Oktafiani S

20 November 2023 12:58

Iklan

Oktafiani S

20 November 2023 12:58

Pertanyaan

Lanjutan cerpen : Di tengah teriknya matahari gadis itu terus berjalan sambil manyandang tas ranselnya yang berisi leptop, peralatan make-up, buku, dan lain-lain

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

18

:

21

:

27

Klaim

4

1


Iklan

Rendi R

Community

13 November 2024 13:37

<p>Di tengah teriknya matahari, gadis itu terus berjalan sambil menyandang tas ranselnya yang berisi laptop, peralatan make-up, buku, dan lain-lain. Peluh mulai membasahi dahinya, namun ia tetap melangkah mantap. Ada tujuan penting yang harus dicapainya hari ini.</p><p>Setelah beberapa menit berjalan, ia berhenti sejenak di bawah rindang pohon, mengusap keringat sambil menatap jalan di depannya. Sesekali ia memeriksa ponsel, memastikan ia masih berada di jalur yang benar.</p><p>"Semoga saja aku tidak terlambat," gumamnya sambil memeriksa waktu.</p><p>Di kejauhan, tampak gedung tua yang menjadi tujuannya. Tempat itu memang sudah lama tidak terpakai, namun kabarnya akan diubah menjadi pusat kegiatan seni oleh komunitasnya. Ia sendiri terlibat sebagai salah satu panitia kecil untuk acara pembukaan yang akan digelar minggu depan.</p><p>Sesampainya di sana, gadis itu disambut oleh beberapa temannya yang sudah tiba lebih dulu. Mereka berkumpul di halaman depan, membawa peralatan dan persiapan masing-masing.</p><p>"Akhirnya datang juga, ya," sapa seorang temannya sambil tersenyum.</p><p>Ia membalas senyuman itu, lalu duduk di samping temannya. "Maaf ya, agak terlambat. Jalan kaki dari halte tadi."</p><p>Mereka kemudian berbincang mengenai rencana kegiatan hari itu, membahas konsep acara, dan melakukan pengecekan ulang terhadap daftar perlengkapan. Tak lama kemudian, mereka masuk ke dalam gedung tua itu, mengeksplorasi setiap sudut ruangan sambil merancang letak panggung, dekorasi, dan area untuk para tamu.</p><p>Sambil berjalan di dalam gedung yang berdebu dan usang, gadis itu tak bisa menahan rasa antusiasme yang semakin besar. Baginya, tempat ini akan menjadi titik awal dari sesuatu yang istimewa, bukan hanya bagi komunitasnya, tapi juga bagi dirinya sendiri. Tempat ini akan menjadi ruang untuk mimpi-mimpi yang telah lama ia rajut.</p><p>Saat ia berdiri di tengah aula utama yang kosong, ia menutup mata sejenak dan membayangkan aula ini dipenuhi orang-orang yang tertawa dan berkarya. Terasa begitu hidup, begitu penuh energi.</p><p>"Siap untuk bikin perubahan?" tanya seorang teman sambil menepuk bahunya, membuyarkan lamunannya.</p><p>Gadis itu tersenyum lebar, matanya berbinar penuh keyakinan. "Siap!"</p>

Di tengah teriknya matahari, gadis itu terus berjalan sambil menyandang tas ranselnya yang berisi laptop, peralatan make-up, buku, dan lain-lain. Peluh mulai membasahi dahinya, namun ia tetap melangkah mantap. Ada tujuan penting yang harus dicapainya hari ini.

Setelah beberapa menit berjalan, ia berhenti sejenak di bawah rindang pohon, mengusap keringat sambil menatap jalan di depannya. Sesekali ia memeriksa ponsel, memastikan ia masih berada di jalur yang benar.

"Semoga saja aku tidak terlambat," gumamnya sambil memeriksa waktu.

Di kejauhan, tampak gedung tua yang menjadi tujuannya. Tempat itu memang sudah lama tidak terpakai, namun kabarnya akan diubah menjadi pusat kegiatan seni oleh komunitasnya. Ia sendiri terlibat sebagai salah satu panitia kecil untuk acara pembukaan yang akan digelar minggu depan.

Sesampainya di sana, gadis itu disambut oleh beberapa temannya yang sudah tiba lebih dulu. Mereka berkumpul di halaman depan, membawa peralatan dan persiapan masing-masing.

"Akhirnya datang juga, ya," sapa seorang temannya sambil tersenyum.

Ia membalas senyuman itu, lalu duduk di samping temannya. "Maaf ya, agak terlambat. Jalan kaki dari halte tadi."

Mereka kemudian berbincang mengenai rencana kegiatan hari itu, membahas konsep acara, dan melakukan pengecekan ulang terhadap daftar perlengkapan. Tak lama kemudian, mereka masuk ke dalam gedung tua itu, mengeksplorasi setiap sudut ruangan sambil merancang letak panggung, dekorasi, dan area untuk para tamu.

Sambil berjalan di dalam gedung yang berdebu dan usang, gadis itu tak bisa menahan rasa antusiasme yang semakin besar. Baginya, tempat ini akan menjadi titik awal dari sesuatu yang istimewa, bukan hanya bagi komunitasnya, tapi juga bagi dirinya sendiri. Tempat ini akan menjadi ruang untuk mimpi-mimpi yang telah lama ia rajut.

Saat ia berdiri di tengah aula utama yang kosong, ia menutup mata sejenak dan membayangkan aula ini dipenuhi orang-orang yang tertawa dan berkarya. Terasa begitu hidup, begitu penuh energi.

"Siap untuk bikin perubahan?" tanya seorang teman sambil menepuk bahunya, membuyarkan lamunannya.

Gadis itu tersenyum lebar, matanya berbinar penuh keyakinan. "Siap!"


Iklan

Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

53

0.0

Jawaban terverifikasi