Farhan D

19 Februari 2024 05:25

Iklan

Iklan

Farhan D

19 Februari 2024 05:25

Pertanyaan

contoh puisi dong kakak kakak pusing banget disuruh nyari sama bu guru tapi gak boleh Liat google

contoh puisi dong kakak kakak pusing banget disuruh nyari sama bu guru tapi gak boleh Liat google


4

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Diana D

20 Februari 2024 01:33

Jawaban terverifikasi

Sang Penuntun Di langit malam yang tenang bersinar bintang, Ayahku, sang penuntun, dalam pelukan hangat. Dengan langkah tegar, dia melangkah di hadapanku, Penuh kebijaksanaan, cahaya yang tak pernah redup. Sang penuntun di kegelapan, penerang hatiku, Mengajariku arti kesabaran, keberanian yang tulus. Dalam senyumnya terukir kisah perjalanan, Jejak-jejak langkahnya, petunjuk hidup yang berharga. Ayah, oh ayah, pahlawan tak bertepi, Membimbing langkah-langkah, menjadikan aku lebih bijak. Dalam kelembutannya, kekuatan yang menyelubungi, Dia adalah temanku, guru yang tak tergantikan. Puisi untuk ayah, ungkapan rasa terima kasih, Bagimu, sang penuntun, dalam hidupku yang berwarna. Engkau adalah pelita, memandu di setiap kegelapan, Ayahku tercinta, cinta dan kasih takkan pernah luntur.


Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

05 Maret 2024 06:27

Jawaban terverifikasi

<p>berikut adalah contoh puisi singkat:</p><p><strong>Embun Pagi</strong></p><p>Embun membelai daun lembut, Matahari menyapanya dengan senyuman. Seakan alam bernyanyi dalam keheningan, Pagi datang dengan keindahan sendu.</p><p>Pelangi warna di ufuk timur, Sinar mentari menyapu gelap malam. Bayangan bermain di rerumputan, Puisi alam yang tak pernah usai.</p><p>Heningnya pagi, gemericik air sungai, Langit biru bersih, mentari pun bersinar. Sepotong puisi terukir di pagi yang tenang, Alam membisikkan pesan damai yang abadi.</p><p>&nbsp;</p>

berikut adalah contoh puisi singkat:

Embun Pagi

Embun membelai daun lembut, Matahari menyapanya dengan senyuman. Seakan alam bernyanyi dalam keheningan, Pagi datang dengan keindahan sendu.

Pelangi warna di ufuk timur, Sinar mentari menyapu gelap malam. Bayangan bermain di rerumputan, Puisi alam yang tak pernah usai.

Heningnya pagi, gemericik air sungai, Langit biru bersih, mentari pun bersinar. Sepotong puisi terukir di pagi yang tenang, Alam membisikkan pesan damai yang abadi.

 


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

buatlah kalimat kalimat berikut menjadi kalimat efektif 1. para bapak bapak dan ibu ibu dimohon duduk kembali 2. harga barang barang di toko sangat mahal sekali 3. mereka saling bersalaman salaman di halaman masjid 4. besar dari pada rumah ini hampir sama dengan rumahku 5. semua anak anak harus datang tepat waktu 6. kemarin saya tidak sengaja terpleset di lantai kelas 7. para dewan guru guru sedang mengikuti rapat di ruang guru 8. kelas IX C terdiri dari 12 cewek dan 11 cowok 9. dirgahayu kemerdekaan HUT RI ke-78 10. Minggu lalu Andika menanti orang tuanya di rumah sakit

6

5.0

Jawaban terverifikasi

B. Jawablah soal-soal di bawah ini! Bacalah teks cerita inspiratif di bawah ini dan jawablah pertanyaannya! RAJA DAN KOTA MEGAHYA Alkisah, hiduplah seorang rata yang kaya raya. Pada suatu hari ia memanggil seluruh pakar bangunan, insinyur, dan desainer kita yang ada di dunia. Kepada mereka ia meminta untuk dibuatkan sebuah kota yang paling megah dan paling pindah di seluruh dunia. Pekerjaan pun dimulai. Semua dikerjakan dengan sangat teliti untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Rata tidak menawar harga. Berapa pun biaya yang dibutuhkan ia siap membayarnya. Setelah sekian lama dikerjakan, akhirnya semuanya selesai. Sebuah kota yang teramat megah dan pindah hasil karya para pakar dunia pun tercipta. Memasuki kota itu seperti masuk surga. Raja mengadakan pesta dan mengundang rakyatnya dan tamu-tamu negara. Setiap orang yang datang pasti berdetak kagum menyaksikan karya jagung yang dahsyat dan sempurna itu. Rata pun sangat bangga dan puas karena semua itu berkat kecemerlangan idenya. Rata memerintahkan kepada penjaga agar menandai setiap tamu yang datang tentang celah kekurangan kota yang dibangunnya. Tiba-tiba ada seorang pengunjung rakyat bisa berseloroh. "Ah, seindah apa pun kota ini, tetap tidak sempurna". Mendengar kalimat itu rata tersinggung. Apa lagi yang mengatakannya adalah orang desa yang tidak tahu sama sekali tentang arsitektur kota. “Hai, memang dirimu siapa? Apa maksudmu kota ini tidak sempurna? Coba katakan, apa yang kurang dari karya hebat ini?" "Maafkan, tuan raja. Benar, memang kota yang Anda bangun sangat pindah. Tapi tetap saja mengandung dua cacat". "Apa itu? Sebutkan!" "Pertama, suatu ketika kota ini akan pudar keindahannya, akan rusak, bahkan boleh jadi musnah. Yang kedua, pemilik kota ini juga akan musnah, suatu saat kematian akan menjemputnya. Apakah hal ini bisa dibilang sempurna?" "Aha, memangnya ada yang tak akan rusak dan pemiliknya tak akan mati? Tentu saja ada, Tuan Rata. Yang tak akan rusak adalah kota pindah surganya Allah, dan pemiliknya yaitu Allah, yang tak akan pernah mati. Itulah tempat yang sempurna". "Kau benar, saudaraku. Hamper saja kemewahan dan kemegahan dunia melarikan dan menjerumuskanku. Terima kasih kau telah menyadarkanku". Selanjutnya yang rata memeluk orang yang memberikan usul tersebut. Pertanyaan : 1. Apa ide sang raja itu? 2. Mengapa ia mewujudkan ide tersebut? 3. Apa yang dilakukan raja agar idenya bisa dilaksanakan? 4. Apa yang dilakukan raja setelah idenya terwujud? 5. Apa yang diperintahkan raja kepada setiap tamu yang datang? 6. Mengapa raja melakukan hal tersebut? 7. Siapakah yang memberikan usul? 8. Apakah usulnya tersebut? 9. Siapa saja yang diundang? 10. Di manakah pesta itu diadakan? 11. Kapankah pesta itu dilaksanakan? 12. Bagaimana reaksi raja setelah mendengar salah satu rakyatnya memberikan usul?

26

5.0

Jawaban terverifikasi

Buatlah menjadi sebuah dialog Kamis pagi usai pelajaran olah raga, Bu Mia, guru Kimia masuk kelas X MIPA tepat waktu. Tak seperti biasanya, hari itu anak-anak belum selesai berganti pakaian. Penyebabnya, mereka baru saja mengikuti ujian lari mengelilingi stadion. Sebenarnya hari itu Bu Mia akan memberikan ulangan. Beberapa siswa yang napasnya masih memburu dan keringatnya bercucuran, mengajukan usul pada Dani. “Dan … minta Bu Mia menunda ulangan dong. Capek nih,” kata Ali. “Waduuuh aku gak berani,” jawab Dani. “Lia saja suruh bilang. Dia kan ketua kelas, ” sambung Dani. “Baiklah, aku akan mencoba merayu Bu Mia. Doakan berhasil,” kata Lia. “Beres. Kamu kan ketua kelas.” Dengan santun, Lia menghadap Bu Lia yang wajahnya tampak kaku melihat murid-muridnya belum juga siap mengikuti pelajaran. “Maaf, Bu. Boleh Lia berbicara sebentar?” tanya Lia sambil duduk. “Iya. Ada apa?” “Begini, Bu, saya mewakili teman-teman, Lia minta maaf karena temanteman belum selesai ganti baju.“ “Biasanya kan tidak terlambat seperti ini?” tanya Bu Mia. “Iya, Bu. Sekali lagi maakan, kami. Kami kelelahan, Bu. Tadi baru saja ujian lari mengelilingi stadion 2 kali.” “Oh … kenapa tidak bilang tadi? Kalian sudah minum?” suara Bu Mia berubah ramah setelah tahu penyebab Lia dan kawan-kawannya terlambat ganti baju. “Belum sempat, Bu. Kami takut ketinggalan ulangan,” jawab Lia tetap dengan sopan. “Kalau boleh, kami minta waktu sepuluh menit untuk minum dan ganti baju, Bu. Biar badan kami segar.” “Ya sudah, kalian istirahat 15 menit. Ulangannya minggu depan saja. Nanti kita latihan soal saja,” jawab Bu Lia mengagetkan Mia dan teman-teman. “Makasih, Bu,” kata Lia. “Eit … tapi ingat. Kalian harus tertib. Tidak boleh gaduh dan mengganggu kelas lain. Dan masuk kelas lagi tepat pukul 09.00 WIB.” “Iya, Bu. Makasih.” Teman-teman Lia yang sejak tadi ikut menyimak pembicaraan Lia dan Bu Mia bertepuk tangan gembira mendengar keputusan Bu Mia.

1

0.0

Jawaban terverifikasi