Nakula N

13 September 2022 02:41

Iklan

Nakula N

13 September 2022 02:41

Pertanyaan

M. Balfas: Sastrawan Betawi Muhammad Balfas (M. Balfas) dilahirkan pada tanggal 25 Desember 1922 di Krukut, Jakarta. Balfas merupakan keturunan Betawi. Sebagai anak Betawi, Balfas merasa kehilangan corak asli kehidupan masyarakatnya sehingga dirinya mengalami kekecewaan. Dalam salah satu tulisannya, Balfas mengatakan bahwa dirinya telah kehilangan kemerdekaan karena ideologi yang menjadikannya *budak di tengah-tengah masyarakat modern. Balfas juga selalu mengidentifikasi dirinya ke dalam tokoh-tokoh ciptaannya. Latar belakang pendidikan Balfas tidak diketahui secara jelas, khususnya riwayat pendidikan sekolah dasar hingga lanjutan pertamanya. Namun, pada tahun 1940, Balfas berhasil menamatkan MULO (setingkat SLTA). Setelah tamat MULO, Balfas tidak melanjutkan pendidikan, tetapi langsung bekerja sebagai pegawai pada Ekonomishe Zaken yang dijalaninya selama tiga tahun (1940-1943). Pada tahun 1946-1947, Balfas menjadi pemimpin redaksi majalah Masyarakat. Balfas mendapatkan banyak pengalaman selama menjadi wartawan yang berpengarus pada awal karier kepenulisannya. Pada tahun 1953, Balfas bersama Sudjati S.A. mendirikan majalah Kisah yang khusus menerbitkan cerpen. Selama empat tahun, Balfas (bersama H.B. Jassin dan Idrus) menjadi redaktur majalah tersebut hingga pada tahun 1956 majalah tersebut menghentikan penerbitan. Akhirnya, pada tahun 1961, Balfas bersama H.B. Jassin menerbitkan majalah baru bernama Sastra. Majalah Sastra merupakan kebangkitan, majalah Kisah dengan menerapkan garis kebijakan yang sama seperti sebelumnya. Namun, posisi redaktur ditinggalkan oleh Balfas karena dirinya merantau ke Kuala Lumpur untuk bekerja. 1. Berdasarkan teks tersebut, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut. c. Apa pengaruh latar belakang budaya Betawi yang dimiliki Balfas terhadap karya yang dihasilkan?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

19

:

35

:

47

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

G. Nusantara

Mahasiswa/Alumni Universitas Airlangga

01 November 2022 15:32

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang tepat adalah "Balfas merasa kehilangan corak asli kehidupan masyarakatnya yang kemudian dituliskannya ke dalam tokoh-tokoh ciptaannya".</p><p>&nbsp;</p><p>Soal menanyakan pengaruh latar belakang budaya Betawi yang dimiliki Balfas terhadap karya yang dihasilkan.</p><p>&nbsp;</p><p>Jawaban dapat ditemukan pada paragraf 1, terutama kalimat:</p><p>Balfas merupakan keturunan Betawi. Sebagai anak Betawi, Balfas merasa kehilangan corak asli kehidupan masyarakatnya sehingga dirinya mengalami kekecewaan. Dalam salah satu tulisannya, Balfas mengatakan bahwa dirinya telah kehilangan kemerdekaan karena ideologi yang menjadikannya *budak di tengah-tengah masyarakat modern. Balfas juga selalu mengidentifikasi dirinya ke dalam tokoh-tokoh ciptaannya.</p><p>&nbsp;</p><p>Berdasarkan kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaruh latar belakang budaya Betawi yang dimiliki Balfas terhadap karya yang dihasilkan adalah Balfas merasa kehilangan corak asli kehidupan masyarakatnya yang kemudian dituliskannya ke dalam tokoh-tokoh ciptaannya.</p><p>&nbsp;</p><p>Jadi, jawaban yang tepat adalah "Balfas merasa kehilangan corak asli kehidupan masyarakatnya yang kemudian dituliskannya ke dalam tokoh-tokoh ciptaannya".</p>

Jawaban yang tepat adalah "Balfas merasa kehilangan corak asli kehidupan masyarakatnya yang kemudian dituliskannya ke dalam tokoh-tokoh ciptaannya".

 

Soal menanyakan pengaruh latar belakang budaya Betawi yang dimiliki Balfas terhadap karya yang dihasilkan.

 

Jawaban dapat ditemukan pada paragraf 1, terutama kalimat:

Balfas merupakan keturunan Betawi. Sebagai anak Betawi, Balfas merasa kehilangan corak asli kehidupan masyarakatnya sehingga dirinya mengalami kekecewaan. Dalam salah satu tulisannya, Balfas mengatakan bahwa dirinya telah kehilangan kemerdekaan karena ideologi yang menjadikannya *budak di tengah-tengah masyarakat modern. Balfas juga selalu mengidentifikasi dirinya ke dalam tokoh-tokoh ciptaannya.

 

Berdasarkan kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaruh latar belakang budaya Betawi yang dimiliki Balfas terhadap karya yang dihasilkan adalah Balfas merasa kehilangan corak asli kehidupan masyarakatnya yang kemudian dituliskannya ke dalam tokoh-tokoh ciptaannya.

 

Jadi, jawaban yang tepat adalah "Balfas merasa kehilangan corak asli kehidupan masyarakatnya yang kemudian dituliskannya ke dalam tokoh-tokoh ciptaannya".


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

86

0.0

Jawaban terverifikasi