Eugene E
18 Oktober 2023 12:01
Iklan
Eugene E
18 Oktober 2023 12:01
Pertanyaan
1. Jelaskan topik apa yang diambil untuk ketiga fakta diatas?
2. Jelaskan masalah-masalah yang timbul dari ketiga fakta tersebut?
3. Dari ketiga difakta tersebut buatlah satu opini dan buatlah 4 paragraf argumentasi dari opini tersebut!
4. Saran, kritik, dan evaluasi apakah yabg dapat kamu berikan?
1
1
Iklan
Anonim
07 Desember 2023 12:26
1. Topik yang diambil untuk ketiga fakta di atas adalah kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg di Indonesia pada awal tahun 2023.
2. Masalah-masalah yang timbul dari ketiga fakta tersebut adalah:
- Meningkatnya biaya hidup dan pengeluaran rumah tangga bagi masyarakat, terutama kelas menengah bawah, yang tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan.
- Berkurangnya mutu dan gizi makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat miskin karena keterbatasan dana.
- Meningkatnya angka putus sekolah karena orang tua tidak mampu membiayai pendidikan anak-anak mereka.
- Bertambahnya jumlah masyarakat miskin di Indonesia.
- Menurunnya permintaan elpiji ukuran 12 kg di pasaran karena konsumen beralih ke elpiji ukuran 3 kg atau gas melon .
- Kesulitan stok dan distribusi elpiji ukuran 3 kg karena permintaan yang meningkat dan pembatasan pengiriman dari agen .
3. Opini: Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah kebijakan yang tidak adil dan merugikan masyarakat.
Argumentasi:
- Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah kebijakan yang tidak adil karena tidak sesuai dengan prinsip kesejahteraan sosial. Elpiji adalah kebutuhan pokok yang digunakan oleh masyarakat untuk memasak dan menghangatkan rumah. Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg akan membebani masyarakat, terutama kelas menengah bawah, yang sudah kesulitan memenuhi kebutuhan hidup lainnya. Kebijakan ini juga tidak mempertimbangkan kemampuan dan keseimbangan ekonomi masyarakat.
- Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah kebijakan yang merugikan masyarakat karena berdampak negatif pada kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Masyarakat yang tidak mampu membeli elpiji ukuran 12 kg akan beralih ke elpiji ukuran 3 kg atau gas melon, yang lebih murah tetapi lebih cepat habis dan lebih sulit didapatkan. Hal ini akan mengurangi frekuensi dan variasi makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat, sehingga menurunkan gizi dan daya tahan tubuh mereka. Selain itu, kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg juga akan mengganggu pendidikan anak-anak, yang merupakan hak dasar dan investasi masa depan bangsa. Banyak orang tua yang tidak bisa lagi membiayai sekolah anak-anak mereka karena harus menghemat pengeluaran untuk elpiji. Hal ini akan menambah angka putus sekolah dan melebarkan kesenjangan pendidikan di Indonesia.
- Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah kebijakan yang merugikan masyarakat karena berpotensi menimbulkan masalah sosial dan lingkungan. Masyarakat yang tidak puas dengan kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg bisa saja melakukan aksi protes, mogok, atau bahkan kerusuhan, yang akan mengganggu ketertiban dan keamanan publik. Selain itu, kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg juga bisa mendorong masyarakat untuk mencari alternatif bahan bakar lain, seperti kayu bakar, arang, atau minyak tanah, yang lebih murah tetapi lebih berbahaya dan lebih mencemari lingkungan. Hal ini akan menambah polusi udara dan kerusakan hutan di Indonesia.
- Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah kebijakan yang merugikan masyarakat karena bertentangan dengan visi dan misi PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan BUMN yang bertanggung jawab untuk menyediakan energi bagi masyarakat Indonesia. Sebagai perusahaan milik negara, Pertamina seharusnya memperhatikan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya mengejar keuntungan semata. Kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg akan merusak citra dan reputasi Pertamina sebagai perusahaan yang peduli dengan masyarakat dan lingkungan.
4. Saran, kritik, dan evaluasi yang dapat saya berikan adalah:
- Saran: Pemerintah dan Pertamina sebaiknya meninjau kembali kebijakan kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg dan mencari solusi yang lebih adil dan bijaksana untuk mengatasi masalah ketersediaan dan subsidi elpiji. Pemerintah dan Pertamina juga sebaiknya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan elpiji yang efisien dan ramah lingkungan, serta memberikan bantuan dan insentif kepada masyarakat yang membutuhkan elpiji.
- Kritik: Pemerintah dan Pertamina telah gagal dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawab mereka sebagai penyedia dan pengelola energi bagi masyarakat Indonesia. Kebijakan kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah keputusan yang tidak bijak dan tidak berpihak kepada masyarakat, terutama kelas menengah bawah, yang menjadi mayoritas penduduk Indonesia. Kebijakan ini juga tidak mempertimbangkan dampak jangka panjang yang akan ditimbulkan bagi kualitas hidup, kesehatan, pendidikan, sosial, dan lingkungan masyarakat.
- Evaluasi: Kebijakan kenaikan harga elpiji ukuran 12 kg adalah kebijakan yang tidak efektif dan tidak efisien dalam mengatasi masalah ketersediaan dan subsidi elpiji. Kebijakan ini tidak mampu menyeimbangkan antara kepentingan pemerintah, Pertamina, dan masyarakat. Kebijakan ini juga tidak mampu mengubah perilaku dan pola konsumsi elpiji masyarakat menjadi lebih hemat dan bertanggung jawab. Kebijakan ini hanya menimbulkan masalah baru yang lebih besar dan lebih kompleks bagi masyarakat dan negara.
· 0.0 (0)
Iklan
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!