Yudhistira Y

14 September 2022 08:24

Iklan

Yudhistira Y

14 September 2022 08:24

Pertanyaan

Kutukan Raja Pulau Mintin Pada zaman dahulu, terdapatlah sebuah kerajaan di Pulau Mintin daerah Kahayan Hilir. Kerajaan itu sangat terkenal akan kearifan rajanya. Akibatnya, kerajaan itu menjadi wilayah yang tentram dan makmur. Pada suatu hari, permaisuri dari raja tersebut meninggal dunia. Sejak saat itu, raja menjadi murung dan tampak selalu sedih. Keadaan ini membuatnya tidak dapat lagi memerintah dengan baik. Pada saat yang sama, keadaan kesehatan raja pun semakin menurun. Guna menanggulangi situasi itu, raja berniat untuk pergi berlayar guna menghibur hatinya. Untuk melanjutkan pemerintahan maka raja itu menyerahkan takhtanya pada kedua anak kembarnya yang bernama Naga dan Buaya. Mereka pun menyanggupi keinginan sang raja. Sejak sepeninggal sang raja, kedua putranya tersebut memerintah kerajaan. Namun sayangnya, muncul persoalan mendasar baru. Kedua putra raja tersebut memiliki watak yang berbeda. Naga mempunyai watak negatif, seperti senang berfoya-foya, sedangkan buaya memiliki watak positif seperti pemurah, ramah tamah, tidak boros, dan suka menolong. Melihat tingkah laku Naga yang selalu menghambur-hamburkan harta kerajaan, Buaya pun marah. Karena tidak bisa dinasihati, Buaya memarahi Naga. Akan tetapi, rupaya Naga tidak mau mendengar. Pertengkaran itu berlanjut dan berkembang menjadi perkelahian. Prajurit kerajaan menjadi terbagi dua, sebagian memihak Naga dan sebagian memihak Buaya. Perkelahian semakin dahsyat sehingga memakan banyak korban. Dalam pelayarannya, sang raja mempunyai firasat buruk. Kemudian, ia pun mengubah haluan kapalnya untuk kembali ke kerajaanya. Betapa terkejutnya ia ketika menyaksikan bahwa putra kembarnya telah saling berperang. Dengan berang, ia pun berkata, "Kalian telah menyia-nyiakan kepercayaanku. Dengan peperangan ini, kalian sudah menyengsarakan rakyat. Untuk itu, terimalah hukumanku. Buaya jadilah engkau buaya yang sebenarnya dan hidup di air. Karena kesalahanmu yang sedikit, engkau akan menetap di daerah ini. Tugasmu adalah menjaga Pulau Mintin. Sementara itu, engkau Naga, jadilah engkau naga yang sebenarnya. Karena kesalahanmu yang besar, engkau akan tinggal di sepanjang Sungai Kapuas. Tugasmu adalah menjaga agar Sungai Kapuas tidak ditumbuhi Cendawan Bantilung." Setelah mengucapkan kutukan itu, tiba-tiba langit gelap dan petir menggelegar. Dalam sekejap, kedua putranya telah berubah wujud. Satu menjadi buaya, satunya menjadi naga. 4. Bagaimana watak tokoh Naga?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

09

:

18

:

22

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

F. Anintya

Mahasiswa/Alumni Universitas Muhammadiyah Gresik

10 November 2022 05:31

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang benar adalah 'Naga mempunyai watak negatif, seperti senang berfoya-foya'.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Soal ini menanyakan watak tokoh Naga.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Watak tokoh merupakan salah satu unsur intrinsik yang ada di dalam cerita. Watak tokoh Naga disebutkan dalam paragraf keempat, yaitu "... Naga mempunyai watak negatif, seperti senang berfoya-foya ...".&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Jadi, jawaban yang tepat untuk soal ini adalah 'Naga mempunyai watak negatif, seperti senang berfoya-foya'.&nbsp;</p>

Jawaban yang benar adalah 'Naga mempunyai watak negatif, seperti senang berfoya-foya'. 

 

Soal ini menanyakan watak tokoh Naga. 

 

Watak tokoh merupakan salah satu unsur intrinsik yang ada di dalam cerita. Watak tokoh Naga disebutkan dalam paragraf keempat, yaitu "... Naga mempunyai watak negatif, seperti senang berfoya-foya ...". 

 

Jadi, jawaban yang tepat untuk soal ini adalah 'Naga mempunyai watak negatif, seperti senang berfoya-foya'. 


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

86

0.0

Jawaban terverifikasi