Mtchakece M

18 Maret 2024 13:38

Iklan

Iklan

Mtchakece M

18 Maret 2024 13:38

Pertanyaan

ciri-ciri perguruan taman siswa (bukan ciri khas yap)


5

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Salsabila M

Community

19 Maret 2024 02:30

Jawaban terverifikasi

<p>Perguruan Taman Siswa adalah gerakan pendidikan yang bermula di Indonesia pada awal abad ke-20. Meskipun tidak ada ciri khas tunggal yang menggambarkan semua perguruan Taman Siswa, terdapat beberapa ciri umum yang sering terkait dengan gerakan ini:</p><p><strong>Pendidikan Informal</strong>: Salah satu ciri utama dari Taman Siswa adalah pendekatan pendidikan informal. Mereka menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada pengalaman langsung, partisipasi aktif, dan pengembangan karakter.</p><p><strong>Pendidikan Holistik</strong>: Perguruan Taman Siswa berusaha untuk mengembangkan peserta didik secara holistik, bukan hanya aspek akademis, tetapi juga aspek moral, sosial, dan keterampilan praktis.</p><p><strong>Pendidikan Keterampilan Hidup</strong>: Mereka menekankan pada pengembangan keterampilan hidup yang praktis, seperti pertanian, kerajinan tangan, dan keterampilan teknis lainnya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal.</p><p><strong>Pendidikan Kemandirian</strong>: Taman Siswa mendorong kemandirian dan kreativitas peserta didik. Mereka mengutamakan pembelajaran mandiri dan kolaboratif daripada pembelajaran berorientasi guru.</p><p><strong>Keterbukaan Terhadap Kebudayaan Lokal</strong>: Perguruan Taman Siswa cenderung menghargai dan memperhatikan keberagaman budaya dan tradisi lokal di masyarakat di mana mereka beroperasi.</p><p><strong>Pendidikan Kritis dan Berpikir Mandiri</strong>: Mereka mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan menganalisis informasi dengan mandiri, bukan hanya menerima pengetahuan secara pasif.</p><p><strong>Pendidikan Demokratis</strong>: Taman Siswa sering mempraktikkan prinsip-prinsip demokratis dalam pengelolaan sekolah, dengan melibatkan siswa, guru, dan masyarakat dalam pengambilan keputusan.</p><p><strong>Pendidikan Universal</strong>: Prinsip-prinsip Taman Siswa menekankan akses pendidikan bagi semua, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya peserta didik.</p><p><strong>Pendidikan Moral</strong>: Mereka mendorong pembentukan karakter yang kuat dan moral yang baik melalui pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai kebajikan dan moralitas.</p><p><strong>Pendidikan Inklusif</strong>: Taman Siswa sering membuka pintu bagi mereka yang mungkin tidak memiliki akses terhadap pendidikan formal, seperti anak-anak dari keluarga miskin atau komunitas yang terpinggirkan.</p><p><br>&nbsp;</p>

Perguruan Taman Siswa adalah gerakan pendidikan yang bermula di Indonesia pada awal abad ke-20. Meskipun tidak ada ciri khas tunggal yang menggambarkan semua perguruan Taman Siswa, terdapat beberapa ciri umum yang sering terkait dengan gerakan ini:

Pendidikan Informal: Salah satu ciri utama dari Taman Siswa adalah pendekatan pendidikan informal. Mereka menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada pengalaman langsung, partisipasi aktif, dan pengembangan karakter.

Pendidikan Holistik: Perguruan Taman Siswa berusaha untuk mengembangkan peserta didik secara holistik, bukan hanya aspek akademis, tetapi juga aspek moral, sosial, dan keterampilan praktis.

Pendidikan Keterampilan Hidup: Mereka menekankan pada pengembangan keterampilan hidup yang praktis, seperti pertanian, kerajinan tangan, dan keterampilan teknis lainnya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal.

Pendidikan Kemandirian: Taman Siswa mendorong kemandirian dan kreativitas peserta didik. Mereka mengutamakan pembelajaran mandiri dan kolaboratif daripada pembelajaran berorientasi guru.

Keterbukaan Terhadap Kebudayaan Lokal: Perguruan Taman Siswa cenderung menghargai dan memperhatikan keberagaman budaya dan tradisi lokal di masyarakat di mana mereka beroperasi.

Pendidikan Kritis dan Berpikir Mandiri: Mereka mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan menganalisis informasi dengan mandiri, bukan hanya menerima pengetahuan secara pasif.

Pendidikan Demokratis: Taman Siswa sering mempraktikkan prinsip-prinsip demokratis dalam pengelolaan sekolah, dengan melibatkan siswa, guru, dan masyarakat dalam pengambilan keputusan.

Pendidikan Universal: Prinsip-prinsip Taman Siswa menekankan akses pendidikan bagi semua, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya peserta didik.

Pendidikan Moral: Mereka mendorong pembentukan karakter yang kuat dan moral yang baik melalui pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai kebajikan dan moralitas.

Pendidikan Inklusif: Taman Siswa sering membuka pintu bagi mereka yang mungkin tidak memiliki akses terhadap pendidikan formal, seperti anak-anak dari keluarga miskin atau komunitas yang terpinggirkan.


 


Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

21 Maret 2024 12:49

Jawaban terverifikasi

<p>Perguruan Taman Siswa adalah salah satu gerakan pendidikan di Indonesia yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:</p><p><strong>Pendidikan Alternatif</strong>: Perguruan Taman Siswa adalah gerakan pendidikan alternatif yang muncul sebagai respon terhadap sistem pendidikan kolonial yang dominan pada masa itu. Mereka menawarkan pendidikan yang lebih terbuka, inklusif, dan berbasis pada nilai-nilai lokal.</p><p><strong>Pendidikan Nasionalis</strong>: Salah satu ciri utama dari Perguruan Taman Siswa adalah semangat nasionalisme yang kuat. Mereka menekankan pentingnya menciptakan generasi muda yang mencintai tanah air, memiliki kesadaran politik, dan siap berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.</p><p><strong>Pendidikan Keterampilan Hidup</strong>: Selain pendidikan akademik, Perguruan Taman Siswa juga menekankan pentingnya pengembangan keterampilan hidup bagi siswa, seperti keterampilan pertanian, kerajinan tangan, dan kewirausahaan. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa menjadi individu yang mandiri dan produktif.</p><p><strong>Partisipasi Siswa</strong>: Perguruan Taman Siswa memberikan ruang yang lebih besar bagi partisipasi siswa dalam proses pembelajaran dan pengambilan keputusan. Mereka mendorong siswa untuk aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, diskusi, dan kegiatan sosial lainnya.</p><p><strong>Sistem Pengajaran Inovatif</strong>: Perguruan Taman Siswa menggunakan metode pengajaran yang inovatif dan berbasis pada pengalaman langsung. Mereka menekankan pembelajaran aktif, pembelajaran berbasis proyek, dan penggunaan sumber daya lokal sebagai sarana pembelajaran.</p><p><strong>Penggunaan Bahasa Indonesia</strong>: Perguruan Taman Siswa menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran, sebagai upaya untuk memperkuat identitas nasional dan menyatukan bangsa Indonesia.</p><p><strong>Toleransi dan Kerukunan</strong>: Perguruan Taman Siswa mendorong toleransi antar-suku, agama, dan budaya. Mereka menekankan pentingnya kerukunan dan persatuan dalam membangun bangsa Indonesia yang beragam.</p>

Perguruan Taman Siswa adalah salah satu gerakan pendidikan di Indonesia yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Pendidikan Alternatif: Perguruan Taman Siswa adalah gerakan pendidikan alternatif yang muncul sebagai respon terhadap sistem pendidikan kolonial yang dominan pada masa itu. Mereka menawarkan pendidikan yang lebih terbuka, inklusif, dan berbasis pada nilai-nilai lokal.

Pendidikan Nasionalis: Salah satu ciri utama dari Perguruan Taman Siswa adalah semangat nasionalisme yang kuat. Mereka menekankan pentingnya menciptakan generasi muda yang mencintai tanah air, memiliki kesadaran politik, dan siap berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Pendidikan Keterampilan Hidup: Selain pendidikan akademik, Perguruan Taman Siswa juga menekankan pentingnya pengembangan keterampilan hidup bagi siswa, seperti keterampilan pertanian, kerajinan tangan, dan kewirausahaan. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa menjadi individu yang mandiri dan produktif.

Partisipasi Siswa: Perguruan Taman Siswa memberikan ruang yang lebih besar bagi partisipasi siswa dalam proses pembelajaran dan pengambilan keputusan. Mereka mendorong siswa untuk aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, diskusi, dan kegiatan sosial lainnya.

Sistem Pengajaran Inovatif: Perguruan Taman Siswa menggunakan metode pengajaran yang inovatif dan berbasis pada pengalaman langsung. Mereka menekankan pembelajaran aktif, pembelajaran berbasis proyek, dan penggunaan sumber daya lokal sebagai sarana pembelajaran.

Penggunaan Bahasa Indonesia: Perguruan Taman Siswa menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran, sebagai upaya untuk memperkuat identitas nasional dan menyatukan bangsa Indonesia.

Toleransi dan Kerukunan: Perguruan Taman Siswa mendorong toleransi antar-suku, agama, dan budaya. Mereka menekankan pentingnya kerukunan dan persatuan dalam membangun bangsa Indonesia yang beragam.


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

bagaimana hubungan antara kemajuan bangsa dengan literasi digital?

35

0.0

Jawaban terverifikasi