Arif R

26 September 2019 14:03

Iklan

Arif R

26 September 2019 14:03

Pertanyaan

linking verb itu boleh di ikuti apa aja? terus apa bedanya linking verb dn atributive verb?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

06

:

12

:

51

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

M. Rani

Mahasiswa/Alumni Universitas Brawijaya

16 Januari 2022 12:39

Jawaban terverifikasi

Halo Arif. Kakak bantu jawab ya :) Jawabannya adalah 'linking verb' dapat diikuti dengan adjective (kata sifat), perbedaan 'linking verb' dengan 'attributive verb' adalah 'linking verb' merupakan kata kerja penyambung sedangkan 'attributive verb' merupakan kata kerja pelengkap. Soal menanyakan kata yang mengikuti linking verb, perbedaan antara linking verb dan attributive verb. Linking verb adalah kata kerja yang berguna untuk menyambungkan kata dalam bahasa Inggris. Contoh linking verb adalah feel, taste, smell, look. Contoh: "I feel happy today." artinya "Aku merasa bahagia hari ini." Attributive verb adalah kata kerja pelengkap. Contoh: "Karen doesn't like reading, it makes her boring." artinya "Karen tidak menyukai membaca, itu membuatnya bosan." Jadi, jawaban yang tepat adalah 'linking verb' dapat diikuti dengan adjective (kata sifat), perbedaan 'linking verb' dengan 'attributive verb' adalah 'linking verb' merupakan kata kerja penyambung sedangkan 'attributive verb' merupakan kata kerja pelengkap. Hope it helps. Happy learning!


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Lelaki tua itu selalu suka mengenakan LENCANA merah putih yang disematkan di bajunya. Apa padanan kata atau sinonim dari kata "Lencana" tersebut?

3

0.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

10

5.0

Jawaban terverifikasi