Amar G

22 Februari 2024 04:34

Iklan

Iklan

Amar G

22 Februari 2024 04:34

Pertanyaan

jelaskan periode ke 4 pergerakan kebangsaan

jelaskan periode ke 4 pergerakan kebangsaan


11

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Ade R

22 Februari 2024 23:13

Jawaban terverifikasi

Periode ke 4 pergerakan kebangsaan ialah Periode bertahan berlangsung pada tahun 1930-1942. Periode Bertahan ialah masa moderat di mana berbagai organisasi mulai menjalin kerja sama dengan pemerintahan Belanda. Sehingga, periode bertahan ini juga dikenal sebagai periode kooperatif.


Iklan

Iklan

Salsabila M

Community

10 Maret 2024 01:57

Jawaban terverifikasi

<p>Periode keempat dalam sejarah pergerakan kebangsaan Indonesia umumnya merujuk pada masa setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 hingga pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada tahun 1949. Periode ini mencakup usaha untuk mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diproklamasikan, menghadapi agresi militer Belanda, dan proses perundingan internasional yang mengakhiri penjajahan.</p><p>Berikut adalah beberapa poin kunci selama periode keempat pergerakan kebangsaan Indonesia:</p><p><strong>Proklamasi Kemerdekaan (1945):</strong> Pada 17 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta menyatakan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Hal ini menyusul kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II dan memberikan momentum bagi pergerakan nasional untuk mendapatkan pengakuan internasional atas kemerdekaan mereka.</p><p><strong>Agresi Militer Belanda (1945-1949):</strong> Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha merebut kembali kendali kolonialnya. Agresi militer Belanda dimulai pada 21 Juli 1947 dan berlanjut hingga Desember 1949. Selama konflik ini, Indonesia mengalami perang kemerdekaan, yang dikenal sebagai "Revolusi Nasional Indonesia," di mana rakyat Indonesia melawan upaya kembalinya pemerintahan kolonial Belanda.</p><p><strong>Konferensi Meja Bundar (1949):</strong> Tuntutan internasional dan tekanan dari negara-negara pemenang Perang Dunia II membuat Belanda harus setuju untuk mengadakan perundingan. Hasilnya, pada 27 Desember 1949, disepakati Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda. Kesepakatan ini mengakui kedaulatan Indonesia dan menandai berakhirnya penjajahan Belanda.</p><p><strong>Pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI):</strong> Seiring dengan pengakuan internasional, Indonesia secara resmi menjadi negara berdaulat. Proses konsolidasi dan pembentukan negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dimulai, termasuk pembentukan pemerintahan dan lembaga-lembaga negara.</p><p><strong>Pengakuan Internasional:</strong> Setelah KMB, banyak negara dan organisasi internasional mengakui kedaulatan Indonesia. Pengakuan ini secara resmi mengakhiri masa penjajahan kolonial dan membuka jalan bagi Indonesia untuk menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1950.</p><p><strong>Perjuangan untuk Menegakkan Kedaulatan di Luar Jawa:</strong> Setelah KMB, proses untuk menegakkan kedaulatan Indonesia di luar Pulau Jawa terus berlanjut. Di beberapa wilayah, seperti Papua dan Aceh, ada perjuangan untuk mendapatkan pengakuan dan meresapi semangat kemerdekaan.</p><p>Periode keempat ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Indonesia, menandai akhir dari kolonialisme Belanda dan pembentukan negara merdeka. Pada gilirannya, ini membentuk dasar bagi pembangunan dan perkembangan negara Indonesia modern.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Periode keempat dalam sejarah pergerakan kebangsaan Indonesia umumnya merujuk pada masa setelah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 hingga pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada tahun 1949. Periode ini mencakup usaha untuk mempertahankan kemerdekaan yang baru saja diproklamasikan, menghadapi agresi militer Belanda, dan proses perundingan internasional yang mengakhiri penjajahan.

Berikut adalah beberapa poin kunci selama periode keempat pergerakan kebangsaan Indonesia:

Proklamasi Kemerdekaan (1945): Pada 17 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta menyatakan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. Hal ini menyusul kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II dan memberikan momentum bagi pergerakan nasional untuk mendapatkan pengakuan internasional atas kemerdekaan mereka.

Agresi Militer Belanda (1945-1949): Setelah Proklamasi Kemerdekaan, Belanda tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan berusaha merebut kembali kendali kolonialnya. Agresi militer Belanda dimulai pada 21 Juli 1947 dan berlanjut hingga Desember 1949. Selama konflik ini, Indonesia mengalami perang kemerdekaan, yang dikenal sebagai "Revolusi Nasional Indonesia," di mana rakyat Indonesia melawan upaya kembalinya pemerintahan kolonial Belanda.

Konferensi Meja Bundar (1949): Tuntutan internasional dan tekanan dari negara-negara pemenang Perang Dunia II membuat Belanda harus setuju untuk mengadakan perundingan. Hasilnya, pada 27 Desember 1949, disepakati Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda. Kesepakatan ini mengakui kedaulatan Indonesia dan menandai berakhirnya penjajahan Belanda.

Pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI): Seiring dengan pengakuan internasional, Indonesia secara resmi menjadi negara berdaulat. Proses konsolidasi dan pembentukan negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dimulai, termasuk pembentukan pemerintahan dan lembaga-lembaga negara.

Pengakuan Internasional: Setelah KMB, banyak negara dan organisasi internasional mengakui kedaulatan Indonesia. Pengakuan ini secara resmi mengakhiri masa penjajahan kolonial dan membuka jalan bagi Indonesia untuk menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1950.

Perjuangan untuk Menegakkan Kedaulatan di Luar Jawa: Setelah KMB, proses untuk menegakkan kedaulatan Indonesia di luar Pulau Jawa terus berlanjut. Di beberapa wilayah, seperti Papua dan Aceh, ada perjuangan untuk mendapatkan pengakuan dan meresapi semangat kemerdekaan.

Periode keempat ini menjadi tonggak penting dalam sejarah Indonesia, menandai akhir dari kolonialisme Belanda dan pembentukan negara merdeka. Pada gilirannya, ini membentuk dasar bagi pembangunan dan perkembangan negara Indonesia modern.

 

 

 


 


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Di Jawa ketika masa Hindu-Buddha, banyak kerajaan yang meninggalkan kebudayaan seperti bangunan (candi). Mengapa Kerajaan Kutai tidak ditemukan peninggalan seperti itu? Jelaskan! Jika tidak ada, dimana masyarakat Kutai beribadah?

3

3.0

Jawaban terverifikasi