Farhan C

28 September 2022 09:29

Iklan

Farhan C

28 September 2022 09:29

Pertanyaan

Dalam sebuah pembicaraan yang singkat dan lugas, kesepakatan pun tercapai. Pak Talab akan membangun rumah Mbok Wiryaji denga n bentuk dan bahan-bahan yang sama sekali baru. Pulang dari rumah Pak Talab, Lasi mengemukakan rencana yang sudah diputuskannya sendiri kepada emaknya. Mbok Wiryaji membelalakkan mata. "Las, kamu tidak main-main?" "Tidak, Mak~ "Tetapi aku tidak pernah meminta kamu melakukan hal itu. Aku tidak .. :· "Sudahlah, Mak. Emak memang tidak minta. Tapi saya sendiri melihat rumah ini sudah terlalu tua. Saya sendiri yang menghendaki rumah ini dibangun kembali dan Emak tinggal tahu beres. Mak, Saya tidak ingin Mas Han kebocoran bila suatu saat kelak suamiku itu menginap di sini. Mulut Mbok Wiryaji tiba-tiba rasa terkunci. Ah, terasa ada kesadaran untuk mengakui bet apa dirinya kini kecil, tidak banyak arti di depan kepentingan anaknya. Mbok Wiryaji tunduk dan menelan ludah. Terasa, betapa dirinya . kini sudah berubah menjad i sekadar pingg iran untuk kepentingan Lasi. Ya, perasaan itu mengembang dan terus mengembang. Dia, Mbok Wiryaji, kini merasa hanya bisa jadi penonton untuk kemakmuran yang sedang dinikmati anaknya. Demikian kecil makna keberadaannya sehingga untuk membangun rumah sendiri pun Mbok Wiryaji boleh dibitang tak diajak bicara. Mbok Wiryaji menelan ludah lagi. Bekisar fvferah, Ahmad Tohari Penafsiran pandangan pengarang tentang nilai kehidupan dalam kutipan novel tersebut yang tepat adalah ... A. Lasi berpikir praktis untuk membangun kembali rumah tuanya. Hal tersebut dilakukan demi kepentingan Mbok Wiryaji sekaligus suaminya. Rasa khawatir Lasi kepada suami dan ibunya tersebutlah yang membuatnya yakin untuk membangun kembali rumah. Hal tersebut menunjukkan rasa sayang Lasi kepada kedua orang tersebut. B. Lasi seolah tidak acuh dengan Mbok Wiryaji. Pembangunan rumah Mbok Wiryaji itu semata karena tidak ingin suaminya terkena bocor jika menginap, lagi pula rumah itu juga sudah tua. Hidup Lasi yang sudah lebih dari cukup membuatnya lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan mengabaikan orang tuanya. C. Mbok Wiryaji menerima dengan ikhlas segala keputusan anaknya, termasuk membangun kembali rumah yang sudah tua itu. Bantuan pembangunan rumah tersebut membuat Mbok Wiryaji merasa terasing dari kehidupan anaknya sendiri. Lebih-lebih, Lasi bersuamikan orang yang kaya raya. D. Kehidupan Lasi yang makmur membuat orang-orang di sekitarnya minder, termasuk ibunya sendiri. Mbok Wairyaji merasa tidak dianggap ada karena Lasi tidak pernah memperhatikannya. Bahkan, Mbok Wiryaji tidak diajak berunding untuk membangun kembali rumah tuanya. E. Sifat Lasi yang cenderung tak acuh terhadap Mbok Wiryaji menunjukkan bahwa Lasi memandang rendah ibunya. Lasi tidak menunjukkan rasa hormat kepada ibunya dengan tidak mengajaknya bicara soal pembangunan rumah. Lasi tidak peduli dengan perasaan ibunya lagi.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

02

:

40

:

17

Klaim

13

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Yuliati

Mahasiswa/Alumni STKIP PGRI PASURUAN

11 November 2022 04:19

Jawaban terverifikasi

Jawaban untuk soal ini adalah B. Novel adalah cerita panjang yang berisi kisah atau peristiwa berupa khayalan penulis. Salah satu hal yang terdapat dalam novel adalah nilai yang terkandung dalam isi novel. Nilai tersebut dapat berupa moral, agama, pendidikan, soal, dan budaya. Hal ini sesuai dengan pandangan penulis dalam menafsirkan isi novel. Berdasarkan uraian di atas, penafsiran pandangan pengarang tentang nilai kehidupan dalam kutipan novel tersebut yang tepat adalah "Lasi seolah tidak acuh dengan Mbok Wiryaji. Pembangunan rumah Mbok Wiryaji itu semata karena tidak ingin suaminya terkena bocor jika menginap, lagi pula rumah itu juga sudah tua. Hidup Lasi yang sudah lebih dari cukup membuatnya lebih mengutamakan kepentingan pribadi dan mengabaikan orang tuanya." yang dibuktikan pada kutipan "Sudahlah, Mak. Emak memang tidak minta. Tapi saya sendiri melihat rumah ini sudah terlalu tua. Saya sendiri yang menghendaki rumah ini dibangun kembali dan Emak tinggal tahu beres. Mak, Saya tidak ingin Mas Han kebocoran bila suatu saat kelak suamiku itu menginap di sini." Jadi, jawaban yang tepat adalah B.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

73

0.0

Jawaban terverifikasi