Nakula N

16 Agustus 2022 09:15

Iklan

Nakula N

16 Agustus 2022 09:15

Pertanyaan

Kritik Sastra Puisi "Aku" Karya Chairil Anwar (Oleh: Khairun Nisa) Puisi "Aku" merupakan sebuah karya fenomenal dari sastrawan legendaris, Chairil Anwar. Sampai sekarangpun, puisi ini masih eksis di kalangan perpuisian Indonesia. Puisi ini terbit pada tahun 1943 tepat enam tahun sebelum kematiannya. Seolah akan tahu bahwa ia akan meninggal pada usia yang sangat muda, tidak hanya puisi Aku yang menunjukkan gejala kematian di dalamnya melainkan juga beberapa karyanya yang lain. Aku Kalau sampai waktuku 'Ku mau tak seorangkan merayu Tidak juga kau Pesan yang didapat pembaca dari penggalan puisi tersebut adalah seseorang yang tidak ingin siapapun bahkan orang yang paling dekat dengannya, orang yang paling dicintainya menangisi *kematiannya apabila kelak pengarang akan mati. Tak perlu sedu sedan itu Aku ini *binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Dilihat dari segi diksi, penggalan puisi ini melanjutkan penggalan puisi di atasnya, pengarang merasa dia hanyalah orang rendahan yang tidak pantas untuk diratapi, perjuangan yang ia lakukan untuk negerinya seolah tidak ada apa-apanya dengan dosa yang ia punya. Biar peluru menembus kulitku Aku akan tetap meradang menerjang Penggalan ini menggambarkan pejuangan yang tidak ada henti-hentinya terhadap negeri, ia tidak akan peduli berapa banyak siksaan yang ia alami. Sekuat penderitaannya, sekuat itu pula dia akan memberontak. Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Penggalan ini merupakan lanjutan dari penggalan sebelumnya bahwa derita yang ia hadapi masih bisa ia tangani. Benar-benar menunjukkan sisi pejuang yang tangguh, kuat dan pantang menyerah. Dan aku akan Lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun Lagi Penggalan akhir dari puisi ini merupakan titik akhir dari pengarang, ia tidak akan menyerah selamanya, ia akan terus melawan dan memberontak jika perlu. Tidak ada satupun yang bisa menghentikan hasrat dan ambisinya. Dari sudut pandang pembaca, puisi ini memiliki pengaruh yang berbeda bila dibandingkan dengan puisi yang lain. Meskipun terlalu banyak interpretasi yang muncul dalam puisi ini, namun puisi ini berhasil memberikan kesan semangat yang berkobar dan menggebu-gebu terhadap pembaca. Siapapun yang membacanya baik pembaca dengan tingkat interpretasi rendah maupun yang tinggi akan membaca dengan nada yang berapi-api dan amarah yang meluap. Puisi ini berhasil menghasilkan begitu banyak pemaknaan, ada yang berpendapat bahwa puisi ini adalah puisi patah hati, ada pula yang berpendapat bahwa puisi ini puisi tentang semangat kemerdekaan, ada pula yang berpendapat bahwa puisi ini adalah debat pengarang dengan Tuhan atas penyakit yang diderita oleh sang pengarang dan masih banyak lagi. Meskipun puisi ini kurang bagus pada kesan yang ia beri yaitu 'perjuangan', dan meskipun terdapat perbedaan yang begitu signifikan antara resepsi satu dengan yang lain, namun resiptor sepakat bahwa puisi ini bisa bertemakan perjuangan, perjuangan cinta, penyakit, dan kemerdekaan. Melalui puisi ini, Chairil anwar berhasil membius para pembaca agar ingin lagi, lagi, lagi dan lagi membacanya. Dengan kesuksesannya membuat banyak interpretasi, membuat puisi ini menjadi santapan berbagai kalangan, siapapun dimanapun dalam kondisi apapun. (Diadaptasi dari http:/ /khainuha.blogspot.co. id) 5. Identifikasi struktur kritik pada Kritik Sastra Puisi "Aku"! c. Penutup

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

09

:

26

:

53

Klaim

7

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Yuliati

Mahasiswa/Alumni STKIP PGRI PASURUAN

27 September 2022 11:40

Jawaban terverifikasi

<p>Struktur bagian penutup pada kritik sastra puisi "Aku" adalah paragraf kesembilan atau terakhir.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Kritik sastra adalah karya sastra yang dinilai secara subjektif berdasarkan pemahaman penulis.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Struktur kritik sastra adalah sebagai berikut.&nbsp;</p><p>1. Pendahuluan berisi topik yang akan dibahas.&nbsp;</p><p>2. Isi berisi pendapat atau argumen penilaian penulis terhadap karya sastra tersebut.&nbsp;</p><p>3. Penutup berisi penegasan ulang dari isi.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Berdasarkan uraian di atas, struktur bagian penutup pada kritik sastra puisi "Aku" adalah pada paragraf kesembilan atau terkahir karena berisi penegasan ulang karya Chairil Anwar, dibuktikan pada kutipan "Melalui puisi ini, Chairil Anwar berhasil membius...."&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Jadi, struktur bagian penutup pada kritik sastra puisi "Aku" adalah paragraf kesembilan.</p>

Struktur bagian penutup pada kritik sastra puisi "Aku" adalah paragraf kesembilan atau terakhir. 

 

Kritik sastra adalah karya sastra yang dinilai secara subjektif berdasarkan pemahaman penulis. 

 

Struktur kritik sastra adalah sebagai berikut. 

1. Pendahuluan berisi topik yang akan dibahas. 

2. Isi berisi pendapat atau argumen penilaian penulis terhadap karya sastra tersebut. 

3. Penutup berisi penegasan ulang dari isi. 

 

Berdasarkan uraian di atas, struktur bagian penutup pada kritik sastra puisi "Aku" adalah pada paragraf kesembilan atau terkahir karena berisi penegasan ulang karya Chairil Anwar, dibuktikan pada kutipan "Melalui puisi ini, Chairil Anwar berhasil membius...." 

 

Jadi, struktur bagian penutup pada kritik sastra puisi "Aku" adalah paragraf kesembilan.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

65

0.0

Jawaban terverifikasi