Fitrie F

02 Januari 2020 05:26

Pertanyaan

Jelaskan maksud dari Pribahasa berikut. Gajah mati meninggalkan Gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama.


208

3

Jawaban terverifikasi

S. Aliyah

Mahasiswa/Alumni Universitas Indonesia

23 Desember 2021 10:02

Jawaban terverifikasi

Halo, Fitrie F. Terima kasih sudah bertanya di roboguru :) Peribahasa "Gajah mati meninggalkan Gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama." memiliki makna bahwa setiap manusia yang telah meninggal pasti akan selalu dikenang perbuatannya selama hidup di dunia. Berikut penjelasannya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, peribahasa diartikan sebagai ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku. Terdapat banyak peribahasa yang berkembang dalam bahasa Indonesia, salah satunya adalah peribahasa "Gajah mati meninggalkan Gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama." Peribahasa tersebut memiliki makna bahwa perbuatan manusia selama hidup di dunia pasti akan diingat meskipun manusia tersebut sudah meninggal. Dengan demikian, peribahasa "Gajah mati meninggalkan Gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama." memiliki makna bahwa setiap manusia yang telah meninggal pasti akan selalu dikenang perbuatannya selama hidup di dunia. Semoga membantu :)


Iklan

Ferryansaa F

05 Januari 2020 11:17

orang sering mendapat kesusahan/kesukaran justru karenakelebihan yang ada padanya.


Rahmad C

05 Januari 2020 13:42

pengertian dari pribahasa d atas adalah seorang manusia terutama diingat jasa-jasanya atau kesalahan-kesalahannya. Perbuatannya ini, baik maupun buruk akan tetap dikenal meskipun seseorang sudah mati.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Tanya ke Forum

Roboguru Plus

Chat Tutor

Pertanyaan serupa

3. Bacalah teks berikut ini dengan saksama! SINDONEWS.COM, JAKARTA Pemecatan aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat korupsi sangat lamban dilakulcan pemerintah. Bahkan, banyak ASN koruptor yang kasusnya telah memiliki kekuatan hukum tetai pun masih mendapatkan gaji tiap bulan dari negara. Pemerintah hams segera mencari solusi yarg tepat dan cepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN), hingga 29 Januari 2019 total PNS terlibat tindak pidana korupsi (tipikor) berkekuatan hukunt tetap mencapai 2.357 PNS. Dari jumlah tersebut, baru 478 PNS yang sudah dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat atau sebanyak 20,28%. Rinciannya, 49 PNS kementerian / lembaga dan 429 PNS daerah. Berarti masih ada 1.879 PNS yang belum dipecat. Ide pokok yang terdapat dalam teks di atas adalah... A. ASN koruptor masih mendapatkan gaji tiap bulan dari negara. B. Pemerintah mencari solusi untuk menyelesaikan masalah. C. Berdasarkan BKN, hingga 29 Januari 2019 PNS terlibat tindak korupsi mencapai 2.357. D. Pemecatan ASN yang lerlibat korupsi lamban ditangani pemerintah. E. Baru 478 PNS yang sudah dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat.

39

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan