Eugene E

18 Oktober 2023 12:01

Iklan

Eugene E

18 Oktober 2023 12:01

Pertanyaan

Fakta 1 Jakarta - Sejumlah harga kebutuhan pokok yang meroket di pasaran pada awal Maret ini. Hal ini tentu saja membuat 1 rakyat meringis karena semakin besarnya biaya hidup yang harus dikeluarkan. Berdasarkan pantauan, terdapat lima kebutuhan pokok yang harganya naik yaitu Premium, Pertamax Cs, beras, elpiji 12 kg, hingga sayuran seperti cabai dan bawang merah. Menurut Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo, kenaikan harga komoditas dasar tersebut tentunya akan berpengaruh ke pengeluaran rumah tangga. Masyarakat kelas menengah bawah merupakan yang paling terpukul akibat kenaikan harga tersebut. "Karena kenaikan harga kebutuhan pokok itu tidak diimbangi dengan meningkatnya pendapatan. Jadi akan berpengaruh ke pengeluaran," kata Sudaryatmo saat berbincang dengan, Kamis (5/3/2015). Masyarakat menengah atas, lanjut dia, tidak akan terpengaruh karena mereka rata-rata memiliki tabungan. Sedangkan pendapatan masyarakat kecil sudah habis untuk sehari-hari. Sudaryatmo menyebutkan, ada dua hal yang menjadi kekhawatiran YLKI akibat kenaikan harga kebutuhan pokok. Pertama, mutu makanan akan dikorbankan. Sebab dengan dana terbatas, masyarakat miskin hanya berpikir yang penting bisa membeli makanan meski harus mengabaikan nilai gizinya. Kedua, efek ke pendidikan. Dia memprediksi adanya peningkatan jumlah angka putus sekolah, meski ada program Indonesia Pintar yang dicanangkan pemerintah. "Kenaikan komoditas itu tentu memukul masyarakat menengah bawah. Akibatnya jumlah masyarakat miskin di Indonesia akan bertambah." Fakta 2 Yogyakarta - Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kilogram (kg) awal bulan ini membuat warga di Yogyakarta memilih menggunakan elpiji 3 kg. Pengelola pangkalan elpiji di Cebongan Tlogoadi Mlati Sleman Angga setiawan mengatakan, banyaknya warga yang beralih ke elpiji 3 kg membuat elpiji ukuran 12 kg tidak laku. Sejak pengambilan elpiji 12 kg pada 3 Januari lalu tidak satu pun elpiji 12 kg yang laku. Di tempatnya elpiji 12 kg dijual Rp 120 ribu per tabung. Sementara permintaan elpiji ukuran 3 kg di tempatnya semakin meningkat. Bahkan, pangkalan elpiji miliknya pun dibatasi karena banyaknya peminat elpiji 3 kg. "Banyak yang beralih ke elpiji 3 kg sejak naik. Semakin banyak permintaan ke 3 kg. Peningkatan parah banyak pol sampai 50 persen kenaikannya. Jadinya ya yang 12 kg tidak laku. Pas naik itu kita ambil yang 12 kg pertama kali sampai sekarang belum kejual satu pun," ujar Angga Kamis (8/1/2015). Angga mengatakan, banyaknya warga yang beralih ke elpiji 3 kg membuat pangkalan miliknya dibatasi pengiriman jumlah elpiji 3 kg. Walaupun begitu harga elpiji 3 kg tidak naik dan masih dijual pertabungnya Rp 16 ribu di tingkat pangkalan. "Sama di tingkat pangkalan Rp 16 ribu. Jualnya Rp 20 ribu sampai Rp 23 ribu di warung-warung. Sementara yang elpiji 12 kg tidak ada yang ambil. Setiap dua hari kita dikirimi 200 tabung jadi seminggu tiga kiriman. Dibatasi seminggu 600 tabung 3 kg. Kalau yang 12 kg malah tidak ada batasan. Tapi siapa yang mau beli," ujar Angga. Angga menambahkan, sejak kenaikan harga elpiji sudah diumumkan Pertamina mulai 1 Januari 2014 ini. Pangkalan miliknya kesusahan stok pasalnya setiap pangkalan hanya diperbolehkan mendapat kiriman dari satu agen. Kondisi ini membuatnya sulit memenuhi permintaan pelanggan. "Yang jelas dari agen yang parah. Belum naik harga kemarin bisa jual sekian tapi sekarang dibatasi. Kala pangkalan kan kalau ambil cuma di satu agen jadi satu pangkalan satu agen itu repotnya," ujarnya. Fakta 3 Bogor - PT Pertamina (Persero) telah menaikkan harga elpiji 12 kilogram (kg) sebesar Rp 18 ribu per tabung, menjadi Rp 134.700 per tabung. Hal tersebut berimbas kepada konsumen beralih ke elpiji tiga kilogram atau dikenal dengan gas melon. Salah satu agen elpiji di wilayah Kecamatan Bogor Timu, Endang, mengaku permintaan elpiji 12 kg menurun akibat harganya naik sementara permintaan akan gas 3 kg bertambah. "Pas harganya naik, pelanggan elpiji 12 kg agak menurun, tapi kalau gas melon mulai naik permintaannya mungkin akibat adanya kenaikan harga elpiji 12 kg," katanya kepada di tempatnya berdagang, Rabu (7/1/2015). Hal senada juga diutarakan Bagus, agen elpiji di wilayah Kecamatan Bogor Selatan. Dalam sehari, Bagus bisa menjual 1.000 tabung elpiji 3 kg per hari. "Kalau sebelum gas 12 kg naik, biasa jual 60 sampai 70 tabung. Sekarang konsumen elpiji 3 kg bertambah sekitar 30 persen dan pembeli gas 12 kg sedikit menurun" ungkapnya. Pun demikian, Bagus tetap berharap, pasokan elpiji baik 12 kg atau 3 kg tetap aman. "Mudah-mudahan stok dari pertamina ada terus kemudian tidak telat datang supaya masyarakat bisa mendapatkan tabung gas dengan mudah," pungkasnya. 1. Jelaskan topik apa yang diambil untuk ketiga fakta diatas? 2. Jelaskan masalah-masalah yang timbul dari ketiga fakta tersebut? 3. Dari ketiga difakta tersebut buatlah satu opini dan buatlah 4 paragraf argumentasi dari opini tersebut! 4. Saran, kritik, dan evaluasi apakah yabg dapat kamu berikan?

Fakta 1 Jakarta - Sejumlah harga kebutuhan pokok yang meroket di pasaran pada awal Maret ini. Hal ini tentu saja membuat 1 rakyat meringis karena semakin besarnya biaya hidup yang harus dikeluarkan. Berdasarkan pantauan, terdapat lima kebutuhan pokok yang harganya naik yaitu Premium, Pertamax Cs, beras, elpiji 12 kg, hingga sayuran seperti cabai dan bawang merah. Menurut Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo, kenaikan harga komoditas dasar tersebut tentunya akan berpengaruh ke pengeluaran rumah tangga. Masyarakat kelas menengah bawah merupakan yang paling terpukul akibat kenaikan harga tersebut. "Karena kenaikan harga kebutuhan pokok itu tidak diimbangi dengan meningkatnya pendapatan. Jadi akan berpengaruh ke pengeluaran," kata Sudaryatmo saat berbincang dengan, Kamis (5/3/2015). Masyarakat menengah atas, lanjut dia, tidak akan terpengaruh karena mereka rata-rata memiliki tabungan. Sedangkan pendapatan masyarakat kecil sudah habis untuk sehari-hari. Sudaryatmo menyebutkan, ada dua hal yang menjadi kekhawatiran YLKI akibat kenaikan harga kebutuhan pokok. Pertama, mutu makanan akan dikorbankan. Sebab dengan dana terbatas, masyarakat miskin hanya berpikir yang penting bisa membeli makanan meski harus mengabaikan nilai gizinya. Kedua, efek ke pendidikan. Dia memprediksi adanya peningkatan jumlah angka putus sekolah, meski ada program Indonesia Pintar yang dicanangkan pemerintah. "Kenaikan komoditas itu tentu memukul masyarakat menengah bawah. Akibatnya jumlah masyarakat miskin di Indonesia akan bertambah." Fakta 2 Yogyakarta - Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kilogram (kg) awal bulan ini membuat warga di Yogyakarta memilih menggunakan elpiji 3 kg. Pengelola pangkalan elpiji di Cebongan Tlogoadi Mlati Sleman Angga setiawan mengatakan, banyaknya warga yang beralih ke elpiji 3 kg membuat elpiji ukuran 12 kg tidak laku. Sejak pengambilan elpiji 12 kg pada 3 Januari lalu tidak satu pun elpiji 12 kg yang laku. Di tempatnya elpiji 12 kg dijual Rp 120 ribu per tabung. Sementara permintaan elpiji ukuran 3 kg di tempatnya semakin meningkat. Bahkan, pangkalan elpiji miliknya pun dibatasi karena banyaknya peminat elpiji 3 kg. "Banyak yang beralih ke elpiji 3 kg sejak naik. Semakin banyak permintaan ke 3 kg. Peningkatan parah banyak pol sampai 50 persen kenaikannya. Jadinya ya yang 12 kg tidak laku. Pas naik itu kita ambil yang 12 kg pertama kali sampai sekarang belum kejual satu pun," ujar Angga Kamis (8/1/2015). Angga mengatakan, banyaknya warga yang beralih ke elpiji 3 kg membuat pangkalan miliknya dibatasi pengiriman jumlah elpiji 3 kg. Walaupun begitu harga elpiji 3 kg tidak naik dan masih dijual pertabungnya Rp 16 ribu di tingkat pangkalan. "Sama di tingkat pangkalan Rp 16 ribu. Jualnya Rp 20 ribu sampai Rp 23 ribu di warung-warung. Sementara yang elpiji 12 kg tidak ada yang ambil. Setiap dua hari kita dikirimi 200 tabung jadi seminggu tiga kiriman. Dibatasi seminggu 600 tabung 3 kg. Kalau yang 12 kg malah tidak ada batasan. Tapi siapa yang mau beli," ujar Angga. Angga menambahkan, sejak kenaikan harga elpiji sudah diumumkan Pertamina mulai 1 Januari 2014 ini. Pangkalan miliknya kesusahan stok pasalnya setiap pangkalan hanya diperbolehkan mendapat kiriman dari satu agen. Kondisi ini membuatnya sulit memenuhi permintaan pelanggan. "Yang jelas dari agen yang parah. Belum naik harga kemarin bisa jual sekian tapi sekarang dibatasi. Kala pangkalan kan kalau ambil cuma di satu agen jadi satu pangkalan satu agen itu repotnya," ujarnya. Fakta 3 Bogor - PT Pertamina (Persero) telah menaikkan harga elpiji 12 kilogram (kg) sebesar Rp 18 ribu per tabung, menjadi Rp 134.700 per tabung. Hal tersebut berimbas kepada konsumen beralih ke elpiji tiga kilogram atau dikenal dengan gas melon. Salah satu agen elpiji di wilayah Kecamatan Bogor Timu, Endang, mengaku permintaan elpiji 12 kg menurun akibat harganya naik sementara permintaan akan gas 3 kg bertambah. "Pas harganya naik, pelanggan elpiji 12 kg agak menurun, tapi kalau gas melon mulai naik permintaannya mungkin akibat adanya kenaikan harga elpiji 12 kg," katanya kepada di tempatnya berdagang, Rabu (7/1/2015). Hal senada juga diutarakan Bagus, agen elpiji di wilayah Kecamatan Bogor Selatan. Dalam sehari, Bagus bisa menjual 1.000 tabung elpiji 3 kg per hari. "Kalau sebelum gas 12 kg naik, biasa jual 60 sampai 70 tabung. Sekarang konsumen elpiji 3 kg bertambah sekitar 30 persen dan pembeli gas 12 kg sedikit menurun" ungkapnya. Pun demikian, Bagus tetap berharap, pasokan elpiji baik 12 kg atau 3 kg tetap aman. "Mudah-mudahan stok dari pertamina ada terus kemudian tidak telat datang supaya masyarakat bisa mendapatkan tabung gas dengan mudah," pungkasnya.

1. Jelaskan topik apa yang diambil untuk ketiga fakta diatas?

2. Jelaskan masalah-masalah yang timbul dari ketiga fakta tersebut?

3. Dari ketiga difakta tersebut buatlah satu opini dan buatlah 4 paragraf argumentasi dari opini tersebut!

4. Saran, kritik, dan evaluasi apakah yabg dapat kamu berikan?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

14

:

39

:

36

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Anonim

07 Desember 2023 12:26

Jawaban terverifikasi

<p>1. Topik yang diambil untuk ketiga fakta di atas adalah kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg di Indonesia pada awal tahun 2023.</p><p><br>2. Masalah-masalah yang timbul dari ketiga fakta tersebut adalah:<br>&nbsp; &nbsp;- Meningkatnya biaya hidup dan pengeluaran rumah tangga bagi masyarakat, terutama kelas menengah bawah, yang tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan.<br>&nbsp; &nbsp;- Berkurangnya mutu dan gizi makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat miskin karena keterbatasan dana.<br>&nbsp; &nbsp;- Meningkatnya angka putus sekolah karena orang tua tidak mampu membiayai pendidikan anak-anak mereka.<br>&nbsp; &nbsp;- Bertambahnya jumlah masyarakat miskin di Indonesia.<br>&nbsp; &nbsp;- Menurunnya permintaan elpiji ukuran 12 kg di pasaran karena konsumen beralih ke elpiji ukuran 3 kg atau gas melon .<br>&nbsp; &nbsp;- Kesulitan stok dan distribusi elpiji ukuran 3 kg karena permintaan yang meningkat dan pembatasan pengiriman dari agen .</p><p><br>3. Opini: Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah kebijakan yang tidak adil dan merugikan masyarakat.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp; Argumentasi:</p><p>&nbsp; - Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah kebijakan yang tidak adil karena tidak sesuai dengan prinsip kesejahteraan sosial. Elpiji adalah kebutuhan pokok yang digunakan oleh masyarakat untuk memasak dan menghangatkan rumah. Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg akan membebani masyarakat, terutama kelas menengah bawah, yang sudah kesulitan memenuhi kebutuhan hidup lainnya. Kebijakan ini juga tidak mempertimbangkan kemampuan dan keseimbangan ekonomi masyarakat.<br>&nbsp; - Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah kebijakan yang merugikan masyarakat karena berdampak negatif pada kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Masyarakat yang tidak mampu membeli elpiji ukuran 12 kg akan beralih ke elpiji ukuran 3 kg atau gas melon, yang lebih murah tetapi lebih cepat habis dan lebih sulit didapatkan. Hal ini akan mengurangi frekuensi dan variasi makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat, sehingga menurunkan gizi dan daya tahan tubuh mereka. Selain itu, kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg juga akan mengganggu pendidikan anak-anak, yang merupakan hak dasar dan investasi masa depan bangsa. Banyak orang tua yang tidak bisa lagi membiayai sekolah anak-anak mereka karena harus menghemat pengeluaran untuk elpiji. Hal ini akan menambah angka putus sekolah dan melebarkan kesenjangan pendidikan di Indonesia.<br>&nbsp; - Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah kebijakan yang merugikan masyarakat karena berpotensi menimbulkan masalah sosial dan lingkungan. Masyarakat yang tidak puas dengan kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg bisa saja melakukan aksi protes, mogok, atau bahkan kerusuhan, yang akan mengganggu ketertiban dan keamanan publik. Selain itu, kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg juga bisa mendorong masyarakat untuk mencari alternatif bahan bakar lain, seperti kayu bakar, arang, atau minyak tanah, yang lebih murah tetapi lebih berbahaya dan lebih mencemari lingkungan. Hal ini akan menambah polusi udara dan kerusakan hutan di Indonesia.<br>&nbsp; - Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah kebijakan yang merugikan masyarakat karena bertentangan dengan visi dan misi PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan BUMN yang bertanggung jawab untuk menyediakan energi bagi masyarakat Indonesia. Sebagai perusahaan milik negara, Pertamina seharusnya memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya mengejar keuntungan semata. Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg akan merusak citra dan reputasi Pertamina sebagai perusahaan yang peduli dengan masyarakat dan lingkungan.</p><p><br>4. Saran, kritik, dan evaluasi yang dapat saya berikan adalah:<br>&nbsp; &nbsp;- Saran: Pemerintah dan Pertamina sebaiknya meninjau kembali kebijakan kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg dan mencari solusi yang lebih adil dan bijaksana untuk mengatasi masalah ketersediaan dan subsidi elpiji. Pemerintah dan Pertamina juga sebaiknya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan elpiji yang efisien dan ramah lingkungan, serta memberikan bantuan dan insentif kepada masyarakat yang membutuhkan elpiji.<br>&nbsp; &nbsp;- Kritik: Pemerintah dan Pertamina telah gagal dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawab mereka sebagai penyedia dan pengelola energi bagi masyarakat Indonesia. Kebijakan kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah keputusan yang tidak bijak dan tidak berpihak kepada masyarakat, terutama kelas menengah bawah, yang menjadi mayoritas penduduk Indonesia. Kebijakan ini juga tidak mempertimbangkan dampak jangka panjang yang akan ditimbulkan bagi kualitas hidup, kesehatan, pendidikan, sosial, dan lingkungan masyarakat.<br>&nbsp; &nbsp;- Evaluasi: Kebijakan kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah kebijakan yang tidak efektif dan tidak efisien dalam mengatasi masalah ketersediaan dan subsidi elpiji. Kebijakan ini tidak mampu menyeimbangkan antara kepentingan pemerintah, Pertamina, dan masyarakat. Kebijakan ini juga tidak mampu mengubah perilaku dan pola konsumsi elpiji masyarakat menjadi lebih hemat dan bertanggung jawab. Kebijakan ini hanya menimbulkan masalah baru yang lebih besar dan lebih kompleks bagi masyarakat dan negara.</p>

1. Topik yang diambil untuk ketiga fakta di atas adalah kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg di Indonesia pada awal tahun 2023.


2. Masalah-masalah yang timbul dari ketiga fakta tersebut adalah:
   - Meningkatnya biaya hidup dan pengeluaran rumah tangga bagi masyarakat, terutama kelas menengah bawah, yang tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan.
   - Berkurangnya mutu dan gizi makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat miskin karena keterbatasan dana.
   - Meningkatnya angka putus sekolah karena orang tua tidak mampu membiayai pendidikan anak-anak mereka.
   - Bertambahnya jumlah masyarakat miskin di Indonesia.
   - Menurunnya permintaan elpiji ukuran 12 kg di pasaran karena konsumen beralih ke elpiji ukuran 3 kg atau gas melon .
   - Kesulitan stok dan distribusi elpiji ukuran 3 kg karena permintaan yang meningkat dan pembatasan pengiriman dari agen .


3. Opini: Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah kebijakan yang tidak adil dan merugikan masyarakat.

 

  Argumentasi:

  - Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah kebijakan yang tidak adil karena tidak sesuai dengan prinsip kesejahteraan sosial. Elpiji adalah kebutuhan pokok yang digunakan oleh masyarakat untuk memasak dan menghangatkan rumah. Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg akan membebani masyarakat, terutama kelas menengah bawah, yang sudah kesulitan memenuhi kebutuhan hidup lainnya. Kebijakan ini juga tidak mempertimbangkan kemampuan dan keseimbangan ekonomi masyarakat.
  - Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah kebijakan yang merugikan masyarakat karena berdampak negatif pada kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Masyarakat yang tidak mampu membeli elpiji ukuran 12 kg akan beralih ke elpiji ukuran 3 kg atau gas melon, yang lebih murah tetapi lebih cepat habis dan lebih sulit didapatkan. Hal ini akan mengurangi frekuensi dan variasi makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat, sehingga menurunkan gizi dan daya tahan tubuh mereka. Selain itu, kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg juga akan mengganggu pendidikan anak-anak, yang merupakan hak dasar dan investasi masa depan bangsa. Banyak orang tua yang tidak bisa lagi membiayai sekolah anak-anak mereka karena harus menghemat pengeluaran untuk elpiji. Hal ini akan menambah angka putus sekolah dan melebarkan kesenjangan pendidikan di Indonesia.
  - Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah kebijakan yang merugikan masyarakat karena berpotensi menimbulkan masalah sosial dan lingkungan. Masyarakat yang tidak puas dengan kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg bisa saja melakukan aksi protes, mogok, atau bahkan kerusuhan, yang akan mengganggu ketertiban dan keamanan publik. Selain itu, kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg juga bisa mendorong masyarakat untuk mencari alternatif bahan bakar lain, seperti kayu bakar, arang, atau minyak tanah, yang lebih murah tetapi lebih berbahaya dan lebih mencemari lingkungan. Hal ini akan menambah polusi udara dan kerusakan hutan di Indonesia.
  - Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah kebijakan yang merugikan masyarakat karena bertentangan dengan visi dan misi PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan BUMN yang bertanggung jawab untuk menyediakan energi bagi masyarakat Indonesia. Sebagai perusahaan milik negara, Pertamina seharusnya memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya mengejar keuntungan semata. Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg akan merusak citra dan reputasi Pertamina sebagai perusahaan yang peduli dengan masyarakat dan lingkungan.


4. Saran, kritik, dan evaluasi yang dapat saya berikan adalah:
   - Saran: Pemerintah dan Pertamina sebaiknya meninjau kembali kebijakan kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg dan mencari solusi yang lebih adil dan bijaksana untuk mengatasi masalah ketersediaan dan subsidi elpiji. Pemerintah dan Pertamina juga sebaiknya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan elpiji yang efisien dan ramah lingkungan, serta memberikan bantuan dan insentif kepada masyarakat yang membutuhkan elpiji.
   - Kritik: Pemerintah dan Pertamina telah gagal dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawab mereka sebagai penyedia dan pengelola energi bagi masyarakat Indonesia. Kebijakan kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah keputusan yang tidak bijak dan tidak berpihak kepada masyarakat, terutama kelas menengah bawah, yang menjadi mayoritas penduduk Indonesia. Kebijakan ini juga tidak mempertimbangkan dampak jangka panjang yang akan ditimbulkan bagi kualitas hidup, kesehatan, pendidikan, sosial, dan lingkungan masyarakat.
   - Evaluasi: Kebijakan kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah kebijakan yang tidak efektif dan tidak efisien dalam mengatasi masalah ketersediaan dan subsidi elpiji. Kebijakan ini tidak mampu menyeimbangkan antara kepentingan pemerintah, Pertamina, dan masyarakat. Kebijakan ini juga tidak mampu mengubah perilaku dan pola konsumsi elpiji masyarakat menjadi lebih hemat dan bertanggung jawab. Kebijakan ini hanya menimbulkan masalah baru yang lebih besar dan lebih kompleks bagi masyarakat dan negara.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

61

0.0

Jawaban terverifikasi