Adzkia S

28 Februari 2026 20:52

Iklan

Adzkia S

28 Februari 2026 20:52

Pertanyaan

Halo , aku mau tanya..... Kan dibulan ramadhan pahala dilipat gandakan tapi kalau buat dosa, dosanya dilipatgandakan gak? Terima kasih atas jawabannya ๐Ÿ™๐Ÿปโœจ๐Ÿ˜Š

Halo , aku mau tanya.....

Kan dibulan ramadhan pahala dilipat gandakan tapi kalau buat dosa, dosanya dilipatgandakan gak? 

Terima kasih atas jawabannya ๐Ÿ™๐Ÿปโœจ๐Ÿ˜Š

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

08

:

22

:

57

Klaim

3

2


Iklan

Zayn K

04 Maret 2026 06:58

<p>tidak&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

tidak 

 


Adzkia S

Dijawab 5 hari yang lalu

oke thanks ๐Ÿ‘๐Ÿป

Iklan

Sarah H

Dijawab 2 hari yang lalu

<p>Enggak&nbsp;</p>

Enggak 


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Perhatikan Pernyataan berikut! (1) Terhindar dari dosa karena mengumbar aurat (2) Menjadi pusat perhatian (3) Menghindari fitnah, tuduhan atau pandangan negative (4) Memikat hati lawan jenis (5) Mencegah timbulnya hawa nafsu lawan jenis maupun sesame jenis. Dari pernyataan di atas yang termasuk keutamaan berbusana muslim ditnjukkan oleh nomor... A. 1, 2, dan 3 B. 1, 3, dan 5 C. 4 dan 5 D. 2,3, dan 4 E. 3 dan 4 Mohon bantuannya, terima kasih ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™

6

0.0

Jawaban terverifikasi

Bacalah cerita inspiratif berikut dengan saksama. Bocah Es Krim Pada suatu siang yang panas, seorang bocah laki-laki berlari riang di taman kota. Di tangannya, tergenggam selembar uang Rp20.000. "Es krim besar! Es krim besar!" serunya riang sambil terus berlari ke arah gerobak penjual es krim. Dia terus berseru-seru sebelum berhenti karena melihat seorang kakek di pojok taman. Kakek peminta minta itu terduduk di bawah pohon. Bajunya lusuh dan tampak lemas. Si bocah sempat tertegun. Beberapa detik kemudian, ia terus berjalan ke arah penjual es krim. Namun, pandangannya tetap ke arah si kakek. "Beli apa, Dik?" sapa si penjual es krim ramah, agak mengejutkan si bocah. "Oh, ya," si bocah tersadar, "es krim besarnya satu." "Uangnya bawa? Harganya Rp20.000, ya, Dik," sahut si penjual es. Si bocah mengangkat selembar uangnya. "Ya, aku bawa. lni ... " si bocah baru akan memberikan uangnya. Namun, matanya kembali terpaku ke arah kakek. Ia pun menarik kembali uangnya dan bertanya, "Kalau es krim yang kecil saja berapa?" "Yang kecil Rp10.000." Si bocah berpikir sejenak. "Kalau begitu, aku mau yang kecil saja. Berarti kembali Rp10.000, 'kan, ya?" "lya, benar. Jadi benar yang kecil saja?" tanya si penjual es krim. "Ya," sa hut si bocah yak in sambil menyerahkan uangnya. Si penjual pun memberikan es krim kecil dan uang kembaliannya. Si bocah langsung berlari ke arah si kakek dan memberikan uang kembalian yang Rp10.000. "Kakek, ini untuk Kakek," seru si bocah tulus. Si kakek sempat terpaku, tetapi akhirnya menerima uang itu sambil menitikkan air mata. "Terima kasih, Cu ... " katanya dengan suara bergetar, " ... terima kasih." "Sama-sama, Kek," si bocah pun berlalu sambil menikmati es krim kecilnya. Ia memang tidak mendapat es krim besar, tetapi ia mendapat pahala yang sangat besar karena ketulusan dan kepeduliannya . (Karya Haqi K.) Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan teks "Bocah Es Krim " dengan singkat dan jelas. 6. Tentukan amanat yang terkandung dalam teks tersebut.

3

0.0

Jawaban terverifikasi

Bersama Pdt. Bigman Sirait APAKAH dasar atau pondasi iman Kristen? Ini penting dibicarakan untuk menghindari jebakan-jebakan perasaan yang manipulatif. Karena perasaan sering kita anggap sebagai iman, dan ini berbahaya. Sebagai orang Kristen kita harus beriman atas dasar yang benar, bukan subyektivitas manusiawi. Kita harus beriman dengan benar, sehingga kita kuat di tengah jaman yang bertiup bagaikan badai yang siap menghancurkan apa pun juga. Kita pun mesti siap bersaksi guna kemuliaan nama Tuhan, bukan nama diri kita. Apakah dasar yang benar itu? Yang pertama adalah pengenalan akan Allah. Iman yang sejati hanyalah iman yang berdasar pada pengenalan firman Allah yang utuh. Jika kita tidak mengenal firman Allah secara utuh, bagaimana mungkin kita beriman? Maka, antara iman dan pengenalan firman, ini dua hal yang sangat dekat sekali. Mazmur 119: 9 berkata, "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menja-ganya sesuai dengan firman-Mu". Pada bagian lain Mazmur dikatakan pula bahwa "firman itulah pelita bagiku dan terang bagi jalanku". Di sini kita melihat bahwa firman Allah menjadi dasar dalam kehidupan setiap orang supaya bisa berperilaku baik. Dengan firman, vita beriman teguh pada Tuhan. Kita mampu menjalani hari-hari tanpa berbuat dosa, karena mengenal firman Allah dengan baik. Tahu firman Allah karena membaca dan menghapal, itu beda dengan me-ngenal. Dengan mengenal maka firman itu menjadi bagian dari kehidupan kita. Mengenal, maka membuat kita punya hubungan yang personal dengan firman yang hidup. Oleh karena itulah seluruh kebera-daan dan perjalanan hidup kita gantungkan secara mutlak kepada firman itu. Jadi iman yang sejati hanya iman yang berdasarkan pada pengenalan firman Allah yang utuh, bukan sekadar baca dan hapal. Kalau hanya sekadar baca dan hapal, anak-anak sekolah minggu bahkan punya banyak ayat hapalan. Anak-anak sekolah minggu yang hapal firman, tentu tidak langsung bisa disebut beriman. Anak- anak ini, seusai mengucapkan ayat-ayat hapalan tentang cinta kasih, bisa saja langsung berkelahi dengan teman di sebe-lahnya karena rebutan kursi. Kalau mau jujur, para orang tua pun ada juga yang berperilaku sama, hanya bentuknya saja yang beda. Kita bisa saja mengatakan tentang firman Allah, tapi jika tertimpa peristiwa yang tidak menggem-birakan, kita langsung KO. Jadi pengenalan atas firman itu harus utuh supaya kuat dalam hidup. Pengenalan akan Allah hanya ada oleh pertolongan dan penga-jaran Roh Kudus. Jadi, pengenalan akan Allah bukan hasil olah pikir kita sebagai manusia, Untuk bisa mengenal Allah bukan tergantung seberapa tinggi IQ atau tingkat kepintaran kita, tetapi berapa taat dan berapa rendah hati kita untuk mau dituntun dan dipimpin oleh Roh Kudus, Dalamn Yoh 14: 26 dikatakan "Tetapi penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-KU, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepada-Mu, dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan padamu" Roh Kudus-lah yang akan mengajarkan segala sesuatu tentang kebenaran. DIA-lah yang akan mengingatkan kita bagaimana harus hidup kita masuk dalam pengenalan yang utuh akan Allah. Dalam suka maupun duka. Dasar yang kedua setelah pengenalan, adalah pengalaman bersama Allah Penge-nalan yang benar tentang Allah akan diikuti pengalaman hidup bersama Allah di dalam suka maupun duka. Mau memaafkan, mengerti orang yang membuat kita marah adalah salah satu contoh pengalaman hidup bersama Allah. Jika kita hanya ingin menjadi orang yang baik, tetapi tidak bisa menahan emosi atau amarah ketika ada masalah, artinya kita telah gagal dalam menjalankan cinta kasih atau pengalaman hidup bersama Tuhan, Pengalaman bersama Tuhan itu harus dalam suka dan dua. Kita bersisi bukan hanya karena terlepas dari tabrakan maut, atau sembuh dari suatu penyakit, misalnya. Suatu waktu mungkin Tuhan "menampar sampai kita me-nangis. Dalam kesaksian, kita harus berkata, "Dulu saya punya harta, sekarang tidak. Tetapi saya me-ngatakan kepada saudara-saudara bahwa saya tetap setia pada Tuhani Kesaksian seperti ini pun penting. Tetapi kesaksian seperti ini jarang terdengar. O SEHAT Pengalaman bersama Tuhan menjadikan orang Kristen mengerti bahwa hidup adalah Kristus, berpusat pada Kristus. Rasul Paulus dalam perjalanan hidupnya mengalami hal-hal yang indah bersama Allah, dalam suka maupun duka. Dia mengatakan, "Berkali-kali aku disesah, dicambuk mau dibunuh seperti pen beruber, terdampar naik kapal, tetapi demi Injil itu aku tidak akan berhenti membentakannya Aku akan maju terus Pengalaman bersama Allih membuktikan bahwa pengenalan kita tidak sia-sia, Bukan karena bukti-bukti material, bukan karena menjangkau lalu mengenal Allah. Tetapi bukti-bukti rohani, di mana kita kat menghadap hidup ins. Tuhan tidak pernah menjanjikan hujan ataunas terus. Tetapi Tuhan menjanji-kan, jika ada panas dan hujan DIA akan member perlindungan. Dia member "payung buat kita faham Tuliskan kalimat kalimat/ pernyataan pernyataan penting yang terdapat dalam artikel tersebut kemudian, tentukan kalimat pernyataan tersebut termasuk fakta atau opini (minimal 10)

2

0.0

Jawaban terverifikasi