Syaza N

10 Maret 2026 01:13

Iklan

Syaza N

10 Maret 2026 01:13

Pertanyaan

macam macam majas apa aja si?

macam macam majas apa aja si?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

17

:

59

:

25

Klaim

3

2


Iklan

Dorotea D

12 Maret 2026 02:13

<p>1. Majas perbandingan&nbsp;</p><p>Majas ini membandingkan 2 objek atau lebih&nbsp;</p><p>2. Majas pertentangan&nbsp;</p><p>Majas yang menggambarkan 2 hal yang saling berkebalikan&nbsp;</p><p>3. Majas sindiran&nbsp;</p><p>Majas yang digunakan untuk menyindir seseorang atau sesuatu</p><p>4. Majas penegasan&nbsp;</p><p>Majas yang digunakan untuk memberikan penegasan / penekanan pada suatu pernyataan&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Semoga membantu maaf kalau salah&nbsp;</p>

1. Majas perbandingan 

Majas ini membandingkan 2 objek atau lebih 

2. Majas pertentangan 

Majas yang menggambarkan 2 hal yang saling berkebalikan 

3. Majas sindiran 

Majas yang digunakan untuk menyindir seseorang atau sesuatu

4. Majas penegasan 

Majas yang digunakan untuk memberikan penegasan / penekanan pada suatu pernyataan 

 

Semoga membantu maaf kalau salah 


Iklan

Nobila S

15 Maret 2026 02:38

<p>Majas perbandingan</p><p>Majas perbandingan ini cukup banyak muncul di pelajaran sekolah, lho. Majas perbandingan adalah&nbsp;majas yang membandingkan atau menyandingkan&nbsp;antara satu objek dengan objek lainnya. Ada pun majas yang termasuk ke dalam majas perbandingan, antara lain:</p><p><strong>Personifikasi</strong></p><p>Majas personifikasi membandingkan manusia dan benda mati. Gaya bahasa yang digunakan seolah-olah benda tersebut bersikap selayaknya manusia.</p><p>Contoh:</p><p>– Laut yang biru seakan&nbsp;menatapku&nbsp;dalam keheningan.</p><p>– Angin berbisik di telingaku.</p><p><strong>Metafora</strong></p><p>Majas metafora adalah majas yang menggunakan perbandingan dua objek berbeda, namun memiliki kemiripan. Contoh majas metafora:</p><ol><li>Perusahaan itu bangkrut karena ulah tikus berdasi.</li><li>Jangan sembarangan, kabarnya Agung Sejati itu keturunan darah biru.<br><br>&nbsp;</li></ol><ul>&nbsp;</ul><p><strong>Hiperbola</strong></p><p>Majas hiperbola adalah gaya bahasa yang digunakan dengan cara melebih-lebihkan suatu objek, bahkan dengan permisalan yang tidak masuk akal.</p><p>Contoh Majas Hiperbola</p><ol><li><i>Yasmin tidak berkutik ketika mendengar amarah ayahnya yang&nbsp;</i>menggelegar.</li><li><i>Kata-katanya begitu&nbsp;</i>menusuk hati.<br><br><strong>Simile</strong><br>&nbsp;Majas simile merupakan majas yang menggambarkan suatu keadaan dengan membanding-bandingkan suatu hal dengan hal lainnya. Pada hakekatnya hal tersebut berbeda namun sengaja untuk dipersamakan. Secara bahas, simile artinya seperti atau umpama. Majas jenis ini biasanya menggunakan kata-kata seperti, ibarat, umpama, bak, laksana, serupa dan lain-lain. Contohnya:</li></ol><ul>&nbsp;</ul><ol><li>Seperti air di daun talas</li><li>wajahnya bagaikan bulan kesiangan.<br><br><strong>alegori</strong></li></ol><ul>&nbsp;</ul><p><i>Majas alegori</i>&nbsp;adalah majas yang dibuat untuk membandingkan dua objek dengan menggunakan kata kiasan.</p><p>Contoh:</p><ol><li>hidup adalah roda yang selalu berputar</li><li><i>Alquran </i>adalah&nbsp;rambu<i>&nbsp;yang dapat memandu kita ke hadirat Ilahi Rabbi.</i><br><br><strong>Eufemisme</strong></li></ol><ul>&nbsp;</ul><p>Majas eufemisme adalah gaya bahasa yang digunakan dengan cara mengganti kata-kata yang dianggap kurang etis diucapkan dengan kata-kata yang lebih halus yang bermakna sepadan. &nbsp;</p><p>Contoh Majas Eufemisme</p><ol><li><i>Orang<strong>&nbsp;</strong></i>tuna netra<i>&nbsp;memiliki hak yang sama dengan orang orang lainnya. (Tuna netra = buta).</i></li><li><i>Jika malas berusaha dan bekerja, kamu bisa </i>menjadi&nbsp;tuna wisma. (Tuna wisma = gelandangan).</li></ol><ul><li><strong>Asosiasi</strong></li></ul><p>Gaya bahasa perbandingan dalam majas asosiasi digunakan untuk menyampaikan perasaan atau emosi dengan suatu objek, simbol, atau situasi yang berbeda.</p><p>Contoh:</p><p>– Langit yang biru mengingatkan aku pada kenangan indah masa kecil.</p><p>– Bunga mawar merah mengingatkan aku pada cinta yang dahulu.</p><ul><li><strong>Antonomasia</strong></li></ul><p>Majas antonomasia biasanya digunakan dengan nama atau gelar yang secara umum mewakili seseorang atau sesuatu yang lebih spesifik. Majas ini sering digunakan untuk menyampaikan suatu ide atau perasaan secara implisit atau memberikan efek khusus dalam teks.</p><p>Contoh:</p><p>– “Bapak Proklamator” mengacu pada Bung Karno sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia.</p><p>– “Guru Besar” mengacu pada seseorang yang diakui sebagai ahli dalam bidang tertentu.</p><p>2. Majas Pertentangan</p><p>Majas pertentangan bertujuan untuk menggambarkan dua hal yang bertentangan atau berkebalikan. Jenis majas ini sering digunakan tak hanya pada karya sastra, tetapi juga dalam percakapan sehari-hari. Macam-macam majas pertentangan, yaitu majas litotes, paradoks, oksimoron, kontradiksi interminus, anakronisme, dan antitesis.</p><ul><li><strong>Litotes</strong></li></ul><p>Majas Litotes adalah majas yang dibuat dengan tujuan untuk merendahkan diri atau merendahan hati. Majas ini berlawanan dengan majas hiperbola yang melebih-lebihkan sesuatu. Kalimat pada majas litotes biasanya mengecilkan atau menyempitkan keadaan tetapi tidak mewakili makna sebenarnya.</p><p>Contoh:</p><ol><li>&nbsp;“<i>Aku cuma&nbsp;bocah ingusan&nbsp;di devisi ini. (Padahal ia seorang senior).</i></li><li>Mari mampir ke gubuk kami pak!”</li></ol><ul><li><strong>Anakronisme</strong> Majas anakronisme merupakan majas yang mengungkapkan sesuatu kejadian yang tidak sesuai dengan waktu kejadiannya. Biasanya majas ini digunakan untuk menceritakan sesuatu yang telah terjadi dengan menambahkan hal-hal yang belum ada waktu itu.</li></ul><p>Contoh majas anakronisme:</p><ol><li>Kalau saja para prajurit kerajaan Majapahit menggunakan senjata pistol, tentu akan beda cerita</li><li>Ternyata bandung bondowoso dan sangkuriang berteman di media social.</li></ol><ul><li><strong>paradoks</strong> Majas paradoks menggunakan bahasa kiasan untuk membandingkan sesuatu yang berkebalikan. Contoh majas paradoks:</li></ul><ol><li>Sawah itu tetap subur meski kemarau sedang melanda daerah tersebut.</li><li>Dina selalu merasa kesepian meskipun tinggal di tengah keramaian kota.</li></ol><ul><li><strong>Sinekdoke</strong></li></ul><p>Majas sinekdoke digunakan untuk menyamakan atau menyamarkan maksud sebenarnya dengan menggunakan kata atau frasa yang tidak sesuai dengan arti sesungguhnya atau dengan menyebut sesuatu yang sebenarnya bukan inti dari masalah yang dibicarakan. digunakan untuk menyampaikan ide atau perasaan secara implisit atau memberikan efek khusus dalam teks. Ciri khas majas sinekdoke adalah pada kata atau frasa dengan makna sebenarnya yang berbeda dari yang dimaksud. Contoh. nya di antara lain &nbsp;: &nbsp;Kepala sekolah memuji murid-murid yang rajin (tetapi dia sendiri sering terlambat datang ke sekolah).</p><p>– Politisi itu berbicara tentang korupsi (tapi dia sendiri terlibat dalam skandal korupsi).</p><ul><li><strong>Antitesis</strong> Majas antitesis adalah majas yang menggunakan kata-kata yang berlawanan satu sama lainnya. Contoh majas antitesis:</li></ul><ol><li>tua muda, besar kecil, semuanya hadir di sini</li><li>bagi kami, menang kalah tak jadi masalah.</li></ol><ul><li><strong>Kontradiksi Interminus</strong></li></ul><p>Majas kontradiksi interminus adalah gaya bahasa yang mengungkapkan penyangkalan terhadap pernyataan sebelumnya. Majas ini umumnya disertai dengan kata penghubung seperti;&nbsp;<i>kecuali</i>&nbsp;atau&nbsp;<i>hanya saja.</i></p><p>Contoh Majas Kontradiksi Interminus</p><ol><li><i>Seluruh saudaranya berprofesi sebagai guru, hanya dia saja yang bekerja sebagai pengusaha.</i></li><li><i>Lowongan kerja itu diperuntukkan bagi siapa saja termasuk bagi yang baru lulus, kecuali yang sudah menikah.</i></li></ol><p>7. <strong>Oksimoron</strong> Oksimoron adalah majas yang menempatkan paradoks atau dua hal berlawanan dalam sebuah kalimat yang sama Contoh majas oksimoron:</p><ul><li>Hal yang tetap dalam dunia adalah perubahan.</li><li>Pria tersebut telah merasakan pahit manisnya kehidupan.</li></ul><p>8. <strong>Hiperbola</strong> Majas hiperbola adalah majas yang menggambarkan sesuatu dengan cara berlebih-lebihan baik jumlah, sifat, ukuran dan lain-lainnya. Tujuannya adalah untuk menambah kesan dan pengaruh dari kalimat tersebut. Contoh majas hiperbola;</p><ul><li>Harga-harga sudah meroket</li><li>Mereka terkejut setengah mati.</li></ul><p>3. &nbsp;Majas Penegasan</p><p>Majas penegasan adalah majas yang dibuat untuk menegaskan dan mempengaruhi orang lain. Jenis majas yang termasuk ke dalam majas penegasan yaitu:</p><p>1.<strong>retorika</strong> Majas retorika adalah majas yang berbentuk kalimat tanya tetapi tidak memerlukan jawaban karena hanya digunakan sebagai penegasan saja. Contoh majas retorika:</p><ul><li>Siapa yang tidak senang ketika tim yang dibelanya menang?</li><li>Siapa yang tidak ingin hidup bergelimang harta? &nbsp;</li></ul><p><i>2. </i><strong>Pleonasme</strong></p><p>Majas pleonasme adalah majas yang dibuat untuk menegaskan kalimat dengan menambahkan keterangan penjelas pada pernyataan yang telah jelas.</p><p>Contoh:</p><ul><li>Kita harus terus maju ke depan menyambut masa depan.</li><li><i>Siswa-siswi&nbsp;masuk ke dalam kelas&nbsp;pagi hari.</i></li></ul><p>3. <strong>Tautologi</strong></p><p>Majas tautologi adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang bersinonim untuk menegaskan sesuatu.</p><p>Contoh Majas Tautologi</p><ul><li><i>Jadilah anak yang&nbsp;berbakti, taat, patuh, dan penurut&nbsp;kepada kedua orang tua.</i></li><li><i>Dalam kehidupan bermasyarakat, hendaknya hidup bersama dengan&nbsp;rukun, akur, dan berasudara.</i></li></ul><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Majas perbandingan

Majas perbandingan ini cukup banyak muncul di pelajaran sekolah, lho. Majas perbandingan adalah majas yang membandingkan atau menyandingkan antara satu objek dengan objek lainnya. Ada pun majas yang termasuk ke dalam majas perbandingan, antara lain:

Personifikasi

Majas personifikasi membandingkan manusia dan benda mati. Gaya bahasa yang digunakan seolah-olah benda tersebut bersikap selayaknya manusia.

Contoh:

– Laut yang biru seakan menatapku dalam keheningan.

– Angin berbisik di telingaku.

Metafora

Majas metafora adalah majas yang menggunakan perbandingan dua objek berbeda, namun memiliki kemiripan. Contoh majas metafora:

  1. Perusahaan itu bangkrut karena ulah tikus berdasi.
  2. Jangan sembarangan, kabarnya Agung Sejati itu keturunan darah biru.

     
     

Hiperbola

Majas hiperbola adalah gaya bahasa yang digunakan dengan cara melebih-lebihkan suatu objek, bahkan dengan permisalan yang tidak masuk akal.

Contoh Majas Hiperbola

  1. Yasmin tidak berkutik ketika mendengar amarah ayahnya yang menggelegar.
  2. Kata-katanya begitu menusuk hati.

    Simile
     Majas simile merupakan majas yang menggambarkan suatu keadaan dengan membanding-bandingkan suatu hal dengan hal lainnya. Pada hakekatnya hal tersebut berbeda namun sengaja untuk dipersamakan. Secara bahas, simile artinya seperti atau umpama. Majas jenis ini biasanya menggunakan kata-kata seperti, ibarat, umpama, bak, laksana, serupa dan lain-lain. Contohnya:
     
  1. Seperti air di daun talas
  2. wajahnya bagaikan bulan kesiangan.

    alegori
     

Majas alegori adalah majas yang dibuat untuk membandingkan dua objek dengan menggunakan kata kiasan.

Contoh:

  1. hidup adalah roda yang selalu berputar
  2. Alquran adalah rambu yang dapat memandu kita ke hadirat Ilahi Rabbi.

    Eufemisme
     

Majas eufemisme adalah gaya bahasa yang digunakan dengan cara mengganti kata-kata yang dianggap kurang etis diucapkan dengan kata-kata yang lebih halus yang bermakna sepadan.  

Contoh Majas Eufemisme

  1. Orang tuna netra memiliki hak yang sama dengan orang orang lainnya. (Tuna netra = buta).
  2. Jika malas berusaha dan bekerja, kamu bisa menjadi tuna wisma. (Tuna wisma = gelandangan).
  • Asosiasi

Gaya bahasa perbandingan dalam majas asosiasi digunakan untuk menyampaikan perasaan atau emosi dengan suatu objek, simbol, atau situasi yang berbeda.

Contoh:

– Langit yang biru mengingatkan aku pada kenangan indah masa kecil.

– Bunga mawar merah mengingatkan aku pada cinta yang dahulu.

  • Antonomasia

Majas antonomasia biasanya digunakan dengan nama atau gelar yang secara umum mewakili seseorang atau sesuatu yang lebih spesifik. Majas ini sering digunakan untuk menyampaikan suatu ide atau perasaan secara implisit atau memberikan efek khusus dalam teks.

Contoh:

– “Bapak Proklamator” mengacu pada Bung Karno sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia.

– “Guru Besar” mengacu pada seseorang yang diakui sebagai ahli dalam bidang tertentu.

2. Majas Pertentangan

Majas pertentangan bertujuan untuk menggambarkan dua hal yang bertentangan atau berkebalikan. Jenis majas ini sering digunakan tak hanya pada karya sastra, tetapi juga dalam percakapan sehari-hari. Macam-macam majas pertentangan, yaitu majas litotes, paradoks, oksimoron, kontradiksi interminus, anakronisme, dan antitesis.

  • Litotes

Majas Litotes adalah majas yang dibuat dengan tujuan untuk merendahkan diri atau merendahan hati. Majas ini berlawanan dengan majas hiperbola yang melebih-lebihkan sesuatu. Kalimat pada majas litotes biasanya mengecilkan atau menyempitkan keadaan tetapi tidak mewakili makna sebenarnya.

Contoh:

  1.  “Aku cuma bocah ingusan di devisi ini. (Padahal ia seorang senior).
  2. Mari mampir ke gubuk kami pak!”
  • Anakronisme Majas anakronisme merupakan majas yang mengungkapkan sesuatu kejadian yang tidak sesuai dengan waktu kejadiannya. Biasanya majas ini digunakan untuk menceritakan sesuatu yang telah terjadi dengan menambahkan hal-hal yang belum ada waktu itu.

Contoh majas anakronisme:

  1. Kalau saja para prajurit kerajaan Majapahit menggunakan senjata pistol, tentu akan beda cerita
  2. Ternyata bandung bondowoso dan sangkuriang berteman di media social.
  • paradoks Majas paradoks menggunakan bahasa kiasan untuk membandingkan sesuatu yang berkebalikan. Contoh majas paradoks:
  1. Sawah itu tetap subur meski kemarau sedang melanda daerah tersebut.
  2. Dina selalu merasa kesepian meskipun tinggal di tengah keramaian kota.
  • Sinekdoke

Majas sinekdoke digunakan untuk menyamakan atau menyamarkan maksud sebenarnya dengan menggunakan kata atau frasa yang tidak sesuai dengan arti sesungguhnya atau dengan menyebut sesuatu yang sebenarnya bukan inti dari masalah yang dibicarakan. digunakan untuk menyampaikan ide atau perasaan secara implisit atau memberikan efek khusus dalam teks. Ciri khas majas sinekdoke adalah pada kata atau frasa dengan makna sebenarnya yang berbeda dari yang dimaksud. Contoh. nya di antara lain  :  Kepala sekolah memuji murid-murid yang rajin (tetapi dia sendiri sering terlambat datang ke sekolah).

– Politisi itu berbicara tentang korupsi (tapi dia sendiri terlibat dalam skandal korupsi).

  • Antitesis Majas antitesis adalah majas yang menggunakan kata-kata yang berlawanan satu sama lainnya. Contoh majas antitesis:
  1. tua muda, besar kecil, semuanya hadir di sini
  2. bagi kami, menang kalah tak jadi masalah.
  • Kontradiksi Interminus

Majas kontradiksi interminus adalah gaya bahasa yang mengungkapkan penyangkalan terhadap pernyataan sebelumnya. Majas ini umumnya disertai dengan kata penghubung seperti; kecuali atau hanya saja.

Contoh Majas Kontradiksi Interminus

  1. Seluruh saudaranya berprofesi sebagai guru, hanya dia saja yang bekerja sebagai pengusaha.
  2. Lowongan kerja itu diperuntukkan bagi siapa saja termasuk bagi yang baru lulus, kecuali yang sudah menikah.

7. Oksimoron Oksimoron adalah majas yang menempatkan paradoks atau dua hal berlawanan dalam sebuah kalimat yang sama Contoh majas oksimoron:

  • Hal yang tetap dalam dunia adalah perubahan.
  • Pria tersebut telah merasakan pahit manisnya kehidupan.

8. Hiperbola Majas hiperbola adalah majas yang menggambarkan sesuatu dengan cara berlebih-lebihan baik jumlah, sifat, ukuran dan lain-lainnya. Tujuannya adalah untuk menambah kesan dan pengaruh dari kalimat tersebut. Contoh majas hiperbola;

  • Harga-harga sudah meroket
  • Mereka terkejut setengah mati.

3.  Majas Penegasan

Majas penegasan adalah majas yang dibuat untuk menegaskan dan mempengaruhi orang lain. Jenis majas yang termasuk ke dalam majas penegasan yaitu:

1.retorika Majas retorika adalah majas yang berbentuk kalimat tanya tetapi tidak memerlukan jawaban karena hanya digunakan sebagai penegasan saja. Contoh majas retorika:

  • Siapa yang tidak senang ketika tim yang dibelanya menang?
  • Siapa yang tidak ingin hidup bergelimang harta?  

2. Pleonasme

Majas pleonasme adalah majas yang dibuat untuk menegaskan kalimat dengan menambahkan keterangan penjelas pada pernyataan yang telah jelas.

Contoh:

  • Kita harus terus maju ke depan menyambut masa depan.
  • Siswa-siswi masuk ke dalam kelas pagi hari.

3. Tautologi

Majas tautologi adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang bersinonim untuk menegaskan sesuatu.

Contoh Majas Tautologi

  • Jadilah anak yang berbakti, taat, patuh, dan penurut kepada kedua orang tua.
  • Dalam kehidupan bermasyarakat, hendaknya hidup bersama dengan rukun, akur, dan berasudara.

 

 


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Apakah kalian tahu mengapa tumbuhan tidak selamanya mempunyai klorofil, mengapa? 2. Apa yang kamu ketahui tentang kloroplas, dan bagaimana dengan tumbuhan yang tidak mempunyai kloroplas?

10

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

13

0.0

Jawaban terverifikasi