Rina D

30 April 2024 07:25

Iklan

Rina D

30 April 2024 07:25

Pertanyaan

Harga Hp x adalah 10.000.000 dengan diskon 20%. Bisa dicicil dengan bunga tunggal 6%, uang muka sebesar 10%. Anti gores 150.000, dan Casing 90.000. 1. Pak Andy ingin membeli hp dengan membayar uang muka dan menyicil Sebanyak 20 kali. Berapa bayaran uang cicilan yang harus dibayar? 2. Ibu ami membayar uang muka dan menyicil sebanyak 400.000. berapa kali Ibu Amy menyicil bayarannya?

Harga Hp x adalah 10.000.000 dengan diskon 20%. Bisa dicicil dengan bunga tunggal 6%, uang muka sebesar 10%. Anti gores 150.000, dan Casing 90.000.

1. Pak Andy ingin membeli hp dengan membayar uang muka dan menyicil Sebanyak 20 kali. Berapa bayaran uang cicilan yang harus dibayar?

2. Ibu ami membayar uang muka dan menyicil sebanyak 400.000. berapa kali Ibu Amy menyicil bayarannya?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

08

:

11

:

06

Klaim

2

0


Empty Comment

Belum ada jawaban 🤔

Ayo, jadi yang pertama menjawab pertanyaan ini!

Mau jawaban yang cepat dan pasti benar?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Temukan jawabannya dari Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Perhatikan transaksi berikut. Setelah menamatkan kuliahnya, Susan menekuni dunia wirausaha dengan mendirikan usaha Jasa Boga. Data keuangan perusahaan jasa yang terjadi selama bulan Maret tahun 2015 adalah sebagai berikut. 1 Maret Susan memulai usaha dengan cara menyetorkan uang tunai sebagai setoran awal sebesar Rp8.000.000,00 2 Maret Susan merekrut 2 tenaga juru masak untuk membantu usahanya dengan gaji Rp400.000,00 per orang. Adapun pembayaran gaji akan dilaksanakan setiap tanggal 5 bulan berikutnya. 3 Maret Membeli peralatan masak (kompor gas, panci, dan sebagainya) secara tunai sebesar Rp1.000.000,00. Diperkirakan mempunyai umur ekonomis 25 bulan. 4 Maret Membeli perlengkapan (kecap, garam, dan lain-lain) secara tunai sebesar Rp200.000,00. 7 Maret Susan menyewakan ruangan kantor yang masih kosong, dan disepakati sewa ruangan tersebut seharga Rp3.000.000,00 tunai, untuk jangka waktu 1 tahun. 12 Maret Susan mendepositokan uangnya Rp4.000.000,00 ke Bank Mulia dengan suku bunga 12% per semester, adapun bunganya akan diberikan setiap tanggal 15 bulan berikutnya. 13 Maret Susan memasang iklan di mingguan Koki Kita yang akan diiklankan setiap hari Minggu selama 6 bulan. Adapun ongkosnya adalah Rp120.000,00 untuk 6 bulan. 17 Maret Menyerahkan pesanan yang sudah selesai sebanyak 100 porsi @ Rp20.000,00, pelanggan baru membayar 60% sisanya akan diterima kemudian. 20 Maret Menyerahkan pesanan yang sudah selesai sebanyak 50 porsi @ Rp25.000,00 sekaligus menerima pembayarannya. 23 Maret Membayar biaya gas sebesar Rp75.000,00. 25 Maret Susan mengambil uang untuk kepentingan pribadi sebesar Rp300.000,00. 27 Maret Membayar biaya listrik Rp 150.000,00 27 Maret Membayar biaya air Rp60.000,00 30 Maret Diterima pelunasan pembayaran dari pelanggan (lihat transaksi tanggal 17 Maret). Pertanyaan: Susunlah Daftar Saldo Percobaan!

3

3.7

Jawaban terverifikasi

TAUFAN DI ATAS ASIA Oleh Abu Hanifah lnderawati duduk bersimpuh di dipan dengan kotak jahitan di sebelahnya, sedang menjahit baju anak kecil, serta menyanyi-nyanyi kecil. Kemudian, terdengar bunyi ketukan di luar, lalu tampak Mohd. Saman di pintu. lnderawati berdiri. Mohd. Saman : Mengapa begini lengang rumahmu, Nak. Sendiri saja di rumah? Mana ayah dan ibumu? (Masuk ke dalam kamar) lnderawati : lbu dan ayah pergi kemarin ke Sukabumi, Abah. Yang selebihnya, saudara-saudaraku berdua turut juga. Mereka besok kembali lagi. Mau minum apa, Abah? Mohd. Saman : Aneh benar, apa mau cari tempat evakuasi atau bagaimana? Kan bukan waktunya sekarang beristirahat di bungalo? Tidak, aku tidak mau minum. (Melihat lnderawati yang akan menekan Lonceng untuk memanggil jongos*) Inderawati : Bukan, Abah, malahan ibu mau mengangkut barang-barang yang berharga ke Jakarta. Takut kalau-kalau dalam zaman genting ini, sipenjaga rumah lari karena takut dan meninggalkan rumah begitu saja. Mohd. Saman : (Duduk di atas kursi) Begitulah halnya. Baik juga pendapat ibumu itu. Sebelum hujan sediakan payung. Kau masih batuk? Inderawati : (Tersenyum) Tidak, Abah. (Diam sebentar). Kalau aku pikir- pikir, lain benar masih sopan- santun orang-orang tua dengan pemuda-pemuda sekarang. Mohd. Saman : (Heron) Mengapa begitu katamu, Nak? lnderawati : (Tersenyum) Pada zaman sekarang, pemuda-pemuda tidak begitu banyak lagi sopan-santunnya terhadap puteri. Malahan, terhadap yang tua pun agak *kasar adatnya. Tentu ada kecualinya. Tetapi, umumnya begitu. Mohd. Saman : (Tertawa) Ah, apa akan dikata, kami satria cap lama ini masih terlalu banyak basa-basi, dari kecil dididik secara kesopanan Timur. Tetapi, kami dan saudaramu juga Nak, sekalipun pendidikan kamu Barat sekali. lnderawati : Benar itu, Abah. Di mana gerangan salahnya? Mohd. Saman : Menurut pikiranku, mungkin di rumah, pemuda-pemuda kita didikannya bercap Barat, sebab ibu-bapak meniru-niru Barat dalam pergaulannya. Bukan tidak sedikit aku dengar anak-anak mengatakan "kamu" pada orang-orang tua, malahan juga pada ibu-bapaknya sendiri. lnderawati : Ya, Abah, benar kata Abah itu. Mudah-mudahan saja bisa berubah keadaan itu. Kalau terus-menerus begini, tentu bangsa kita, Timur tidak, Barat tidak, dan demikian pula kedudukannya. Mohd. Saman : (Tertawa) Aduh, kau betul-betul sudah murid suamimu yang setia. Sudah ada kabar dari Azas dalam minggu ini? lnderawati : (Agak sedih) Ya, Abah, semenjak aku meninggalkan Singapur, paling kurang sekali seminggu, aku terima surat, kadang-kadang dengan kapal terbang, kadang-kadang dengan kapal api. Mohd. Saman : (Tersenyum pada lnderawati) Aduh, betul ia *beranak *tiri *beranak kandung, sebab dalam dua bulan itu, aku baru dua kali dikirimi surat. Tetapi, bila ia akan datang? lnderawati : Menurut surat paling belakang dalam seminggu dua minggu ini, dan suratnya itu bertanggal pertengahan bulan Februari (Sedih). Aku takut ia tidak bisa Lagi menyingkirkan diri, sebab menurut surat kabar beberapa hari yang Lalu, bala tentara Nippon sudah di Johor, jadi di muka Singapur, sesudah itu aku tidak suka membaca surat kabar Lagi. Mohd. Saman : (Menyabar-nyabarkan) Tentu dia Lekas datang. Abdul Azas seorang yang cukup memiliki keberanian hati dan pandai memakai akalnya buat segala sesuatu, asal saja kita doakan bersama-sama ia selamat datang kemari. lnderawati : Ya, Abah, itulah doaku setiap waktu (Diam sebentar). Dik Hayati tidak turut kemari tadi, Abah? Mohd. Saman : (Berdiri ke meja sebelah) Tadi ia turut dengan Abah, tetapi tengah jalan bertemu dengan kawan-kawannya yang mengajaknya ke Pasar Baru. Ia datang kemari nanti. lnderawati : Abah, bagaimana kabar Adikusuma sekarang? Mohd. Saman : (Duduk Lagi) Aku tidak tahu sedikit pun tentang hal itu. Ia berdiam-diam saja. Ketika ia tanggal 8 Desember ditangkap di rumahnya, dan akan dibawa ke kantor polisi, hampir aku tidak bertemu dengan dia. lnderawati : Ya, kebetulan hari usia Hayati berumur 20 tahun. Kalau aku ingat, sedih aku dibikinnya. Mohd. Saman : (Terharu dan berdiri) Ya, Nak, belum pernah aku ceritakan padamu, selain dari keyakinanku bahwa Hayati kasih pada Adi, dan rupanya kakakmu itu pun begitu juga pada Hayati (Diam sebentar, lalu mondar-mandir, berdiri lagi). Katanya, mereka kasih satu sama Lain, tetapi belum pernah sebut menyebut. Masyaallah, bagaimanakah tabiat pemuda-pemuda itu. Hampir aku tak mengerti. lnderawati : Aku tahu bahwa Adi, saudaraku, kasih pada Hayati, tetapi ia menunggu waktu yang baik untuk menyatakannya pada Hayati. Mohd. Saman : (Masih berdiri di muka lnderawati) Apakah kamu dengan Azas sudah nikah sekarang, kalau Azas terus menerus menanti waktu yang baik? lnderawati : (Tersenyum) Tidak, Abah, tetapi saya tidak begitu modern seperti Hayati kelihatan dari Luar. Mohd. Saman : Memang benar katamu itu, Nak. Dari luar saja, Hayati modern, di dalam hati sanubarinya, ia masih kuno, masih Timur. Kalau datang Adikusuma, ia pergi, atau bersenda-gurau seperti anak gadis Barat. Dan Adi, anak *bodoh itu, tidak mengerti. Betul apa tidak? lnderawati : (Tersenyum) Betul, Abah. Mohd. Saman : Tetapi, pada tanggal 8 Desember itu, hampir hancur hatiku itu, melihat kesedihan anakku Hayati. Kau tidak tahu, Nak. Waktu aku bertemu dengan Adikusuma ketika ia akan dibawa oleh polisi, diserahkannya padaku sebuah bungkusan kecil buat Hayati. Katanya, tanda peringatan hari usia Hayati, sedianya ia sendiri akan memberikannya. lnderawati : Aneh, tidak kutahu Bah, apakah isi bungkusan itu? Mohd. Saman : Aku berikan bungkusan itu kepada Hayati, dibukanya di hadapanku. lsinya surat kecil berbunyi, "Buat adikku dan kekasihku, Hayati, pusaka ibuku" dan satu cincin permata berlian, barang lama. lnderawati : (Heran) Ya, sekarang aku ingat. Tempo Adi baru maju, ibu memberi cincin pusaka, yang biasanya dipakai ibu ketika ada hari-hari yang penting. Masih ingat aku, ibu mengatakan padanya, "Adi, buat kamu, supaya kamu beri kelak pada istrimu.” Mohd. Saman : Benarlah rupanya. Hancur hatiku melihat kesedihan anakku. Nampak olehku senyata- nyatanya, betapa Hayati dalam sejam itu berubah sama sekali. Dalam sejam itu, berubah ia dari gadis yang tidak pernah susah jadi perempuan dewasa yang baru turun dari pelaminan pengantinnya. Belum pernah bagiku begitu cantik rupanya seperti hari itu lnderawati : Ya, Abah, aku pun merasakan perubahan pada Hayati. Dalam tabiatnya sehari-hari, dalam perbuatannya, sekali pun ia masih terus bersekolah. Mohd. Saman : (Duduk Lagi) Aku harap saja Nak, kamu sudi melimpahkan segala kasihmu pada adikmu itu, kekasih saudaramu, Adikusuma, anakku Hayati. lnderawati : Aku berjanji Abah. (Berbunyi lonceng sepeda di luar, kemudian nyanyi- nyanyi kecil, lalu suara gadis, dan tampak Hayati) Hayati : (Berdiri di pintu) Wati, sayang, boleh aku masuk? (Heron) He, mengapa Ayah dan kau begitu termenung (Tertawa). Seperti ayam dipukul kepalanya. (lnderowati dan Mohd. Saman tersenyum) lnderawati : (Tersenyum) Sedang memikirkan soal gelap Dik, masuklah, mari duduk dekatku di sini. (Hayati masuk, duduk dekat lnderawati) Hayati : Ayah, ada telepon tadi dari Tanjung Priuk buat Ayah. Mohd. Saman : (Heron) Dari Tanjung Priuk? Aku tidak banyak kenalan di situ. Tanggal berapa sekarang? lnderawati : 20 Februari, Abah. Mengapa? Mohd. Saman : Tidak apa-apa. Aku hanya ada janji perdagangan tanggal 23 Februari di Priuk. Satu blongkang besar dengan beras dari lndramayu buat gudang di Tanah Abang. Biarlah aku pergi menanyakan hal ini. (Berdiri) Mustahil, begitu Lekas, sudah datang. Aku pergi ya, Nak. Tinggal saja kamu di sini dulu, Hayati. lnderawati : Ya, Abah. (Mohd. Saman berangkat. Terdengar di Luar, ia memanggil taksi, kemudian tuter, dan tidak terdengar apa-apa lagi). 4a. Tuliskan unsur-unsur intrinsik beserta kutipannya dalam drama tersebut yang terdiri atas aspek-aspek berikut. (4) Latar tempat

2

3.7

Jawaban terverifikasi

Iklan

Perhatikan transaksi berikut. Setelah menamatkan kuliahnya, Susan menekuni dunia wirausaha dengan mendirikan usaha Jasa Boga. Data keuangan perusahaan jasa yang terjadi selama bulan Maret tahun 2015 adalah sebagai berikut. 1 Maret Susan memulai usaha dengan cara menyetorkan uang tunai sebagai setoran awal sebesar Rp8.000.000,00 2 Maret Susan merekrut 2 tenaga juru masak untuk membantu usahanya dengan gaji Rp400.000,00 per orang. Adapun pembayaran gaji akan dilaksanakan setiap tanggal 5 bulan berikutnya. 3 Maret Membeli peralatan masak (kompor gas, panci, dan sebagainya) secara tunai sebesar Rp1.000.000,00. Diperkirakan mempunyai umur ekonomis 25 bulan. 4 Maret Membeli perlengkapan (kecap, garam, dan lain-lain) secara tunai sebesar Rp200.000,00. 7 Maret Susan menyewakan ruangan kantor yang masih kosong, dan disepakati sewa ruangan tersebut seharga Rp3.000.000,00 tunai, untuk jangka waktu 1 tahun. 12 Maret Susan mendepositokan uangnya Rp4.000.000,00 ke Bank Mulia dengan suku bunga 12% per semester, adapun bunganya akan diberikan setiap tanggal 15 bulan berikutnya. 13 Maret Susan memasang iklan di mingguan Koki Kita yang akan diiklankan setiap hari Minggu selama 6 bulan. Adapun ongkosnya adalah Rp120.000,00 untuk 6 bulan. 17 Maret Menyerahkan pesanan yang sudah selesai sebanyak 100 porsi @ Rp20.000,00, pelanggan baru membayar 60% sisanya akan diterima kemudian. 20 Maret Menyerahkan pesanan yang sudah selesai sebanyak 50 porsi @ Rp25.000,00 sekaligus menerima pembayarannya. 23 Maret Membayar biaya gas sebesar Rp75.000,00. 25 Maret Susan mengambil uang untuk kepentingan pribadi sebesar Rp300.000,00. 27 Maret Membayar biaya listrik Rp 150.000,00 27 Maret Membayar biaya air Rp60.000,00 30 Maret Diterima pelunasan pembayaran dari pelanggan (lihat transaksi tanggal 17 Maret). Pertanyaan: b. Pindah bukukanlah (posting) jurnal tersebut ke dalam buku besarnya!

7

4.0

Jawaban terverifikasi

TULISKAN UNSUR INSTRINSIK GAYA BAHASA DALAM CERPEN TERSEBUT! Teman yang baik Rina dan Dini dikenal sebagai sahabat baik yang populer di sekolah. Meskipun berbeda kelas, tapi mereka selalu menghabiskan waktu istirahat bersama, Tidak ada yang meragukan eratnya persahabatan di antara mereka. Meski berbeda karakter, tetap tidak menghalangi kedekatan mereka. Rina merupakan seorang siswi pendiam yang tidak akan populer jika tidak bersama Dini. Sedangkan Dini cenderung seperti seorang pembual yang hobi memamerkan barang-barang milik Rina. Suatu hari pada sebuah acara pengundian hadiah, Rina terpilih menjadi salah satu pemenang. la datang bersama Dini. Disana para pemenang diperbolehkan untuk memilih sendiri hadiah berupa voucher belanja dengan berbagai nominal. Dari lima pemenang terpilih, Rina mendapat giliran keempat untuk mengambil hadiah. Rina melihat pemenang yang akan mengambil hadiah setelahnya, yaitu seorang ibu berpakaian lusuh dengan keempat anaknya yang masih kecil. Ia kemudian melihat voucher yang tersisa. Melihat nominal pada voucher yang tinggal dua pilihan, ia memilih voucher belanja dengan nominal paling rendah kemudian berbalik dan tersenyum pada ibu dan empat anaknya. Hal ini membuat Dini rerkejur dan menganggapnya bodoh. Dini kemudian mencoba menguji Rina dengan uang yang ia bawa. Ia meminta Rina untuk mengambil salah satu uang yang ia sodorkan. Sedikir bingung. Rina mengambil uang dengan nominal paling rendah. Keesokan harinya Dini bercerita kepada teman-temannya tentang kebodohan Rina. Untuk membuktikannya, Dini memanggil Rina ke hadapan teman-teman kelasnya. "Hai, Rin, aku ada uang nganggur nih. Kamu pilih yang mana? Aku kasih buat kamu." Dini menyodorkan uang sejumlah Rp10.000 dan Rp20.000 kepada Rina. Rina pun mengambil Rp10.000 dari Dini. Dini dan teman- temannya tertawa dan mengatakan bahwa Rina bodoh. Peristiwa ini tidak hanya terjadi satu atau dua kali. Beberapa teman Dini juga ikut-ikutan melakukan hal itu, Rina tetap diam dipermalukan seperti itu. Dan setiap kali dipaksa untuk memilih, ia selalu bersikap tenang dan memilih uang dengan nominal yang paling rendah. Ia juga ikur tertawa kerika orang-orang menertawakannya. Hingga suatu hari ketika Dini memamerkan kebodohan Rina pada salah scorang kakak kelas terpopuler bernama Rifki dihadapan teman-teman kelasnya. Dini kembalimenyodorkan uang, kali ini bernominal Rp50.000 dan Rp100.000, kepada Rina dan memintanya memilih. Lagi-lagi Rina memilih uang dengan nominal terendah. Semua orang tertawa, menertawakan Rina yang hanya tertunduk, kecuali Rifki. Ia tertegun mengamati siapa sebenarnya yang sedang membodohi siapa. "Lihat, Kak. Teman baikku yang satu ini unik kan?" kata Dini kembali mulai mempermalukan Rina. "Ya, dia memang unik dan cerdas. Jika saja ia memilih uang dengan nominal tertinggi dari awal, maka kalian tidak akan mau bermain dengannya bukan? Cobalah kalian hitung berapa ratus ribu yang sudah kalian keluarkan cuma-cuma," kata Rifki. Dia pintar, memilih bersabar untuk mengambil keuntungan lebih. Jadi, sebenarnya siapa yang sedang membodohi siapa?" lanjut Rifki tertawa. Semua orang terdiam mendengar penjelasan dari Kak Rifki. Seketika mereka merasa telah melakukan hal bodoh yang sia-sia. Sedangkan Rina tersenyum memandang Kak Rifki yang berbalik menertawakan Dini dan teman-temannya. Pada akhirnya, bagi Rina teman yang baik itu selalu ada memberikan tambahan penghasilan tak terduga meski harus dibayar dengan kesabarannya. Tapi tidak apa-apa, setiap perbuatan pasti ada bayarannya dan perbuatan Dini dibayar dengan uang serta rasa malu.​

1

4.5

Jawaban terverifikasi