Indana R

21 Juni 2024 08:03

Iklan

Iklan

Indana R

21 Juni 2024 08:03

Pertanyaan

Kehidupan di era digital tidak lepas dari gadget dan media sosial yang digandrungi generasi muda. Perilaku deviasi remaja sangat mungkin terjadi jika pemanfaatan gadget dan media sosial tidak sesuai. Upaya preventif yang paling tepat dilakukan untuk mengatasi permasalahan di atas adalah... A. melakukan pemblokiran pada akun media sosial yang negatif B. mensosialisasikan untuk bijak dalam menerima segala informasi C. menangkap pegiat media sosial yang terindikasi menyimpang D. menggunakan tepat guna untuk hal kebaikan dan positif


164

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

21 Juni 2024 12:43

Jawaban terverifikasi

<p>Upaya preventif yang paling tepat dilakukan untuk mengatasi permasalahan perilaku deviasi remaja yang terkait dengan penggunaan gadget dan media sosial adalah:</p><p><strong>B. mensosialisasikan untuk bijak dalam menerima segala informasi.</strong></p><p>Pilihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya menggunakan gadget dan media sosial secara bijak. Dengan sosialisasi ini, diharapkan mereka dapat mengembangkan sikap kritis terhadap informasi yang diterima, mampu memfilter konten yang negatif atau berpotensi merugikan, serta menjaga perilaku online yang sehat dan positif.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Upaya preventif yang paling tepat dilakukan untuk mengatasi permasalahan perilaku deviasi remaja yang terkait dengan penggunaan gadget dan media sosial adalah:

B. mensosialisasikan untuk bijak dalam menerima segala informasi.

Pilihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya menggunakan gadget dan media sosial secara bijak. Dengan sosialisasi ini, diharapkan mereka dapat mengembangkan sikap kritis terhadap informasi yang diterima, mampu memfilter konten yang negatif atau berpotensi merugikan, serta menjaga perilaku online yang sehat dan positif.

 

 


Iklan

Iklan

Salsabila M

Community

22 Juni 2024 06:06

<p>Upaya preventif yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan perilaku deviasi remaja terkait penggunaan gadget dan media sosial adalah:</p><p>D. menggunakan tepat guna untuk hal kebaikan dan positif</p><p>Pilihan ini mencakup pendekatan yang lebih komprehensif dan proaktif dalam mengedukasi dan membimbing remaja untuk menggunakan gadget dan media sosial dengan cara yang positif dan bermanfaat. Ini tidak hanya mencegah perilaku negatif tetapi juga mempromosikan penggunaan teknologi secara konstruktif.</p><p>Pilihan lain seperti pemblokiran akun media sosial negatif atau menangkap pegiat media sosial yang menyimpang mungkin bisa menjadi langkah tambahan, tetapi mereka tidak memberikan solusi yang mendidik atau membangun keterampilan kritis yang diperlukan remaja untuk menghadapi informasi dan teknologi secara bijak. Mensosialisasikan kebijaksanaan dalam menerima informasi juga penting, namun penggunaan yang tepat dan positif akan memberikan panduan praktis sehari-hari yang lebih efektif.</p>

Upaya preventif yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan perilaku deviasi remaja terkait penggunaan gadget dan media sosial adalah:

D. menggunakan tepat guna untuk hal kebaikan dan positif

Pilihan ini mencakup pendekatan yang lebih komprehensif dan proaktif dalam mengedukasi dan membimbing remaja untuk menggunakan gadget dan media sosial dengan cara yang positif dan bermanfaat. Ini tidak hanya mencegah perilaku negatif tetapi juga mempromosikan penggunaan teknologi secara konstruktif.

Pilihan lain seperti pemblokiran akun media sosial negatif atau menangkap pegiat media sosial yang menyimpang mungkin bisa menjadi langkah tambahan, tetapi mereka tidak memberikan solusi yang mendidik atau membangun keterampilan kritis yang diperlukan remaja untuk menghadapi informasi dan teknologi secara bijak. Mensosialisasikan kebijaksanaan dalam menerima informasi juga penting, namun penggunaan yang tepat dan positif akan memberikan panduan praktis sehari-hari yang lebih efektif.


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Bagaimana pengaruh letak geografis terhadap penjelajahan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia? Bagaimana perubahan yang dialami masyarakat Indonesia akibat adanya kolonialisme dan imperialisme di Indonesia ! 2. Bagaimana cara generasi muda memaknai dan mempertahankan kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh pahlawan? 3. Bagaimana solusi pemerataan pembangunan agar tidak menimbulkan konflik dalam kehidupan masyarakat? 4. Menurut kalian, apakah sebuah konflik dapat meningkatkan rasa nasionalisme yang dimiliki seseorang? Jelaskan! 5. Menurut pandangan kalian, bagaimana solusi yang tepat untuk konflik yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini? Sebagai contoh adalah demonstrasi yang berujung konflik sosial. Bagaimana demonstrasi yang seharusnya dilakukan guna menyuarakan aspirasi rakyat? Pada dasarnya demonstrasi diperbolehkan mengingat menyuarakan pendapat merupakan hak tiap warga negara yang telah dijamin dalam perundang-undangan

24

5.0

Jawaban terverifikasi

Bacalah teks pidato berikut! Bapak-bapak, Ibu-ibu, dan Saudara-saudara yang saya hormati. (1) Sekarang ini bangsa Indonesia memperingati Haari Pahlawan, yang jatuh setiap tanggal 10 November. Haari yang sangat bersejarah bagi bangsa kita dalam mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda. (2) Momen peringatan Haari Pahlawan ini banyak memberikan hikmah, terutama semangat persatuan dan pantang menyerah. Sseperti halnya 74 tahun silam para pahlawan bangsa berjuang bersatu untuk mempertahankan kemerdekaan dari agresi militer Belanda. Pada saat itu, Belanda berkeinginan untuk kembali menguasai NKRI. Di kota Surabaya pertumpahan darah tidak dapat terelakkan lagi. Pada masa itu pahlawan bangsa yang hanya bersenjata bambu runcing dan senapan konvensional, harus melawan tentara Belanda dengan persenjataan dan taktik perang yang lebih modern. Dengan semangat dan keberanian, para pahlawan berhassil mengusir penjajah. (3) Persatuan diibaratkan tiang sebuah gedung. Sebuah gedung yang kukuh memiliki tiang yang kukuh pula. Apabila persatuan bangsa memiliki ikatan yang erat, maka bangsa tersebut juga tidak akan goyah meski lawan menanti di depan. Semangat juang akan terus dikobarkan demi negara tercinta. Itulah yang selalu dilakukan seorang pahlawan negeri. (4) Semangat dan keberanian para pahlawan haruslah kita teladani. Keduanya harus menjadi sinergi, berjalan selaras untuk meneruskan perjuangan para pahlawan mencapai cita-cita bangsa, yaitu Indonesia yang lebih baik ke depannya. Kita sebagai generasi penerus harus senantiasa mendoakan arwaah para pahlawan agar diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Semoga bangsa ini senantiasa dalam lindungan-Nya, tetap dikaruniai kemerdekaan dan persatuan. (5) Oleh karena itu, peringatan Hari Pahlawan ini adalah saat yang tepat untuk kita memperbarui semangat persatuan. Meskipun negeri ini sudah merdeka, tetapi kita tetap harus terus berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan ini. Selain itu, untuk menghargai perjuangan para pahlawan, marilah kita mendoakan mereka agar tenang di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan senantiasa meneruskan perjuangan mereka. Sumber: http://rumahbelajar.id/Media/Dokumen/5cff79ecb64604433Od686d4/9dd2e123b185562035a24ea 146a98850.pdf dengan penyesuaian apa hal yang disampaikan dalam teks tersebut?

2

0.0

Jawaban terverifikasi

Judul : Negeri 5 Menara Pengarang : A. Fuadi Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit : Tahun 2009 Jumlah halaman : Xii + 423 halaman Kota tempat terbit : Jakarta Kategori : Novel/Fiksi Harga : Rp 50.000,00 Ukuran Novel : 19,7 x 13,7 cm Ahmad Fuadi lahir di Bayur, kampung kecil di pinggir danau Maninjau. tahun 1972, tidak jauh dari kampung Buya Hamka. Fuadi merantau ke Jawa, mematuhi perintah ibunya untuk masuk ke sekolah agama. Di pondok modern Gontor, dia bertemu kiai dan ustad yang diberi keikhlasan mengajarkan ilmu hidup dan akhirat. Gontor pula yang mengajarkan kepadanya ”mantra” sederhana yang sangat kuat , mad jadda wajjada, siapa yang bersungguh sunguh akan sukses. Lulus kuliah Hubungan Iternasional, UNPAD, dia menjadi Wartawan majalah TEMPO. Kelas jurnalistik pertamanya dijalani dalam tugas-tugas reportase di bawah bimbingan para wartawan senior. Tahun 1999, dia mendapat beasiswa Fulbright untuk kuliah S-2 di school of Media and Publicc Affairis, George Washington University,USA. Merantau ke Washington DC bersama Yayi, istrinya-yang juga wartawanTempo-adalah mimpi masa kecilnya yang menjadi kenyataan. Sambil kuliah, mereka menjadi koresponden Tempodan wartawan Voice of Amerika (VOA). Berita bersejarah sejarah seperti tragedi 11 september dolaporkan mereka berdua langsung dari Pantagon, white House dab Capitol Hill. Tahun 2004, jendela dunia lain terbuka lagi ketika dia mendapatkan beasiswa Chevening Award untuk belajar di Royal Holloway, University of London untuk bidang film dokumenter. Seorang Scholarship Hunter, Fuadi selalu bersemangat melanjutkan sekolah dengan mencari beasiswa. Sampai sekarang, Fuadi telah mendapat 8 beasiswa untuk belajar di luar negeri. Dia telah mendapatkan kesempatan tinggal dan belajar di Kanada, Singapura, Amerika Serikat dan Inggris. Penyuka fotografi ini pernah menjadi Direktur Komunikasi The Nature Conservancy, sebuah NGO konservasi internasional. Kini, Fuadi sibuk menulis, jadi pembicaraan dan motivator. Ia mulai menggarap film layar lebar Negeri 5 Menara serta membangun yayasan sosial untuk membantu pendidikan orang yang tidak mampu-Komunitas Menara. Negeri 5 Menara telah mendapat beberapa penghargaan, antara lain Nominasi Khatulistiwa Award 2010 dan Penulis dan Buku Fiksi Terfavorit 2010 versi Anugerah Pembaca indonesia Twitter : @fuadi1 (pakai angka 1) Facebook fanpage : Negeri 5 Menara Email : [email protected] Email untuk mengundang : [email protected] SINOPSIS Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Alif dari kecil sudah bercita-cita ingin menjadi B.J Habibie, maka dari itu selepas tamat SMP Alif sudah berencana melanjutkan sekolah Ke SMU negeri di Padang yang akan memuluskan langkahnya untuk kuliah dijurusan yang sesuai. Namun, Amak menginginkan Alif jadi penerus Buya Hamka, membuat mimpi Alif kandas. Alif diberi pilihan sekolah di sekolah agama atau mondok di pesantren. Sempat marah tapi akhirnya Alif ikhlas karena alif tidak ingin mengecewakan harapan orang tua khususnya ibu, alif pun menjalankan keinginan ibunya dan masuk pondok. Atas saran dari pamannya dikairo alif kecil pun memutuskan untuk melanjutkan sekolah di pondok yang ada di Jawa Timur : PONDOK MADANI. Walaupun awalnya amak berat dengan keputusan Alif yang memilih pondok di Jawa bukan yang ada di dekat rumah mereka dengan pertimbangan Alif belum pernah menginjak tanah diluar ranah minang, namun akhirnya ibunya merestui keinginan Alif itu. Awalnya Alif setengah hati menjalani pendidikan dipondok karena dia harus merelakan cita-citanya yang ingin kuliah di ITB dan menjadi seperti Habibie. Namun kaliamat bahasa Arab yang didengar Alif dihari pertama di PM (pondok madani )mampu mengubah pandangan alif tentang melanjutkan pendidikan di Pesantren sama baiknya dengan sekolah umum. ” mantera” sakti yang diberikan kiai Rais (pimpinan pondok ) man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Dan Alif pun mulai menjalani hari-hari dipondok dengan ikhlas dan bersungguh-sungguh. Di PM Alif berteman dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan si jenius Baso dari Gowa, Sulawesi. Ternyata kehidupan di PM tidak semudah dan sesantai menjalani sekolah biasa. Hari-hari Alif dipenuhi kegiatan hapalan Al-Qur’an, belajar siang-malam, harus belajar berbicara bahasa Arab dan Inggris di 6 Bulan pertama. Karena PM melarang keras murid-muridnya berbahasa Indonesia, PM mewajibkan semua murid berbahasa Arab dan Inggris. Belum lagi peraturan ketat yang diterapkan PM pada murid yang apabila melakukan sedikit saja kesalahan dan tidak taat peraturan yang berakhir pada hukuman yang tidak dapat dibayangkan sebelumnya. Tahun-tahun pertama Alif dan ke 5 temannya begitu berat karena harus menyesuaikan diri dengan peraturan di PM. Hal yang paling berat dijalani di PM adalah pada saat ujian, semua murid belajar 24 jam nonstop dan hanya beberapa menit tidur. Mereka benar-benar harus mempersiapkan mental dan fisik yang prima demi menjalani ujian lisan dan tulisan yang biasanya berjalan selama 15 hari. Namun disela rutinitas di PM yang super padat dan ketat. Alif dan ke 5 selalu menyempatkan diri untuk berkumpul dibawah menara mesjid, sambil menatap awan dan memikirkan cita-cita mereka kedepan. Ditahun kedua dan seterusnya kehidupan Alif dan rekan-rekannya lebih berwarna dan penuh pengalaman menarik. Di PM semua teman, guru, satpam, bahkan kakak kelas adalah keluarga yang harus saling tolong menolong dan membantu. Semua terasa begitu kompak dan bersahabat, sampai pada suatu hari yang tak terduga, Baso , teman alif yang paling pintar dan paling rajin memutuskan keluar dari PM karena permasalahan ekonomi dan keluarga. Kepergian Baso, membangkitkan semangat Alif, Atang, Dulmajid, Raja dan Said untuk menamatkan PM dan menjadi orang sukses yang mampu mewujudkan cita-cita mereka menginjakkan kaki di benua Eropa dan Amerika. Kini semua mimpi kami berenamtelah menjadi nyata. Kami berenam telah berada lima Negara yang berbeda, sesuai dengan lukisan dan imajinasi kita di awan. Aku (Alif) berada di Amerika, Raja di Eropa, sementara Atang di Afrika, Baso berada di Asia, sedangkan Said dan Dulmajid sangat nasionalis mereka di Negara kesatuan Indonesia tercinta. Di lima menara impian kami. Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Pendengar. Man jadda wajadda, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Gaya bahasa yang digunakan menggabungkan kejelian observasi seorang reporter dan kekalisan jelajah imajinasi literer dalam Negeri 5 Menara yang inspiratif. Dengan deskripsi ruang yang nyaris sempurna, A.Fuandi berhasil memetakan seluk-beluk pesantren modern yang selama ini hanya menjadi cerita dari mulut ke mulut. Dinamika kehidupan internal pesantren berpadu mulus dengan riuhnya suasana global di jantung peradaban modern yang serba bergegas. Sebuah Novel yang membuktikan bahwa tak ada hal yang tak bisa dicapai manusia di dalam hidupnya. A.Fuandi berhasil membuat banyak orang ingin tahu lebih dalam tentang dunia pesantren sebagai pusat keunggulan, termasuk kalangan non-muslim. Penelusuran jejak-jejak pesahabatan dan pencapaian cita-cita diramu dalam kisah yang sekaligus melibatkan petualangan, religi, dan wawasan yang mengesankan. Gontor menanamkan berbagai nilai-nilai pendidikan, nilai kejuangan, nilai kebersamaan, sehingga murid-murid terdidik secara total untuk berkarya penuh totalitas di masyarakat. Kata “man jadda wa jadda” akan senantiasa memotivasi setiap anak dan akan melahirkan kesuksesan dimasa depan mana kala diikuti dengan kreatifitas, ketabahan dan keikhlasan. Tidak ada kebetulan di dunia ini. Semua atas izin Allah dan usaha manusia. Buku ini telah menjadi bukti yang inspiratif. Ditulis dalam bahasa yang ringan. Terkadang serius namun lebih sering kocak. Kesimpulanya "man jadda wa jadda" artinya "yang penting usaha," maka Allah akan membukakan jalan ke jendela dunia. Kelemahan dari Novel Negeri 5 Menara adalah klimaks cerita kurang menonjol sehingga para pembaca merasa dinamika cerita sedikit datar. Setelah selesai membaca, pembaca merasa cerita belum selesai setuntas-tuntasnya. Hal ini mungkin disebabkan karena penulis mendasarkan ceritanya pada kisah nyata dan tidak ingin melebih-lebihkannya. Novel ini berkisah tentang generasi muda bangsa yang penuh motivasi, bakat, semangat, dan optimisme untuk maju dan tidak kenal menyerah, merupakan pelajaran yang amat berharga bukan saja sebagai karya seni, tetapi juga tentang proses pendidikan dan pembudayaan untuk terciptanya sumberdaya insani yang handal. Fuandi mengelola nostalgia menjadi novel yang menyentuh sekaligus menjadi diskusi kritis yang bersimpatik tentang pendidikan kehidupan. Novel ini harga buku yang cukup mahal bagi kantong pelajar, tidak ada illustrasi atau gambar nama-nama pelaku pada novel ini kurang jelas, dan alur yang digunakan campuran, sehingga cerita menjadi sedikit rumit. Sebutkan komentar negatif dalam tanggapan novel "Negeri 5 Menara" di atas !

20

5.0

Jawaban terverifikasi

Bacalah wacana berikut untuk menjawab soal. Laptop Menjadi Teman Istirahat Lebih dari sepuluh mahasiswa berada di teras Unit Pelayanan Terpadu Pusat Komputer (UPT Puskom) UNS yang berada di Kampus Kentingan, Jalan Ir. Sutami. Solo. Mereka semua tenggelam dalam keasyikan masingmasing. Ada yang sibuk mencari data untuk tugas kuliah dengan membuka berbagai situs intemet, ada juga yang hanya mengisi waktu istirahat dan ngobrol bersama teman-teman lewat chatting. Saat ini untuk mengakses intemet, mahasiswa UNS tidak perlu lagi jauh-jauh mencari warung internet atau wamet. Cukup membawa laptop dan mencari lokasi jaringan internet tanpa kabel atau hotspot area, pasti bisa mengakses internet dengan gratis. Menurut Kepala UPT Puskom UNS Dr. Sutanto, S.Si. DEA. saat ini ada delapan titik hotspot yang tersebar di lingkungan UNS Kampus Kentingan Titik hotspot terdapat di Gedung UPT Puskom, Perpustakaan, Gedung SPMB Kantor Pusat. Fakultas Hukum. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Demikian mudahnya mengakses interet di Kampus UNS membuat para mahasiswa, khususnya yang mempunyai laptop betah berada di kampus. Mengakses intemet sambil menunggu mata kuliah berikutnya merupakan hal yang menyenangkan. Waktu luang bisa terisi dengan mengerjakan tugas sekaligus mencari data di internet. Fasilitas jaringan internet tanpa kabel ini dipersembahkan Puskom UNS untuk mengantisipasi tuntutan kemajuan teknologi informasi pada era globalisasi. Untuk mendukung akses internet di kampus ini, selain Gedung Puskom UNS dibangun sebuah menara base transceiver station atau BTS. Selain menghadirkan hotspot, Puskom UNS juga mengembangkan jaringan internet dan intranet yang terhubung ke seluruh unit di lingkungan UNS. Di bidang akademik, UNS mengembangkan sistem informasi dengan basis jaringan secara tersambung atau anna. Saat ini, selain pengumuman SPMB yang dilakukan secara anire, registrasi dan heregristrasi serta untuk mengetahui hasil studi, mahasiswa UNS dapat mengakses dari tempat mana pun, cukup mengunjungi http://siakad.uns.ac.id atau melalui SMS ke nomor 3011 (indosat) dan 1103 (Flexi). Sumber: Kompas, 11 Maret 2008 Selain menghadirkan hotspot, Puskom UNS juga mengembangkan jaringan internet dan intranet yang terhubung ke seluruh unit di lingkungan UNS. Dalam hal ini Puskom UNS berperan sebagai . . . . a. monitoring of change b. pelaku perubahan c. pengendali perubahan d. agent of change

1

0.0

Jawaban terverifikasi