Toni K

28 Desember 2021 17:49

Iklan

Toni K

28 Desember 2021 17:49

Pertanyaan

Emak dan Calon Perantau Sehari sebelum berangkat ke perantauan, Bang Akan datang ke rumalasadannya tidak kurus lagi dan sekarang penampilannya sudah jauh lebih bersih daripada dahulu. Wajahnya mencerminkan suatu kemauan dan keberanian untuk hidup di negeri orang Emak menjamunya malan dan bapak berdoa sebelum makan dimulai. Ketika hendak pulang Bang Akib mencium tangan emak dan bapak berulang-ulang. Dia menangis sesenggukan bagai hendak berpisah dengan orang tuanya sendir "Akib, sudahlah jangan larut dalam kesedihan," kata emak. Padahal suaranya sendiri terdengar parau tanda sedih. "Pandang emak Kau tahu kan, sekarang kau telah lulus ujian Tuhan. Da melihat betapa kau telah bekerja dan belajar keras untuk menyiapkan dirimu mampu merantau Kemampuan ini keu miliki tidak hanya dengan doa, tetapi karena usaha juga. Usaha inilah yang merupakan doa yang sangat dihargai-Nya, doa berisi dari orang yang tegar, bukan doa hampa dari orang yang cengeng. Jadi, Tuhan tidak pernah meninggalkan kau seperti yang dulu kau sangka. Akit yang dulu-dulu kau alami itu ternyata bukanlah takdir, tetapi nasib. Nanti di perantauan, Tuhan juga akan tetap menyertaimu dalam usahamu memperbaiki nasib Kami pun sebenarnya merasa kehilangan Bang Alib, bukan hanya dia yang merasa kehilangan kami dengan kepergiannya itu. Dia memang tidak pernah tinggal serumah dengan kami. Namun, keterlibatan kami semua dengan intensif dalam membantu memecahkan masalah hidupnya selama ini membuat dia merasa sebagai bagian dari kehidupan kami sendiri. Kami, anak-anak, menitikkan air mata dan termangu-mangu setelah dia pergi. Kukira emak dan bapak menangis dalam hati. Menurut rencana, dia berangiat malam ini dengan perahu dari Kampung Labuhan di muara Sungai Del menuju Malaya. Pada malam keberangkatannya itu, seperti biasa, kami duduk-duduk di serambi depan. Sejak makan malam tadi, pengalaman kontak pribadi kami masing-masing dengan diri Bang Akib mendominasi pembicaraan. Ada cerita lucu, aneh, haru, dan gembira. Ketika angin malam terasa berembus, kami saling berpandangan Sumber: Emak Daoed Joesoef) Untuk mendalami materi ini, kerjakan soal-soal berikut Analisislah teks tersebut ke dalam bagian kaidah kebahasaan menggunakan tokoh sentral

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

06

:

14

:

04

Klaim

1

3

Jawaban terverifikasi

Iklan

Y. Kretiyanto

Mahasiswa/Alumni STKIP PGRI Ponorogo

29 Desember 2021 11:56

Jawaban terverifikasi

Halo, Toni K. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Kakak bantu jawab ya. Tokoh sentral pada kutipan novel tersebut adalah tokoh Bang Akib. Berikut penjelasannya. Novel merupakan prosa yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seorang tokoh dengan tokoh di sekelilingnya dan menonjolkan watak setiap tokoh tersebut. Tokoh sentral merupakan tokoh yang berpotensi menggerakan alur dan menyebabkan munculnya konflik di dalam sebuah cerita. Untuk menemukan tokoh sentral pada sebuah cerita, berikut merupakan karakteristik dari tokoh sentral. 1. Sering muncul dalam sebuah cerita, dari awal hingga akhir cerita. 2. Kehadirannya menjadi peran penting dalam sebuah cerita. 3. Kehadirannya erat kaitannya dalam menggerakkan alur. Kutipan novel tersebut menggunakan tokoh sentral Bang Akib. Tokoh Bang Akib sering muncul di dalam kutpan novel tersebut. Misalnya saja di paragraf pertama, tokoh Bang Akib diperkenalkan secara rinci. Pada paragraf-paragraf yang lain, tokoh Bang Akib ini juga sering menjadi tokoh utama. Dengan demikian, jawaban yang tepat untuk soal ini adalah tokoh Bang Akib. Semoga bisa membantu ya.


Iklan

Lailatul M

28 September 2022 12:29

Menggunakan kata benda dan kata ganti


Lailatul M

28 September 2022 12:30

Kata benda dan kata ganti emak dan calon perantau


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

70

0.0

Jawaban terverifikasi