Yuni R

27 September 2023 04:25

Iklan

Yuni R

27 September 2023 04:25

Pertanyaan

contoh nilai estetis dan novel sejarah

contoh nilai estetis dan novel sejarah

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

23

:

13

:

43

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Vincent M

Community

27 September 2023 14:49

Jawaban terverifikasi

<p>Nilai estetika dalam novel adalah <strong>bentuk kreativitas penulis</strong>. Nilai-nilai estetika meliputi keindahan dalam segi bahasa, penyampaian cerita, pelukisan alam yang begitu nyata, keistimewaan tokoh, dan penggambaran tentang lingkungan.</p><p>&nbsp;</p>

Nilai estetika dalam novel adalah bentuk kreativitas penulis. Nilai-nilai estetika meliputi keindahan dalam segi bahasa, penyampaian cerita, pelukisan alam yang begitu nyata, keistimewaan tokoh, dan penggambaran tentang lingkungan.

 


Iklan

Sepi G

27 September 2023 16:38

Jawaban terverifikasi

Nilai estetis adalah nilai yang berkaitan dengan keindahan, kesenangan, dan kreativitas dalam suatu karya. Novel sejarah adalah novel yang berdasarkan pada fakta-fakta sejarah yang kemudian dikisahkan kembali dengan sudut pandang lain yang tidak muncul dalam fakta sejarah. Berikut adalah contoh nilai estetis dan novel sejarah: Contoh nilai estetis dalam novel sejarah berjudul “Gajah Mada Bergelut dalam Takhta dan Angkara” karya Langit Kresna Hariadi: "Matahari terbenam di ufuk barat. Langit berwarna merah menyala. Angin bertiup lembut, membawa aroma bunga-bunga liar yang tumbuh di tepi jalan. Suara burung-burung berkicau riang, menyambut malam yang akan datang. Di tengah-tengah pemandangan yang indah itu, tampak sebuah kereta kencana berhenti di depan sebuah rumah sederhana. Seorang pria berjubah putih turun dari kereta itu, diikuti oleh dua orang pengawalnya. Dia adalah Gajah Mada, patih kerajaan Majapahit yang terkenal. Contoh novel sejarah berjudul “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata: "Novel ini menceritakan tentang kehidupan sepuluh anak dari keluarga miskin yang bersekolah di sebuah SD Muhammadiyah di Belitung. Mereka adalah Ikal, Lintang, Mahar, A Kiong, Syahdan, Kucai, Borek, Trapani, Harun, dan Sahara. Meskipun menghadapi berbagai kesulitan dan tantangan, mereka tetap bersemangat belajar dan bercita-cita tinggi. Novel ini juga menggambarkan latar belakang sosial, budaya, dan sejarah Belitung pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, serta masa Orde Baru.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

78

0.0

Jawaban terverifikasi