Refi T

23 Mei 2024 07:38

Iklan

Refi T

23 Mei 2024 07:38

Pertanyaan

Jelaskan produk-produk perbankan beserta contohnya!

Jelaskan produk-produk perbankan beserta contohnya!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

16

:

40

:

43

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Navniaaa N

24 Mei 2024 01:16

Jawaban terverifikasi

<p>Kenali 5 Produk Perbankan yang Populer di Kalangan Masyarakat</p><p>Bank merupakan salah satu lembaga yang mudah dikenai oleh siapa saja. Secara mendasar orang akan mudah mengenal bank sebagai sebuah lembaga yang menyediakan jasa penyimpanan serta peminjaman uang. Kedua jasa tersebut merupakan bagian dari produk perbankan yang kita ketahui hingga saat ini. Namun, produk perbankan di bank tidak semata-mata hanya untuk menyimpan dan meminjam saja. Bank menawarkan berbagai macam produk perbankan yang ditujukan untuk memudahkan kebutuhan sehari-hari siapa saja.</p><p><br>&nbsp;</p><p>Mengenal produk perbankan</p><p>Mengetahui terlebih dahulu tentang berbagai macam produk perbankan serta elemen finansial lainnya merupakan hal utama yang Anda perlukan sebelum mulai memaksimalkan peran bank dalam menjaga dan mengelola harta yang Anda miliki. Pasalnya dari setiap produk perbankan yang tersedia, selain menawarkan kemudahan atau keuntungan, terdapat juga sisi risiko yang perlu Anda pelajari agar bisa disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan Anda saat ini. Berikut adalah daftar produk perbankan yang populer digunakan di kalangan masyarakat.</p><p>Tabungan</p><p>Produk perbankan pertama dalam daftar ini merupakan salah satu produk yang cukup umum dimiliki dan digunakan oleh para pengguna layanan atau nasabah bank. Sesuai dengan namanya, tabungan merupakan sebuah produk perbankan yang ditawarkan ketika Anda memiliki kebutuhan menabung atau sekadar menyimpan uang Anda. Di luar itu, tabungan juga merupakan produk perbankan yang perlu Anda miliki ketika Anda bekerja. Pasalnya, penghasilan yang Anda dapatkan dari kantor tempat Anda bekerja akan disalurkan tiap bulannya pada tabungan yang Anda miliki di bank. Tabungan juga memiliki fitur penarikan atau pemindahan dana yang dapat Anda gunakan setiap saat.</p><p><br>&nbsp;</p><p>Di awal kehadirannya di Indonesia, jenis tabungan yang ditawarkan oleh pihak bank ini cukup sedikit variannya. Namun, produk perbankan satu ini telah berkembang dalam berbagai macam jenis yang menawarkan keuntungan yang disesuaikan dengan tujuan Anda dalam menabung. Secara umum, tabungan kini juga menawarkan jenis-jenis seperti tabungan haji, tabungan berencana, serta tabungan berjangka. Ketika Anda menyetujui untuk menggunakan produk perbankan ini, Anda pun akan mendapatkan kelengkapan sebagai berikut:</p><p><br>&nbsp;</p><p>1. Buku Tabungan</p><p>Buku tabungan merupakan sebuah tanda bukti bahwa Anda terdaftar sebagai salah satu nasabah suatu bank yang menggunakan produk perbankan tabungan. Buku tabungan ini memiliki fungsi sebagai pusat informasi dari segala transaksi perbankan yang Anda lakukan dalam produk perbankan tabungan yang Anda miliki. Selain menyantumkan nama, dalam buku tabungan juga terdapat informasi terkait nomor rekening Anda yang berguna untuk memaksimalkan fitur pemindahan dana dari pihak lain ke dalam tabungan Anda.</p><p><br>&nbsp;</p><p>a.Kartu ATM</p><p>Selain buku tabungan, sebagai tanda kepemilikan produk perbankan tabungan, Anda juga akan diberikan kartu ATM. Kartu ATM merupakan sebuah fasilitas produk perbankan yang berguna untuk memudahkan Anda saat bertransaksi dengan dana yang ada di dalam tabungan Anda. Fungsi kartu ATM yang paling sering digunakan adalah untuk penarikan dana di mesin ATM (anjungan tunai mandiri) atau untuk membayar belanjaan Anda melalui fitur debit yang tersemat pada kartu ATM Anda.</p><p><br>&nbsp;</p><p>E-Statement</p><p>Di zaman yang serba digital saat ini, kehadiran e-Statement merupakan sebuah inovasi produk perbankan yang penting dalam memudahkan Anda sebagai nasabah dalam melakukan tracking transaksi yang dilakukan dalam satu bulan terakhir. Secara umum, produk perbankan ini lebih dikenal dengan mutasi rekening. Perbedaan yang mendasar adalah dari cara Anda mendapatkannya. e-Statement secara otomatis akan dikirimkan ke dalam email yang Anda cantumkan sebagai nasabah secara rutin setiap bulannya. e-Statement juga jadi salah satu cara bagi pihak bank untuk ikut berkontribusi dalam mengurangi jejak karbon, baik dari sisi penghematan kertas maupun proses transportasi.</p><p>2. Deposito</p><p>Produk perbankan lainnya yang juga cukup populer di kalangan masyarakat adalah deposito. Secara karakteristik dasar, deposito ini memiliki fungsi yang sama dengan tabungan, sebagai sarana penyimpanan dana. Namun berbeda dengan tabungan yang dananya bisa Anda atur atau ambil setiap saat, produk perbankan ini memiliki tenggat waktu tertentu sebelum Anda dapat kembali mengambil dana yang telah Anda salurkan ke dalam deposito.</p><p>Anda perlu benar-benar memerhatikan karakteristik dari produk perbankan ini. Jika Anda memilih untuk menarik dana di luar tenggat waktu yang telah disetujui, bisa-bisa Anda akan terkena pinalti yang berujung pada pemotongan dana di dalam tabungan deposito yang Anda miliki. Berikut adalah hal yang perlu Anda pahami terkait produk perbankan dalam bentuk deposito. Untuk dananya sendiri, Anda bisa mendepositokan uang rupiah maupun mata uang asing.</p><p>Jangka waktu dan durasi penyimpanan</p><p>Jangka waktu atau tempo merupakan istilah yang akan sering Anda temukan dalam produk perbankan berbentuk deposito. Jangka waktu atau tempo ini merujuk pada waktu pencairan dana yang sesuai dengan yang telah disetujui oleh Anda sebagai nasabah dan pihak bank sebelum menggunakan produk perbankan deposito. Secara umum, jika Anda menggunakan produk perbankan ini, dana yang tersimpan di dalam deposito biasanya berkisar mulai dari 1 hingga 12 bulan.</p><p>3. Kredit</p><p>Mungkin Anda akan lebih mengenal kartu kredit sebagai produk perbankan. Nyatanya, kartu kredit merupakan bagian dari produk kredit yang ditawarkan oleh bank. Produk perbankan kredit ini merupakan salah satu dari tiga fungsi bank yang memastikan untuk dapat membantu masyarakat. Dengan produk perbankan satu ini, lembaga bank dapat membantu seseorang atau badan usaha untuk bisa membeli suatu barang dan membayarnya dalam jangka waktu tertentu. Ketentuan tentang kredit sebagai produk perbankan ini juga tercantum pada Undang-undang Republik Indonesia nomor 10 tahun 1998.</p><p>Setiap orang yang menggunakan produk perbankan satu ini perlu memahami bahwa ada elemen jangka waktu, bunga, jaminan, hingga biaya administrasi yang akan diakumulasi pada tagihan kredit tersebut. Selain itu, kredit sebagai produk perbankan juga memiliki manfaat dalam mendorong pertumbuhan dan perluasan ekonomi, mengurangi tingkat pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat, menjadi modal usaha dan sumber dana pengembangan usaha, sekaligus memberikan rasa aman bagi penggunanya.</p><p>4. Online Banking</p><p>Produk perbankan selanjutnya yang cukup populer dalam untuk digunakan oleh masyarakat dalam beberapa tahun ke belakang adalah online banking. Online banking merupakan salah satu layanan jasa produk perbankan yang memberikan kemudahan untuk bertransaksi serta mengelola finansial nasabah di mana saja dan kapan saja. Online banking di Indonesia terbagi secara umum terbagi dalam tiga jenis, yaitu SMS banking, internet banking, dan mobile banking melalui aplikasi. Layanan jasa dalam produk perbankan ini memungkinkan bagi nasabah untuk dapat melakukan transaksi, seperti mengirim uang, pembayaran tagihan rutin, serta digunakan sebagai metode bayar pembelanjaan tanpa harus beranjak dari tempat seseorang berada.</p><p>5. Giro</p><p>Bagi perseorangan mungkin giro merupakan salah satu produk perbankan yang asing untuk digunakan. Pasalnya, kehadiran giro lebih sering digunakan sebagai produk perbankan tabungan oleh badan usaha. Berbeda dengan tabungan yang bisa mencairkan dananya melalui ATM, produk perbankan satu ini cenderung dapat dicairkan menggunakan cek atau bilyet yang dikeluarkan oleh pihak bank, sesuai dengan persetujuan dari pemilik rekening giro.</p>

Kenali 5 Produk Perbankan yang Populer di Kalangan Masyarakat

Bank merupakan salah satu lembaga yang mudah dikenai oleh siapa saja. Secara mendasar orang akan mudah mengenal bank sebagai sebuah lembaga yang menyediakan jasa penyimpanan serta peminjaman uang. Kedua jasa tersebut merupakan bagian dari produk perbankan yang kita ketahui hingga saat ini. Namun, produk perbankan di bank tidak semata-mata hanya untuk menyimpan dan meminjam saja. Bank menawarkan berbagai macam produk perbankan yang ditujukan untuk memudahkan kebutuhan sehari-hari siapa saja.


 

Mengenal produk perbankan

Mengetahui terlebih dahulu tentang berbagai macam produk perbankan serta elemen finansial lainnya merupakan hal utama yang Anda perlukan sebelum mulai memaksimalkan peran bank dalam menjaga dan mengelola harta yang Anda miliki. Pasalnya dari setiap produk perbankan yang tersedia, selain menawarkan kemudahan atau keuntungan, terdapat juga sisi risiko yang perlu Anda pelajari agar bisa disesuaikan dengan kondisi atau kebutuhan Anda saat ini. Berikut adalah daftar produk perbankan yang populer digunakan di kalangan masyarakat.

Tabungan

Produk perbankan pertama dalam daftar ini merupakan salah satu produk yang cukup umum dimiliki dan digunakan oleh para pengguna layanan atau nasabah bank. Sesuai dengan namanya, tabungan merupakan sebuah produk perbankan yang ditawarkan ketika Anda memiliki kebutuhan menabung atau sekadar menyimpan uang Anda. Di luar itu, tabungan juga merupakan produk perbankan yang perlu Anda miliki ketika Anda bekerja. Pasalnya, penghasilan yang Anda dapatkan dari kantor tempat Anda bekerja akan disalurkan tiap bulannya pada tabungan yang Anda miliki di bank. Tabungan juga memiliki fitur penarikan atau pemindahan dana yang dapat Anda gunakan setiap saat.


 

Di awal kehadirannya di Indonesia, jenis tabungan yang ditawarkan oleh pihak bank ini cukup sedikit variannya. Namun, produk perbankan satu ini telah berkembang dalam berbagai macam jenis yang menawarkan keuntungan yang disesuaikan dengan tujuan Anda dalam menabung. Secara umum, tabungan kini juga menawarkan jenis-jenis seperti tabungan haji, tabungan berencana, serta tabungan berjangka. Ketika Anda menyetujui untuk menggunakan produk perbankan ini, Anda pun akan mendapatkan kelengkapan sebagai berikut:


 

1. Buku Tabungan

Buku tabungan merupakan sebuah tanda bukti bahwa Anda terdaftar sebagai salah satu nasabah suatu bank yang menggunakan produk perbankan tabungan. Buku tabungan ini memiliki fungsi sebagai pusat informasi dari segala transaksi perbankan yang Anda lakukan dalam produk perbankan tabungan yang Anda miliki. Selain menyantumkan nama, dalam buku tabungan juga terdapat informasi terkait nomor rekening Anda yang berguna untuk memaksimalkan fitur pemindahan dana dari pihak lain ke dalam tabungan Anda.


 

a.Kartu ATM

Selain buku tabungan, sebagai tanda kepemilikan produk perbankan tabungan, Anda juga akan diberikan kartu ATM. Kartu ATM merupakan sebuah fasilitas produk perbankan yang berguna untuk memudahkan Anda saat bertransaksi dengan dana yang ada di dalam tabungan Anda. Fungsi kartu ATM yang paling sering digunakan adalah untuk penarikan dana di mesin ATM (anjungan tunai mandiri) atau untuk membayar belanjaan Anda melalui fitur debit yang tersemat pada kartu ATM Anda.


 

E-Statement

Di zaman yang serba digital saat ini, kehadiran e-Statement merupakan sebuah inovasi produk perbankan yang penting dalam memudahkan Anda sebagai nasabah dalam melakukan tracking transaksi yang dilakukan dalam satu bulan terakhir. Secara umum, produk perbankan ini lebih dikenal dengan mutasi rekening. Perbedaan yang mendasar adalah dari cara Anda mendapatkannya. e-Statement secara otomatis akan dikirimkan ke dalam email yang Anda cantumkan sebagai nasabah secara rutin setiap bulannya. e-Statement juga jadi salah satu cara bagi pihak bank untuk ikut berkontribusi dalam mengurangi jejak karbon, baik dari sisi penghematan kertas maupun proses transportasi.

2. Deposito

Produk perbankan lainnya yang juga cukup populer di kalangan masyarakat adalah deposito. Secara karakteristik dasar, deposito ini memiliki fungsi yang sama dengan tabungan, sebagai sarana penyimpanan dana. Namun berbeda dengan tabungan yang dananya bisa Anda atur atau ambil setiap saat, produk perbankan ini memiliki tenggat waktu tertentu sebelum Anda dapat kembali mengambil dana yang telah Anda salurkan ke dalam deposito.

Anda perlu benar-benar memerhatikan karakteristik dari produk perbankan ini. Jika Anda memilih untuk menarik dana di luar tenggat waktu yang telah disetujui, bisa-bisa Anda akan terkena pinalti yang berujung pada pemotongan dana di dalam tabungan deposito yang Anda miliki. Berikut adalah hal yang perlu Anda pahami terkait produk perbankan dalam bentuk deposito. Untuk dananya sendiri, Anda bisa mendepositokan uang rupiah maupun mata uang asing.

Jangka waktu dan durasi penyimpanan

Jangka waktu atau tempo merupakan istilah yang akan sering Anda temukan dalam produk perbankan berbentuk deposito. Jangka waktu atau tempo ini merujuk pada waktu pencairan dana yang sesuai dengan yang telah disetujui oleh Anda sebagai nasabah dan pihak bank sebelum menggunakan produk perbankan deposito. Secara umum, jika Anda menggunakan produk perbankan ini, dana yang tersimpan di dalam deposito biasanya berkisar mulai dari 1 hingga 12 bulan.

3. Kredit

Mungkin Anda akan lebih mengenal kartu kredit sebagai produk perbankan. Nyatanya, kartu kredit merupakan bagian dari produk kredit yang ditawarkan oleh bank. Produk perbankan kredit ini merupakan salah satu dari tiga fungsi bank yang memastikan untuk dapat membantu masyarakat. Dengan produk perbankan satu ini, lembaga bank dapat membantu seseorang atau badan usaha untuk bisa membeli suatu barang dan membayarnya dalam jangka waktu tertentu. Ketentuan tentang kredit sebagai produk perbankan ini juga tercantum pada Undang-undang Republik Indonesia nomor 10 tahun 1998.

Setiap orang yang menggunakan produk perbankan satu ini perlu memahami bahwa ada elemen jangka waktu, bunga, jaminan, hingga biaya administrasi yang akan diakumulasi pada tagihan kredit tersebut. Selain itu, kredit sebagai produk perbankan juga memiliki manfaat dalam mendorong pertumbuhan dan perluasan ekonomi, mengurangi tingkat pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat, menjadi modal usaha dan sumber dana pengembangan usaha, sekaligus memberikan rasa aman bagi penggunanya.

4. Online Banking

Produk perbankan selanjutnya yang cukup populer dalam untuk digunakan oleh masyarakat dalam beberapa tahun ke belakang adalah online banking. Online banking merupakan salah satu layanan jasa produk perbankan yang memberikan kemudahan untuk bertransaksi serta mengelola finansial nasabah di mana saja dan kapan saja. Online banking di Indonesia terbagi secara umum terbagi dalam tiga jenis, yaitu SMS banking, internet banking, dan mobile banking melalui aplikasi. Layanan jasa dalam produk perbankan ini memungkinkan bagi nasabah untuk dapat melakukan transaksi, seperti mengirim uang, pembayaran tagihan rutin, serta digunakan sebagai metode bayar pembelanjaan tanpa harus beranjak dari tempat seseorang berada.

5. Giro

Bagi perseorangan mungkin giro merupakan salah satu produk perbankan yang asing untuk digunakan. Pasalnya, kehadiran giro lebih sering digunakan sebagai produk perbankan tabungan oleh badan usaha. Berbeda dengan tabungan yang bisa mencairkan dananya melalui ATM, produk perbankan satu ini cenderung dapat dicairkan menggunakan cek atau bilyet yang dikeluarkan oleh pihak bank, sesuai dengan persetujuan dari pemilik rekening giro.


Iklan

Kevin L

Gold

23 Mei 2024 08:51

Jawaban terverifikasi

1. Produk Tabungan: Produk ini memungkinkan nasabah untuk menyimpan uang mereka secara aman dan mendapatkan bunga sebagai imbalannya. Contohnya adalah Tabungan Wajib Pendidikan (TWP) yang diberikan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). 2. Produk Giro: Produk ini memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi harian seperti penarikan tunai, transfer, dan pembayaran tagihan. Contohnya adalah Rekening Giro Pribadi yang diberikan oleh Bank Mandiri. 3. Produk Kredit: Produk ini memungkinkan nasabah untuk meminjam uang dengan suku bunga tertentu dan jangka waktu tertentu. Contohnya adalah Kredit Mobil yang diberikan oleh Bank BRI Syariah. 4. Produk Asuransi: Produk ini memberikan perlindungan finansial kepada nasabah terhadap risiko tertentu seperti kecelakaan, kematian, atau kerusakan harta benda. Contohnya adalah Asuransi Kesehatan yang diberikan oleh AXA Mandiri. 5. Produk Investasi: Produk ini memungkinkan nasabah untuk menginvestasikan uang mereka dalam berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau reksa investasi. Contohnya adalah Reksa Dana Saham yang diberikan oleh PT Trimegah Sekuritas. 6. Produk Debit: Produk ini memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi harian menggunakan kartu debit mereka tanpa perlu membawa cek atau uang tunai fisik. Contohnya adalah Debit Card BCA yang diberikan oleh Bank Central Asia (BCA). 7. Produk Perbankan Syariah: Ini adalah produk perbankan yang berdasarkan prinsip-prinsip syariah Islam, seperti tabungan syariah, kredit syariah, dan asuransi syariah. Contohnya adalah Tabungan Syariah BNI Syariah yang diberikan oleh PT Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah. Semua produk di atas merupakan contoh dari produk perbankan yang ditawarkan oleh berbagai bank di Indonesia.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Jawab cepat dan jelaskan dengan benar

11

5.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

15

0.0

Jawaban terverifikasi