memahami puisi itu sangat sulit. Untuk itu, perlu cara yang tepat untuk dapat menikmati puisi tersebut. Hal yang bisa dilakukan untuk menafsirkan puisi salah satunya adalah membaca puisi berulang-ulang. Pembaca harus membaca puisi sambil mencoba menafsirkan maknanya. Kaitkan antara pengalaman batin dengan keadaan di sekitar. Hal ini penting karena isi puisi pada dasarnya merupakan potret kehidupan yang dialami atau dilihat oleh penyair. Bukan tidak mungkin hal tersebut juga dialami oleh pembaca itu sendiri. Saat menafsirkan makna kata dalam puisi, pembaca perlu menafsirkan baris puisi atau bait- bait puisi. Untuk membantu dalam penafsiran, pembaca bisa melihat makna kata dalam kamus. Makna kata juga dapat bersifat kias sehingga perlu pula menghubungkannya dengan kondisi dan konteks tertentu. Dengan menafsirkan kata-kata puisi, pemahaman isi puisi akan diperoleh dengan cepat. Cara lain yang bisa diterapkan untuk menafsirkan puisi adalah membuat parafrasa. Parafrasa merupakan cara menafsirkan puisi dengan menambahkan kata-kata atau kalimat dalam baris puisi. Caranya, tambahkan kata-kata atau klausa pada tiap baris. Dengan demikian, baris puisi tampak seperti kalimat utuh. Parafrasa dapat mengembalikan bentuk aslinya sebelum dipadatkan menjadi puisi. Selain hal-hal tersebut, langkah lain untuk menafsirkan puisi adalah dengan mencari unsur ekstrinsik puisi. Carilah hal-hal yang diperkirakan menjadi penyebab atau latar belakang penciptaan puisi. Misalnya, waktu (berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada masa tertentu saat puisi ditulis), suasana batin penulis, pendidikan penulis, pengalaman hidup penulis, dan sebagainya. Dengan cara ini, diharapkan penafsiran puisi akan mudah didapatkan. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, pembaca akan dapat memahami puisi dengan mudah. Adakah kaidah kebahasaan yang tidak terdapat dalam teks prosedur tersebut? Jelaskan pendapat Anda.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

23

:

31

:

05

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

W. Wahyuni

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Makassar

14 November 2021 00:37

Jawaban terverifikasi

Hai, Farhan C. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Kaidah kebahasaan yang tidak terdapat dalam teks prosedur adalah ucapan selamat yang bisa memotivasi pembaca. Mari cermati pembahasan berikut ini. Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah suatu aktivitas atau kegiatan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Teks prosedur ini dibutuhkan sebagai panduan bagi seseorang dalam membuat atau melakukan sesuatu. Berdasarkan kompleksitas tahapannya, teks prosedur dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu (1) teks prosedur sederhana: memuat dua atau tiga langkah saja sebagai panduan untuk menyelesaikan suatu kegiatan; (2) teks prosedur kompleks: memuat banyak langkah yang lebih kompleks dan terbagi atas beberapa jenjang; (3) teks prosedur protokol: memuat langkah-langkah yang urutannya fleksibel, tetapi tujuan yang ingin dicapai tetap bisa tercapai. Ciri-ciri kebahasaan dalam teks prosedur, yakni (1) terdapat penggunaan kalimat imperatif dan pernyataan persuasif yang bisa meyakinkan ataupun memotivasi pembaca untuk memenuhi seluruh langkah prosedur yang disajikan; (2) menggunakan verba material dan tingkah laku; (3) menggunakan kata keterangan untuk menyatakan rincian waktu, tempat, dan cara yang akurat, hingga alat yang digunakan; (4) menggunakan istilah teknis sesuai dengan topik yang dibahas; (5) menggunakan konjungsi yang menunjukkan urutan kegiatan dan konjungsi penambahan; (6) partisipan, manusia yang terlibat dalam pelaksaan urutan langkah prosedur; dan (7) kalimat pernyataan yang memuat suatu informasi terkait isi teks prosedur bisa berupa kalimat aktif ataupun kalimat pasif. Teks prosedur di atas menjelaskan tentang cara menafsirkan puisi yang dapat dilakukan dengan cara membaca ulang, menafsirkan makna kata, membuat parafrasa, dan mencari unsur ekstrinsik puisi. Teks prosedur di atas banyak menggunakan beberapa kaidah kebahasaan teks prosedur, seperti kalimat imperatif, kalimat persuasif, istilah teknis, dan sebagainya. Berikut adalah unsur kebahasaan yang terdapat dalam teks tersebut. 1. Kalimat imperatif: Caranya, tambahkan kata-kata atau klausa pada tiap baris. 2. Kalimat persuasif: (a) Untuk membantu dalam penafsiran, pembaca (bisa) melihat makna kata dalam kamus; (b) Dengan cara ini, (diharapkan) penafsiran puisi akan mudah didapatkan. 3. Kata keterangan: di sekitar, dengan cepat, dengan mudah. 4. Istilah teknis: bait, penafsiran, parafrasa, makna, kata, kamus, kalimat, estrinsik. 5. Konjungsi: akan, dengan, dan, oleh. 6. Partisipan: seseorang, pembaca, penulis. 7. Kalimat aktif: (a) Puisi merupakan karya sastra yang menarik untuk dibahas; (b) Dengan membaca puisi, seseorang akan memperoleh pengalaman batin yang banyak. 8. Kalimat pasif: (a) Hal yang bisa dilakukan untuk menafsirkan puisi salah satunya adalah membaca puisi berulang-ulang; (b) pemahaman isi puisi akan diperoleh dengan cepat. Di antara seluruh kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks prosedur di atas, terlihat bahwa tidak ada kalimat motivasi yang biasa menjadi penutup pada teks prosedur, seperti "Selamat Mencoba".


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

60

0.0

Jawaban terverifikasi