Anonim N

25 Februari 2024 11:59

Iklan

Iklan

Anonim N

25 Februari 2024 11:59

Pertanyaan

Dalam pidatonya yang berjudul Mendayung Antara Dua Karang, Mohammad Hatta menyampaikan “….. mestikah kita bangsa Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan negara kita, harus memilih antara pro-rusia atau pro-aemrika. Apakah tidak ada pendirian yang lain yang harus kita ambil dalam mengejar cita-cita kita ? Pemerintahan berpendapat bahwa pendirian yang harus kita ambil ialah supaya kita jangan menjadi obyek dalam pertarungan politik internasional. melainkan kita harus menjadi subyek yang berhak menentukan sikap kita sendiri, berhak memperjuangkan tujuan kita sendiri yaitu Indonesia merdeka seluruhnya” dari penggalan tersebut kesimpulan apa yang bisa kamu ambil terutama yang berhubungan dengan politik luar negeri Indonesia ?


2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

07 Maret 2024 06:43

Jawaban terverifikasi

Dari penggalan pidato Mohammad Hatta dalam "Mendayung Antara Dua Karang," dapat diambil kesimpulan bahwa Indonesia, dalam konteks politik luar negeri, mengusung pendekatan netral dan mandiri. Beberapa poin yang dapat diambil sebagai kesimpulan: Pendekatan Netral: Indonesia tidak ingin terjebak dalam konflik politik internasional antara blok pro-Rusia dan pro-Amerika. Pemerintahan pada saat itu menekankan bahwa Indonesia sebaiknya tidak memihak pada salah satu kepentingan besar, melainkan menjaga posisi netral dan independen. Keinginan Menjadi Subyek, Bukan Obyek: Hatta menekankan pentingnya Indonesia menjadi subyek yang dapat menentukan sikapnya sendiri dalam politik internasional. Artinya, Indonesia tidak ingin menjadi obyek yang dipengaruhi oleh kebijakan negara-negara besar, tetapi lebih ingin menjadi subyek yang memiliki kemandirian dan kemampuan menentukan arah kebijakan sesuai dengan tujuan nasionalnya. Tujuan Utama: Kemerdekaan Indonesia Seluruhnya: Fokus utama Indonesia dalam politik luar negeri adalah mencapai kemerdekaan sepenuhnya. Hatta menekankan bahwa Indonesia harus memperjuangkan tujuan nasionalnya sendiri, yaitu kemerdekaan Indonesia secara menyeluruh.


Iklan

Iklan

Salsabila M

Community

10 Maret 2024 01:38

Jawaban terverifikasi

<p>Dari penggalan pidato Mohammad Hatta yang berjudul "Mendayung Antara Dua Karang," terutama pada bagian yang menyatakan, "Pemerintahan berpendapat bahwa pendirian yang harus kita ambil ialah supaya kita jangan menjadi obyek dalam pertarungan politik internasional, melainkan kita harus menjadi subyek yang berhak menentukan sikap kita sendiri, berhak memperjuangkan tujuan kita sendiri yaitu Indonesia merdeka seluruhnya," dapat diambil kesimpulan bahwa Indonesia mengambil pendekatan politik luar negeri yang independen dan non-blok.</p><p><strong>Kesimpulan terkait Politik Luar Negeri Indonesia:</strong></p><p><strong>Kemandirian dan Keseimbangan:</strong></p><ul><li>Indonesia menekankan pentingnya kemandirian dan keseimbangan dalam hubungan internasional. Tidak ingin terjebak dalam pilihan pro-Rusia atau pro-Amerika, Indonesia mengusahakan posisi yang memungkinkan untuk menentukan arah kebijakan sendiri.</li></ul><p><strong>Bukan Obyek Pertarungan Politik Internasional:</strong></p><ul><li>Indonesia menolak menjadi obyek dalam pertarungan politik internasional antara kekuatan besar. Negara ini ingin mempertahankan kedaulatan dan kebebasan untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa adanya tekanan dari pihak asing.</li></ul><p><strong>Posisi sebagai Subyek yang Berdaulat:</strong></p><ul><li>Negara Indonesia menegaskan haknya sebagai subyek yang berdaulat yang memiliki hak untuk menentukan sikap dan kebijakan luar negerinya sendiri. Pilihan politik dan nasionalisme Indonesia ditekankan sebagai bagian integral dari tujuan merdeka bangsa.</li></ul><p><strong>Tujuan Kemerdekaan Indonesia:</strong></p><ul><li>Fokus utama Indonesia dalam politik luar negeri adalah mencapai tujuan kemerdekaan penuh dan menyeluruh bagi bangsa Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen untuk mengejar kepentingan nasional dan keberlanjutan pembangunan.</li></ul><p>Dengan mengambil pendekatan independen dan non-blok, Indonesia berupaya untuk menjaga keseimbangan di tengah ketegangan politik internasional dan menentukan sendiri jalur kebijakan yang sesuai dengan kepentingan nasionalnya. Pendekatan ini kemudian terus diperjuangkan oleh Indonesia dalam politik luar negeri, termasuk ketika negara ini aktif di dunia internasional, seperti dalam gerakan Non-Blok dan diplomasi damai.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Dari penggalan pidato Mohammad Hatta yang berjudul "Mendayung Antara Dua Karang," terutama pada bagian yang menyatakan, "Pemerintahan berpendapat bahwa pendirian yang harus kita ambil ialah supaya kita jangan menjadi obyek dalam pertarungan politik internasional, melainkan kita harus menjadi subyek yang berhak menentukan sikap kita sendiri, berhak memperjuangkan tujuan kita sendiri yaitu Indonesia merdeka seluruhnya," dapat diambil kesimpulan bahwa Indonesia mengambil pendekatan politik luar negeri yang independen dan non-blok.

Kesimpulan terkait Politik Luar Negeri Indonesia:

Kemandirian dan Keseimbangan:

  • Indonesia menekankan pentingnya kemandirian dan keseimbangan dalam hubungan internasional. Tidak ingin terjebak dalam pilihan pro-Rusia atau pro-Amerika, Indonesia mengusahakan posisi yang memungkinkan untuk menentukan arah kebijakan sendiri.

Bukan Obyek Pertarungan Politik Internasional:

  • Indonesia menolak menjadi obyek dalam pertarungan politik internasional antara kekuatan besar. Negara ini ingin mempertahankan kedaulatan dan kebebasan untuk menentukan nasibnya sendiri tanpa adanya tekanan dari pihak asing.

Posisi sebagai Subyek yang Berdaulat:

  • Negara Indonesia menegaskan haknya sebagai subyek yang berdaulat yang memiliki hak untuk menentukan sikap dan kebijakan luar negerinya sendiri. Pilihan politik dan nasionalisme Indonesia ditekankan sebagai bagian integral dari tujuan merdeka bangsa.

Tujuan Kemerdekaan Indonesia:

  • Fokus utama Indonesia dalam politik luar negeri adalah mencapai tujuan kemerdekaan penuh dan menyeluruh bagi bangsa Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen untuk mengejar kepentingan nasional dan keberlanjutan pembangunan.

Dengan mengambil pendekatan independen dan non-blok, Indonesia berupaya untuk menjaga keseimbangan di tengah ketegangan politik internasional dan menentukan sendiri jalur kebijakan yang sesuai dengan kepentingan nasionalnya. Pendekatan ini kemudian terus diperjuangkan oleh Indonesia dalam politik luar negeri, termasuk ketika negara ini aktif di dunia internasional, seperti dalam gerakan Non-Blok dan diplomasi damai.

 

 

 


 


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

KAA (Konferensi Asia-Afrika) yang diselenggarakan di Bandung pada tahun 1955 tidak terlepas dari peranan Ali Sastroamidjojo yang terus berupaya meyakinkan negara-negara yang hadir dalam Konferensi Kolombo untuk mendukung Indonesia dalam menyelenggarakan konferensi yang dihadiri oleh negara-negara dari dua benua Asia-Afrika. Salah satu faktor utama Ali Sastroamidjojo berhasil meyakinkan peserta Konferensi Kolombo untuk mendukung Indonesia menyelenggarakan KAA adalah …. A. KAA berupaya membangun aliansi militer negara-negara Asia Afrika B. KAA menentang segala bentuk bantuan Amerika Serikat dan Uni Soviet di Asia-Afrika C. KAA berupaya membangun solidaritas negara Asia-Afrika untuk terlibat dalam Perang Dingin D. KAA berupaya membangun kerja sama politik Asia-Afrika dalam menjaga perdamaian dunia E. KAA berupaya membangun blok baru dalam menghadapi Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur

8

0.0

Jawaban terverifikasi