Bani N

19 September 2022 13:30

Iklan

Bani N

19 September 2022 13:30

Pertanyaan

Kesegaran Fantasi Epik Judul novel : Turquoise Penulis : Titan Rahmawan lsi : 411 halaman Penerbit : Escaeva, cet.l, November, 2007 Novel ini mengisahkan seorang pemuda bernama Husayn yang tinggalbersama orang tuanya sebagai pelayan di rumah besar milik saudagar kaya rayaYoussef. Husayn tumbuh menjadi seorang perjaka yang tampan dan memesona di mata Safira, putri saudagar Youssef. Pada akhir masa remajanya, Qadri,sepupu Safira, anak kepala kampung yang terhormat, juga sahabat Husayn, meminang Safira. Namun, Safira yang telanjur menyukai dan mengikat janjidengan Husayn menolaknya. Kepada ayahnya, Safira mengumumkan cintanyakepada Husayn, si anak pelayan Dipenuhi rasa murka, saudagar Youssef kemudian mengusir Husayn besertakeluarganya. Safira pun menjadi sasaran kemarahan. Sementara itu, dalammasa pengembaraannya, Husayn menemukan jalan menjadi penjaga gerbang kota. Kemudian ia menjadi tentara pembela kota dari serbuan penyamunpadang pasir. Kisah kemudian berkembang pada Safira yang menemui ajal. Sementara itu, Husayn yang telah terputus kabar dari Safira tumbuh menjaditentara dengan julukan "Singa Padang Pasir". Turqouise dalam perjalanannya menawarkan kesegaran baru dalam prosa Indonesia, khususnya fantasi epik. Ia menjadi sesuatu yang unik dengan berlatarkan kehidupan di negeri bernuansa Arab-Afrika. Jika sebelumnya kita hanya mengenal kisah kepahlawanan dalam bentuk cerita-cerita silat yang sulit ditemui dalam novel-novel Indonesia pada masa kini, Turquoise menjadi semacam katarsis penyegaran dan alternatif baru bagi kita dengan alur yang tak bersolek berlatarkan kehidupan di sebuah negeri yang deskripsinya tak jauh-jauh dari Arab atau Turki Adegan pertarungan dengan senjata pedang digelar di beberapa bagian yangdikisahkan secara memikat, seolah meretaskan pendapat Mario Vargas Llosa dalam Letters To A Young Novelist (1997) bahwa novel yang baik penuh dengan adegan persuasi yang menggoda pembacanya hingga helai halaman terakhir. Dua hal penting, latar Arab-Afrika dan persilatan mungkin sedikit mengingatkan kita kepada novel Negeri Senja-nya Seno Gumira Ajidarma. Namun, terlepas dari dua hal itu, kedua novel ini jauh berbeda lantaran Negeri Senja lebih banyak bermain dengan latar belakang negeri antah-berantah. Sebagai karya debutan yang ditulis oleh penulis baru muncul, Turquoise telah berhasil memberikan pencerahan. Pembaca dibuat terpaku pada pengharapan bagaimana akhir kisah Husayn. Pelbagai adegan laganya juga berhasil memberikan kepuasan lantaran dikisahkan secara subtil dan mengagumkan. Dalam novel setebal 411 halaman ini pembaca seolah diajak merenungikembali arti persahabatan yang sima karena cinta, cinta yang musnah karena ketamakan, dan rasio yang kalah oleh amarah. Salah satu kelebihan lain dalam buku ini adalah pembaca diajak merasakan kehidupan di sebuah bagian benua Afrika pada masa lalu. Tak pelak lagi, novel ini menawarkan masa depan yang baik pada genre fantasi epik mutakhir kita yang ditulis oleh seorang penulis debutan. Lewat novel Torqouise ini, sang penulis juga berhasil menawarkan kesegaran kepada masyarakat pembaca yang merindukan adanya pembaruan cara bertutur novel kita saat ini. (Sumber: Donny Anggoro dimuat dalam ftle.upi.edu) Unsur apa saja yang banyak disorot penulis dalam ulasan tersebut?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

17

:

08

:

13

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

P. Avivah

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Malang

02 November 2022 09:05

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang benar adalah keunggulan novel.</p><p>&nbsp;</p><p>Teks di atas merupakan teks resensi atau ulasan mengenai novel yang berjudul Turqouise. Setelah menjelaskan alur cerita yang disajikan dalam novel, penulis kemudian banyak membahas kelebihan novel tersebut. Kelebihan ini dituliskan dalam beberapa kalimatnya, diantaranya yaitu :</p><p><strong>1. Menjadi karya yang unik dan segar dalam dunia prosa Indonesia. </strong>Novel ini dinilai unik karena memiliki latar belakang kehidupan negeri bernuansa Arab-Afrika. Kalimat yang disampaikan dalam teks yaitu "Turqouise dalam perjalanannya menawarkan kesegaran baru dalam prosa Indonesia, khususnya fantasi epik."</p><p><strong>2. Kisah kepahlawanan dengan nuansa Arab dan Turki, dengan pertarungan menggunakan pedang, tidak seperti bentuk cerita kepahlawanan Indonesia lainnya yang menggunakan silat</strong>. Hal ini dituliskan dalam kutipan kalimat "Jika sebelumnya kita hanya mengenal kisah kepahlawanan dalam bentuk cerita-cerita silat yang sulit ditemui dalam novel-novel Indonesia pada masa kini, Turquoise menjadi semacam katarsis penyegaran dan alternatif baru bagi kita dengan alur yang tak bersolek berlatarkan kehidupan di sebuah negeri yang deskripsinya tak jauh-jauh dari Arab atau Turki Adegan pertarungan dengan senjata pedang digelar di beberapa bagian yang dikisahkan secara memikat.</p><p><strong>3. Akhir kisah yang dinilai mengagumkan dengan makna persahabatan yang kuat dan kehidupan di negara bagian Afrika.</strong> Hal ini dituliskan dalam kalimat "Dalam novel setebal 411 halaman ini pembaca seolah diajak merenungikembali arti persahabatan yang sima karena cinta, cinta yang musnah karena ketamakan, dan rasio yang kalah oleh amarah. Salah satu kelebihan lain dalam buku ini adalah pembaca diajak merasakan kehidupan di sebuah bagian benua Afrika pada masa lalu".</p><p>&nbsp;</p><p>Maka, dapat disimpulkan bahwa unsur yang banyak disorot penulis dalam teks ulasan tersebut adalah keunggulan novel.</p>

Jawaban yang benar adalah keunggulan novel.

 

Teks di atas merupakan teks resensi atau ulasan mengenai novel yang berjudul Turqouise. Setelah menjelaskan alur cerita yang disajikan dalam novel, penulis kemudian banyak membahas kelebihan novel tersebut. Kelebihan ini dituliskan dalam beberapa kalimatnya, diantaranya yaitu :

1. Menjadi karya yang unik dan segar dalam dunia prosa Indonesia. Novel ini dinilai unik karena memiliki latar belakang kehidupan negeri bernuansa Arab-Afrika. Kalimat yang disampaikan dalam teks yaitu "Turqouise dalam perjalanannya menawarkan kesegaran baru dalam prosa Indonesia, khususnya fantasi epik."

2. Kisah kepahlawanan dengan nuansa Arab dan Turki, dengan pertarungan menggunakan pedang, tidak seperti bentuk cerita kepahlawanan Indonesia lainnya yang menggunakan silat. Hal ini dituliskan dalam kutipan kalimat "Jika sebelumnya kita hanya mengenal kisah kepahlawanan dalam bentuk cerita-cerita silat yang sulit ditemui dalam novel-novel Indonesia pada masa kini, Turquoise menjadi semacam katarsis penyegaran dan alternatif baru bagi kita dengan alur yang tak bersolek berlatarkan kehidupan di sebuah negeri yang deskripsinya tak jauh-jauh dari Arab atau Turki Adegan pertarungan dengan senjata pedang digelar di beberapa bagian yang dikisahkan secara memikat.

3. Akhir kisah yang dinilai mengagumkan dengan makna persahabatan yang kuat dan kehidupan di negara bagian Afrika. Hal ini dituliskan dalam kalimat "Dalam novel setebal 411 halaman ini pembaca seolah diajak merenungikembali arti persahabatan yang sima karena cinta, cinta yang musnah karena ketamakan, dan rasio yang kalah oleh amarah. Salah satu kelebihan lain dalam buku ini adalah pembaca diajak merasakan kehidupan di sebuah bagian benua Afrika pada masa lalu".

 

Maka, dapat disimpulkan bahwa unsur yang banyak disorot penulis dalam teks ulasan tersebut adalah keunggulan novel.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

89

0.0

Jawaban terverifikasi